BlogPacker

I Write My All

LightBlog

  Coklat mempunyai rasa manis yang disukai oleh banyak orang. Walaupun tidak semua cokelat mempunyai rasa manis, karena juga ada cokelat ras...

 


Coklat mempunyai rasa manis yang disukai oleh banyak orang. Walaupun tidak semua cokelat mempunyai rasa manis, karena juga ada cokelat rasa pahit yang biasanya digunakan untuk diet dan lebih sehat. Coklat bisa dimanfaatkan untuk banyak hal mulai dari untuk olahan dibuat makanan kering, makanan ringan, kue, dan juga minuman.Salah satu jenis coklat yang dapat dipilih untuk dibuat berbagai olahan tersebut adalah cokelat batangan. Coklat ini mempunyai tekstur padat dan merupakan jenis yang paling mudah ditemukan. Bagi yang ingin membeli coklat batangan, di bawah ini ada beberapa tips yang bisa digunakan sehingga bisa mendapatkan bahan kue terbaik:

 

1. Memilih Tempat Pembelian

Tips pertama yang dapat digunakan ketika akan membeli cokelat batangan adalah dengan memilih tempat yang tepat. Anda bisa membeli cokelat dengan mudah, seperti mendapatkan di pasar, toko kue terdekat, minimarket, supermarket, ataupun bisa dibeli secara online.Berbagai tempat tersebut menawarkan keuntungannya masing-masing.Sehingga pastikan untuk memilih tempat yang menawarkan keuntungan beragam yang bisa didapatkan.

 

2. Pilihan Tempat yang Menawarkan Banyak Merek

Tips mudah selanjutnya yang bisa digunakan adalah dengan memilih tempat yang menawarkan banyak merek. Cokelat batangan mempunyai banyak merek yang bisa dipilih di pasaran. Hal tersebut bisa dipilih mulai dari kualitas merek yang ditawarkan, rasa cokelat batangan, dan juga kandungan lain yang bisa diperhatikan. Hal tersebut juga akan mempengaruhi tekstur dan rasa cokelat batangan yang diperoleh. Salah satu tempat yang menawarkan banyak merek cokelat batangan yang bisa dipilih misalnya ada di tokowahab.com yang menawarkan merek mulai dari Colatta dan Tulip dengan variasi yang lengkap.

 

3. Bandingkan Harganya Terlebih Dahulu

Tips terakhir yang bisa diperhatikan ketika akan membeli cokelat batangan adalah dengan membandingkan harganya terlebih dahulu. Harga cokelat batangan bisa dipengaruhi dari merek coklat yang akan dipilih. Selain itu juga di tempat membelinya dan ukuran yang akan dibeli. Ketika membeli di Tokowahab yang menyediakan berbagai bahan kue lengkap seperti mentega dan bahan lainnya. Anda bisa memilih coklat batangan dengan harga yang kompetitif.[]

  Sumber Gambar: Cartoongoodies . Angry Birds Blues: Tontonan Baru Yang Tidak Membosankan . Mungkin Youtube merasa kasihan pada saya. Mungki...

 

Sumber Gambar: Cartoongoodies.


Angry Birds Blues: Tontonan Baru Yang Tidak Membosankan. Mungkin Youtube merasa kasihan pada saya. Mungkin. Lingkaran setan tontonan malam masih berputar pada yang itu-itu juga. Upin-Ipin, Larva, Zig and Sharko, Oggy and the Cockroaches, Shaun the Sheep, sampai kadal gurun Oscar's Oasis. Yang herannya kalau saya ketiduran, pas bangun, tahu-tahu layar telepon genggam malah menayangkan gamers lagi streaming nge-game. Uwuuu. Beruntunglah dia. Anyhoo, rasa kasihan itu kali ya yang membikin Youtube kemudian merekomendasikan video menarik yang satu ini. Terpampang nyata di time line Youtube. Video yang sukses membikin saya terbahak-bahak pada suatu malam, dan pada malam-malam berikutnya, meskipun menonton video yang sama berulang kali. Ya, Angry Birds Blues menjadi tontonan baru yang tidak membosankan.


Baca Juga: Corona Membikin Saya Teringat Sama Filem-Filem Ini


Untuk sesuatu yang sudah menghibur, menurut saya pribadi, adalah lumrah kalau saya berbagi dengan kalian semua tentang tontonan baru yang satu ini. Jadi, mari kita cari tahu tentang Angry Birds Blues.


Angry Birds Blues


Bersumber pada Wikipedia, Angry Birds Blues adalah serial televisi animasi komputer Finlandia yang dibintangi oleh the Blues (Jay, Jake, dan Jim) dan Hatchling yang muncul di The Angry Birds Movie. Dianimasikan dengan gaya yang sama dengan filmnya, film ini diproduksi oleh Rovio Entertainment bersama dengan perusahaan afiliasinya Kaiken Entertainment, dengan Bardel Entertainment menyediakan animasinya. Serial ini ditayangkan perdana pada 10 Maret 2017 di saluran Toons.TV, sebelum melanjutkan di saluran YouTube resmi Angry Birds setelah Toons.TV ditutup.


