BlogPacker

I Write My All

LightBlog

Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya ...


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Sudah lama saya tidak me- review buku di #SabtuReview . Buku terakhir yang saya baca berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat  ka...


Sudah lama saya tidak me-review buku di #SabtuReview. Buku terakhir yang saya baca berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson dan sudah saya review di pos berjudul Bodo Amat. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari buku bersampul oranye itu. Sementara buku yang selalu berada di dalam tas, yang bisa saya baca kapan saja, berjudul The Book of Origins karya Trevor Homer juga sudah saya review di pos berjudul The Book of Origins. Tentu, pengetahuan tentang segala sesuatu paling pertama di dunia ini kian bertambah. Saya pikir, sekarang saatnya me-review satu buku menarik terutama bagi kalian para traveler atau siapapun yang berencana keliling Indonesia. 

Baca Juga: Are They Dead?

Menulis tentang buku yang satu ini membikin saya teringat seorang sahabat traveler perempuan bernama Ika Soewadji. Kalau kalian belum mengenal Ika Soewadji, silahkan kenalan dulu melalui akun IG-nya:


Memangnya, apa hubungan antara buku yang bakal saya review dengan Ika? Karena buku tersebut adalah pemberian Ika berikut satu paket buku lainnya tentang Indonesia. Sama seperti buku Travel Writer yang juga diberikan oleh Ika. Meskipun tidak berhubungan darah tapi kami adalah kaka-ade, saudara, yang dipertemukan oleh dunia blog dan traveling. Percayalah, mengenal Ika merupakan salah satu anugerah terbaik dari Allah SWT untuk saya.

Jadi, mari kita kenalan dengan buku yang satu ini.

Tentang Informasi Pariwisata Nusantara


Informasi Pariwisata Nusantara, sebuah buku bersampul cokelat dengan aksen wayang kulit di depannya, diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan Garuda Indonesia, dan ASEAN (Southeast Asia). Pada sampul belakang jelas-jelas tertulis: tidak untuk diperjualbelikan. Ya Alhamdulillah saya bisa mendapatkannya dari Ika. Mungkin waktu itu Ika mengikuti kegiatan yang digelar kementrian, secara dia kan travel blogger kesohor, dan mendapatkan paket buku-buku gratis dari acara itu, kemudian dikirimkan pada saya.

Buku ini tidak punya kata pengantar atau sekapur sirih. Dibuka dengan halaman Peta Kepulauan Indonesia dan halaman Sekilas Sejarah Pariwisata Indonesia. Sudah, itu saja. Selanjutnya 'petualangan' dimulai dari Sumatera hingga Papua.

Isi Informasi Pariwisata Nusantara


Namanya juga buku tentang pariwisata, isinya ya pasti tentang atraksi pariwisata dari seluruh Indonesia yang dimulai dari Sumatera sampai Papua. Ada pengaturan sub pada setiap provinsi dan daerah istimewanya. Sub-sub itu antara lain Profil singkat provinsi dan/atau daerah istimewa yang bersangkutan, Wisata Alam, Wisata Pantai, Wisata Gunung, Wisata Petualangan, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Museum, Wisata Kerajinan, Wisata Taman Nasional, hingga informasi penting seperti Transportasi, Akomodasi, Travel Agent, dan informasi alamat kantor dinas yang berkaitan dari provinsi dimaksud.

Paket komplit!

Jadi, kalau saya bilang sudah tahu banyak tentang Yogyakarta, belum tentu juga haha. Saya baru tahu soal Upacara Cing-Cing Goling dari buku ini.

Pada ritual ini, ratusan ayam panggang, lauk pauk dan nasi dibagikan kepada para pengunjung serta masyarakat di dekat bendungan. Selain itu juga ditampilkan cerita rakyat yang disajikan dalam bentuk fragmen. Upacara ini dilakukan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan panen.
Lokasi:
Digelar di Dusun Gedangan, Desa Gedangang, Kec. Karangmojo, Kab. Gunungkidul. Bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor ke lokasi. (Informasi Pariwisata Nusantara,tt, 201).

