Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Wednesday, December 28, 2011

32, Bukan 33

29 Desember ini I'm 32, not 33. Kesalahan fatal dari seorang manusia adalah ketika dia lupa umurnya sendiri. Kenapa? Oh kenapaaaaa??? *echo* ;)) #drama *cakar tanah kayak di sinetron-sinetron*

Selama 2011 saya hidup dalam 32. Ternyata saya salah. Brasa tua setahun *padahal emang udah tua!* Tadi pagi saya cium tangan mama dan dengan bangga mama nyebut angka itu. Saya terperanjat. Ah mama udah tua... udah pikun... pasti salah deh. Ngotot. Saling melotot. Sama-sama merasa benar. Kata mama, "yang lahirin kau itu mama! Masa mama lupa?" -_-! Iyalah yang lahirin saya itu mamatua, nggak mungkin nenek. Nenek kan lahirin mamatua. Hihihi. Penasaran saya hitung pake kalkulator dan saya dongo. Karena emang dasarnya udah dongo, dongo kali ini berlipat-lipat! Ya ampuuuun... bisa-bisanya saya lupa umur sendiri! Apa ini karena tahun lahir saya di Facebook itu 1945? *ditabok kakak*

Baiklah. Saya nggak make a wish lagi karena yakin Allah SWT udah tau apa yang saya mau ;)) Tepatnya bosan dengan make a wish. Maunya make 100 wishes *menjura* Jadi tadi malam tepat jam 00:00, nggak ada lagi tutup mata, doa, sambil senyum simpul. Heheheh. Kebiasaan itu sudah saya tinggalkan dan tanggalkan. Mungkin bagi sebagian orang itu perlu, bagi saya sudah bukan keperluan lagi *hadeh bahasanya ngaco*

Terima kasih temans yang udah ngasih ucapan selamat sekaligus doa. Saya nggak bisa balas semua itu kecuali dengan doa pula. Semoga Allah SWT melimpahkan kebaikan pada temans sekalian ;)) Biasanya inbox HP penuh sampe hang, tapi sekarang wall Facebook sama Twitter ting tong terus. HP saya aman terkendali hehehe. Sukses untuk kita semua yaaaa. Ini jadi beban untuk saya yang jarang ingat ultah orang lain. Mesti rajin tengok Facebook (dengan pemberitahuan ultah-nya) dan catet di HP, setting alarm pengingat. Begitulah. Seperti kata Trinity, faktor U. Hehehe.

Ngga'e jo... kau pawe.
Ngga'e jo... I could not ask for more ;))
Ngga'e jo... jao wi ngestei apa so?
Ngga'e BERKA!


Wassalam.

Saturday, December 24, 2011

Falling In Love With “Pak Hadi”

Hari ini, hari yang pelangi. Tiap waktu libur selalu saya sempatkan untuk tidur sebanyak-banyaknya. Seperti hari kemarin. Bangun, makan roti, tidur, bangun, minum air, tidur, bangun, elus-elus BB, tidur, bangun, lirik leptop, tidur, bangun, tidur, sampai menjelang sore dan mengisi perut dengan semangkuk bakso. Dihitung-hitung lebih dari 12 jam saya tidur. Kesempatan tidur di hari libur tidak berlaku untuk hari ini. Pagi-pagi saya dibangunkan mamatua. Ada tamu. Rupanya pak Mansyur, menitipkan persyaratan pemasangan sesuatuVision untuk kakak saya. Harusnya saya kembali bercengkerama dengan ranjang. Tapi tidak. Saya online, menuntaskan postingan-postingan untuk Flobamora Community. Ada 3 postingan bertema Natal yang ‘naik’ hari ini.

Kalau sudah online, susah lepas. Makanya keterusan online dan lupa tidur. Mata juga tidak mau diajak merem kok. Ya sudah, online terus. Menjelang siang saya bersih-bersih rumah. Inilah efek tinggal bertiga; tiga generasi; mamatua, saya dan Indra (ponakan). Rutinitas bersih rumah bisa dilakukan kapan saja. Tidak ada seseorang yang wajib kami layani :p hahaha. Makanya saya sering mikir; besok-besok kalo diijinkan Allah SWT punya laki, bisakah saya melayaninya seperti istri-istri pada umumnya? Duileeeeh. Kaco bener nih otak hahaha.

Habis bersih-bersih rumah dan cuci piring, tau-tau Armando nelpon. Dia mo datang ke rumah. Asyik! Ada teman ngobrol. Tidur? Lewat! Tak lama si Bleki (panggilan saya untuk Armando) datang membawa 4 bungkus es degan. Yay! Asyik lah! Ngobrol sama Bleki bikin lupa waktu. Banyak yang kita obrolin. Mulai dari suasana Natal, mau jalan ke mana saat Natal besok, tentang kerjaan, tentang komunitas-komunitas, tentang orang-orang yang hanya bisa mengumpat pemerintah tapi nggak kasih solusi dan nggak beraksi sedikitpun, tentang pernikahan, tentang buku, film, blog, dan lain-lain. Pas lagi ngobrol, datang si Fauwzya. Manusia dengan talenta menulis yang luar biasa. Fauwzya datang membawa novel
Madre karangan Dee (Dewi Lestari), dan East Wind West Wind karangan Pearl S. Buck, seperti yang sudah dijanjikannya beberapa waktu lalu. Kami memang sering bertukar novel; seperti sudah ada perjanjian, buku yang dia beli nggak boleh saya beli lagi :D hihihi.

