Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Tuesday, April 08, 2008

Go Home & Pictures

Sumpah, postingan kali ini panjang banget :p ngetiknya di rumah pula. Soalnya saya pengen ceritain hal-hal yang lucu aja di sini :p udah bosan sama kesedihan *halah* hakaka. Dan senangnya bisa kembali ke rumah, minum kopi Ende, maem terong goreng, ngendon di kamar and ngurus radio *horeee* apalagi udah banyak yang kangen *tsah*
Dan maaf kalo ceritanya sedikit lebih detail yaaaa. Maklum udah kembali ke keyboard normal hakaka.

SI BAPAK CULUN PUNYA (Sibacupu)
Jumat pagi tanggal 4 April dan jam 4, nggak tidur gara-gara nongkrong di warkop, kami ke Rawamangun. Kami adalah saya, Bob dan Aponk. Nunggu bis kelamaan, naik taxi aja. Sampai Cengkareng masih gelap oi! Baru pukul 5 lewat 5 menit. Hang out bentar sama Bob & Aponk, saya langsung masuk aja karena mereka juga ada kuliah pagi (Bob di YAI, Aponk di STF).
Dan adalah kebiasaan bila, bukan semua, beberapa orang NTT bergaya gaul padahal bego... itu benar. Seorang Sibacupu ngeliat saya, yang saat itu duduk di troli karena ngantri check in, dengan tatapan kasian-deh-lu! Igh! Setelah check in saya masih jual tampang sama mas-mas penjaga loket :p dan Sibacupu ngikut di samping saya. Tau kan kalau di Bandara selalu ada yang nawarin ASURANSI? Nah tuh Sibacupu waktu ngeliat mbak-mbak penawar asuransi langsung aja samperin. Dasar tua bangka nggak bisa ngeliat wajah manis dikit. Saya ngakak dan naik ke atas *rasain luuuu Sibacupu dibegoin*

SALAH NOMOR
Ingatlah, akibat kurang tidur adalah mundurnya tingkat kecerdasan anak bangsa yang cakep seperti saya. Bisa-bisanya salah ngotot duduk di dekat seorang pria-muda-ganteng padahal nyata-nyata nomer saya adalah 11A sedangkan si pria di 12B.
(maaf, udah jarang deket-deket pria-muda-ganteng sih :p adanya pria-tua-nggak-ganteng).
"Saya di sini kan? DI SINI KAN?????"
"Maaf, nomernya berapa?"
"Sebelas A. DI SINI KAN??????"
"Yeee. Ini kan duabelas."

Saya pasang tampang bego, "masa sih? Perasaan di sini deh."
"Eherrrm."
Yaaaah. Padahal kan saya pengen duduk di dekat diah (emang lu pikir ini kereta ekonomi, Teh?) hakakaka. Btw, emang disengaja berbuat seperti itu, untuk menghibur dan memalukan diri sendiri :D

BERPACU DENGAN WAKTU
Kemarin nggak dapet tiket Jakarta-Ende jadi belinya Jakarta-Kupang. Untung di Kupang ada kakak sepupu yang mau bantu beliin tiket Kupang-Ende untuk saya. Saya di-sms olehnya:
-cantik, brangkat jam brp?-
Saya balas:
-jam 7.45 kk. ke sby dulu terus kupang-
-smpe kpng jam brp?-
-duablas-
-cantik!!! jangan2 jam 12 waktu jkt??? pswatmu ke ende jam satu lho-

Saya langsung kejang-kejang mesra gitu. Wah ternyata kakak yang salah *weeeq* bikin jantung olahraga saja. Btw saya memang berpacu dengan waktu karena kalau tiba Kupang jam 12.20 artinya saya cuma punya waktu 30 menit untuk ngambil bagasi dan check in. Semoga cukup :p

TUTEH vs TROLI vs PORTIR
Akhirnya pesawat tiba Kupang juga. Dion, adik sepupu yang bertugas sebagai Polisi di Kupang, langsung sms :
-kk posisi dimn? beta di depan-
Saya membalas dengan :
-msh tunggu bagasi. ko karmana orang kupang troli pake rebutan. mana portir pung muka jutek lai-
Dia balas :
-ho...begitu su eee. maklum sa, kk hehehe-
Dan akhirnya berhasil menyeret 2 tas keluar, mata saya menangkap troli nganggur *horeee* dan bergegas ke tempat Dion menunggu. Kira-kira beginilah percakapannya :
"We beta pung kaka tambah manis lai."
(sebagian fitnah :p)
"Kau pung gigi tuh. Eh, mana tiket? Setengah jam lagi
pesawat su mau berangkat. Kaka belom cek in!"
"Ini su dia pung tiket kaka..."

Dion menyerahkan tiket, saya menyerahkan uang tiket hehehe untuk disampaikan ke si kakak. Dion harus bergegas kembali bertugas dan saya mendorong troli ke pintu masuk.

"Maaf, ibu. Troli lepas luar."

HAH??????
IBLIS LU!
GUAH NENTENG TAS DUA BIJIH INIH???
IBLISSSSS!

"Baiklah, pak. Ini tiketnya."
"Oke, bu. Terima kasih."


Urusan cek in selesai, saya berlari kecil-genit-bersahaja dengan semangat 45 ke ruang VIP Trans**** yang emang disediakan khusus untuk para penumpangnya. Dan saya pun,

-JEDUGH!-

Mampus! Penumpang penerbangan lain yang memenuhi ruang tunggu langsung kaget. Eh busyet. Malu? Pastinya donk! Terus dari dalam ruang VIP keluarlah seorang perempuan manis (aduh, pengen jadi lesbian lama-lama hakakak).