Triplet


Karakter utama Angry Birds Blues adalah triplet atau kembar tiga anak burung. Saya menulis anak burung, karena mereka belum bisa dikatakan remaja apalagi dewasa. Mereka tidak seperti Private, Kowalski, Skipper, dan Rico dari The Madagascar Penguins. Dunia mereka adalah dunia anak-anak yang nakal, pintar, dan selalu punya rencana (entah rencananya berhasil atau tidak). Kembali lagi pada triplet itu, ketiganya benar-benar identik kayak Upin dan Ipin, dengan bulu biru menggemaskan. Jadi, apa yang menjadi pembeda? Warna mata! Jake, Jay, dan Jim dibedakan oleh warna mata mereka. Dikatakan Jay memiliki iris biru, Jake memiliki iris hijau, dan Jim memiliki iris cokelat. Jay adalah pemimpin The Blues. The Blues disuarakan oleh Heljä Heikkinen, Vilppu Uusitalo dan Vertti Uusitalo dalam seri ini. Jay adalah pemimpin blues dan akan disuarakan oleh JoJo Siwa di The Angry Birds Movie 2.


Kocak dan Konyol Tiada Batas


Ada 30 (tiga puluh) epidose berdurasi pendek dari Angry Birds Blues Season 1. Meskipun tidak nampak di setiap episode, tapi setiap kali mereka memesan barang dari katalog, maka jasa pengiriman paket bernama Mighty Eagle Express. Dikirim sekedip mata, kotak kayu jatuh dari angkasa, brung. Seperti main sulap. Hahaha. Namanya juga kartun kan ya. Semua episodenya kocak dan konyol tiada batas. Tapi ada dua yang bikin saya terbahak-bahak bahkan setelah saya berada di kantor. Judulnya Trampoline Rescue dan On Target. Coba deh kalian menonton dua episode ini. Saya sangat merekomendasikan Angry Birds Blues pada kalian, terutama ditonton setelah pulang ke rumah, sedang bersantai melepas penat.


Baca Juga: Pariwisata Nusantara


Dan kita tiba pada pertanyaan: mengapa saya sangat menyukai kartun? Orang-orang bahkan pernah melabeli saya: terlambat puber. Entahlah. Sejak dulu saya suka menonton kartun. RCTI pernah menayangkan kartun berbeda secara maraton di Minggu pagi hingga siang. Anak 90-an pasti tahu. Bagi saya kartun bukan sekadar tontonan bocah semata. Kartun, kalau kita jeli, menyelip pesan-pesan yang ditugaskan pada orangtua untuk mengurainya. Makanya kalau bocah menonton kartun bareng orangtua, saya rasa itu bagus, karena orangtua dapat menjelaskan ini itu ... apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh kartun yang ditonton bareng itu.


Well, selamat menikmati akhir minggu :)


Have fun!


Cheers.

Kurang Bijak Membanding-Bandingkan Antara Single dan Double . Saya percaya Tuhan mengirimkan manusia ke bumi untuk mengemban misinya masing-...


Kurang Bijak Membanding-Bandingkan Antara Single dan Double. Saya percaya Tuhan mengirimkan manusia ke bumi untuk mengemban misinya masing-masing. Kerajaan Inggris selalu welcome dengan calon menantu perempuan atau menantu perempuan yang berasal dari keluarga bangsawan, dan berkulit putih. Lalu Meghan Markle pun datang. Saya pikir, dia memang ditugaskan Tuhan untuk mendobrak pintu besar bertulis 'menantu perempuan kami harus bangsawan dan berkulit putih'. Bahkan, Meghan Markle bersama-sama Pangeran Harry kemudian memutuskan untuk hidup mandiri. Keluar dari kehidupan British Royal Family. Banyak mulut ternganga; tempat lalat bertelur. Mahatma Gandhi ditugaskan Tuhan untuk menjadi pemimpin gerakan kemerdekaan India: pembangkangan sipil tanpa kekerasan. J. K. Rowling mengemban tugas menciptakan dunia sihir fiksi dengan tokoh sentral Harry Potter, menghibur dan memberi warna baru bagi para pembaca. 


