Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Wednesday, December 29, 2010

Great Tut and Sweet Teh


Pengen ma'em cuppycake di samping, tapi sayang itu milik orang yang saya embat dari G! Hihihi.


Haiii semuaaaaa.

Thanks a lot untuk semua; kakak, adik, temans, yang sudah ingat bahwa hari ini sekitar 3xxx yang lalu saya lahir. Masih muda, enerjik, jenaka, imut, dan bikin orang lain kesal minta ampun. Haha. 

Thanks Milano, yang dengan sms-nya bikin saya gedubrak.

"nyanyi sama Te...selamat ulang tahun kami ucapkan, selamat panjang umur kitakan doakan, selamat ulang tahun sehat sentosa, selamat panjang umur dan bahagia..amin"

Never though that I'll cry, after read the message and sing alone, while my mind jump to 2007 when all Gomezone's Crew made my day! Hehehe.

Thanks ya bett3r, yang udah menggugah saya untuk akhirnya bikin postingan ini dengan pesan di milis ACI hehehe.


Happy Bday Tuteh!
Wishing u a great tut and sweet teh *apose*


Aiihhh!!! Saya senaaang hehehe.

Hari ini saya senang karena begitu banyak do'a yang disiram ke kepala saya yang penuh dosa ini hehehe. Kalian semua, dengan do'a2 itu... saya percaya ketulusannya, saya percaya Tuhan juga akan selalu bless you all *nyengir*

Aaaaaa... I really really really miss my Mom, my sister, Indra, Tanta Sin, Tant Lila. Hiks. Ende, I will come home.


Wassalam.

Tuesday, December 21, 2010

Petualang ACI Itu, Macem-Macem Rupa-Rupa!

Arrggh... akhirnya bisa posting yang satu ini. Ini tulisannya Kang Dadang di milisnya ACI. Cekidot, guys!

Kalau ada sekelompok orang yang terdiri dari anak-anak muda gokil, jail, gratil, aneh, sok imut, urakan, tapi juga plus pinter, kreatif, berwawasan dan selalu berpikir positif, itu pastilah Petualang ACI. 66 orang petualang yang lahir dari sebuah hajatan besar detikcom, Aku Cinta Indonesia.

Komunitasnya sih biasa-biasa aja, maksudnya ngga ada anak pejabat tingginya gitu loh. Tapi justru eksis karena berasal dari segala kalangan dan dari seluruh penjuru tanah air. Petualang ACI menjadi begitu bhineka dengan segala kekhasan serta keberagaman cara berpikir dan bertingkah laku. Namun perbedaan yang ada tidaklah menjadi persoalan bagi mereka. “berbeda bukan berarti tak sama” kata mereka. “ibarat pelangi, warna berbeda justru saling melengkapi, memiliki peran yang sama”.

Keberagaman yang rupa-rupa memang. Sebut saja misalnya Petualang ACI yang dewasa (Agus), yang masih anak-anak (Juput), yang setengah dewasa (Endro), yang setengah anak-anak (Zulvi), yang gimbal (Bhaga), yang pasangannya (Kawanda), yang orang ketiga (Akbar), yang liar (Yudi), yang cunihin (Ewink), yang gila naek gunung (Dede), yang gila gadget (Gilang), yang gila iPad (Heri), yang gila futsal (Ipul), yang gila beneran (Daenk), yang disorientasi (Egir), yang korban (Darto), yang gigih (Gesang), yang gaya tapi banyak disensor (Prama), yang pengamen (Achin), yang pelukis jalanan (Dadang), yang penyair (Harley), yang saudagar (Amad), yang polos (Ayos), yang lebih bernyali (Endi), yang diem-diem tomboy juga (Mahe), yang OKB (Better), yang berbobot (Wahid), yang seniman campur sari (Simbah), yang sok alim (Hadi), yang ngaku-ngaku dayak (Nico Borneo), yang korban bencana (Nico Wijaya), yang pegawai negri (Tata), yang indescribable (Prabu), yang freelance (Calvin), yang kelamaan di aceh (Citra), yang pengen punya agen travel (Topik), yang wartawan tapi gak pernah jalan-jalan (Amir), yang sok seleb (Yuga), yang rajin belajar (Masnur). eh, ada lho Petualang ACI yang udah ikut pemilu enam kali, namanya Mbak Tuti.

Petualang ACI yang cewek juga manis-manis, lucu-lucu, apalagi kalo gelap. Mereka juga ngga kalah beragam, mulai dari yang lagi hamil (Rini), yang lagi puber (Terryna), yang lagi banyak duit (Ucy), yang lagi galau (Ida), yang maskulin (Titis), yang sok imut (Utine), yang pendiem (Sendi), yang -ngerasa- mirip Nadine (Tuteh), yang beruntung (Hanin), yang kurang beruntung (Halida), yang aneh (Nurul), yang jarang muncul (Deewardani), yang gak pernah muncul (Anti), yang rajin menabung (Aci), yang pelupa (Riri), yang TKW (Susan), yang oriental (Diana), yang pengen banget ke jakarta (Jeine), yang ndeso (Alya), yang penulis (Rinda), yang penulis juga (Nonadita), yang anak pesantren (Putri), yang sok eropa timur (Inka), yang suka mandi hujan (Atre), yang mau jadi agen wisata (Bella), yang pengen jadi guru (Desi).

