Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Monday, June 27, 2011

Sekolah Alam Kober AMI

"...masa emas mereka adalah saat masih anak-anak..."

Kalimat di atas merupakan kutipan yang terekam oleh saya saat Ibu Siti Halimah Sa'adiah, Kepala Sekolah; Sekolah Alam Kober AMI (kelompok bermain Air Mata Ibu), menyampaikan kata sambutan saat Wisuda angkatan ke-7. AMI sendiri merupakan singkatan dari Air Mata Ibu; nama yang penuh filosofi dan sejarah haru-biru.

Di Ende ada begitu banyak kober (kelompok bermain) atau istilah kerennya playgroup. Istilah lainnya adalah PAUD; Pendidikan Anak Usia Dini. Yang mereka pelajari ya so so lah dengan TK. Kober AMI sudah ada sejak 7 tahun yang lalu. Wisudawan/wati pertamanya sekarang sudah tamat SD. Tahun 2010 Kober AMI memulai sistem pembelajaran yang baru yaitu Sekolah Alam. Tahun 2011 Kober AMI meresmikan Sekolah Alam-nya, diresmikan oleh Wakil Bupati Ende yaitu Bapak Drs. H. Achmad Mochdar. Saat peresmian Sekolah Alam Kober AMI, untuk pertama kalinya saya ngemsi TANPA ALAS KAKI alias nyeker wkwkwkwk ;)) maklum, karpet yang mengalasi tempat pertunjukan anak AMI dipakai juga buat guling-gulingan sama mereka. Aduuhhhh nggak tega banget kalo mesti diinjek pake sepatu haha.

Sekolah Alam Kober AMI, sesuai dengan namanya, mengajak anak-anak untuk kembali ke alam. Belajar di pantai, gunung, kebun, jalan... bahkan pernah anak AMI keliling kota naik mobil patroli Polisi! Keren banget kan? Saya jadi tertantang untuk punya anak nih *lho?* xixixixixi ;))Menurut saya sistem belajar seperti ini lebih nyata. Anak-anak langsung melihat ranting itu seperti apa, memilah jenis bebatuan, mengenal pasir, mengenal tumbuhan dan nama-namanya. Aaaaarrggghhh keren sangat oih!

"Blek, anak gue besok gue sekolahin di sini dah!" celetuk saya ke Armando :p ha ha ha ha.

Apapun kegiatan Sekolah Alam Kober AMI akan selalu saya dukung. Saya suka sekolah ini, suka filosofi nama AMI-nya. Meskipun Abah (almarhum), yang memberikan nama AMI ini, sudah tiada (Abah, semoga Allah SWT membalas semua kebaikanmu) tekadnya untuk dunia pendidikan tidak akan pernah pudar. Saya akan membuat postingan khusus untuk Abah. Untuk semua jasa-jasanya di dunia pendidikan!

Okay temans, met kerja! :D


Wassalam

Monday, June 20, 2011

Lagi, Kelimutu

Temans! Hihi ;))
Hari Minggu kemarin kami pergi ke Kelimutu. Iya, danau Kelimutu ituh! Hehe. Sebenarnya rencana ke Kelimutu ini sudah sejak minggu lalu. Nona Ambuwaru (kudunya manggil Bibi) dan suaminya yang saya panggil Om Mas (biasa panggil Mas tapi secara strutural keluarga dari Nona, harus panggil Om :p) mengajak pergi ke sana mumpung mereka berdua lagi di Ende. Minggu lalu batal, hari Minggu kemarin deh jalannya. Maunya sih mengajak 'dhepdhep' tapi saya yakin teman-teman tercinta itu nggak mungkin bisa bangun jam 5 pagi untuk berangkat jam 6! Hehe.

Salah satu danau yang masih berwarna hijau


Berangkatlah kemarin pagi jam 6 saya membonceng tante Lila, Nona dibonceng Om Mas. Kalian kan tau cuaca sekarang sangat dingin sekali. Sepanjang jalan bukan cuma gigi yang gemeretuk tapi tulang-tulang pada berdisko semua! Tapi yang namanya niat ya harus dijalankan. Hajar bleh!