Baca Juga: Jangan Mengeluh: Hidup Memang Penuh Warna dan Cerita


Misi/tugas yang diembankan Tuhan pada umatNya berbeda-beda, termasuk dalam urusan status: single atau double. Orang-orang single gerah dengan pertanyaan cukup menegangkan ini: kapan menikah? Pertanyaan itu melewati satu pertanyaan awal: sudah punya calon isteri/suami? Pertanyaan kapan menikah ibarat emak bikin lumpia tanpa proses membikin kulit lumpia. Tahu-tahu sudah jadi. Dan pertanyaan itu merupakan serial killer terparah yang ada di muka bumi. Dimulai dengan kapan menikah, dilanjutkan dengan kapan punya momongan, kapan si kakak punya adik, anak-anak disekolahkan di mana, dan seterusnya. Yang tidak pernah ditanyakan adalah kapan bercerai dan kapan meninggal dunia. Haha.


Setiap manusia mengalami banyak peristiwa dan pengalaman hidup yang menjadi fondasi mereka terus single atau kemudian double. Percaya tidak percaya, banyak manusia di muka bumi ini yang diberi tugas oleh Tuhan untuk menaiki bahtera rumah tangga. Begitu mudah dipertemukan dengan seseorang, dengan mudah dicintai dan disayangi oleh seseorang, dan kalau beruntung kemudian menikah. Hidup bahagia selamanya seperti cerita dari negeri dongeng. Ada pula yang begitu mudah dipertemukan dengan seseorang, dengan mudah dicintai dan disayangi oleh seseorang, namun kemudian memilih untuk tidak melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan karena alasan-alasan tertentu. Alasan-alasan ini kadang menimbulkan trauma bagi manusia, lalu memilih untuk single forever. Tuhan juga memberi tugas untuk orang-orang yang tidak semudah itu menemukan seseorang: dicintai, mencintai, disayangi, menyayangi, bahkan hingga akhir hayatnya.


Kurang bijak memang jika kita membanding-bandingkan antara single dan double. Single bukan berarti tidak laku. Bisa saja dia adalah orang yang begitu mudah bertemu seseorang. Saking mudahnya, dia belajar dari pengalamannya itu. Pengalaman mengajarkannya untuk tetap single. Tapi, ada orang yang memang sadar bahwa tugasnya di bumi masih belum sampai pada urusan men-double-kan diri dengan orang lain. Seorang pengurus panti asuhan, yang begitu menyayangi anak-anak panti tersebut, tentu akan sangat berat menikah, jika setelah menikah dia harus meninggalkan panti asuhan. Secara moral dia tidak tega meninggalkan anak-anak panti diurus oleh orang lain yang belum tentu kapasitas sayangnya sama dengan dirinya. Betapa mulianya. Alasan yang tidak diketahui khalayak ini kemudian menjadikan si pengurus panti sebagai pusat hujatan. Dasar tidak tahu untung, sudah diajak menikah, malah ditolak. Come on, it's not fair.


Iya, tidak adil. Karena, tahukah orang-orang bahwa di luar sana banyak single yang berdoa meminta jodoh tetapi belum juga dikabulkan oleh Tuhan? Kembali pada Tuhan dan tugas-tugas yang diembankanNya pada setiap manusia, apakah kalian berani menyalahkan Tuhan karena seseorang terus single selama hidupnya? Atau, kalian lebih suka melihat single menerobos batas, menikah hanya karena memaksa dirinya bunting duluan? No, no, no. Jangan. Biarkan single menikmati kehidupannya, sama seperti single membiarkan kalian menikmati hidup kalian. Anyhoo, saya menulis 'bunting duluan' bukan hanya berkonotasi pada perempuan, tetapi juga pada laki-lakinya. Bunting tidak hanya terjadi begitu saja seperti lumpia tanpa proses membikin kulit lumpia kan


Baca Juga: Sebuah Seni Untuk Melepaskan Sesuatu Yang Bukan Milik Kita


Maka, mari kita coba untuk berhenti membanding-bandingkan. Manusia yang memilih single itu sama-sama berdayanya dengan manusia yang kemudian menjadi double (couple). Masing-masing bertanggungjawab pada diri mereka, pada kehidupan mereka, dan mungkin pada orang-orang lain di sekitar mereka. Jangankan membandingkan single dan double, masih banyak orang yang membandingkan pasangan yang satu dengan pasangan yang lain. Pasangan A punya lima anak, pasangan B belum dikaruniai anak tapi memilih untuk memelihara banyak hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. Masiiiih juga mereka dibanding-bandingkan. Hahaha. Kan kasihan, itu mulut atau comberan


I'm single and very happy ~ Oppie Andaresta. 


Saya tidak berharap para single bersorak-sorai merayakan tulisan ini. Karena, para single pun kurang bijak jika membanding-bandingkan dirinya dengan orang-orang yang memilih menjadi double (couple). Hidup itu seimbang.


#LifeBeginAtForty


Cheers.

  Ngidam Makan Mie Goreng Basah Akhirnya Bikin Sendiri . Bagi kalian yang berada di luar Kota Ende, mungkin belum seberapa tahu geliat tempa...