Hmm.. memang beragam ternyata. Tapi bukan berarti ngga kompak, malah mereka kompak banget. Satu dateng semua dateng, satu jalan-jalan semua jalan-jalan, satu makan semua makan, satu pulang semua pulang. Sportif pula. Kalo ditanya, ‘ini coklat siapa..?’ langsung pada ngaku. Kekompakan itu mereka tunjukkan dengan selalu melakukan segala sesuatu bersama-sama. Bagi mereka, mengangkat meja berempat akan terasa lebih ringan daripada mengangkat filing-cabinet sendirian.

Banyak cara bagi mereka untuk terus membina kekompakan. Ada yang dengan membentuk boyband gaya new-kids-on-the-block (Bhaga, Yudi, Ewink, Dede, Endi, Dadang), yang setelah beberapa kali latihan vokal ternyata lebih mirip dengan Masnait Group. Ada pula yang dengan membentuk kelompok belajar online (Egir, Gilang, Amad, Daenk, Zulvi, Mahe, Mbak Tuti, Titis, Hanin, Atre, Tuteh). Nama mereka selalu meramaikan thread-thread di milis ACI dengan pembahasan-pembahasan yang tak pernah final. Bahkan dengan campur tangan Dosen terbang dari Gorontalo sekalipun.

Kelompok lain melakukan kegiatan mulia menolong sesama di daerah bencana (Bhaga, Kawanda, Ucy, Diana, Riri), yang menganggap bahwa kegiatan mereka juga merupakan salah satu bentuk menjaga kekompakan. *yang ini gue gak berani pelesetin, kemanusiaan cuy..*

Beberapa yang lain secara perorangan juga turut andil dalam mempererat persaudaraan. Seperti contohnya Prama yang dengan gayanya secara rutin mengumpulkan temen-temen hanya untuk menceritakan kisahnya di perjalanan. Bahkan sampai ada beberapa Petualang ACI yang hafal betul cerita itu karena telah mendengarnya berulang kali. Lain lagi dengan Harley, yang dengan puisi-puisinya mampu menggugah rasa cinta seseorang.. eh, maksudnya rasa cinta terhadap Indonesia.

Perjalanan Petualang Aku Cinta Indonesia ke tempat-tempat tujuan wisata memang sudah berlalu. Namun kisah-kisah, catatan-catatan dan ingatan-ingatan tentang perjalanan itu masih melekat dan terus menjadi bahan perbincangan setiap kali Petualang ACI berkumpul. Tak akan cukup sepuluh buku tebal untuk menampung cerita mereka. Seakan tak pernah puas, Petualang ACI selalu menyempatkan datang ke suatu tempat untuk kumpul, berbagi cerita, makan, minum, ngomongin orang, mengatur rencana trip selanjutnya, dan pulang..

Memang, sejak awal belum pernah semua Petualang ACI berkumpul secara lengkap. Karena hampir dapat dipastikan, petualang asal Jayapura (untuk tidak menyebut Daenk :p) tidak akan sanggup hadir. Kecuali jika acara kumpul-kumpul itu diadakan di Jayapura. Itupun hampir dapat dipastikan cuma dia yang hadir. Berbeda dengan Agus yang walaupun tinggal di Gorontalo, tapi memiliki daya jelajah yang tinggi. Maklum, meskipun dia seorang dosen, cita-cita sebenarnya adalah menjadi pramugari. Bahkan dia lebih hafal seluk-beluk FX ketimbang anak-anak Jakarta.

Walau sulit, keinginan berkumpul kembali secara lengkap adalah obsesi Petualang ACI. Sehingga bisa bertemu dan mengenal lebih dekat satu sama lainnya, serta tidak ada lagi terdengar kata-kata, “yang pake kaos merah itu siapa sih?” atau “ooo.. ini toh yang namanya (sebutlah) mawar..” atau “yang namanya si A yang mana?” atau bahkan “lu partner gue ya waktu itu?”. Sangat disayangkan bukan?

Menyebut nama-nama Petualang ACI tentu saja tak lepas dari kesuksesan sebuah tim; Indri, Iie, Suhaeng, Ninuk, Ajeng, Izar, dkk. *maaf buat yang ngga kesebut, bukan ngga cinta, tapi ngga kesebut.. :)* yang dengan kerja kerasnya, telah membentuk 66 orang berperilaku menyimpang menjadi lebih menyimpang. Maksudnya, menjadi lebih berkembang, tidak hanya sekedar hobby travelling tetapi juga mampu mengoptimalkan segala aspek dari sebuah perjalanan. Salut deh buat tim detik..! □


-dadang-

tetap sunda, tetap tersenyum, tetap berbuat baik


Hiks... *nangis*
Hiks... *hugs kang Dadang*
Kau baik sekali menulis ini! Hehehe *peyuk yang eyat*

Btw, Kang Dadang itu ternyata;
Tetap Sunda, Tetap Tersenyum, Tetap Berbuat Baik.

Kalo Prama kan;
Betawi. Bungsu. Berbakat.

