Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Monday, November 29, 2010

Berkah Belum Mandi

Berkah orang yang belum mandi adalah... diTRAKTIR! Gile bener hehehe. Semalam ditraktir om Bisot sama temennya makan di restoran Layar yang letaknya di Pelabuhan El-Say, Maumere. Ini tempat jadi favorit banget yak? *lirik2* hahaha.

Ke sana bareng Ilham. Ngajak Bandit, eh dia-nya udah makan. Ya udah, ngopi2 aja si Bandit mah sambil cerita soal penampakan dan penemuan Bintang Laut Biru itu hihihihi.

Ini foto lainnya :




Jadi, sodara2... tidak mandi ternyata membawa berkah tersendiri. Buktinya saya ditraktir tuh ;)) hahaha. Dasarnya emang malas mandi, non!!!

Btw sudah beli MY STUPID BOSS Fans' Stories. Kalo kata bunga, "LUCU LUCU GILA SATU NI!" hahaha. Lucu pisaaan. Nyari My Stupid Boss 3 di Gramedia belum ada euy! Ya beli yang itu dulu lah. Mbak Kerani, kau pantas dapat gelar master of lucu se-Indonesia deh kayaknya hehehe. Bossman si Lele Buntel itu juga perlu dapat penghargaan Bossman Kojo (bahasa Ende tuh :p Kojo = kepiting) hehehe.

Dah ah... capcus!


Wassalam.

Thursday, November 25, 2010

Cerita Pantai

Minggu kemarin pergi ke pantai.
Asyik sekali!
Ada saya, Cristian, Inda dan Oskar!
Sukaaa sekali...

Hanya saja...
Hanya saja...

FOTO-FOTO YANG SUDAH SAYA KOPI KE KOMPUTER INI DIHAPUS! atau TERHAPUS!

Maaaak males banget ngopi lagi secara nggak tiap hari inget bawa tuh kabel data. Blutut? Hah? Apa? Ada yang ngomong blutut? Jangan mikir ketinggian deh :p

*postingan lelah :p*

#dimaki-maki sama yang baca


Wassalam.

Wednesday, November 17, 2010

Mari...

Mari...
Di Hari Raya Idul Adha yang penuh daging ini *ehm* kita lebih memahami makna pengorbanan. Seperti pengorbanan penuh cinta kasih dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Idul Adha kali ini saya tidak pulang ke Ende. Saya percaya Mamatua tidak akan kesepian karena ada 3 kakak saya di Ende beserta keluarga mereka yang, saya percaya--lagi, akan menemani beliau di Idul Adha ini dan meramaikan rumah seperti tahun-tahun lalu.
Hhhhhh iyaaaaaaaa... saya nulis gini sengaja, tau! Sengaja biar kuat-kuatin hati untuk tidak segera meninggalkan tanggung jawab dan langsung go ke Ende! Irrrrrrrriiii bangeeettt! Pengen kumpul juga sama Mamatua, abang Nanu sekeluarga, mbak Nani sekeluarga, kak Didi sekeluarga. Pccchhh!!

Diam kamu! Jangan ketawain saya! *hunus nexian journey* :p

Huhuhuhu ;)

Tapi nggak apa-apa. Saya yakin kali ini saya sudah me-manage waktu dengan baik, memanipulasi waktu dengan bijak dan Insya Allah hasilnya juga baik... yaitu... leyeh-leyeh lebih lama di kamar sendiri... di... Ende *huh*

Hari ini menu Idul Adha di rumah ada buras, opor, sambal goreng, gudek, krupuk, puding & es buah. Sedangkan di kantor (jangan salah arti yaaa saya bukan karyawan di situ, cuma tukang sapu & ngepel) kami diajak makan-sampai-ngongo hahaha. Gerobak sate soto kambing & soto ayam nangkring di halaman CME, diserbu keluarga besar ini. Saya suka momennya! Saya suka! Foto-foto silahkan liat di Facebook, di album foto saya. Btw kok saya jadi tambah malas upload foto diblog sih? Pccchh! Kelakuan!