Sebagai Orang NTT, tentu saya suka membaca bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ternyata, banyak sekali atraksi wisata yang juga baru saya ketahui setelah membaca buku Informasi Pariwisata Nusantara ini.


Yang membikin buku ini lebih menarik, selain informasi lengkap tentang Indonesia ada di dalamnya, adalah foto-foto yang melengkapi setiap artikel/informasi singkatnya. Foto-foto itu begitu memukau, penuh warna alam yang cerah dan indah, yang membikin para pembaca tertarik untuk menyiapkan waktu keliling Indonesia. Duuuuh niat keliling Indonesia tertunda melulu *halaaaah, ditabok dinosaurus*.

Kritik


Baru kali ini saya mengkritik buku hahaha. Eh, atau sudah pernah ya? Pokoknya begini ... untuk buku sebagus ini sayang sekali apabila diterbitkan terbatas dan tidak untuk diperjualbelikan. Tidak hanya para traveler, kita sebagai Orang Indonesia tentu tergila-gila dengan buku semacam ini. Banyak informasi yang mungkin baru kita tahu, yang bisa jadi magnet penarik jiwa untuk pergi ke sana, baik diri kita sendiri maupun wisatawan mancanegara (apagila diterbitkan dalam bahasa Inggris pula). Semua orang pasti tahu Raja Ampat di Papua Barat sana, tapi belum semua orang tahu tentang Pantai Pulau Jefman dan Pantai Pulau Rumberfon yang indah itu, misalnya.


Demikian tentang buku Informasi Pariwisata Nusantara yang sayangnya tidak dijual bebas di toko buku. Beruntunglah saya bisa mendapatkannya sebuah, hehe. Bagaimana dengan kalian, kawan? Yang belum pernah membacanya maupun yang sudah pernah membacanya, apa tanggapan kalian tentang buku keren ini? Bagi tahu yuk di komen!

Baca Juga: The Kings

Selamat dua minggu puasa :*



Cheers.

#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama i...


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Sejak masih SD saya sudah suka mengoleksi buku lagu yang dibeli di tempat orang menjual Teka-Teki Silang. Ukurannya sedikit lebih kecil dari buku TTS dan rada tipis karena paling memuat sepuluh lirik lagu. Buku-buku itu sebagai pendukung apabila menonton acara Album Minggu Kita di TVRI. Jujur, Album Minggu Ini merupakan salah satu acara favorit zaman doeloe! Saya mengenal Slank itu bukan dari RCTI atau ANTV melainkan dari TVRI. Ketahuan kan usia saya berapa ... 27. Haha. Amboiii saya jadi ingat lagu favorit saya zaman duluuuuu judulnya Kau Tercipta Dari Tulang Rusukku, dinyanyikan sama Muchlas Adi Putra dan Maya Angela. 


Untunglah ada yang mengunggah video musiknya di Youtube ... LOL!

Baca Juga: Belajar Ngelawak

Kebiasaan mengoleksi buku yang dibeli di tempat orang jualan TTS sempat tamat setelah mulai kenal MTV dimana tidak ada buku lagu dengan lirik lagu-lagu yang disuguhi MTV. Tetapi sebagai gantinya saya menulis sendiri  lirik-lirik lagu tersebut. Bayangkan, di zaman itu belum ada internet, bagaimana caranya bisa tahu lirik lagunya Alanis Morissette? Saya punya kertas buraman, minta di Bapa, terus mencatat satu per satu bait. Kalau belum selesai hari ini, besok lihat video musik yang sama, baru dilanjutkan ke bait berikutnya. Sampai selesai dan dipindah ke buku lagu bikinan sendiri. Jelaaasssss banyak vocab yang salah. Yang penting bisa nyanyikan lagu favorit lah, sudah cukup. Urusan lirik benar atau salah biar saya dan pencipta lagu yang tahu ha ha ha.