 


Ngidam Makan Mie Goreng Basah Akhirnya Bikin Sendiri. Bagi kalian yang berada di luar Kota Ende, mungkin belum seberapa tahu geliat tempat nongkrong di kota yang salah satunya terkenal akan Situs Bung Karno ini. Sudah lama saya tidak nongkrong di kafe, misalnya, bukan berarti kehilangan informasi tentang kafe-kafe baru yang dibuka di Kota Ende. Salah satu tempat nongkrong itu bernama Morowae. Morowae terletak di tengah kota, Jalan Masjid Raya, dengan konsep setengah dinding dan menyediakan fasilitas free Wi-Fi. Menu-menunya tidak selamanya makanan ringan, contohnya kentang goreng, karena di Morowae juga tersedia makanan seperti ayam geprek, ayam tulang lunak (and I do love this menu), nasi goreng, capcay, hingga mie goreng. Dan, selain ayam tulang lunak, saya jatuh cinta pada mie goreng a la Morowae. 


Baca Juga: Kerajinan-Kerajinan Tangan Pada Level yang Lebih Tinggi


Senin kemarin, bersama Kakak Rossa dan Kakak Shinta, kami memutuskan untuk makan siang di Morowae. Sejak ide ini tercetus, otak saya sudah menyajikan sepiring mie goreng Morowae yang enak itu. Sayangnya menu mie goreng baru tersedia sore hari. Maklum, tanggal 4 Januari 2021 semua orang baru mulai benar-benar beraktifitas. Akhirnya saya memesan seporsi nasi ayam tulang lunak dan jus tomat. Sampai pulang ke rumah pun otak saya masih menyajikan pemandangan mie goreng Morowae ... dan itu sungguh menyiksa. Ditambah suasana hujan. Amboiiii. Akhirnya saya memutuskan untuk membikin sendiri, dimulai dari mie-nya! Semua gara-gara mie goreng Morowae dan tayangan video memasak mie Nex Carlos bersama ibunya.


Kita mulai dari mie. Untuk membikin mie bahan yang dibutuhkan hanyalah tepung terigu (saya pakai Kompas), sedikit bibit roti, garam dan air. Setelah adonan jadi, didiamkan, barulah mulai diolah menggunakan mol mie/molen.



Resep ini hasil menonton video di Youtube. Hahaha. Nanti baru saya tahu bahwa mie bikinan sendiri ini kurang terigu. Oh, pantas. Tapi tidak apa-apa, yang penting bisa direbus. Jangan lupa air rebusan ditambahkan sedikit minyak agar mie tidak lengket.


Untuk campuran mie goreng terpaksa hanya memakai irisan sayur kol, potongan sosis, dan telur. Rencananya memakai pentol/bakso tetapi karena sedang hujan ... terpaksa menggunakan bahan yang ada di kulkas. Bumbunya juga seadanya. Pertama, goreng potongan sosis, lalu masukkan bawang merah dan bawah putih halus, kemudian sayur dan telur. Setelah semuanya setengah matang, tambahkan mie, kecap manis, garam, dan sedikit penyedap rasa. Aduk sebentar ... boleh diangkat.



Hasilnya seperti pada penampakan di atas. Mie goreng basah bikinan sendiri. Tidak lupa sambal jeruk segar bikinan Mama Len. Sungguh menggiling lidah! Apalagi dinikmati saat hujan. 


Baca Juga: Manfaatkan Celana Jin Bekas Untuk Mempercantik Sofa


Apa yang saya pelajari dari membikin mie? Ya itu tadi, tepungnya harus banyak, karena mie yang saya bikin itu takaran airnya yang terlalu banyak. Kemudian, sebenarnya setelah mie sudah jadi, harusnya dibanting-banting agak lama di tepung terigu, baru kemudian direbus. Tidak apa-apa lah, yang penting jadi dan bisa dinikmati bersama penghuni Pohon Tua. Next, bikin lagi!



Cheers.

  Teknologi Akuaponik di Kebun Percontohan Universitas Flores . Kalian pasti sudah sering mendengar tentang hidroponik. Bagaimana akuaponik?...

 


Teknologi Akuaponik di Kebun Percontohan Universitas Flores. Kalian pasti sudah sering mendengar tentang hidroponik. Bagaimana akuaponik? Ya ampun, Tuteh, akuaponik bukan sesuatu yang baru di masyarakat. Kalau poliponik? Hahaha. Zaman kapan itu poliponik. Oke, jadi kita akan langsung meluncur pada kronologi. Pada tanggal 12 Oktober 2020 Universitas Flores (Uniflor) kedatangan tamu dari Kedutaan Besar Polandia di Indonesia. Kami memanggilnya Mr. Michael atau Pak Michael. Asli, ganteng beud! Apa urusannya? Jadi, bakal ada kerja sama tentang akuaponik. Pihak Uniflor mengajak Mr. Michael pergi ke Kebun Percontohan Uniflor yang terletak di daerah Lokoboko, Ndona. Lokasi yang sangat strategis/bagus untuk membangun akuaponik. Menurut saya. Hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Ende.