:p

Bang Rizky punya;
Padang. Preman. Presiden

Nona Dita itu;
Sunda. Sulung. Smart.

Sudahlah... Tuteh itu; Flores. Fantastic. Fabulous.

Kalo Daenk apa dooonk??? Masa Papua. Papeda. Provokator.? Hihihi *kabuurr*

Eh, Bang Agus cocoknya; Gorontalo. Ganteng. Gemesin. *ngasal.com* hehe.

Hahaha. Dilarang protes! Ternyata anak-anak ACI memang "sinting" semua dan saya cinta merekaaaaaaa. Sampe sekarang kadang masih mikir, kapan ya kita bisa kumpul lagi. Kumpul 66-nya, bukan per-kloter. Insya Allah kalau keajaiban itu ada, semua bisa terjadi :D

Btw, tulisan ini juga dimuat di Blognya Bang Agus.


Wassalam.

Wednesday, December 15, 2010

MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011: Blog, Apresiasi dan Profesionalitas



Terus terang, hingga 15 Desember 2010 saya belum punya ide tulisan. Apa yang harus saya tulis tentang; apa yang bisa diberikan kepada diri sendiri, masyarakat, bahkan Negara, dengan bantuan teknologi? Lama berpikir, saya lantas mempersempit kalimat itu menjadi sangat sederhana dan jawaban saya adalah BANYAK! Kenapa harus repot berpikir? Based on my true story, banyak sekali yang sudah saya dapatkan dari teknologi internet dan, khususnya, blog!

Tahun 1998 saya kenal internet dan tahun 2003 saya mulai kenal blog. Diperkenalkan oleh seorang perempuan, yang lewat teknologi pula kami berkenalan (mIRC dan YM), bernama Vita, saya akhirnya ngeblog. Awalnya, blog bagi saya berfungsi seperti dasarnya yaitu diary online. Bercerita tentang apa yang kita alami dan membiarkan orang lain berkomentar (bila diinginkan). Kebetulan saya memang suka menulis (ya kita menyebutnya menulis tapi sebetulnya mengetik, hehehe) jadi tidak ada masalah dengan postingan blog. Mau diupdate setiap hari, seminggu sekali atau bahkan sehari empat kali, suka-suka. Tak hanya suka berbagi cerita, saya juga suka berkelana dari satu blog ke blog yang lain untuk membaca cerita mereka.

Tak lama ngeblog, Vita mengajak saya bergabung dengan komunitas blogger bernama Blogfam (Blogger Familly). Sebelumnya saya juga sudah mengetahui komunitas blogger yang lain seperti Blogbugs atau BBV. Nah, di Blogfam ini lah kegiatan menulis saya semakin menggila. Di Blogfam ada subforum bernama Galeri Kreasi. Di sana kreasi apa saja silahkan diposting. Puisi, cerpen, artikel, tulisan inspirasi hingga foto. Mau apa lagi? Saya memang suka menulis, yaaa puisi dan cerpen saya bertaburan di sana. Ditambah lagi saya diajak membuat cerfet (cerita estafet) oleh seorang perempuan bernama Elsa yang berdomisili di Belanda. Wah, tidak mungkin ditolak kan?

Ternyata gabung di komunitas blog membawa manfaat yang luar biasa bagi saya.

1. Tulisan saya dihargai dalam lomba-lomba yang diselenggarakan.
2. Tulisan saya dibukukan, bersama tulisan teman-teman lain.
3. Tulisan saya dalam sebuah cerfet; The Messenger, diterbitkan oleh Gramedia (padahal tulisan saya di situ jelek sekali, hehehe).
4. Cerfet The Messenger nyempil di acara Kickandy-MetroTV dalam kategori novel unik (The Messenger adalah sebuah cerfet. Proses pembuatannya itu yang unik).

The Messenger yang awalnya hanya jadi konsumsi member Blogfam akhirnya dikonsumsi masyarakat luas.

Itu baru blog yang isinya tulisan. Bagaimana dengan blog yang digunakan untuk mengapresiasikan kegemaran fotografi, memasak, menjahit, dan lain-lain? Hei, blog membawa manfaat yang begitu nyata dan luas untuk semua orang! Bahkan Anda pun bisa mengembangkan bisnis menggunakan blog.

Dari pengalaman pribadi saya di atas, semangat untuk menyebarkan virus blog tak tertahankan lagi. Tapi sayang… mereka lebih suka jejaring sosial yang ngetop ‘lewat lagu’ ketimbang ngeblog. Bikin blog hari ini, besok sudah lupa. Nanti kalau saya bertanya, mereka hanya cengar-cengir. Kadang sudah lama waktu berlalu, muncul jendela chat yang isinya : T, PASSWORD BLOG SAYA APA YAK? Meskipun demikian, semangat tidak pernah luntur. Saya justru semakin menjadi-jadi mengajak mereka ngeblog. Bahkan saya bersedia mengisi konten blognya... sesekali.