Perjalanan ke Kelimutu dengan kecepatan sedang 30km/jam memakan waktu sekitar 2 jam. Kalau mau ngebut, bisa hanya 1 jam sampai 1,5 jam. Tapi kebut atau tidak, tetap sampai di tujuan juga kan? Apalagi selisih waktu hanya 30 menit. Jadi kami memilih untuk tidak ngebut agar mengurangi serangan dingin (teori kami, bukan teori Anda, jangan jangan protes :p), sambil menikmati pemandangan kanan-kiri, menyaksikan sunrise dan meminimkan kecelakaan perjalanan *tsah*

Perjalanan menuju Pos TNK (Taman Nasional Kelimutu), kami bertemu banyak mobil dan motor. Wah! Ada yang sudah pulang rupanya! Pasti pada nginap di Moni jadi subuh-subuh jemput matahari alias sunrise di puncak tuh. Menuju Pos TNK ini juga diiringi dengan tragedi biskuit jatuh *lirik tante Lila* hahaha.

Bersama petugas TNK; Andy (ngakunya sih itu :p)


Tiba di Pos TNK sekitar jam 8 pagi. Huhu haha. Ketemu Pepen (temen yang kerja di TNK), beli karcis dan ngisi buku tamu. Sempat nanyain pin Kelimutu tapi stoknya habis. Melanjutkan perjalanan menuju pelataran parkir Kelimutu sekitar 4 km lagi dari Pos TNK. Wah! Lagi-lagi deh kami kaget karena begitu banyak kendaraan diparkir. Ada sekitar 10 mobil dan motor-motor berjejer. Setelah motor diparkir, kami langsung kebut ke puncak! Hahaha. Udah kayak orang ikutan lomba apa'an aja. Saya dan tante Lila melesat kayak kuatir kawal Kelimutu kering hihi.

Di puncak juga banyak orang. Kami mulai melakukan ritual setiap kali pergi ke tempat wisata yaitu FOTO-FOTO :p xixixixixi ;))

Tau nggak, ini relief yang ditempel di dinding dikerjakan oleh Om Beny, tetangga sayah :p


Cuaca cerah, kadang berkabut, bikin senang. Terakhir ke Kelimutu bulan April 2011, kecewa berat. Udah naik jam 4 subuh, malah kabut se-mata-kaki. Nggak liat apa-apa, malah kameranya Acie berembun. Rupanya terbalaskan semua kecewa April kemarin *manas-manasin Acie* hahaha.

Bareng Nona...


Waktu tau saya ke Kelimutu, banyak yang tanya warna danaunya sekarang gimana? Ya kita tau untuk berubah warna dibutuhkan waktu yang cukup lama. Saya bersyukur karena pernah melihat sendiri saat formasi warna danau : merah, hijau dan hitam. Pernah juga lihat warna cokelat, hijau dan hitam. Ada lagi warnanya merah, hijau (dengan lingkaran-lingkaran kuning) dan hitam. Rupanya yang hitam itu memang sudah jadi setengah-kaldera dan warnanya bening, warna hitam akibat pantulan dari dinding kawanya. Yang hijau senantiasa hijau. Yang merah, selalu berganti-ganti.
Well, kemarin warnanya : 3H -> hijau hijau hitam... itulah warna terakhir Kelimutu sejak 2 tahun terakhir. Katanya sih setiap Kelimutu berubah warna bakal ada sesuatu yang buruk terjadi di Indonesia. Hihi. Kalau saya sih melihatnya sebagai perubahan alam yang memang terjadi akibat mikro-organisme yang hidup di dalam kawah (hahahaha itu mah kopi paste tulisan di prasasti Kelimutu!).

Di Puncak / Tugu!


Yang saya sukai saat kaki menjejak di puncak Kelimutu adalah sambutan dari bapak-bapak penjual kopi, sarung dan makanan. Mereka menyapa kami dengan, "Selamat pagi, selamat datang di Kelimutu..."

Awh!

Keren!

Mereka memang orang kampung (sama saya juga) tapi mereka punya keramahan. Mungkin menurut orang lain keramahan itu dibuat-buat tapi menurut saya keramahan itu memang mereka buat untuk menunjukkan bahwa orang Ende itu ramah-ramah dan senang dengan kedatangan wisatawan di Kelimutu. Why not? Mereka keren lho! Sangat! Kesadaran warga yang patut dicontoh!