Hhhh. Ya sudah... meskipun tidak bisa memenuhi target update 1 tulisan tiap hari, yang penting masih bisa update lah *membela diri banget lu, Teh*

Yawdayawda...


Wassalam.

Tuesday, November 09, 2010

Berburu Kuliner Khas; NASI JAMBLANG


Foto diambil dari Google.


Setiap daerah di Indonesia mempunyai kuliner/makanan khas masing-masing. Contohnya Ende punya Ubi Cincang atau Wa'ai Ndota yang paling enak disantap dengan lauk Ika Soa Santan, Sambal Kemangi dan Daun Singkong di-urap atau di-santan. Enak gilaaaaa... kalian bakal tergila-gila sama kuliner khas Ende. Saya jamin itu.

Berwisata tanpa mencoba kuliner daerah wisata yang kita kunjungi, rasanya kurang lengkap! Makanya dalam perjalanan empatbelas hari Aku Cinta Indonesia 2010 (ACI) oleh DetikDotCom bersama my lovely partner, Acie, kami selalu menyempatkan diri mencari kuliner khas daerah setempat meskipun nggak bisa semua terpenuhi tapi cukup berarti lah perjuangan kami *halah* hehehe. Yaaaa dasarnya saya juga PECINTA KULINER MANAPUN alias OMNIVORA, jadi hajar aja bleh. Hahaha. Ini lah penyebabnya gula darah saya sempat ngamuk... mulut tebal, lemas dan ujung jari bergetar *lebayDYOTkom*

Beberapa kuliner khas yang sempat kami cicipi dari kunjungan ke Jawa Barat adalah;

1. Nasi Jamblang.
2. Opak.
3. Lalapan khas Ampera.
4. Ikan bakar khas Cilacap.

Yumiii.

Beberapa makanan lainnya yang masuk ke perut bukan merupakan makanan khas Indonesia :p tapi makanan khas Itali dan Amerika hahaha.

Nah, mari kita berkisah tentang nasi jamblang ini. Apa sih yang membedakan nasi jamblang dengan nasi uduk, nasi campur atau nasi basi? Hehehe. Nasi jamblang yang kami cicipi (kalo sepiring mah bukan cicip lagi tapi hajar! :p) adalah nasi jamblang Bu Nur.

Wikipedia mengatakan :
Sega Jamblang (Nasi Jamblang dalam Bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun Jati sebagai bungkus nasi. Penyajian makanannya pun bersifat prasmanan. Menu yang tersedia antara lain sambal goreng (yang agak manis), tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempeserta tidak ketinggalan 'blakutak', sejenis cumi-cumi yang dimasak bersama tintanya. Sega Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Kasugengan. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.

Jadi lah malam itu kami menikmati nasi jamblang Bu Nur. Cara menjualnya yang prasmanan, pelayan-pelayan yang ganteng-ganteng (hayaaaaaah Tuteeeeh :p) dan harga murmer... wadawwww... keren gilaaaa! Nasi diletakkan di piring yang sebelumnya sudah dialasi sama daun jamblang. Menunya juga bervariasi. Ada sekitar 20-an lebih menu lauk pauk yang di-prasmanan-kan di meja setengah lingkaran. Surga pilihan untuk omnivora macam saya hehehe.

Tapiiii makan nggak boleh kalap lagi hihihi ;)) maklum, kadar gula dalam darah semakin tidak terkendali, jeung!

Btw btw btw, ada satu lagu yang udah lamaaa banget saya tonton di Dahsyat, tapi baru sekarang ini ngetop banget di kalangan Indra dan teman-temannya hehehehe. Lagunya SOUL ID yang INGIN DICINTA itu ... ntar mo dikupas aaaaaahhhh... Mo leyeh-leyeh dolo!!!!!


Wassalam.

Monday, November 08, 2010

Sabtu Minggu

Mamatua dan tasbihnya hehehe.

Judulnya kayak lagunya Sandy Canester (kalo nggak salah itu nama belakangnya :p). Hyup; Sabtu Minggu kemarin, alias wiken, saya di Ende.

Ketika berada di Ende, adaaaa aja judul acaranya hehehe. Apalagi hari Sabtu! Padat jaya deh!