Januari 2009, bersama teman-teman (meskipun bukan asli orang NTT) kami membentuk Komunitas Blogger NTT. Akhirnya bisul yang selama ini saya tahan sakitnya, pecah juga. Flobamora Community mengajak semua orang untuk bergabung, apalagi orang NTT. Yang sudah punya blog atau yang belum punya (nanti kan bisa diajarkan caranya, hehehe). Kami ingin orang-orang tahu bahwa blog memiliki manfaat yang sangat banyak. Mulai dari memperbesar jaringan (banyak teman euy!), berkarya, mengasah kreatifitas hingga cari nafkah. Kalau semua orang Indonesia mengerti internet dan tahu bagaimana memanfaatkannya, saya rasa angka pen-demo bisa ditekan sedikit demi sedikit :)
Yaaaaa mungkin mereka akan berpikir, "wah, panas benar hari ini! Ketimbang panas-panasan di depan gedung NGANU, mending klik PTC aja ah!"

Sampai saat ini Flobamora Community masih melaksanakan kegiatan-kegiatan yang intinya mengajak orang ngeblog. Paling sering lewat workshop yang dilaksanakan di sekolah maupun di warnet-warnet (kami mengumpulkan 3 sampai 5 orang dan mengajari mereka caranya ngeblog). Bahkan akhir-akhir ini saya melakukan pendekatan secara personal dengan orang-orang dan memberikan tutorial blog kepada mereka... gratis.

Mungkin NTT terlalu luas bagi saya. Ende dan Maumere, saya melihat sendiri perkembangan blog dan bagaimana susahnya kita mengajak orang untuk ngeblog. Image Facebook yang terbentuk di benak mereka sudah tertanam begitu dalam. Sampai saya bilang, "susah digeser tuh fb! Gimana mo nanem blog di otak mereka?"
Padahal anak-anak sekolah/kuliahan sering mengambil data untuk mengerjakan PR mereka dari... blog! Blognya dokter, blog kesehatan, blog IT, blog cerpen (bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) dan lain-lain. Mungkin tahap mereka masih pada mengambil, belum pada memberi. Suatu saat nanti, bila mereka telah benar-benar mengerti tentang blog dan manfaatnya, mungkin salah satu dari mereka ada yang akan menjadi blogger profesional atau full time blogger. Hidup bersama blog... Ya ya ya... saya memang tidak paham betul tentang SEO dan lain-lain, tapi saya percaya orang benar bisa hidup dari media internet. Bisa benar-benar hidup dari blog.


Wassalam.

Sexy Song

Gambar diambil dari sini.

Haiii :)

Tudepoin. Apa sih sexy song itu? Kenapa tiba-tiba bikin status itu dan malah bikin postingan ini? Jawabnya cuma satu : ISENG! Hehehe.

Hmmm... tadi malam saya tidur2an di... kamar. Nggak mungkin yah saya tidur2an di atas mesin fotokopi. Sambil tidur, sambil dengerin mp3 dari HP. Lumanyun kemarin2 ngisi lagu ke HP jadi tambah panjang deh listnya. Eh tau2 kedenger tuh intro Waterfalls punya TLC. Wew... kepala goyang2 ndiri... bodi goyang2 ndiri... jempol apalagi! Ajeb deh.

*lho? kok kayak lagi dengerin Keong Racun?*
Hihihihi #bekepmulut

Waterfalls mengalun, I'm feeling sexy. Wah wah wah! Bahaya ini! Segera cari laki-lakinya!!!! Hahaha *ketawa sumringah*

Anyhoo, saya yakin setiap orang pasti punya satu lagu yang bakal bikin mereka merasa seksi. Same as me. Ahay! Lagu2 ini tiba2 jadi seksi bukan karena liriknya seksi kayak spanish guitar! Tapi karena musiknya. Iiiisssshh!!! Gemaaaaas!!! *jambak rambut Indra* hehehe.

So, kamuh punya lagu favorit yang bakal bikin kamuh merasa seksi? Like Waterfalls from TLC or I Know Where Is At-nya All Saint? Let me know doooooonks :D hehehe.


Wassalam.

Wednesday, December 08, 2010

Komodo, The Real Jurassic Park

Saya bangga kalau ada yang menyebut : Pulau Komodo atau Danau Kelimutu. Dua tempat wisata ini memang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur dan sangat terkenal. Sayangnya saya hanya pernah pergi ke Taman Nasional Kelimutu (berkali-kali malah!) sedangkan Taman Nasional Komodo atau Pulau Komodo masih dalam daftar perjalanan berikutnya.


Nah, rencana jangka panjang saya nantinya adalah mengunjungi Labuan Bajo dan, pastinya, nyebrang ke Pulau Komodo. Cari-cari informasi tentang Pulau Komodo (ke teman-teman dan internet), eh malah ketemu website Indonesia.Travel. Kaget banget karena baru kali ini saya tahu soal Indonesia.Travel yang ternyata merupakan website travel resmi milik Depbudpar.



Sebagai orang Flores, orang NTT, sudah lama saya tahu tentang Pulau Komodo. Pastinya! Saya sendiri menyebut Pulau Komodo sebagai the real jurassic park! Menyaksikan kehidupan liar hewan tersebut dengan mata kepala sendiri... amazing kan?