Puas foto-foto dan mengobrol juga ngopi (maaf, saya minum Mizone... tubuh nggak mau lagi terima kopi pekat) kami memutuskan untuk turun mencari makan di Moni. Tau dooonkkk jam 6 pagi mana sempat kita ngeteh yang anget-anget apalagi sarapan?
Ternyata nggak rumah makan yang menyiapkan makanan siap saji jadi mesti nunggu. Ada pula yang di menunya tertera 'nasi goreng babi'. Waduh, kami mencari yang halal dan yang nggak dicampur... jadi terpaksa kami PULANG ENDE TANPA MAKAN DULU. Ha ha ha ha. Nekaters.

Pulang Ende udah asyik aja karena udah nggak terlalu dingin, KECUALI NDU'A RIA yang memang dingin banget. Terus di Endenya kita makan siang di Amazy; fast food yang nyediain ayam goreng, kentang goreng dan lain-lain. Langsung pesan, langsung makan, langsung kenyang, langsung NGANTUK! Hihihihi ;))
Pulang deh.

Sampai di rumah saya cerita-cerita dan tepar. Wasduh... gpp deh :D

So, kapan ke Kelimutu lagi? Saya bersedia nganterin :D wakakakakak asalkan :
1. Tepat waktu.
2. Naik motor.
3. Nggak bawa bekal.
(masa gini hari masih nenteng bekal ke puncak Kelimutu? Ntar bikin kotor pula di sana :p)

Si tangguh yang udah bawa saya ke sono :p eh... kebalik dink! Saya yang bawa dia ke sono :p hahaha


Next destination ==> Riung.


Wassalam.

Friday, June 17, 2011

Dari Swaragama Sampai ACI 2011

Hi! :p
Postingan kali ini judulnya Rupa Macam karena isinya memang rupa-rupa dan macam-macam. Hal-hal aneh yang mungkin kalian tidak ingin tau *tsah* hahahaha. Nggak dink... isinya biasa saja kok... seperti biasaaaaa masih bisa bikin yang baca muntah kuning.

Awalnya mo ngetik postingan ini semangat membabibuta tapi di tengah-tengah saya diserang rasa malas. Seperti biasaaaaaaaa *lagi* jadi tidak fokus karena pikiran melayang ke mana-mana. Ini sapa sih yang ngasih sayap ke pikiran sampe bisa terbang begitu?

FOKUUUSS!!!

Okay... mo crita nih. Bulan Mei saya perjalanan dinas ke Jogja, studi banding ke radio Swaragama Jogja. Apa yang dilakukan di sana? Tentu saja... studi banding, jeung! Kita studi dan lantas membandingkan :p wkwkwkwk *aduh, eh lumayan sepatu Converse aseli* :p
Di luar jam dinas, saya dan Ecka melanglangbuana hihihi. Karena sewa motor, segalanya lebih mudah. Lebih mudah nyasar maksudnya. Haha. Rumah di Tajem (utara banget) bisa-bisanya sepulang dari Malioboro nyasar ke arah Parangtritis (selatan banget) haha. Ajegile nyasar kok doyan.
Eniwei, makasih banget buat Kak Devi, Mas Rendra, Nona Ambuwaru dan Niza mungils yang sudah mengajak kami ke tempat-tempat ituh.

Sepulang dari Jogja, saya disibukkan dengan acara ultah-nya Indra. Waaaa seru ya kalo kita gawul sama anak SMA :D hehehe. Makasih ya buat teman-teman Indra yang dari Asrama Asyurt dan Asrama Trikara. Tanpa kehadiran kalian... aseli nggak seru! Juga buat anak-anak kompleks Jalan Jaksa hahaha. Mati lampu? No problem lah. Kan bisa lanjut? Hihihihi.

Oia, ada info menarik nih. ACI 2011 sudah dibuka lho pendaftarannya! Dan saya, anak ACI 2010, juga sudah daftar *tuing tuing* haha. Yaaaaah nggak ada salahnya kan daftar ACI 2011? Kalo lolos seleksi, lagi, kan lumayan tuh bisa jalan2 gratis lagi :p hahaha. Lagipula kan 'tampang saya GRATISAN' jadi boleh donk dipilih dipilih dipilih hehehe.
Eniwei, buat teman-teman yang nantinya terpilih jadi Petualang ACI 2011, selamat ya. Nikmati perjalanan kalian!

Sayah capek :p jadi segini aja dulu postingannya. Mo apdet-adpet... banyak nih yang harus diapdet... urusan hati juga mesti apdet :p


Wassalam.