Masih efek malas, belum mandi pula, saya terusin online dan mengkopi beberapa film untuk Armando. Sepulang Armando saya masih terus online hingga saatnya harus mematikan leptop (hidih bahasanya :p) dan tiduran. Buku yang saya baca adalah Madre.

Madre. Buku kumpulan cerita. Madre cerita pertama buku ini. Di awal kisah saya terkejut karena tidak membayangkan tokohnya adalah laki-laki. Bukan perempuan. Paragraf-paragraf berikutnya bikin saya lebih terkejut lagi. Bagaimana silsilah kehidupan seorang Tansen terobrak-abrik hanya dalam beberapa jam saja. Kenyataan bahwa Tansen ‘berhubungan darah’ dengan Madre adalah hal terajaib yang pernah saya baca dari semua buku. Begitu masuk akal. Begitu menyentuh. Dee sangat piawai mengajak saya menelusuri kebangkitan sebuah toko roti dengan resep klasik, dengan biang roti yaitu Madre. Apa bagian paling menyentuh dari Madre? Semuanya! Madre bukan cerita tentang toko roti dan warisan biasa. Di dalamnya ada keluarga, bisnis, cinta, kelucuan hingga teknologi seperti internet dan blog. Kece euy!

Lantas apa hubungan Madre, Tansen, toko roti dan pak Hadi? Aaaah. Pak Hadi ini ‘tokoh kunci’ dalam Madre. Seorang pria usia 70an dengan keriput memenuhi kulit. Kenapa saya jatuh cinta pada pak Hadi? Karena dengan dibalik keluguannya, pak Hadi menyampaikan pesan-pesan tersirat. Cara pak Hadi menggoda Tansen sungguh bikin saya terkikik geli. Dee menghadirkan tokoh seperti pak Hadi di tengah ke’muda’an si Tansen. Bagi saya, justru pak Hadi inilah yang bikin Madre jadi begitu hidup. Usia tua, lugu, guru Tai Chi, keinginan kuat, semangat hidup, masih suka iseng godain Tansen, punya keahlian luar biasa dengan sup-nya. Saya jatuh cinta pada tokoh khayalan setua ini :p *tersipu malu* ya... sama seperti saat saya jatuh cinta pada Optimus Prime di Transformers. Hihihi.

Di akhir Madre, saya terharu. Postingan blog Tansen bikin perasaan jadi gimanaaa gitu.

Saya rindu pantai. Tapi pantai tidak perlu jadi rumah saya. Rumah adalah tempat di mana saya dibutuhkan. Madre lebih butuh saya daripada pantai mana pun di dunia. – Dee, Madre.

Rumah adalah tempat di mana saya dibutuhkan. That’s it! Rumah. Rumah. Rumah. Rumah saya bersama mamatua dan Indra. Rumah saya di Flobamora Community. Saya juga butuh rumah saya bersama mamatua dan Indra. Saya juga butuh Flobamora Community untuk kepuasan bathin saya. Terlalu kompleks untuk saya jelaskan. Tapi ya... begitulah.

Bagi temans penikmat buku, silahkan baca Madre. Mungkin saya yang telat. Ah... nggak apa-apa. Intinya saya mengajak temans untuk berkelana, bertualang dengan buku ;)) Madre.
Selamat membaca! Salam #BacaBuku

Nggak lupa saya ucapkan SELAMAT NATAL - 25 DESEMBER 2011 bagi temans yang merayakannya. Salam damai Natal.


Wassalam.

Wednesday, December 21, 2011

Selamat Hari Ibu

Hai temans, Selamat Hari Ibu!

22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional bukannya tanpa dasar yang kuat. Sejarah Hari Ibu sendiri bisa temans dapatkan via Wikipedia. Komplit deh ulasannya di sana. Dimulai dari Kongres Wanita Indonesia sampai dengan dekrit yang diturunkan oleh Presiden soal perayaan Hari Ibu Nasional yang tiap 22 Desember kita rayakan hingga saat ini.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk merayakan Hari Ibu. Doa untuk ibu, ucapan selamat Hari Ibu, gantiin tugas ibu seharian, berkreasi lewat kartu, dengerin lagu-lagu bertema ibu, ngajak ibu nonton film kesukaannya, ngajak ibu dinner di luar rumah--romantis with mother...why not? Kita juga boleh kok ngegitar, nyanyiin lagu favorit ibu! Bagi yang punya dana lebih, belilah sesuatu untuk ibu. Bisa barang kesukaan ibu atau barang yang sudah lama diimpikan ibu tapi belum kesampaian. Intinya sih sampaikan cinta kita pada ibu meski hanya sehari dalam bentuk apa pun. Nggak rugi kok!