Keinginan saya untuk pergi ke Pulau Komodo semakin besar tatkala Pulau yang memiliki pantai merah (akibat pasir-pasirnya yang berwarna merah muda) ini terpilih menjadi salah satu kandidat 7 Wonders. Eh... jangan marah kalau saya bilang lagi, saya bangga! Hehehe. Teman-teman juga harus bangga dooonk kan Pulau Komodo milik kita bersama :)
Buat teman yang belum vote, jangan lupa yaaaa vote Pulau Komodo sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia! Masih panjang waktu yang diberikan lho. Yak yuk! Ini merupakan salah satu cara kita mendukung dan mengangkat nama Indonesia di mata dunia.
Menurut saya pribadi, Pulau Komodo memang layak jadi salah satu 7 Wonders. Karena memang ajaib, bung! Hehehe. Di mana lagi bisa 'nonton the real jurassic park' kalau bukan di Pulau Komodo?


Anyway, berwisata ke Pulau Komodo bisa kapan saja. Rencana pribadi sih saya akan pergi ke sana di awal tahun 2011 (Insya Allah). Tidak ada alasan spesifik kenapa harus di awal tahun. Hemat saya, awal tahun tidak bertabrakan dengan jadwal libur anak sekolah dan tentunya bukan musim hujan. Kalaupun sisa-sisa hujan di Desember masih 'merembes' ke Januari, kan bisa diundur di Februari atau Maret. Beberapa teman yang berdomisili di Labuan Bajo juga menyarankan begitu waktu saya tanya-tanya informasi soal akomodasi di Labuan Bajo dan transportasi ke Pulau Komodo. Kebetulan salah seorang teman saya adalah pemilik Nirvana Bungalow di Riung dan dia punya cukup banyak koneksi dan informasi yang diperlukan sehubungan dengan penyeberangan ke Pulau Komodo nantinya. Cihuy!



Selain terkenal dengan kehidupan para komodo dan pantai merahnya, Pulau Komodo juga terkenal dengan spot-spot diving-nya!

Sayang, disayang, saya tidak bisa diving :(
Padahal Pulau Komodo memiliki banyak spot untuk para diver memuaskan hasrat bawah laut mereka. Duh... rugi! Konon kehidupan laut di sekitaran Pulau Komodo tidak kalah dengan Taman Laut lainnya yang ada di Indonesia. So... berbahagialah teman-teman yang bisa diving!
*ngiri banget*
Pokoknya harus belajar diving! Hehehe.

Baca-baca ragam informasi tentang Taman Nasional Komodo bikin semangat ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo tambah besar.. doakan ya semoga saya bisa ke sana dan berbagi cerita perjalanannya dengan teman semua.

Oia... salah satu cara untuk mempromosikan tempat wisata di Indonesia (terlebih tempat wisata di daerah kita sendiri) adalah dengan membuat tulisan tentang tempat wisata yang bersangkutan. Kalau kita belum bisa memulainya dengan bahasa Inggris, ya use our BAHASA dulu lah lay hehehe. Siapa tahu nantinya kita bisa membuat tulisan bagus dengan bahasa Inggris agar Indonesia dan keanekaragaman wisatanya ini lebih terkenal lagi!


Wassalam.

Monday, December 06, 2010

7 Tahun Blogfam

Apa?
Sudah 7 tahun?
Kalo ibu-ibu hamil, hayo mandi kembang 7 rupa, 7 kilo!
Hihihi.
Itu sih gayanya Mbak Kerani yang punya My Stupid Boss looooooh (bibir monyong 5 senti ala Bossman-nya Mbak Kerani). Kalo nggak mau mandi kembang, saya jual kamu nanti! Hahaha. Maaf, korban My Stupid Boss nih.

7 tahun Blogfam, 7 tahun juga Si Gendud ini. Mereka sepantaran looooh. Hehehe.

Blogfam; rumah kedua. Tanpa Blogfam, saya nggak mungkin se-eksis ini xixixixi ;))
Dari Blogfam saya kenal banyaaaaaak orang. Mereka semua baik sama saya. Eh tau nggak sih? Saya kan dari kampung yang udiiikk banget! Duileeee segala udik aja lu banggain, Teh! Baiknya mereka, nggak intimidasi siapapun. Diterima layaknya keluarga. Makanya saya bilang Blogfam itu rumah kedua. Pokoknya kalo sudah di Blogfam, saya lupa sama ke-udik-an saya ini hehe.

Blogfam, dalam perjalanannya, sudah mewujudkan banyak impian saya! Salah satunya ikutan jadi penggembira di buku-buku keroyokan member hasil kerja sama Blogfam sama Penerbit. Bukanhanya satu tapi banyak! Kehren banget deh pokoknya. Hehe. Apa??? Ada yang mau beli buku-buku itu? Silahkan cari di toko buku terdekat ya! Jangan toko sembako ntar nggak nemu pula.

Saya bangga sama Blogfam. Sangat! Blogfam itu emang terbukti baik banget dan senang liat yang lain maju. Blogfam nggak pernah marah-marah ke saya waktu saya nggak aktif di forumnya karena asyik ngurus Flobamora Community (Komunitas Blogger NTT). Segala yang berhubungan dengan blogger dan tujuannya baik, pasti didukung sepenuhnya sama Blogfam. Iya kan? Iya kan? Iya kan? Hihihihi.