Seperti biasa, agenda Sabtu pagi adalah sarapan plus ngobrol sama Mamatua dan Tanta Sin. Saking ramenya itu ngobrol sampe-sampe Mamatua lupa kalo beliau udah sarapan. Hahaha. Itu sih emang udah jadi kebiasaannya Mamatua sejak stroke :D sering lupa-lupa. Misalnya lupa sarapan, lupa udah ngeteh, lupa udah sholat, lupa anak sendiri, lupa... eh? Hehe. Pernah Mamatua ngadu ke Abang (anak pertamanya) kalo beliau belum dikasih makan sama Tanta Sin dari malam... hasilnya? Tanta Sin diomelin sampe terbingung-bingung. Hehehe. Tapi kami sayang Mamatua dengan segala lupa-lupa-ingat-nya itu.

Agak siang saya ke hotel Flores karena ada janjian sama adiknya temen, dia mo ngambil titipan HP. Karena hotel Flores terletak di tengah kota, janjiannya di situ aja. Sekalian saya ngenet (tapi koneksinya hari itu damn! Eh, down, maksudnya ihihihi). Lanjut ketemu sekalian makan siang sama Ilham di tempatnya mbak Ummi, warteg 2. Wah, sering-sering donk ditraktir hihihi. And then saya poelang.

Sore sampe malam agendanya diajak makan melulu hehehe. Mulai Indra ngajak makan di resto ayam goreng baru di jalan Banteng, ngebakso ma Tanta Lila, yang mana keduanya saya cuma bertindak sebagai penonton karena mo makan lagi sama Ilham dan ditraktir lagi wakakaka *dasar tampang gratisan*. Makan ma Ilham di lesehan ayam lalapan-nya Mbak Yanti, juga di jalan Banteng. Makan dan ngobrol; ngobrol dengan cerita yang TAK BOLEH SAMA. Huhuy. Lagi keselek tulang ayam gitu, :p, tau-tau di-sms sama Kiki... diajak ke Pantai Ria, karaoke outdoor! A-haaa... yang beginian cuma ada di Ende hahaha. Salah satu dari sekian banyak alasan mengapa saya selalu ingin pulang ke Ende. Mereka, mereka dan mereka, kalo ngumpul, pasti bikin perasaan gimanaaa gitu :D selalu senang!!! Saya pikir siapa pun yang merantau pasti punya perasaan sama dengan saya hehe.

Abang, mbak, kae Dul, kak Nani

Bye bye ma Ilham, saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Ria. Duh, padahal udah jam 10 lho itu. Yasud, berkumpul sama keluarga, selalu banyak cerita dan banyak.... MAKANAN :p hahaha. Mo nyanyi tapi lagu yang disediain terbatas :D hehehe. Tau-tau di-sms Shinta, merapat ke kafe sebelah. Wew, undangan yang mengalir kayaknya deres gila hehehe. Keluarga besar bubar ya saya mampir ke kafe sebelah. Sudah ada Shinta, Etchon, Sony, Rudi dan kak Iros. Oskar nggak keliatan, katanya ada kegiatan apaaaa gituw. Sebetulnya masih pengen berlama-lama sama mereka, apalagi lama nggak ngumpul. Cuma kebelet pipisnya inih yang nggak tahaaaaaan! Hahahaha (kisah perjalanan 14 hari ACI juga dipenuhi dengan kebelet pipis inih :p).

Tiba di rumah baru juga jam 11. Si Indra lagi nonton Transtivi; Lord of the Ring yang Two Towers. Wew, pengen nonton lagi (padahal punya dvd-nya, nonton ampe ratusan kali hahaha) dan jadilah kami berdua begadang ampe jam 2! Busyet!

Minggu, pagi-pagi sekali saya sudah bangun dan ritual ngobrol plus sarapan sama Mamatua dan Tanta Sin dilanjutkan. Masih dengan lupa-lupa-ingat-nya Mamatua hehehe. Travel janji jemput jam 8 tapi ternyata karena masih nunggu penumpang dari KM. Awu, travel baru menjemput jam 9. Well, kembali ke perjalanan Ende-Maumere yang penuh cerita. Tahukah kalian? Ada-ada saja yang saya temui di setiap perjalanan antara dua kota ini? Salah satunya ya kemarin itu, iring-iringan truk yang isinya mahasiswa... kayaknya mereka ada kegiatan di luar kota gitu deh. Rameeee pisaaaan hehehe.