Bagi saya mamatua adalah ibu, mama, ine, terbaik di dunia. Kita semua tentu akan menjadikan ibu sebagai orang terbaik di dunia selain bapak dan keluarga. Tanpa mereka, apalah kita ini? Mamatua itu super care, super cerewet (suka cerita2 mengenang masa lalu sampe saya ngantuk! :p), super kuat (mengabdi sebagai guru puluhan tahun tapi masih bisa mengurus keluarga dengan bijak), super bijaksana dan SUPER GAUL. Kalian boleh tanya teman-teman saya, seberapa gaul mamatua hihhi. Di usia ke 70 (8 Desember kemarin), mamatua masih nyantol kalo ngobrol sama teman-teman. Ah, pokoknya gaul lah hihihi ;))

Saya nggak bisa main gitar tapi ngotot beli gitar. Hanya kunci yang itu2 saja yang bisa saya mainkan. Demi mamatua, saya belajar menyelaraskan kunci2 itu agar bisa memainkan dan bernyanyi lagu Teluk Bayur, LAGU FAVORIT MAMATUA euy! Dulu, waktu masih ngejoki di Gomezone FM, saya paling males kalo pas mo pergi siaran, mamatua pesan, "Hati-hati, Non! Jangan lupa Teluk Bayur!" secara radio mamatua kan on 24 jam demi dengerin Gomezone FM gitu hihihi. Tapi karena saya malas, akhirnya tiap ada temen radio yang ke rumah, mamatua bilang gini, "ini ada uang seribu... tiap satu Teluk Bayur diputer, mama kasih uang seribu."

Pengsan.

Segitu cintanya mamatua sama Teluk Bayur sampe2 bagi mamatua lagu lain itu nggak enak didenger. Saya sendiri heran, kok bisa gitu yah? Saya juga punya lagu favorit, tapi pada titik tertentu ada kebosanan. Beda sama mamatua. Sekali Teluk Bayur, tetap Teluk Bayur! Kesetiaan ini juga terwujud dalam rumah tangga :) saya bangga bisa hidup dan mencontoh kesetiaan cinta mamatua pada bapa (saya panggil bapak dengan BAPA :p). Mamatua itu pasti diem dan senyum2 kalo bapa sudah mulai erorejing marah2 karena rumah kurang rapi misalnya (dan sifat bapa itu nurun ke saya... hiks :p). Mamatua lebih suka mengalah. Itu yang belum bisa saya contohi hingga sekarang. Bagi saya, kenapa harus mengalah kalo bisa berjuang? Bagi mamatua, mengalah bukan berarti kalah. Ya... mengalah justru nunjukkin kemenangan kita menguasai diri sendiri. Ah, mamatua *peluk kuat-kuat*

Banyak pelajaran dari mamatua yang saya dapatkan. Tentang hidup, tentang menjalani hidup, tentang bagaimana hidup. Seperti air mengalir. Cinta kasih mamatua berlimpah ruah sampe2 semua orang kebagian hehehe. Meski sekarang tak ada lagi kopi pagi di atas meja makan atau sabun dan handuk yang diganti di kamar mandi saya, cinta itu diwujudkan dalam bentuk lain. Kasian mamatua kan stroke. Meski masih bisa beraktifitas kayak dulu, tapi cuma 50% kecepatannya saja. Tapi semangat mamatua, semangat sembuh dan semangat untuk terus melindungi keluarga, saya acungi jempol.

Untuk mamatua, mama temans, semua mama di dunia... SELAMAT HARI IBU! Karena Hari Ibu masih besok, kalian bisa persiapkan malam ini, apa sih yang mau diberikan untuk ibu? Ibu sih buat yang niat mau ngasih sesuatu... kalau tidak, ya nggak apa-apa. Itu hak kalian. Tapi 2 kali dalam setahun (ultah ibu dan Hari Ibu) kasih kejutan buat ibu... masa nggak mau? Hihihihi *teteup yah, maksa* :D

This next lyric I dedicate for all mother in this world. Spice Girls, Mama.

She used to be my only enemy and never let me be free
Catching me in places that I knew I should'nt be
Every other day I crossed the line I didn't mean to be so bad
I never thought you would become the friend I never had
Back then I didn't know why
Why you were misunderstood
So now I see through your eyes
All that you did was love

Mama I love you.Mama I care
Mama I love you . Mama my friend. You're my friend
I didn't want to hear it then but I'm not ashamed to say it now
Every little thing you said and did was right for me
I had a lot of to think about,about the way I usedto be
Never had a sense of my responsibility...


Wassalam.

Sunday, December 18, 2011

Mengelola Blog

Halo there :)
Lagi rajin nulis nih hehehe.
Kalo malas, ya udah nggak nulis *dikeplak*

Saya punya 20an blog di blogger *busyet! ngerugiin blogger aja!*. Itu baru di blogger. Wordpress, Blogdetik, Multiply, Blog, Tblog, Blogsome, On Sugar, dan layanan blog gratisan lainnya. Tiap kali nemu layanan blog gratisan, segera meng-klaim nama/url dengan 'tuteh'. Yaaa biar nggak didaftar sama orang lain gituh :D Nggak penting sih, suka aja hehehe.

Bagaimana caranya saya mengelola blog yang demikian banyaknya? Nggak tau. Bingung. Tapi ngisi aja dengan tulisan. Yang paling rajin diisi ya blog yang ini. Saya anggap blog utama. Blog lain sih kalo lagi mood aja. Karena blog-blog itu saya daftar berdasarkan tema; blog jalan-jalan, blog foto, blog lucu-lucuan, blog cerpen, blog serial, blog puisi, ya isinya juga jelas beda-beda. Nggak ada yang sama. Pernah sih nyama-nyamain isi blog, tapi capek kopas terus hihihi lagian orang juga bosan. Kenapa ini blog isinya sama dengan yang sana yak? Menghindari itu, saya stop kopas2 blog sendiri.