Gara-gara kesengsem sama Mr. Michael, hari itu saya mengalami kecelakaan tunggal, terjungkal dari sepeda motor yang saya kendarai sendiri gara-gara pasir dan mengelamun. Konyol.


Baca Juga: Inovasi Canggih dan Keren Cerita dari Serambil Uniflor


Lalu, apa itu Kebun Percontohan Uniflor?


Mungkin belum semua orang tahu bahwa Uniflor mempunyai area kebun yang sangat luas, saya tidak tahu berapa hektar, yang disebut Kebun Percontohan Uniflor. Kebun ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Uniflor. Ada bapak-bapak yang bertugas menjaga ekosistemnya, para dosen dan mahasiswa juga secara berkala (terjadwal) mengunjungi kebun ini untuk mengelolanya dan terutama untuk mata kuliah praktek. Kebun Percontohan Uniflor juga menghasilkan antara lain sayur dan buah. Ada beberapa bangunan seperti gudang dan saung di dataran yang agak tinggi. Saya suka duduk-duduk di saung ini karena nyamaaaaan. Banget. Uniflor pernah menggelar acara besar di Kebun Percontohan Uniflor yaitu Pelantikan Rektor dan jajaran Wakil Rektor pada awal 2020 yang lalu. Bukan, bukan di bagian kebunnya tetapi di bukit/dataran tinggi yang belum dikelola menjadi kebun, dengan pemandangan spektakuler ke arah Kota Ende.



Dan teknologi akuaponik itu saya temukan di Kebun Percontohan Uniflor pada tanggal 26 November 2020 saat meliput kegiatan kunjungan murid Raudhatul Athfal Al Fatih. Raudhatul Athfal itu setingkat taman kanak-kanak. Mengenal lebih dekat alam. Itu yang ditawarkan oleh pengelola Kebun Percontohan Uniflor. Sejak kecil para bocah ini diajak untuk melihat lebih dekat berbagai macam tanaman, melihat tentang akuaponik, hingga menanam benih tanaman pada bedeng yang disediakan.



Akuaponik. It's amazing.


Menurut Wikipedia:

Akuaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Dalam akuakultur yang normal, ekskresi dari hewan yang dipelihara akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air jika tidak dibuang. Dalam akuaponik, ekskresi hewan diberikan kepada tanaman agar dipecah menjadi nitrat dan nitrit melalui proses alami, dan dimanfaatkan oleh tanaman sebagai nutrisi. Air kemudian bersirkulasi kembali ke sistem akuakultur. Karena sistem hidroponik dan akuakultur sangat beragam bentuknya maka sistem akuaponik pun menjadi sangat beragam dalam hal ukuran, kerumitan, tipe makhluk hidup yang ditumbuhkan, dan sebagainya.





Sederhananya akuaponik itu adalah memelihara dua jenis makhluk hidup sekaligus yaitu flora (biasanya sayuran) dan fauna (ikan). Jadi tanamannya tidak ditanam di tanah? Tidak. Umumnya yang sering saya lihat itu tanamannya berupa kangkung yang akarnya menjuntai ke air di bawahnya, dan di dalam air itu dipeliharalah ikan-ikan. Sama seperti hidroponik, akuaponik dapat dilakukan oleh kalian yang tidak mempunyai lahan/tanah tetapi tetap ingin berkebun. Bedanya, akuaponik ibarat sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui, karena air yang digunakan sebagai media tanam itu dipeliharalah ikan-ikan terutama ikan yang dapat dikonsumsi.






Setelah berkeliling kebun, melihat akuaponik, serta menanam benih, murid-murid RA Al Fatih, beristirahat sambil menikmati jagung rebus (hasil dari Kebun Percontohan Uniflor juga). 



Di luar dari konteks teknologi akuaponik, secara umum saya melihat kegiatan ini sebagai kegiatan yang sangat bermanfaat. Tidak saja bagi murid-murid RA Al Fatih, tetapi juga sangat bermanfaat bagi dosen dan pengelola kebun. Murid-murid RA Al Fatih tentu menemukan suasana lain dari keseharian mereka di kelas dan/atau saat belajar dari rumah. Ya itu tadi, lebih dekat dengan alam. Sedangkan bagi dosen, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari pengabdian kepada masyarakat. Karena pada kesempatan tersebut para dosen seperti Pak Alan dan Ibu Tensi juga dibantu mahasiswa menjelaskan pada murid-murid RA Al Fatih tentang tanaman hingga teknologi akuaponik.