Setelah saya mengenal dunia ini *tsah* saya mulai suka membikin lagu sendiri. Modalnya cuma kunci yang itu-itu saja di gitar andalan. Kunci G, C, D, F, Am, E, Em, Fm, Dm, tanpa kunci B. Lagu pertama yang saya bikin itu untuk Cendaga Band, dimana saya menjadi vokalisnya, berjudul Jangan Paksa Aku. Terima kasih untuk diri saya yang sempat mengunggah video hancur-hancuran tentang profil Cendaga Band di Youtube!!!!! Silahkan dengarkan lagunya di video berikut ini:


Kalau mau ngetawain juga boleh. Tidak akan saya tersinggung. Karena waktu itu proses rekamannya live di studio Cendaga Band, tanpa polesan ini itu, dan suara saya mentahnya ampun-ampunan. Ya, ini lagu pertama yang saya bikin, kemudian teman-teman Cendaga Band membantu membikin musiknya, sehingga bisa kalian dengarkan. Semoga gendang telinga kalian tidak bocor ya gara-gara mendengar suara saya ... LOL! Bersama Cendaga Band saya punya buku lagu yang jadi song bank-nya band ini. Selain memuat lirik lagu dan kuncinya, saya juga mencatat kunci-kunci gitar yang diajarkan oleh Alimin.


Lepas dari Cendaga Band yang pernah beberapa kali konser itu, karena kesibukan masing-masing personilnya, saya dan Noel pun akhirnya membentuk Notes. Notes itu Noel and Tuteh Saja, tapi kemudian menjadi Noel and Tuteh SideProject. Mungkin karena waktu itu saya tidak bisa berhenti membikin lagu, dan Noel juga tidak bisa berhenti bermusik begitu saja, sehingga kami memutuskan untuk tetap sering ngumpul di rumah saya atau di rumah dia untuk bermusik. Kadang kami hanya gitaran dan nyanyi-nyanyi saja, kadang kami menggarap serius lagu yang sudah saya bikin atau dia bikin. Pokoknya waktu itu kamar saya penuh sama gitar listrik *ngakak*.

Oleh karena itu saya tidak bisa berhenti dengan yang namanya buku lagu. Titik. 

Bagaimana dengan sekarang? 

Buku lagu sih masih ada tapi tidak perlu di-update lirik-lirik lagunya karena sudah ada internet. Begitu butuh tinggal buka Google Chrome. Betul-betul yaaa zaman berubah sangat jauh. Paperless banget sih tidak, tapi kemudahannya itu yang jelas terasa. 

Baru-baru ini saya dihubungi Noel dan kami berencana untuk membikin ulang lagu-lagu Notes di album pertama. Artinya saya perlu siapkan lagi suara *tes tes*. Dan, kami juga berencana membikin ulang semua video musiknya. Bayangkan saja zaman itu bikin video musik pakai fasilitas video dari kamera pocket, dengan aplikasi sunting video yang uh wow bikin gelagapan. Makanya karena sekarang semua sudah serba mudah, kami mau mencoba lagi. Doakan yaaaaa semoga proyek ini bisa terlaksana setidaknya setelah Idul Fitri.

Baca Juga: Hijrah

Bagaimana dengan kalian kawan? Pernah tergila-gila sama lagu-lagu dan mengoleksi buku lagu? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

Gambar Youtube diambil dari Wikipedia . Youtube sudah jadi 'mainannya' semua orang. Zaman dulu kami yang di Ende sini masih ...

Gambar Youtube diambil dari Wikipedia.

Youtube sudah jadi 'mainannya' semua orang. Zaman dulu kami yang di Ende sini masih pikir-pikir buat main agak lama di Youtube, sekadar menonton video pun, karena akses internet yang terbatas dan mahalnya bukan kerja main. Zaman sekarang, jangankan sekadar menonton video, mengunggah video pun lancar jaya kayak bis Ende - Larantuka. Huray lah. Meskipun kalian bakal bilang mahal, tapi paket internet dari Telkomsel terbilang murah untuk kami, seratus ribu bisa dapat 12GB, dan bisa dipakai sebulan. Paket internet dari IndiHome pun cukup murah karena dengan tiga ratus lima puluh ribu bisa dapat 10Mbps, bisa dipakai sebulan buat orang serumah ditambah satu dua tetangga.

Baca Juga: 5 Menu Breakfast

Balik lagi ke Youtube.