Mengelola blog memang sulit. Satu aja sulit, apalagi banyak? Seberapa banyak otak kita bisa mencetuskan ide untuk ditulis di blog? Banyak! Kemampuan otak untuk mencetus ide blog itu luar biasa. Tapi... Seberapa banyak kemampuan kita menulis dalam sehari disela kesibukan bekerja? Nggak banyak yah. Jadi kadang kemampuan otak dan kemampuan menulis nggak seimbang ;) so... jangan heran banyak pula blog yang nggak bisa dikelola dengan baik dalam artian jarang diupdate. Inilah yang saya sebut dengan kesulitan mengelola blog dengan baik. Kita mampu tapi kendala pasti ada.

Kenapa saya buat tulisan ini? Karena saya sadar begitu banyak blog saya yang tidak terupdate. Saya sadar begitu banyak pula waktu terbuang. Kenapa saya tidak mulai lebih rajin menulis saja? Berbagi cerita dengan semua orang... :D

So... mari menulis, mari mengelola blog kita!


Wassalam.

Friday, December 16, 2011

Jalan Jalan Flobamora Community

Model; Yudith.
Location; Koka Beach, Wolowiro, Sikka.

Hi there!

You, you, you *nunjuk atu atu* what’s up?

Saya lagi mo cerita nih. Hah? Apa? Nggak mo denger? Tenaaang. Nggak usah denger! Baca aja ;))

So... pernah kah kalian jalan-jalan? Hah? Apa? *digampar rakyat* hehehe. Kok bisa sih kalian nggak pernah jalan-jalan? Jalan-jalan doooonk. Kalo ngomong jalan-jalan, perasaan kayak dicium Orlando Bloom #edisiNGARAEP nggak habis-habis. Seneng banget! Iyaaah, saya paling seneng kalo diajak jalan-jalan apalagi dibayarin alias gratis. Nggak heran ‘tampang gratisan’ saya beredar di Youtube dengan bebas *tutup muka* ;)) Nasib baik saya jalan-jalan dibayarin orang nampaknya mulai luntur di akhir tahun 2011. Itu sih artinya kudu nyari dukun baru :p

Sudah lama Flobamora Community (Komunitas Blogger NTT) punya rencana jalan-jalan. Sebetulnya kegiatan jalan-jalan ini termasuk dalam agenda tahunan. Karena Flobamora Community bukan kumpeni, nggak ada tuh yang namanya pemaksaan kerja rodi terhadap member. Nggak bisa paksa semua member harus ikutan jalan-jalan. Jadi ide jalan-jalan dilempar ke forum, silahkan ditanggapi, yang mo ikut hayo daftar, yang belum bisa ikutan ya nggak apa-apa. Berkomunitas memang harus begitu kan yah? *yakinin diri sendiri*

Rencana jalan-jalan Flobamora Community kali ini adalah mengunjungi Pantai Koka yang letaknya sudah masuk Kabupaten Sikka meskipun letaknya juga deket banget sama perbatasan antara Kabupaten Sikka dengan Kabupaten Ende. Kenapa Pantai Koka? Karena Pantai Koka ini lagi ngehits banget. Dikit-dikit orang cerita tentang Pantai Koka. Yang bikin jengkel, mereka pake pamer foto segala! Huhu! Iri deh ngeliatnya. Mamaaa saya mau ituuu… pasir putih…

Walhasil sesuai rencana Flobamora Community jadi juga jalan-jalan ke Pantai Koka. Eits, bukan cuma Pantai Koka saja yang dikunjungi loh. Kita juga bakal pergi ke Maumere! Yipie! Saya jadi inget tahun lalu. Setahun saya kerja di Maumere. Tiap bulan bolak-balik Maumere-Ende udah kayak pedagang obat kuat gitu *weh? Kenapa harus obat kuat sih?* Rencananya jalan-jalan ini akan memakan waktu dua hari. Oke lah… setuja! Sapa-sapa aja yang jalan? Bermobil ada saya, Etchon, Fauwzya, Yudith, dan Imel. Untungnya Imel punya koneksi super kuat dengan pak supir jadi biaya rental mobil bisa miring semiring-miringnya sampe pak supir pusing sama kita hahaha. Sementara itu Ilham (yang nggak bisa jalan bareng kita) bakal nyusul dengan mobil sendiri. Edi & Nando sepakat naik motor berdua.