Baca Juga: Mau Tidak Mau Covid-19 Menjadi Daya Dorong Bagi Kita


Dari pengakuan KTU Fakultas Pertanian, Om Ismail Langga, serta bapak-bapak pengelola kebun, selain RA Al Fatih juga pernah ada rombongan murid SMP berkunjung ke Kebun Percontohan Uniflor. Artinya, Kebun Percontohan Uniflor juga terbuka bagi lembaga pendidikan lain di bawah tingkatan perguruan tinggi. Dan bagi yang hendak berkunjung ke sana dapat mencari informasi terlebih dahulu di Fakultas Pertanian Uniflor untuk menyusun/menentukan jadwal. Belajar langsung di alam memang baik, menjadi imbang dengan belajar melalui text-book. Dan saya sangat menyukai kegiatan-kegiatan seperti ini.



Cheers.

  Suatu malam di Alfamart, Jalan El Tari, Ende. Kehadiran Alfamart Merupakan Pecut Bagi Pedagang di Kota Ende . Suatu hari, setelah tahun 20...

 

Suatu malam di Alfamart, Jalan El Tari, Ende.


Kehadiran Alfamart Merupakan Pecut Bagi Pedagang di Kota Ende. Suatu hari, setelah tahun 2000 dan saya tidak tahu pasti tanggal/tahun tepatnya, Kota Ende menerima kehadiran sebuah tempat belanja moderen bernama HERO Swalayan. Bukan, ini bukan HERO Supermarket dengan logo kepala prajurit itu. HERO Swalayan berlogo keranjang belanja dengan jargon: tempat belanja HEmat, Ramah, dan Oke. Iya, kalian tahu dari mana kata HERO itu berasal. HERO Swalayan menyediakan hampir semua kebutuhan sehari-hari umat manusia. Sembilan bahan pokok pasti ada, aneka mi instan berjejer, bumbu dapur instan pun komplit tinggal pilih, aneka peralatan dapur juga tersedia, termasuk alat tulis dan sejenisnya. Kalau disuruh menulis sepuluh barang yang disediakan HERO Swalayan, saya bakal menulis: tisu, pampers, sikat gigi, sabun cair, kurma, silverqueen, handuk, pisau, sapu, dan sirup. Pelataran parkir HERO Swalayan selalu penuh sesak. Saya termasuk salah seorang pelanggan HERO Swalayan dengan kartu member yang dipakai setiap kali berbelanja (menambah poin). Minimal satu kali dalam sebulan saya berbelanja kebutuhan rumah tangga di HERO Swalayan. Saya pernah beberapa kali menukar poin belanja dari kartu member sejumlah Rp 100.000. Lumayan.


Baca Juga: Beli Gitar Itu Kayak Cari Calon Suami Harus Yang Nyaman


Kehadiran HERO Swalayan memicu daya saing antara pedagang yang sebelumnya memang sudah tercipta. Toko-toko sembako yang terletak di Jalan Pasar, misalnya, pasti kehilangan satu dua pelanggan. No doubt. Saya rasa kios-kios kecil di kompleks perumahan pun demikian. Tetangga yang biasanya membeli satu sachet Kopi Flores di kios depan rumah, mendadak membeli satu renteng Kopi Flores di HERO Swalayan. Ough, nanti kalau ngutang kopi pasti balik ke kios depan rumah. Bagi saya berbelanja di HERO Swalayan bukan karena murahnya atau karena gaya-gayaan, melainkan karena nyaman dan praktis. Sekalian ngadem hemat. Soal harga, toko-toko sembako di Jalan Pasar tentu jauh lebih murah sekian ratus Rupiah bahkan sampai seribu Rupiah. 


Persaingan pun menjadi lebih ketat dengan dibukanya dua mini market yaitu Star Mart di Jalan GatotSoebroto dan Shine Mart di Jalan Diponegoro. Bagi siapa pun yang enggan mengantri di kasir HERO Swalayan, mereka berpindah ke dua mini market tersebut. Salah satunya saya. Tapi kalau urusan belanja bulanan (lengkap), saya tetap memilih HERO Swalayan.


Setelah tahun 2010, sesuatu terjadi. ROXY Swalayan pun dibuka. Jangan tanya saya kapan tanggal/tahun tepatnya. Pokoknya setelah tahun 2010. Lokasinya di Jalan Ahmad Yani, cukup dekat dengan lokasi Pohon Tua (rumah saya). Tahun 2010 saat masih bekerja di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, saya sudah sering pula berbelanja di ROXY Swalayan Maumere. Ketika dibuka di Kota Ende, saya melihat bangunannya rata-rata sama besar dan varian barangnya pun bersaing dengan HERO Swalayan. Kebetulan pula Thika Pharmantara sudah pindah ke Pohon Tua sehingga urusan berbelanja saya serahkan padanya. Dan ya, dia lebih suka berbelanja di ROXY Swalayan dengan alasan: barang lebih lengkap. Oh, saya protes padanya karena menurut saya HERO Swalayan juga cukup lengkap. Tetapi ketika Thika membalas dengan alasan: lebih dekat. Saya hanya bisa diam. Terutama Thika juga membikin kartu member ROXY Swalayan.