Tiba di Maumere sekitar jam 2... langsung tepar. Eh... sempet ngemil dulu hihihihi ;))
Tepar dari jam 5 sore sampe jam 7 pagi tadi :D whoaaaaaaaa... ternyata urusan KEBO ini masih jugaaa... nikmatnya tidur kadang-kadang memang tak tergantikan :p kecuali ada cowok cakep bangunin pake ciuman... boleh lah :p hihihihihi ;))


Wassalam.

Friday, November 05, 2010

Kopdar!

Huaaa akhirnya kopdar juga juga sama Bandit Perantau dan Adit.

Temans, semalam kopdar bareng Bandit, om Bisot dan Adit di restoran Layar 'apa' gitu, di areal pelabuhan El Say yang memang terkenal dengan aneka restorannya itu. Saya nggak hafal nama restorannya, tapi hafal nama pelayannya; YUNI. Hahaha. Selayaknya kopdar Onliners, awalnya malu-malu, lama-kelamaan malu-maluin. Hahaha. Pokoknya kacaaauuuu...

Dasar... tampang-tampang cab*l tuh emang kayak gini wakakakaka.

Satu yang saya notis, buat semua member ACI, kayaknya semalam saya kopdar sama kembarannya Harry Kawanda. Nggak percaya? Tuh lihat si Adit! Hahaha... Ternyata Adit ini temannya Harry, Utine, Terry, Riri, Lucia, dll... arrgggghhh... dunia memang sempid!

Btw menu pilihan om Bisot semalam memang juaraaaaaa; sup asparagus a la Yuni hehehe.

Ini nih si Adit... mirip banget kan sama Harry Kawanda? :D

Ya sudah kalo gitu kapan-kapan kita kopdar lagi yuuukkk tapi di outdoor yaaa. Misalnya di pantai Koka *ngakak* atau di Magepanda gituwww.. awww...

Happy weekend all!!


Wassalam.

Thursday, November 04, 2010

Di Lorong Sempit Itu...

Mereka menadah tangan
Wajah memelas pilu
Bibir meracau
Ada yang berucap, 'nanti diberkati'
Ada juga yang bilang, 'terlalu!'
Yang terlihat sakit punya harapan besar diberi
Yang sehat malah memanas-manasi
Si Bangka terseok-seok
Si Baya tertawa-tawa... mungkin menertawai?
Si Bocah mengejar bila tak diberi
Mengapa begini?
Ini kah potret bangsa ini?
Dengan cara apa pun, tak akan kuberi!
Kau, kau, kau, masih bisa mencari!
Cari! Cari! Cari!
[dari kumpulan pikiran tentang 'mereka' di sepanjang lorong menuju Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat]


Sebagai masyarakat Indonesia yang baik *duileeee* saya tidak akan memberikan sepeser pun untuk yang meminta-minta begitu. Apalagi untuk ibu-ibu rumah tangga dan para bocah. What!? Ibu-ibu rumah tangga yang sehat dan bocah yang riang gembira itu 'melatih diri' untuk jadi peminta-minta?

"Ci, harusnya kan mereka manfaatin tempat ini untuk buka usaha apa gitu... jualan souvenir, buku, makanan khas, atau apa kek... bukan minta-minta."

Dalam perjalan pulang masih dikejar para bocah pula. Tapi dalam perjalanan pulang ini kami melewati sebuah dapur pengolah rengginang. Itu lho nasi kering yang digoreng itu (kemudian jadi camilan yang gurih, renyah, sedhap! :p). Wah, ini kan bagus? Biasanya rengginang ini dijual kepada para pengunjung Makam. Pengolah rengginang ini adalah salah satu contoh bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang tidak suka terseret arus. Lebih baik bekerja ketimbang minta-minta seperti tetangganya.