Sabtu, 10 Desember 2011, kita dijemput satu per satu sama pak supir yang baik hati dan tidak sombong juga suka dangdutan hiihihi. Baik banget yaaa pak supir ini *cubit pipi* biarpun hujan semangat tetap membara. Belum juga mobil ke luar dari kota Ende, Yudith mengeluarkan ‘dekrit pergolakan lambung’ yang pertama. Kwaaa! Itu kan masih dalam kota, kakah hahaha. Lanjut? Lanjut donk. Pak supir senyum-senyum gokil ngeliatin kita yang udah siap sama perbekalan masing-masing. Permen? Ada! Minyak gosok? Ada! Bantal? Ada! Mercon? Ada! ;))

Sebelum tiba di Nduaria (pasar tradisional terkenal yang letaknya antara Detusoko dan Moni), entah sudah berapa kali ‘dekrit pergolakan lambung’ dikeluarkan oleh Yudith. Ada kali tujuh kali *kalo lebih, anggap bonus ew :p* hehe. Begitu tiba di Nduaria, giliran saya yang mengeluarkan ‘dekrit pergolakan lambung’ yang pertama. Iya, yang pertama dan terakhir untuk hari itu hehehe. Kalo udah ngeluarin dekrit, saya lega karena pasti langsung segar dan ISI LAGI. Iye… makan lagi donk ah! Apa saja; biskuit, rambutan, permen, jagung rebus, tiang listrik, tanduk kerbau :p haahhaha omnivora akut. Rehat bentar di Nduaria, Yudith ngeteh, manasin perut. Errr itu kenapa nggak panasin perut di tungku si ibu pemilik warung yak? ;)) Berntungnya Yudith karena ada seorang temannya Imel dan Nando yang hendak pergi ke Watuneso. Nama cowok ini Beny (kwaaa… jadi inget si 9 tahun *batuk darah*). Akhirnya Yudith dititip di Beny dan kami pun melanjutkan perjalanan.

Tiba di Wolowaru kita semua memutuskan untuk makan siang dulu. Sekalian gitu lah. Udah waktunya makan siang pun. Saya, Etchon dan Z memilik bakso! Aseek. Usai mengisi perut perjalanan dilanjutkan lagi. Tau nggak? Si Beny yang boncengin Yudith kan cuma sampe Watuneso. Jadi logikanya Yudith udah harus balik mobil kan? Eeeeh ini pak supir nyasar kebablasan ampe dekat Paga! Jauh itu, tau! Hahaha. Koling-koling, akhirnya Yudith cenglu deh ama Edi dan Nando hingga ketemu mobil yang udah meluncur nggak pake permisi.

Akhirnyaaaa tiba juga di Maumere dengan cuaca yang MASIH HUJAN juga. Gila nih hujan di Ende ama Maumere kompak aja. Huh. Dari Ende berangkat sekitar pukul 10 pagi, tiba Maumere sekitar pukul 3.30 sore. Wah, lama juga yah? Saya pernah loh nebeng om Stanis yang bawa Hilux, dari Maumere jam 2 siang, nyampe Ende jam 4.30 sore. Kenceng? Iye kenceng! Ampe bibir klonyor-klonyor ;)) Makanya sama pak supir perjalanan kita ini dibilang lama.

Di Maumere kita nginep di rumah Rama Rodja (yang udah merit ama Shanty Dadi dan punya anak namanya Kiky). Ruang tamu Rama langsung jadi sasaran kita semua. Duduk, lemes, tiduran, ngobrol, haha hihi. Loh? Kok haha hihi? Katanya lemes? Yaaa gitu deh… biarpun lemes, haha hihi itu wajib. Apalagi foto-foto… bueh! Jangan sampe kelewat! Sore itu kita ngeteh, ngopi, ngemil gorengan, ngabisin pudding tuan rumah dengan riang gembira :p saya mengembat apa saja yang ada di meja makan tuan rumah termasuk roti-roti hihihi.

Biarpun hujan, kita-kita pada mandi. Bukan mandi hujan, melainkan mandi bersih. Eh, bukan mandi junub :p hahaha. Pokoknya bersih-bersih lah! Secara kita punya banyak kegiatan nih malam ini. Setelah mandi dan pinjam motor (Yudith pinjam motornya Tanti, saya pinjam motornya Gina) kita berencana mau pergi ke Gramedia. Tapi di luar masih rintik *menatap langit sedih* untungnya datanglah penyelamat kita. Horeee! Pak supir mau nganterin kita sana-sini. Asyik. Berangkatlah rombongan orang gila ini menuju Gramedia. Begitu tiba di Gramedia, semua langsung pencar nyari buruan masing-masing. Di parkiran Gramedia ada stand buku diskonan. Lumayan tuh harganya rata-rata 11rb! Padahal harga aslinya bisa 50rb hihihi ;)) asyik bisa dapat 3 buku dan liat-liat buku lainnya di Gramedia.

Puas—sebetulnya ada yang nggak puas karena nggak kebeli Chicken Soupnya, lirik Fauwzya n Yudith—dari Gramedia kita meluncur ke Pelabuhan El Say buat dinner. Ada temen-temennya Imel dan Nando juga bersama kami. Perut keroncongan bikin kita makannya brutal hahaha. Nggak brutal dink, yang bener, LAHAP sangat! Dinner di Pelabuhan sambil nikmatin suasana laut kala malam itu indah yah. Coba ada si abang temenin #edisiNGAREP hahaha. Penggalauaaaan!!!