Setelah beberapa tahun ROXY Swalayan dibuka, sebuah pusat perbelanjaan baru pun dibuka. Namanya Sinar Mas Toserba. Ya, masih dengan gaya swalayan. Beralamat di Jalan Gatot Soebroto, Sinar Mas Toserba berkonsep dua lantai, tanpa ekskalator. Hahaha. Ngapain juga ekskalator kalau cuma dua lantai. Padahal menurut saya pribadi, kalau ada ekskalator, tamat lah pusat perbelanjaan swalayan lain di Kota Ende. Ha ha ha. Sampai di sini saya memikirkan nasib HERO Swalayan, swalayan pertama di Kota Ende, yang tentunya lebih sepi dari masa kejayaannya. Bayangkan saja, dari arah Barat dia dikepung ROXY Swalayan, dari arah Timur dia dikepung Sinar Mas Toserba. Belum lagi StarMart yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Shine Mart sudah berganti menjadi Jessie Bakery. Benar saja. Dalam beberapa kali kesempatan, terutama menjelang hari raya, saya melintas di depan HERO Swalayan, parkirannya tidak sepadat ROXY Swalayan dan Sinar Mas Toserba. Bahkan pernah ... hanya dua sepeda motor diparkir di situ.


Tahun 2020 menjadi tahun yang paling menyakitkan untuk kita semua. Dunia perdagangan pun demikian. Diisukan Alfamart telah siap dibuka di Kota Ende. Tidak tanggung-tanggung, tiga lokasi sekaligus! Oh wow. Akhir tahun 2020, beberapa hari menjelang Hari Raya Natal, Alfamart pertama dibuka. Lokasinya di Jalan El Tari. HERO Swalayan dikepung dari arah ... Utara. Saat ini Aflamart di Jalan Ahmad Yani, dengan bangunan yang lebih besar, sudah siap dibuka pula karena saat melintas di situ saya melihat barang-barang sudah mulai dipajang di rak-rak pajangan. Saya mendengar banyak sekali pendapat. Ada yang bilang Alfamart bakal mematikan perekonomian para pedagang kecil, seperti kios-kios di kompleks perumahan. Ada yang suka Alfamart dibuka di Kota Ende, agar kota ini lebih terlihat kekinian, dan lain sebagainya.


Bagi saya, kehadiran Alfamart merupakan pecut bagi pedagang, juga pebisnis, di Kota Ende. Serius. 


Berkaca dari HERO Swalayan yang sampai saat ini masih berdiri kokoh meskipun dikepung dari tiga penjuru mata angin. Kalau berkaca dari HERO Swalayan terlalu tinggi, cobalah berkaca pada para pedagang papa lele di Pasar Mbongawani, Pasar Potulando, maupun Pasar Wolowona. Mama-mama pedagang cabe/lombok berjejer, tapi mereka tetap riang gembira saling mengobrol satu sama lain sambil menunggu pembeli. Ini hari saya pulang cepat ko. Kenapa? Saya punya anak lolos PNS nih, NIP sudah keluar, saya mau pergi belanja baju Korpri, kain keki, kemeja putih. Oiiih, selamat e! Sama halnya juga kios-kios dalam kompleks perumahan. Selama dunia perhutangan masih sah di Indonesia, selama itu pula kios-kios ini akan tetap berdiri gagah. Sebutir telur masih bisa dihutang di kios depan rumah loh. Bagaimana dengan toko-toko sembako di Jalan Pasar? Toko-toko itu merupakan toko dengan penjualan dalam hitungan partai besar maupun eceran. Mereka tidak akan pernah mati ... sampai kapan pun. Selama ... selama dunia perhutangan masih sah di Indonesia.


Kehadiran Alfamart harus menjadi pecut pagi pedagang/pebisnis lain/serupa. Misalnya HERO Swalayan; menurut saya pengelolanya harus lebih waspada akan stok barang yang dipajang di rak-rak pajangan. Suatu kali saya bertanya pada ponakan tentang bisnis bakery-nya. Di mana biasanya dia membeli bahan? Dia mengaku: biasa di ROXY atau Sinar Mas sih, Ncim. Itu yang saya herankan, karena antara dua swalayan itu, masih ada HERO. Kenapa tidak di HERO Swalayan? Dia membalas: beberapa bahan tidak tersedia di situ, Ncim, jadinya malas kalau harus bolak-balik ke toko lain. Jadi sekalian belanjanya di ROXY, atau di Sinar Mas. Komplit. Mungkin itu poinnya. Ketersediaan barang yang tidak lengkap. Menitik alasan utama saya dulu berbelanja bulanan di HERO Swalayan adalah karena nyaman dan praktis (karena semua kebutuhan tersedia di satu tempat belanja). Zaman sekarang orang-orang memang lebih suka sesuatu yang praktis. Berbelanja bahan cake, misalnya, tidak lucu kalau Blueband dibeli di HERO Swalayan sementara cokelat batangan Alfa terpaksa dibeli di ROXY Swalayan. Kalau ternyata Alfamart kemudian lebih lengkap menyediakan semua bahan cake, maka pilihan bisa jadi jatuh ke Alfamart.