Notis buat kita semua;
Siapa bilang jadi peminta-minta itu lebih enak dari pada bekerja? Masih mending bekerja, tau! Dengan bekerja, kita tau seberapa besar yang kita dapat. Ada capek, ada hasil. Seperti ada harga, ada mutu, itu lho. Sementara meminta-minta itu kan kayak orang berjudi (dilarang Agama pula berjudi pun!). Belum tentu minta ke 10 orang, dikasih semua. Bisa jadi malah nggak ada dari 10 orang itu memberi!

So... met jelang weekend semuanyaaaaa :)


Wassalam.

Wednesday, November 03, 2010

Perjuangan Itu Harus Dilanjutkan

14 hari keliling Jawa Barat, hadiah jalan-jalan dari ACIDetikCom, agenda pertama Team 11 - Jawa Barat alias Team Ninja Hatori adalah mengunjungi Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah.

Saya selalu punya ketertarikan pada segala macam bentuk wisata seni, adat dan budaya. Bisa berlama-lama saya di suatu tempat untuk melihat lebih dekat segala yang selama ini hanya saya lihat di televisi atau mengetahuinya hanya dari internet. Suka senyum-senyum sendiri karena puas akhirnya bisa berada di tempat tersebut. Lantas menghela nafas panjang, menahan air mata yang menggenang dipelupuk, saya bangga bisa ikut menyaksikan, ikut menjadi saksi dari kekayaan Indonesia ini.

Perjalanan menuju Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah boleh dibilang panjang dan berliku *duileeee drama banged* hihihi. Kami tersesat, lost, tanya sana-sini dan akhirnya tiba di depan plang sanggar yang menjadi sangat terkenal usai penampilan Aerli Rasinah bersama Brandon di TransTV itu.

Mungkin karena datang bukan pada jadwal latihan, kami disambut suasana sepi. Hanya ada seorang pria di situ yang lantas segera pergi memanggil Ibu Wacih, Aerli, seorang pria bernama Ade, suaminya Aerli. Umumnya seperti pengunjung lainnya, kami memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud untuk mengetahui lebih banyak tentang sanggar tersohor ini langsung dari sumbernya. Sebetulnya saya pribadi senang kalo suasananya sepi, kesempatan bertanya jadi lebih besar dan mereka punya lebih banyak waktu untuk kita.

Lantas, siapakah Ibu Wacih? Ibu Wacih ini putri tunggal Mimi Rasinah! Sementara Aerli, seperti yang temans sudah tahu, adalah cucu Mimi Rasinah yang mendapat 'warisan' langsung dari Sang Maestro sebelum meninggal dunia.

Kami duduk di ruang sanggar di mana terdapat cermin besar, foto-foto, lukisan Panji Rogo Sukma, alat musik untuk mengiringi tarian, dllnya. Ruangannya tidak besar namun sejuuuuk. Silih berganti Ibu Wacih, Aerli dan Ade bercerita tentang sejarah awal Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah, perkembangannya, perjuangan dan pengorbanan, serta saat-saat terakhir sebelum MiRas (begitu panggilan sayang mereka pada Mimi Rasinah) menghembuskan nafas yang terakhir. Saya yang mendengarnya jadi terharu. Bagaimana sanggar ini berdiri di tengah kecamuk perang, orangtua MiRas pernah dituduh sebagai mata-mata dan topeng-topeng dihancurkan, perjuangan MiRas untuk meneruskan Tari Topeng ini hingga menitiskan ilmunya pada Aerli.

Saya, dan Acie, jadi terharu... sangad!

Indonesia itu beruntung dan kayaaa sekali. Sangat beruntung karena memiliki orang seperti MiRas dan Aerli. Mereka, dengan kesederhanaan dan berbekal tekad untuk manjaga budaya, begitu total dengan dunia tari ini.