Gara-gara sering main di Youtube, melihat penambahan satu dua subscriber yang merangkak perlahan, saya jadi suka juga menonton video-video yang diunggah oleh Orang Ende. Videonya macam-macam. Ada video musik, ada video live suatu kegiatan, ada video drama, dan lain sebagainya. Pada akhirnya ada lima Youtuber Ende yang jadi favorit saya. I mean, saya jadi sering menonton video-video mereka. Saya pikir tidak ada salahnya berbagi tentang Youtuber Ende ini dengan kalian. Siapa tahu kalian terhibur sembari mengisi waktu puasa.

Cekidot!

1. Martozzo Hann


Mister Hann yang mengaku handsome ini masih keponakan saya. Kami sering kerja bareng terutama proyek-proyek video dokumenter begitu. Subscribers-nya sudah mencapai 4.820! It's awesome. Channel-nya pun sudah di-monetize. Suatu malam kami berdua mengobrol tentang video-video di Youtube dan saya bertanya tentang pemasukan yang dia peroleh dari channel-nya itu. Angka yang dia sebutkan cukup fantastis. Menurut saya, angka itu fantastis. Saya mengakui Tozzo, demikian saya biasa memanggilnya, terutama kehebatannya menyunting video dengan hasil ciamik. Bagi kalian yang penasaran, silahkan cek channel-nya. Banyak video musik di sana. Jadi, sekalian lihat videonya sekalian mendengar lagu-lagu kami Orang Ende.

2. Ihsan Dato


Om Ihsan, demikian saya memanggilnya, meskipun usia kami tidak terpaut jauh. Om Ihsan, sama seperti saya, adalah pegawai Yayasan Perguruan Tinggi Flores yang menaungi Universitas Flores. Bedanya saya adalah anggota UPT Publikasi dan Humas sedangkan Om Ihsan adalah KTU Fakultas Teknologi Informasi. Subscribers-nya saat ini mencapai 1.578! Video-video di channel Youtube milik Om Ihsan banyak bercerita tentang Ende. Jadi, kalau kalian ingin melihat lebih dekat tentang Ende, silahkan berkunjung ke sana. Mulai dari Ende sebagai Kota Seribu Masjid, Penjemputan Romo, Permainan Anak-Anak, Tarian khas Ende, sampai tempat membeli takjil saat Ramadhan. Menurut saya channel Youtube Om Ihsan ini paket komplit.

3. Komsos Keuskupan Agung Ende


Ini dia salah satu channel favorit saya. Mau mencari drama/filem pendek tentang kehidupan, refleksi, terutama tentang Agama Katolik? Silahkan kunjungi channel yang satu ini. Subscribers-nya sudah mencapai 3.666! Selain drama/filem pendek yang diunggah di sana, ada pula kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Gereja, Sekami, OMK, dan lain sebagainya. Ini channel tidak hanya bagus banget untuk kawan sekalian yang beragama Katolik, tapi juga saya yang beragama Islam, karena drama/filem pendeknya itu menyentuh kehidupan umum manusia. Silahkan dicek ya channel-nya.

4. Luis Thomas Ire


Siapa sih yang tidak kenal Luis Thoma Ire dengan Fiorola Band-nya? Saya pernah menulis tentangnya di pos Putera-Puteri Matahari Dari Timur Negeri. Uis demikian saya memanggilnya, merupakan musisi terjenius dari Kabupaten Ende yang pernah saya kenal. Musik-musiknya, lagu-lagu ciptaannya, super keren. Video musiknya, walaupun ada yang sederhana, tapi sangat mendukung musik/lagu ciptaannya. Terberkatilan kami Orang Ende punya seorang Uis, meskipun darah yang mengalir di dalam tubuhnya adalah darah Manggarai, hehe. Channel Youtube-nya yang punya 574 subscribers itu tidak saja berisi video musik lagu ciptaan sendiri, tetapi juga lagu-lagu yang di-cover. Setiap kali mendengar lagu-lagunya, perasaan saya jadi adeeeeem. Demikian.