Usai dinner, kita memutuskan untuk... pulang? Oh no no no! Baru juga jam 10, darling! Masih banyak waktu untuk menjelajah Maumere kala malam. Tapi akhirnya kita putuskan untuk ngetem di ruangan sejuk nan nyaman... ruang karaoke Silvia Hotel! Kwaaaa! Jadi inget tahun lalu deh waktu masih kerja di Maumere. Beberapa kali karaoke di sini bareng om Bisot, Ilham, Arafah, pak Christian sama Gina dan Shanty juga :D Karaokenya nggak lama. Cuma 1,5 jam. Tapi lumayan lah ya, bisa nyanyi-nyanyi lepas perasaan. Duileeeeehhh!!!! Itu Always Be My Baby jadi pembuka duet bareng Etchon hihihi ;))

Hampir jam 12 malam, mata udah ngantuk, kita kudu balik rumah. Lagian besok pagi ada yang kudu ke Gereja ikut Misa. Tapi si Edi ini nih... bareng Nando ini nih... NGILANG NGELAYAP! Huhuhuhu dasar ;p

Minggu pagi yang cerah. Kita senang banget ngeliat langit! Cintaaa deh. Pagi-pagi Etchon, Yudith dan Imel siap-siap mo ke Gereja. Waaa... penguasaan kasur dengan leluasa! Hihihi. Saya dan Fauwzya—nggak tau yah apa Z bobo lagi atau enggak, karena saya pulas—melanjutkan mimpi. Ngorok, ngorok dah! Ngukur kasur ampe puas. Untung nggak ileran, ngerusak indahnya seprei tuan rumah hihihi. Setelah pulang dari Gereja, kita sarapan—thanks tuan rumah udah siapin sarapan buat kita—dan ngumpul. Diputuskan untuk pamit pada tuan rumah dulu baru deh ke daerah Pasar Tingkat dan Butik. Yipie!

Apa aja sih yang kita lakuin di Pasar Tingkat dan Butik? Ngeliat-ngeliat dulu secara belum banyak yang buka lapak :D sambil maksa mereka buka hahaha *fitnah*. Kita kan diburu waktu. Selain ngejar barang, kita juga nungguin lapak es pallu butung buka. Ini nih yang emang ditunggu secara katanya es pallu butung di sini enak. Saya sih udah sering secara tahun lalu kan kerja di kota panas ini :p Rasa es pallu butungnya masih sama kayak tahun kemarin. Manisnya pas, nggak bikin gluko berontak hahaha.

Gereja udah. Butik udah. Es pallu butung juga udah. Sekarang saatnya Pantai Koka! Yipie! Dari Maumere menuju Pantai Koka itu sejalur sama otw Ende. Makanya kita udah sepakat mo nginep semalam di Maumere juga karena itu. Jarak Maumere ke Pantai Koka (Wolowiro) sekitar 1 jam 15 menit lah. Di Paga kita ketemu Ilham dan Yopi yang tadi pagi bertolak dari Ende. Dari Paga 2 mobil beriringan menuju Wolowiro, perbatasan. Setdah, nulis perbatasan jadi kebayang perbatasan TimTim hehehe.

Tiba di jalan masuk menuju Pantai Koka, mobil-mobil dibanting. Kwaaa :D diparkir dengan manis, semanis sayah :D hehe. Baiklah, ini adalah perjuangan yang berat bagi kami untuk bisa melihat si eksotik Koka. Dari jalan besar menuju Pantai Koka jarak yang ditempuh adalah 2 kilometer dengan BERJALAN KAKI. Jalan kaki! Catet itu! Jalan kaki! Ki! Ki! #echo *ditimpuk kerikil* Bisa dibayangkan? Nggak apa lah. Jalan kaki sejauh 2 kilometer itu menurun dengan bebatuan mencuat dari dalam goa, eh dari tanah... dan saya langsung bayangin pulangnya nanti kita MENDAKI. Buegh... nggak rela. Perasaan ini tambah tercabik-cabik, hancur berantakan, begitu melihat pengunjung lain terjun dengan gagahnya menuju Pantai Koka menggunakan motor dan mobil pickup/openkap. Hoiihh!! Nunut! *hunus bb*

2 kilometer jalan kaki itu akhirnya terbayar... terbayar dengan halusinasi berulang-ulang hahaha. Pantainya indaaaah sekali. Sangat eksotik. Pantainya seperti terbagi dua dipisah pasir dan karang. Ke kiri ada, ke kanan juga ada. Kita seperti berada di Pangandaran super mini hihihi. Jadi ingat juga film The Beach. Coba ya tuh film setingannya di Pantai Koka hehehe. Laut membiru dan menghijau (perairan dangkal). Pasir putih bikin mata seger. Belum lagi di kejauhan ada pulau kecil yang entah apa namanya. Nggak ada guide yang bisa kita tanya-tanya. Insting dan nalar aja dipake *ini apa sih? Meracau!*

Yang pertama kami lakukan begitu tiba di Pantai Koka adalah... renang? Nggak! Salah! Kita langsung MAKAN! Hahaha. Perut-perut tidak saja menyanyikan lagu keroncong tapi juga lagu blues, jazz, rock, dangdut... lapar sangat akibat jalan 2 kilometer. Beeuuh, baru juga 2 kilometer udah kayak prajurit kalah perang. Gimana nggak makan berhari-hari dan mesti lawan musuh? Pengsan berjamaah kali. Habis makan, saat yang direncanakan tiba. FOTO-FOTO! Sesi foto-foto ini memakan waktu lebih dari sejam ;)) maklum, semua member yang ikutan kan model semua (bahasa halus dari narsis, gila foto, obsesi artis :p) hihi. Ada yang rela berpanas-panas sampe kaki melepuh hahaha, ada juga yang sampe merayap di tebing ala spiderman kwakwakwa *lirik Fauwzya. Tambah asoy waktu Ilham mulai bawa tripot dan kamera ke lokasi pemotretan hahaha. Makin panas, makin gaya, makin keringatan, makin melepuh, makin gosong. Tapi hati senang!