Di sela-sela obrolan, datang beberapa saudara Aerli ke sanggar. Ada pula beberapa anak kecil yang langsung mainin alat musik seperti gamelan, gendang dan gong. Ada bocah laki-laki berusia 4 tahun lho! Hebat! Ndilalah, karena emang dasarnya penari, si Rani (adik bungsu Aerli) mau saja diminta perform di depan kami. Yaaaaa! Akhirnya saya bisa juga nonton secara langsung pertunjukan Tari Topeng Mimi Rasinah! Hehehe. Rani, 8 tahun, sudah sangat lihai menari topeng. Nggak canggung sama sekali! Padahal kan spontan. Mungkin karena sudah jadi makanan sehari-hari ya. Hebaaaat deh pokoknya.

Saat kami lagi asyik mengobrol, tiba-tiba ibu Wacih masuk ke dalam rumah. Ya obrolan dilanjutkan bersama Aerli dan Ade. Eeeeh tak lama... ya Tuhaaaaaaan... ibu Wacih memanggil Aerli dan mereka ternyata mengeluarkan topeng-topeng legendaris milik Mimi Rasinah! Wow, ini sangat berarti bagi kami. Topeng-topeng itu dikeluarkan ditemani dengan sebuah dupa yang sedang menyala. Wangi dupa, eksotisnya topeng dan tuturan cerita... perpaduan yang memikat.

Saat ini Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah diurusi oleh Aerli dan Ade, juga ibu Wacih dan sodara-sodara yang lain membantu. Kehidupan sanggar ini bisa terus berlangsung salah satunya juga dari orderan-orderan manggung. Bahkan waktu kami datang sebetulnya agak siang sedikit Aerli harus berangkat ke Cirebon untuk latihan bakal manggung pula.

Tari Topeng, salah satu tarian khas dari Jawa Barat, Indonesia. Jangan cari tari topeng di luar negeri, jelas nggak ada! Mereka adanya badut :p hehehe. Yang seperti ini lah yang harus kita jaga. Meskipun saya bukan orang Jawa Barat tapi rasanya saya juga pantas untuk bercerita tentang tarian ini dan budaya lainnya pada siapa pun! Mereka yang mau mengetahui maupun tidak. Karena ini milik Indonesia. Jangan sampai begitu milik kita ini diklaim oleh negara lain, baru deh ngamuk-ngamuk hehehe.

Saya pribadi berharap Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah ini bisa jadi se-spektakular Saung Angklung Udjo. Mungkin pembenahannya nggak harus serentak. Pelan-pelan juga bisa asal ada yang mau membantu... semoga saya bisa meski cuma lewat tulisan ini hehehe :D

Hmmmm masih pengen berlama-lama di Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah tapi apa daya waktu tidak mengijinkan. Masih banyak tujuan lainnya yang harus dikunjungi... Semoga suatu hari nanti masih bisa mengunjungi Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah dalam suasana berbeda! Doakan saya yaaa! Hehehe *towel pembaca*

Kritik, saran, komen? Please let me know *halah*

Wassalam.

Tuesday, November 02, 2010

Selamat Datang di Jawa Barat

Nasi Uduk buat sarapan di hari pertama.

Waktu ditanya, "kenapa memilih Parahyangan?"

Saya jawab, "karena dari semua kota besar di Pulau Jawa, hanya Bandung yang belum saya injak."

Yang artinya adalah saya memang benar-benar belum pernah menjejakkan kaki di Jawa Barat, di bumi Parahyangan. Ketika dinyatakan lolos jadi salah satu dari The Lucky 66 Petualang, saya cuma bisa bilang, "ACIDetikCom, kau wujudkan impian saya!"

Menjadi transportasi utama kami (saya dan Acie) mengelilingi Jawa Barat, sebuah Avanza hitam dengan supir bernama Yanto dan pendamping bernama Novan. Pagi itu langit Jakarta masih gelap. Hari pertama, 4 Oktober 2010, dari Grand Kemang kami bergerak menuju destinasi wisata pertama yaitu Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah, di Indramayu.