5. SUC Endenesia


Saya sendiri yang membikin akun Youtube-nya. Saya juga mengidolakannya. Channel ini masih sangat baru. Subscribers-nya pun baru 10! Tapi saya suka, ha ha ha. Karena di channel ini lah saya dan kalian semua dapat menonton video para komika dan calon komika Ende (dan sekitarnya) ber-stand up comedy. Di channel ini lah kita semua bisa melihat video yang memang lucu, separuh lucu, atau bahkan tidak lucu sama sekali. Tapi, proses yang ditempuh itu yang patut diacungi jempol. Makanya, kalian juga bisa melihat proses para komika melalui video open mic, atau para calon komika melalui video lomba. I love it.


Itu dia lima Youtuber Ende favorit saya. Kalian sendiri, punyakah Youtuber favorit asal kota kalian sendiri? Kalau punya, bagi tahu donk ... siapa tahu saya bisa main ke sana dan menontonnya. Semoga rekomendasi lima Youtuber Ende ini dapat menghibur kalian dan bisa kalian jadikan hiburan sembari mengisi waktu puasa. Semoga.

Selamat melanjutkan puasa!



Cheers.

Hola! Sudah #RabuDIY lagi nih. Harinya kita berkreasi sebebas-bebasnya. Hari ini tidak banyak yang bisa saya tulis karena memang yang ...


Hola! Sudah #RabuDIY lagi nih. Harinya kita berkreasi sebebas-bebasnya. Hari ini tidak banyak yang bisa saya tulis karena memang yang bakal ditampilkan bukan hasil kreasi tangan saya sendiri. Tapi saya yakin setelah melihat foto-fotonya kalian yang juga tergila-gila sama dunia DIY, craft, dan lifehack, percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin *dilirik malas sama dinosaurus*. Soalnya barang DIY yang satu ini memang sulit untuk dibikin sendiri. Setidaknya kalaupun mau bikin sendiri tetap membutuhkan tenaga ahli dari bengkel. Kecualiiiii kita punya perkakasnya dan sudah terbiasa menggunakan perkakas itu. Misalnya pemotong besi.

Baca Juga: Stoples Kertas

Ini dia DIY yang dulu bikin saya gila sampai-sampai semua orang kalau ngelihat drum pasti difoto dan dikirim ke saya hahaha.

Alkisah suatu hari saya harus pergi ke Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) - FKIP - Universitas Flores (Uniflor). Kenapa saya pergi ke sana? Karena akan ada visitasi dari tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kamera ready. Mari berangkat! Sekitar satu menit mengendarai sepeda motor dari parkiran Gedung Rektorat ke parkiran FKIP, hehe. Begitu tiba di ruang tamu PGSD saya terbeliak. 

Really!???

Tidak mungkiiiinnn!!!!

Jadi saya bukan orang pertama yang bakal membikinnya!????

TIDAAAAAAAAAAAAAAAK!

Ini dia penampakannya:




Sofa berbahan drum itu nongkrong dengan manisnya di ruang tamu PGSD. Manapula pilihan warnanya bikin saya pengen mengangkut sofa ini pulang ke rumah: kuning (dan hitam). Amboi, begitu melihatnya, setelah syok, langsung minta teman-teman buat fotoin, haha. Untunglah mereka juga tahu kalau selama ini saya memang tergila-gila sama dunia DIY dan sering menulis status Facebook berikut foto tentang sofa drum ini.

Baca Juga: Ruang Tamu DIY

Bagaimana, kawan? Kalian suka juga kan sofa drum? Atauuuu jangan-jangan di rumah kalian sudah ada pula sofa drum ini? Bagi tahu donk di komen *kedip*.



Cheers.

Sudah lama punya akun Youtube tapi baru beberapa bulan terakhir mulai sering saya jengukin, membereskan ini itu, membersihkan sarang l...


Sudah lama punya akun Youtube tapi baru beberapa bulan terakhir mulai sering saya jengukin, membereskan ini itu, membersihkan sarang laba-laba dan debu. Kenapa baru sekarang mulai rajin melakukannya? Karena saya pikir, meskipun tidak serius di dunia Youtube dan lebih suka nge-blog, boleh juga seiring waktu berjalan subscriber bertambah dan boleh akun Youtube saya itu di-monetize. Mimpi yang ketinggian. Tapi biarlah. Setiap orang berhak mencoba karena dengan mencoba kita jadi tahu celahnya atau kemungkinan ke depannya macam apa. Selama ini rajin menonton video milik orang lain, mungkin sekarang saatnya orang lain juga boleh menonton video yang saya unggah *pemaksaaan secara halus mulus, hahaha*.