Pengennya Blogfam betul-betul bangkit kembali dan member-membernya juga nimbrung abis meskipun sibuk juga sama urusan komunitas yang lain *tsahelaaaah ngomongin diri sendiri lu?* hehehe. Banyak event, banyak sponsor, banyak Penerbit yang mau kerja sama, ada juga produser yang mau bikin album lagu-lagu dari member Blogfam :D wakakakaka. Yaaa contohnya lagu yang gue garap bareng NoTeS itu bisa dipublikasikan ke seantereo Indonesia *halah*
Semua berawal dari mimpi kan? *bangun, Teh, mimpi lu ngimpi banget :p*

Untuk Blogfam... kucinta kau deh! Komunitas dunia maya! Kucinta kauuuu... selamanya cinta...

*nyomot lirik lagu sendiri xixixixix*


Wassalam.

Sunday, December 05, 2010

Lomba Celoteh Anak (2)

5 T A-la INDAH

Penampilan mereka saat lahir sungguh meruntuhkan iman. Jadi gemas ingin mencubit, mencium, menggendong, membelai hingga mereka terlelap dalam pelukan. Mereka, para ponakan saya, memang ajaib. Kecilnya menyenangkan. Begitu udah mulai ngemil deterjen, tingkahnya bikin keki setengah mampus! Tapi kalau diingat-ingat lagi, sebetulnya mereka tidak menjengkelkan… mereka itu teroris! Hehehe.

Ponakan saya jumlahnya 13. Udah bisa bentuk tim sepakbola. Semuanya aneh dan otaknya cacat. Salah satunya bernama Indah. Kata orang Indah ini fotokopinya saya (coba bayangkan; bagaimana caranya badan segede gaban ini naik ke mesin fotokopi!). Ya tampang, ya rambut. Ya otak, ya ngomong. Anaknya bertipe tidak-mau-tahu dan kalau-kau-bisa-saya-juga dan hidup-ini-indah. Kemauannya juga keras. Kalau dia bilang, “Ma, minta uang SERIBU!” ya harus Rp. 1.000 jangan dikasih lebih karena dia benci itu.

Waktu masih kecil (sekarang kelas 2 SD), Indah suka banget jalan-jalan, makanya Mamanya Indah, kakak saya nomor 2, sering mengajak Indah jalan-jalan. Tapi tak lupa selalu membawa kuitansi penagihan asuransi dari kantornya. Kadang-kadang bertemu para nasabah di jalan dan mereka mendadak ingin membayar premi, jangan ditolak kan? Nah, biasanya kalau terjadi transaksi pembayaran di ‘jalan’ seperti ini, uang kembalian susah didapat. Jadi, kakak saya akan bilang, “disatukan dengan bulan depan saja ya, bu, uangnya.”

Suatu hari dalam perjalanan pulang, Indah mengajak Mamanya ngobrol…

“Ma, kenapa Mama selalu bilang BULAN DEPAN!?”

“…” malas menjawab. Sudah tahu pertanyaan-pertanyaan aneh dari anak bungsunya ini.

“Mama… kenapa selalu BULAN DEPAN?”

“Memangnya kenapa?”

“Kenapa tidak disatukan di bulan SAMPING saja!?”

“…” tuuuh kan… memang aneh pertanyaannya.

Seperti umumnya wanita karir, kakak saya bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Paling telat sampai rumah jam 5.30 sore. Biasanya sore-sore begitu Indah sudah mandi, rapi jali, main sama temannya di halaman rumah. Yang paling ditunggu Indah ya mamanya dooonk! Kan biasanya sepulang kerja mamanya selalu membawa oleh-oleh. Entah itu mainan atau makanan. Paling sering sih makanan… sekalian buat teman minum teh sore gitu.

Beberapa hari berturut-turut tiap kali pulang kerja Mamanya pasti bawain roti. Roti lagi… roti lagi. Indah bosan. Lagian jajannya dia di rumah kan roti juga. Di warung tetangga roti isi selai atau coklat itu harganya hanya seribu perak!

“Mama eee, besok kalo pulang kerja jangan bawa roti lagi ko!” protes Indah. Maklum, lidahnya sudah eneg sama roti hehehe. Gaya banget Ponakan saya yang satu ini! Begh!

“Roti kan supaya bisa dimakan sama Bapak dan kakak juga…”

“Tapi saya tidak mau!”

“…” cuek! Sudah tahu tingkah anaknya.

“Mulai besok Mama harus bawakan saya LIMA T.”

“Lima t? Apa itu lima t?” Tanya Mamanya. Pikirnya 5 T itu pasti merek baru makanan.

“Lima T itu; Taro, Tanggo, Tingting, Top dan…”

Mamanya ketawa. Pikirnya 5 T itu merek camilan baru apa gitu. Ternyata singkatan dari merek camilan… “Lho? Kan baru EMPAT? Yang ke LIMA apa?”

“Makanya dengar dulu!” taeeellaaa Ponakan! Bilang aja tadi lu masih mikir hehehe. “Jadi Mama, lima t itu; Taro, Tanggo, Tingting, Top dan TACANG.”

“Ha? Tacang itu apa?” sumpah kali ini kakak saya cengo beneran.

“Tacang itu tuh, Tacang Dua Kelinci, Tacang goreng…”

Kakak (dan saya, waktu diceritain) --------> mati ketawa!