Tapi sejauh ini saya melihat Alfamart, yang di Jalan El Tari, masih menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang umum saja. Urusan bahan cake, entahlah. Sehingga, kalau saya mau mengambil kesimpulan dari tulisan hari ini, kehadiran Alfamart bukan menjadi ancaman bagi pedagang maupun pebisnis lain di Kota Ende.


Yang pertama: kebutuhan setiap orang itu berbeda-beda. Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat tentu tahu bahwa tidak semua kebutuhan hidupnya tersedia di Alfamart. Hutangan sebungkus gula, misalnya, tidak mungkin tersedia di Alfamart selain kios-kios kompleks perumahan. Ikan segar, misalnya, hanya tersedia di pasar tradisional dan pinggir jalan wilayah Ndao. Terakhir ke Alfamart di Jalan El Tari, toh saya tidak menemukan pampers khusus orangtua (untuk Mamatua) di sana. Jadi, balik lagi ke ROXY Swalayan. Hehe. Entah dengan Alfamart di lokasi lain. Nanti deh saya coba ke sana dan mencari kebutuhan khusus Mamatua. Melalui kebutuhan yang berbeda-beda ini, setiap pedagang/pebisnis harus mulai berbenah. 


Yang kedua: tingkat kenyamanan setiap orang itu berbeda-beda. Ada orang yang nyaman banget berbelanja di swalayan karena super sejuk, tinggal dorong kereta, mengambil barang, dan membayar di kasir. Tetapi ada orang yang lebih nyaman berbelanja di toko sembako, bersesakan dengan orang lain, menatap wajah Koko yang jarinya sibuk memencet tombol kalkulator, dengan keringat menetes di kening. Terlihat seksi, huh? Ada kenyamanan ketika harga yang keluar dari bibir Koko jauh lebih murah dari harga yang tercantum pada barcode barang di swalayan. Saya mengalaminya. Tepung Kompas itu ternyata jauh lebih murah di toko sembako ketimbang di swalayan. 


Yang ketiga: jalinan atau hubungan emosional itu juga berbeda-beda, misalnya hubungan emosional antara tetangga dengan pemilik kios dalam kompleks dan hubungan emosional antara pemilik kios dengan pemilik toko sembako di Jalan Pasar. Hanya dengan melihat tatapan mata kita yang kosong, pemilik kios tahu bahwa kita bakal ngutang sekotak teh Sari Wangi. Apalagi jika sebelumnya sudah dimulai dengan keluhan tentang biaya sekolah yang tinggi atau sepeda motor rusak sehingga uang simpanan terpaksa dibobol demi memperbaiki sepeda motor. Meskipun sering mengalami terlambat bayar oleh tetangganya, pemiliki kios di kompleks jauh lebih sabar menghadapi cobaan ini. Hahaha. Hubungan emosional itu mengalahkan segalanya.


Yang keempat: jaringan. Ya, jaringan pertemanan, jaringan komunitas, itu bisa menjadi sesuatu yang mempertahankan sesuatu pula. Oe, kau ni su tir pernah belanja di saya punya toko e! Aeeee tidak e, Ci, saya kemarin masih di luar kota jadi belum belanja untuk isi kios lagi. Kalian tentu tidak tahu bukan kalau pemilik toko sembako di Jalan Pasar bisa jadi dulunya teman kelas pemilik kios di kompleks perumahan.



Ngalor-ngidul menulis tentang dunia swalayan ini ... apa kesimpulannya, Teh?


Baca Juga: Sebenarnya Istilah New Normal Bukan Sesuatu Yang New


Kesimpulannya: welcome, Alfamart. Saya menyambut dengan sangat baik kehadiran Alfamart di Kota Ende, sama seperti saya menyambut baik kehadiran swalayan pertama: HERO Swalayan. Jika kita ingin bergerak maju, harus ada pesaing. Jika tidak, kita tidak bergerak maju melainkan jalan di tempat. Pecut adalah motivasi untuk melakukan inovasi agar dagangan kita juga laku, agar tempat belanja kita juga dikunjungi lebih banyak orang, agar roda perekonomian berputar tanpa macet. Jika ibu-ibu pedagang makanan online berlomba-lomba berinovasi menjual dagangannya di Facebook, masa iya kita 'kalah' hanya dengan hadirnya tiga Alfamart di Kota Ende? Harus tetap semangat dan optimis! Soal rejeki, pemilik semesta sudah mengaturnya. Tidak akan tertukar.


Cheers.