Baca Juga: Pemateri Blog

Akun Youtube memang milik kita pribadi, tapi aturan yang paling ketat diberlakukan adalah kalau bisa video dan pendukungnya (musik latar) bukanlah milik orang lain, kecuali sudah mendapat doa restu ijin. Dua kali video yang saya unggah ke Youtube menerima e-mail dari Youtube pula. Intinya, musik/lagu yang dipakai di dalam video itu punya hak cipta dan kuatir bakal dikomplain sama si pemilik lagu sehingga saya harus siap-siap menghapus video itu kalau komplain beneran terjadi. Was-was? Iya sih was-was. Namanya juga musik milik orang. Katanya sih itu bisa berpengaruh pula seandainya akun Youtube di-monetize. Apabila kalian punya pengalaman tentang ini, boleh donk bagi tahu saya, supaya lekaslah saya menghapus dua video itu. Terima kasih sebelumnya.

Lantas, apa yang harus saya lakukan?

Saya memang sering membikin lagu baik sendiri maupun bareng sahabat saya Noel. Tapi saya bukan pemusik yang bisa bikin musik meskipun dulu pernah coba-coba bikin musik pakai aplikasi FL Studio. Sedangkan sebuah video akan lebih enak ditonton jika ada musik setidaknya musik pembuka. Ternyata, saya baru tahu, benar-benar baru tahu, kalau Youtube menyediakan begitu banyak musik yang bisa kita unduh gratis! Iya, gratis tanpa  perlu kuatir dikomplain sama pihak lain. Ini adalah surga bagi saya yang membutuhkan musik pendukung video!

Lantas, bagaimanakah caranya?

Mungkin sebagian besar dari kalian sudah tahu. Tapi tidak ada salahnya saya menulis ini karena siapa tahu ada yang benar-benar tidak tahu dan membutuhkannya. Dan ini adalah cara yang saya tempuh saat pertama kali mendengar kabar Youtube menyediakan musik untuk para Youtuber. Selanjutnya saya tidak pakai lagi cara ini ha ha ha.

Pertama:
Log in ke akun Youtube kalian.

Kedua:
Masuk ke channel kalian. Arahkah kursor ke sudut kanan atas di ikon profile, lalu klik Your channel, seperti gambar berikut:


Ketiga:
Setelah channel membuka, pada bagian kiri silahkan pilih Help atau bantuan seperti lingkaran pada gambar di bawah ini:


Ketik kata kunci misalnya get music from audio library:


Keempat:
Pilih musiknya, dengarkan, kalau cocok silahkan unduh. Yang saya lingkari merah itu bagian unduhnya.


Itu dia cara saya pertama kali berkenalan dengan Audio Library milik Youtube. Rasanya sangat terberkati karena tidak perlu pusing mencari musik pendukung video yang bakal saya unggah ke Youtube. Sekali lagi, itu cara pertama. Jadi, ada cara lain? Ada donk! Cara ini lebih mudah hahaha. Dasarnya saya saja yang koplaaaaak to the max.

Kalian cukup mengetik tautan berikut ini:


Otomatis kalian akan dibawa pada halaman perpustakaan tempat daftar musik gratisan disediakan oleh Youtube. 

Meskipun musik yang disediakan di sana gratisan tapi kalian harus jeli karena ada satu dua musik yang kalau mau dipakai harus disertai pula dengan sumbernya. Selama mengenal fasilitas yang satu ini saya masih menggunakan musik gratisan 100%, tanpa harus mengikutkan sumber musik ke video. Dan itu sudah sangat membantu proses kreatif menyunting video bekal diunggah ke Youtube. Aaaah, benar kata orang, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Lebih baik saya terlambat tahu tentang Audio Library Youtube ketimbang tidak tahu sama sekali. Bukan begitu? Begitu bukan?

Baca Juga: Menyiapkan Materi

Bagaimana dengan kalian, kawan? Apakah pernah menggunakan fasilitas dari Youtube yang satu ini? Seperti apa pengalaman kalian? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.