Lomba Celoteh Anak (1)

Bapak… Bapak Polisi!

Celoteh anak? Huaaaa… saya punya banyak Ponakan dan waktu mereka masih kecil, masih anak-anak, masih mau dimandi’in, celotehnya juaraaa semua. Juara bikin jengkel, keki dan malu! Tapi semua itu justru jadi kenangan indah saya bersama mereka. Ihihihi. Kalau diingat lagi, saya cuma bisa ketawa sungsang! Saat semua Ponakan masih kecil, dunia terasa indah karena kita bisa isengin dan ngerjain mereka! Bisa peluk-peluk dan mandi’in mereka—bahkan kadang mereka yang minta (dan sering pada saat yang tidak tepat!). Saat mereka sudah besar… jangankan mandi’in (ini sih Encimnya yang aneh hehehe), minta peluk saja mereka malu! Mukanya sudah kayak warna darah. Beugh. Mentang-mentang sudah besar!

Saya punya 13 Ponakan. Benock, Ponakan saya, anak pertama dari kakak nomor 4. Sekarang Benock sudah duduk di bangku kelas 2 SMP tapiiiii cerita ini terjadi saat dia masih kecil. Umurnya kira-kira 4 atau 5 tahun.

Waktu itu kalau datang main-main ke rumah Opa-Oma (rumah kami), kakak dan kakak ipar ngobrol sama orangtua (waktu itu Bapak masih hidup), Benock main sama Indra (Ponakan yang tinggal bersama kami), sedangkan saya jadi penonton. Maklum, masih imut, belum punya pacar jadi malam mingguan di rumah saja. Hahaha. Dalam dunia bocah, perang dan perdamaian bisa terjadi kapan saja mereka mau. Menit ini pelukan, menit berikutnya saling tinju. Hanya orangtua bodoh yang suka ikut campur urusan anak-anak. Namanya juga anak-anak. Nah, entah mengapa tiba-tiba terjadi perkelahian seru antara Benock dan Indra. Biarpun Indra lebih tua, tapi urusan bodi Benock juara.

-BUGH!-

“RASAIN LOE!”

Itu suara Indra. Betul-betul korban televisi… sudah bisa ngomong ‘rasain loe!’.
Benock tidak mau kalah. Dibalasnya dengan memukul Indra dan bilang…

“RASA STRAWBERRY LU!!!!”

Eh? Maaf ya, bukannya membiarkan Kekerasan Dalam Bermain, semua orang dewasa yang ada di sekitar mereka tak berdaya menolong. Semua mati lemas gara-gara ketawa. Hehe.

Lama banget baru Benock punya adik—kelas 1 SMP baru Benock punya adik perempuan bernama Indi—makanya tidak heran kalau dulu dia merasa ‘tunggal’ dan harus dimanjakan. Mana mau Benock diperintah-perintah sama orangtuanya? Bila disuruh,

“Benock tolong ambil Bapak pung sepatu,”

Jawabnya, “HA? TIDAK DENGAR!!!!”

Dodol bener deh. Hehe.

Beda Benock, beda pula Panji. Panji ini anak bungsu dari kakak pertama. Meski mereka sama-sama ngefans sama Pasha Ungu tapi Benock masih cukup waras untuk tidak seperti Panji entengnya bilang, “saya ini kan anaknya Pasha Ungu!”

Huek… puhlease deh, Ponakan! Hubungan dari mana? Hihihih.

Sementara itu, Indra adalah putra pertama dari kakak ke-3. Sejak TK Indra sudah tinggal bersama kami. Indra tidak seperti Ponakan saya lainnya yang memanggil orangtua mereka dengan ‘Bapak & Mama’. Indra memanggil kakak laki-laki saya dengan sebutan : AYAH. Jadi Indra tidak mengenal Bapak.

Suatu hari TK tempat Indra bersekolah menjadi tamu di RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) Ende. Dulu, dalam seminggu, ada saja TK yang siaran di sana. Mereka seperti pindah kelas saja karena di studio Guru tetap mengajar seperti biasa dan meminta murid-murid imut itu melakukan perintah mereka seperti bernyanyi, baca puisi dan… menangis. Hehehe. Yang menangis sih karena asli tidak berbakat jadi artis.

Setelah sesi menyanyi, baca puisi dan menangis a la anak TK (di rumah, kami mendengarkan radio dengan perasaan riang gembira… Indra di radio! Hehehe), tibalah saatnya saling memperkenalkan diri. Dimulai dari teman-teman Indra…

“Nama saya Mahmud Bin Mahmud. Bapak kerja di kantor!”

Guru menyuruh murid-murid bertepuk tangan dan memanggil murid yang lainnya.

“Saya Fauzi Blablabla… Bapak saya nelayan….!”

Semua teman Indra juga memanggil orangtua mereka dengan : Bapak dan Mama. Indra jadi pusing. Bapak? Bapak siapa? Apa maksudnya? Yang dia tahu, Ayah kerja di Telkom. Titik.