"Maaf kaka Nona... ruang VIP kami sedang diperbaiki."
"Jadi?"
tanya saya dongo.
"Silahkan di ruang tunggu umum saja, kaka."

HAH????
PANAS GINI???
IBLIS KUADRAT!
KATANYA PENERBANGAN KALIAN KEREN TAPI NYATANYA? HUHUHU. PADAHAL SAYA MAKE JASA KALIAN CUMA BUAT NGOPI GRATIS DI RUANG VIP INIH, TOLOL :p

Ya sudahlah. Sambil menunggu, cuci mata, cuci kaki, cuci rasa hehehe. Rada was-was juga nih karena langit di luar sana begitu hitamnya. Bukan masalah apa... kalau udah nyampe langitnya Ende, terus hujan lebat di Ende, pesawat pasti balik lagi oih. Ini sudah terjadi berulang kali.

I LOVE ENDE
Tau nggak? Landing yang paling menjengkelkan seluruh Indonesia adalah Ende! Saya sudah beberapa kali mengalaminya dan rasanya emang bikin stress! Seorang pria di samping saya, kebetulan baru pertama kali ke Ende, sampai nutup mata karena mikirnya kita bakal mendarat di laut :p
"Tenang, pak. Pendaratan yang paling bikin kesal emang di Ende. Bandaranya cuma sekian meter dari laut."
Dan bandara pun becek.
Saya dijemput seorang ponakan yang ijin kerja (woih orang Telko* kudu diperketat nih jadwalnya :p). Jemputnya pakai... MOTOR! E buset. Tau-tau HP berdering, telpon dari seorang teman,
"Dah dimana? Jao jemput ya? Kebetulan mobil tidak dipake."
"Ah telat!"
"Kenapa? Kau pake taxi bandara?"
"Hayah! Naik motor neh sama si Desbek!"

(Desbek, ponakan saya :p).
"Ya ampun... kau memang otak gila koooo!"

MAMATUA, PARJO, INDRA, SENI & KOST
Kost??? Ketemu mamatua, Parjo dan Indra bikin hati senang. Apalagi si Seni (pembokat) juga masih setia. Aduuuh ngopi-ngopi giiii...
Btw kenapa ada tambahan kata 'kost'?
Iya! Kost.
Ceritanya rumah kami lumayan gede dan mamatua kuatir ditinggalkan oleh semua orang :p so mamatua mbikin kost maka ruang belakang dan lahan di belakang direhab jadi'in kost-kostan buat para pegawai yang homeless *halaaaah*

TIDUR
Setelah makan saya tidur selama 24 jam :p hihihi. Bangun, mandi dan ke radio. Well, kembali ke rutinitas itu menyenangkan. Kembali ke komputer butut itu lebih menyenangkan dan kembali ke pelukan mamatua sangat lebih menyenangkan *nyengir*

Okay, itu detail ceritanya *sorak sorai pembaca* dan sebelum saya memunculkan foto *bahasa apa tuh, Teh? :p* saya cuma pengen bilang bahwa hari Minggu kemarin pesawat yang ditumpangi Hilda dari Denpasar udah tiba di atasnya Ende dan pesawat itu terpaksa kembali ke Denpasar karena... Ende diguyur hujan lebat. Emang enak, Da, duduk bengong mpe 4 jam-an? Hekekek.
Btw maksudnya Senin, 7 April, pengen ngerayain ultah si Hilda di Ende. Semoga pesawatnya berangkat pagi :D jade kita bisa melaknati kota Ende bersama-sama anggota sekte sesat yang laen. Amin.

Oh iya! Ini foto-fotonya ;))





Cuma beberapa. Tapi jangan kuatir, ada banyak yang udah diupload di multiply saya :D dan beberapa foto menyusul karena cd-nya masih kebawa Hilda hihihi. Termasuk kopdar Blogfam di Plangi, nongkrong di terminal busway mbil maem kue laba-laba :p, foto bugil dan foto-foto lain yang tidak bisa dipajang demi keamanan negara dan harga diri *ngakak*

Btw, terakhir mo pulang Ende si Hilda sms "JANGAN LUPA KAU NON, SALAMIN SEMUA SOPIR BAJAJ, KAN KAU FANS BERAT BAJAJ."

Amin.

:p

Kalau video-nya nanti ya di upload ke youtube.
"3gp?"
"Iyap."
"Benar?"
"Ho oh."
"Horeee!! 3gp-nya Tuteeeeeh!!!"
"Ho oh... 3gp guah waktu naek bajaj, ketawain supir bajaj yang emosi sama harga yang nggak sehat, kejeduk beberapa kali and ngeluarin jari tengah ke jalanan..."

:p
"Ah, masih alim juga lu. Guah kira lu bejat."
"Tenang, sob... tenang... sabar..."


Semoga perjalanan Anda menyenangkan. Btw jadi pengen ke Jakarta lagi soalnya kemarin lupa jual diri di Gambir hakakaka.... *dikejar Hilda pake gergaji*

Notes; berkali-kali ke Jakarta tapi baru kali inih yang lama bener :p soale nggak dikejar aturan kantor ber-seragam sih jadi merdeka.

Wassalam.

Wednesday, April 02, 2008

Kalian Jahat

3 orang yang paling mengharapkan saya berada di Jakarta adalah 3 orang yang meluluh-lantahkan semua kepercayaan yang selama ini saya pegang.
Ternyata manusia begitu cepatnya berubah.
Ternyata saya tidak cukup berarti dalam hidup mereka bertiga.
Ternyata mereka bertiga yang saya sayang, membiarkan saya menangis sampai tidak sanggup lagi untuk menangis.

Wassalam.