Sesi foto-foto berakhir dengan foto bersama, loncat bersama, gandeng tangan, panas-panasan lagi hihihi.

Okay, saatnya anak-anak nyasar ini pulang. Udah hampir sore. Kita pengennya tiba di Ende nggak malam-malam amat. Tapi amat-amat malam. Wkwkwkwkw ;))

Dari Pantai Koka, kembali ke jalan besar, adalah perjuangan yang gila-gilaan! Gimana nggak gila? Ini sih namanya mendaki gunung! Keringat membanjiri tubuh kami bak hujan *hiperbola* belum lagi kejang kaki mendera! Derita ini sungguh terlalu! Syirik banget ngeliat orang-orang yang naik motor, bolak-balik, nggak mikir perasaan kami! Pengen timpuk aja tuh orang-orang. Tapi yang namanya pengen sesuatu yang indah, mesti ada perjuangannya juga. Justru di situ lah inti ceritanya. Perjuangan! PERJUANGAN! Merdeka! Begitu tiba di mobil, semua langsung menghela nafas lega. Terima kasih Tuhan, telah ciptakan dunia ini dengan laut dan gunung... ;))

Yah... saatnya pulang ke Ende. Perjalanannya asyik dan ngebut. Saking ngebutnya, udah mau masuk wilayah Nduaria, saya mengeluarkan dekrit lagi. Huhuhu. Ini apa sih? Nggak oke banget keliling Flores kalo kondisi lambung kronis gini. Tapi nggak apa-apa lah. Saya lebih suka mengeluarkan dekrit daripada ditahan bikin pusing dan bisa sakit lama.

Menjelang Maghrib tiba juga di Ende. Om supir yang baik hati ini mengantar kami ke rumah satu per satu. Ke rumah masing-masing. Masa saya diantar ke rumah Imel sih? :p hahaha. Well, tiba di rumah rasanya senang banget! Bisa langsung tepar dengan dahsyatnya di ranjang! Whoaaa... aseeeek.

Saya pikir perjalanan kayak gini mesti diulang lagi. Jalan-jalan ala Flobamora Community memang seru. Rasa kekeluargaan menjadi lebih erat. Saling bahu-membahu, saling bantu, saling sayang *tsah* hehe. Semoga di lain waktu ada lagi kegiatan jalan-jalan ini dengan lebih banyak member yang bisa ikutan! Jadi, rencananya mesti lebih matang yah. So... destinasi wisata mana kah yang akan kita kunjungi lagi? Ayo usul... usul :D

Saya pribadi juga pengen ngucapin makasih buat Imel dan om supir yang udah mau terima harga miring gila itu hahaha. Terima kasih buat Rama Rodja sekeluarga, Tanty, Gina, dan semua pihak yang sudah membantu proses syuting sinetron; Derita Menuju Indahnya Pantai Koka :D hahaha... merdeka!

Wassalam.

Thursday, December 08, 2011

Happy Bday Mamatua

Tiap orang pasti ingat hari ultahnya. Tua, muda, besar, kecil, sehat, sakit. Bahkan ada nih orang yang udah sekarat masih aja nuntut kado ultah, “hoih, saya ultah loh hari ini… kalo gak dikasih kado, ntar arwah saya penasaran!” hiiiii ngeri! Hari ultah itu keramat. Kalo sampe ada yang lupa sama ultah sendiri… ya nggak apa-apa. Hehehe.

Kalo saya hitung-hitung, banyak banget yang ultah di bulan Desember. Mamatua termasuk salah satunya (salah satunya atau salah seorangnya? :p) yang ultah di bulan Desember. Hyup! Pada 8 Desember 2011 mamatua ultah. Genap berusia 70 tahun. Kwaaaa… Happy B’day ya, mamatua! Usia 70 ini make a wish yuk?

Hah?

APA!?

Kenapa make a wish saya bakal dapat bapa baru??? T_T huhu.

*plak!*

Eh. Make a wish semoga mamatua diberi umur panjang dan bisa menunaikan ibadah Haji ke tanah suci. Mekkah. Insya Allah. Amien ya, Allah. Makanya sekarang ini mamatua sekalian terapi jalan. Dengan kondisi sekarang ini, mamatua emang harus terus latihan jalan supaya kuat dan sehat. Nggak lupa minum susu Anlene biar mirip Anggun -_-

*cupst mamatua*


Wassalam.

Wednesday, December 07, 2011

Kode Etik Online & Sosialisasi Blog



Hari ini benar-benar disaster’s day. Tapi ini disaster yang nyenengin. Kok nyenengin? Baca donk cerita saya hari ini hahaha.

Lembaga Publikasi Universitas Flores tempat saya bekerja punya kerjasama dengan RRI Ende untuk sebuah program bernama Universitaria. Program ini mengudara setiap Rabu sore pukul 4 menghadirkan narasumber-narasumber dari lingkungan Uniflor maupun dari luar, sesuai tema yang diusung di setiap mengudara. Hari ini seharusnya seorang dosen yang menjadi narasumber Universitaria dengan tema yang-saya-lupa-judulnya. Akan tetapi bapaknya tidak bisa menjadi narasumber karena harus mengisi kuliah sore. Team produksi kalang kabut!