Tibalah saat Indra dipanggil…

“Nama saya PeDe Indriaspratama Pharmantara… Ayah kerja di Telkom…”

“Bag…” maksud Bu Guru sih mau bilang ‘bagus Indra’ gitu. Tapi ternyata ada sambungannya dari Indra…

“BAPAK… BAPAK… BAPAK POLISI!”

What!???? Gurunya cengo.

Bapak dan saya yang lagi pasang kuping di radio sampai terjengkang! Duileeee Indraaaa. Segitunya pengen punya ‘bapak’.

FF

SUANGGI



Aku balas kau!

Satu lagi jarum menancap di kepala boneka. Terdengar lagi teriakan seorang perempuan dari Flamboyan 66.

Kau pikir enak menanggung malu beberapa hari mendekam di penjara? Belum lagi tuduhan orang-orang padaku sebagai PEREMPUAN TUKANG FITNAH! Sekarang kubalas kau!

“Arrgggh!!! Kepalaku sakit!”

Kau tau apa tentang orangtuamu!? Mereka memang suanggi dan mati termakan ilmu sendiri! Haahaahaa.

Perempuan lain di Flamboyan 64 terkekeh—mengerikan. Dendamnya pada perempuan di Flamboyan 66 terbalaskan. 2 tahun lalu, 7 hari ia mendekam di penjara karena dituduh memfitnah tetangganya suanggi. 2 tahun ia menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam pada anak dari pasangan suanggi itu… perempuan yang telah melaporkannya pada yang berwajib dengan tuduhan memfitnah! 2 tahun waktu yang pas agar tetangga lain tidak menuduhnya balas dendam.

Pembalasan yang manis!

Wednesday, December 01, 2010

Sejarah dan Bersejarah


Berapa kali kita pernah mengunjungi tempat bersejarah? Tempat bersejarah apa yang pernah kita kunjungi?


Hmmm... saya pernah ke tempat bersejarah yang mana saja yak?
Jembatan Merah di Surabaya, Situs Bung Karno di Ende, Keraton di Jogja (eh, ini termasuk tempat bersejarah juga kan yak?), Monumen Nasional di Jakarta atau Pohon Sukun tempat Bung Karno merenungkan Pancasila di Ende... dan lain-lain yang tidak saya ingat *halah*

Nggak banyak!

Dan Oktober 2010 saya diberi kesempatan oleh www.detik.com untuk mengunjungi salah satu tempat bersejarah dan merupakan sejarah besar Indonesia. Namanya gedung Perundingan Linggarjati. Di tempat ini berlangsung perundingan penting agar kemerdekaan Indonesia diakui oleh dunia! Catet itu! Hehehe. Untuk cerita lengkap dan foto resmi ACI bisa dilihat di websitenya ACI di http://aci.detik.com atau buka link di bawah ini :

http://aci.detik.com/read/2010/10/06/001037/1456492/1001/sejarah-di-kaki-gunung-ciremai


Gedung Perundingan Linggarjati. Sesuai dengan namanya, di gedung ini (sebuah rumah besar bertipe tempo doeloe banget) pernah terjadi perundingan untuk pengakuan kemerdekaan Indonesia. Letaknya di kaki Gunung Ceremai (oh Tuhan, kapan bisa ke puncak Gunung itu?). Gedung ini dikenal juga dengan nama Situs Linggarjati, terletak di jalan Naskah, Desa Linggajati (ingat, nggak ada R di nama desa-nya ya). Jarak dari kota Kuningan kira-kira 14 km ke arah Utara dan 26 km dari Cirebon ke arah Selatan.


Pagi itu kami sempat tersesat :p kebablasan sekian kilo dari tempat tujuan! Hahaha. Dari Cirebon mikirnya jauh... padahal letaknya setelah Cirebon pas mo masuk Kuningan. Bukan di tengahnya Kuningan. Fufufuf.

Ada perasaan tertentu ketika kita mengunjungi tempat bersejarah. Gimanaaa gitu ya rasanya. Selalu terpikir, "karena begitu, maka sekarang saya bisa begini..."


Apa yang saya dapat saat mengunjungi tempat bersejarah begini? Banyak! Di dalam gedung ini terdapat ruang-ruang berikut isinya. Mulai dari ruang tamu yang terisi sofa, jam berdiri yang gedeeee banget dan diorama proses jalanya perundingan waktu itu. Di ruangan dalam terletak meja-meja perundingan dan nama-nama dari orang-orang yang mengikuti proses perundingan itu sendiri. Jangan lupa sebuah orgen yang masih berfungsi meski tidak 100% lagi. Hehehe. Ada pula kamar-kamar, tempat tidur, meja-kursi. Juga kamar mandi dan Gedung Perundingan Linggarjati ini berdiri di tengah tanah yang luaaaaaaaaaaaaaasss banget dengan halaman berumput hijau dan pohon-pohon rindang. BIKIN BETAH BANGET!


Pssttt... ada penjual tahu gejrot-nya juga lho.

Senang banget bisa datang ke sini. Para petugasnya juga ramah-ramah. Suasana sejarah, menambah wawasan, ngobrol, leyeh-leyeh, makan tahu gejrot... hmmm... perpaduan yang unik bukan?

Jadi buat temans yang belum pernah ke sini, saya ajak kalian! Mari kita saksikan tempat bersejarah dari dekat.


Wassalam.