Sebelum sarapan yang sebenarnya, di dalam mobil perut ditambal dengan bolu meranti hasil ngembat bawaan Desi xixixixxi ;)) cerita soal makanan-makanan ini nanti deh ya :p

Setelah tol, sarapan pertama di Jawa Barat adalah nasi uduk! Nasi, lauk dan minum untuk 2 orang nggak nyampe 15rb. Ya ampyun, itu betul segitu harganya!? Di Ende atau Maumere kalo nasi ukuran jumbo dengan lauk cukup melimpah begitu, nggak dapat lah harga segitu. Waaah rasanya jadi benar-benar kenyang, jeung! Dalam hati saya berkata; selamat datang di Jawa Barat, Teh. Sama kayak tempat di Jawa lainnya, kau boleh bersenang-senang dengan makanan.

*perbuatan itu dosa*

Hehehe.

Dari tempat sarapan itu kami segera mencari Sanggar Tari Mimi Rasinah. Sanggar yang akan saya ceritakan pada postingan berikutnya. Bagaimana ya caranya kita turut melestarikan warisan Mimi Rasinah untuk negeri ini?


Wassalam.

Monday, November 01, 2010

November Rain

Pic by Acie.

Iya temans, itu judul sebuah lagu yang jarang saya nikmati karena nggak punya mp3-player atau hape canggih. Selama hampir 9 bulan saya tersiksa karena jauh dari rumah-kedua di Sudirman 28, Ende, yang biasanya meng-input sejumlah single anyar milik Indonesia maupun mancanegara ke kuping beserta aneka referensinya ke otak. 9 bulan! Catet! Ini ajaib! Padahal kamar saya dulu adalah 'diskotek terselubung' untuk kaum sejenis wakakakakaka... apa coba...

Eh, barusan dapat Nexian Journey dari Nexian dan ACI... asyik, bisa download, denger, buktikan *apa coba* dan terlelap dengan kuping dibuai single-nya Yui hehehe. Ulahnya Indra tuh! Hehehe.

November ini emang rain deh. Maumere yang biasanya nggak takut sama mendung, eh tiba-tiba hujan dan hujan. Ya nggak apa-apa lah, beruntung kalo lagi rehat makan siang di rumah, bisa berleyeh-leyeh dengan alasan "masih hujan tuh!" hehehe. Tambah betah dirumah kalo hujan-hujan and 'nungguin' dia selesai sholat hihihihi ;)) berasa hebat!

Sambil leyeh-leyeh kala hujan, paling mantab kalo sambil ngelamun. Apaaa??? Tuteh ngelamun!? Kurang kerjaan kah!? Tuh nyapu, ngepel! Masih banyak tugas, woi! Hahahaha. Saya rasa, perlu juga memberi kesenangan pada diri sendiri yaitu dengan melamunkan perjalanan selama 14 hari di Jawa Barat bersama Acie. Lucu-lucu geli kalo ingat semuanya. Team kami kemudian kami namakan Ninja Hatori! Iya, karena kami melangkah dari darat, laut, sungai hingga udara *wew, kesannya gimana gitu melangkah di udara*

Team Ninja Hatori mengawali perjalan 14 hari around Jawa Barat di sebuah kota bernama Indramayu. Kami mengunjungi Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah, Makam Sunan Gunung Jati, hingga Goa Sunyaragi. Perjalanan ini menyenangkan secara saya yang kampungan dan terbiasa gawul sama bekicot, berasa gaul sama kelinci dan kancil wa wa wa wa *inikah akibat dari jalan-jalan ke Taman Safari?*

Tahukah temans?

1. Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah itu butuh perhatian dari kita semua. Bagaimana tempat itu menjadi se-spektakula' Saung Angklung Udjo!

2. Makam Sunan Gunung Jati itu keren! Pintu ke berapa kah kita bisa masup? Baca di sini!

3. Goa Sunyaragi di masa lampau pasti menyenangkan yaaaa... terbayang leyeh-leyeh di situ... main air sambil lirik si ganteng perpaduan Mark Darcy & Daniel! Yipieee! Errr pastinya saya nggak boleh pake kemben yaaa secara gegaris lelulit ini bakal bikin mata siapapun yang melihatnya jadi buta! :p

Saya akan mereferensikan lagi tempat fantastis laiinya di Jawa Barat yang wajib dikunjungi. Tapi nggak sekarang... silahkan temans yang mo tahu lebih banyak meluncur ke web-nya ACI di http://aci.detik.com :)

Okay!?


Wassalam.