“Kakak, tolong kakak saja yang isi Universitaria sore ini,” kata Mila. Panik. Ya pasti panik karena hari sudah menjelang siang dan bagaimana caranya mencari narasumber lain di waktu yang demikian mepet?

Saya menolak. Kenapa menolak? Karena saya sedang batuk-pilek. Jelas nggak enak didenger suaranya hahaha. Yang kedua karena saya bingung harus mengisi tema apa? Mau bicara apa? Tentang blog? Lagi? Bukannya saya sudah pernah jadi narasumber di Universitaria dan berbicara banyak soal blog? Alasan ketiga adalah karena saya sudah janji dengan pak Mansyur untuk sosialisasi dan pelatihan blog bagi mahasiswa/i PGSD yang diasuh oleh beliau. Lalu gimana donk?

“Itu tentang kode etik online saja, kakak! Yang kakak ke Jakarta itu,” usul Mila. Wah... saya jadi tertarik nih. Gimana yah?

Akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran itu. Pertama, harus memegang janji. Jadi saya hubungi pak Mansyur untuk ijin datang telat 1 jam (so jam 5 saya sudah bisa berhadapan dengan adek-adek mahasiswa/i itu). Urusan janji selesai. Beres. Saya segera membantu Eka membuat TOR siaran. Saya sendiri menyiapkan data-data yang sudah saya peroleh dari ICT Watch saat mengikuti FGD di Hotel Harris bulan September kemarin. Beres lah sudah J hehehe.

Jam 3.30pm saya meluncur ke RRI Pro-1, bertemu Yudith. Iya, Yudith member FC juga dan penyiar Universitaria. Hehe. Kami bekerja di bawah payung yang sama *tsah* hahaha. Selain Yudith, penyiar lain bernama Irwan. Psstt... tapi nama udara mereka itu Sela dan Adit loh! Hahaha. Di sini sulitnya saya kuatir keceplosan nyebut nama asli ;))

Tepat pukul 4pm mars Uniflor berkumandang. Acara pun dimulai.

Acara dimulai dengan memperkenalkan narasumber dan saya merasa seperti nostalgia saat dulu masih menjoki radio Gomezone hihihi. Trus mulai lah pertanyaan demi pertanyaan seputar Kode Etik Online. Apa itu Internetsehat? Mengapa harus ada Kode Etik Online? Mengapa kalau berinternet harus sehat? Dan saya juga menyertakan contoh-contoh perilaku di dunia maya yang akhirnya para netizen itu terseret ke ranah hukum. Gilaaa serem banget deh pokoknya hehe. Saya lebih suka membicarakan Kode Etik Online lebih santai... lebih segar... banyak banyolan... ya biar yang denger juga nggak bosan. Apalagi kan suara saya lagi bindeng aka nggak enak didengar akibat batuk pilek!

Tidak terasa bincang-bincang tentang Kode Etik Online ini memakan waktu 1 jam. Emang dijatah 1 jam saja sih ;)) disisipi pula dengan lagu-lagu yang ada kaitannya sama internet kayak Online-nya Saykoji, My Facebook-nya Gigi sampe Miss Chatting-nya Indra Bekti! Kece ih hehe.

Kesimpulan saya untuk pendengar, “marilah berinternet secara sehat dan bijaksana agar kita terhindar dari persoalan hukum. Mulailah dari hari ini untuk lebih baik menggunakan internet.”

Selesai siaran saya di bbm sama pak Mansyur. Katanya pelatihan blog di warnet Maranatha ditunda hari Sabtu saja. Walah! Saya langsung pulang donk. Tapi begitu sampe rumah, cek bb lagi, eh pak Mansyur bbm lagi katanya ditunggu di ruang FE, Uniflor. Meskipun nggak ada fasilitas internet, biar kita bincang-bincang soal blog terlebih dahulu. Boleh lah. Pas mau pergi ke kampus, saya di bbm sama Eddie! Walah saya lupa kalau untuk pelatihan / sosialisasi blog ini saya juga ngajak Eddie! Akhirnya saya jemput Eddie di warnet Maranatha dan kami meluncur ke kampus ;))

Ada sekitar 12-an mahasiswi (karena semuanya perempuan) sudah menunggu di kelas. Kelas ini harusnya berisi 40-an mahasiswa/i tapi khusus sore ini ya kelompok kompak ini dulu yang disosialisasi soal blog. Pak Mansyur memperkenalkan saya dan Eddie dan kami dipersilahkan untuk bercerita tentang pengalaman blog sejak awal hingga saat ini. Wah kesenangan saya ini! Bercerita dengan santai agar mereka paham dengan maksud omongan kita. Saya usahakan agar terarah karena saya agak kacau orangnya kalo ngomong wakakaka.
Cerita saya dimulai sejak 2003, diperkenalkan blog oleh mami vi3. Terus gabung sama Blogfam, terus berkembang hingga membentuk FC. Cerita yang panjang dan mereka nampak antusias mendengarkan. Wah bagus ini! Yang penting semangat dulu! Koneksi internet bisa kita dapatkan kapan-kapan! Hahaha. Setelah saya, giliran Eddie yang bercerita tentang pengalamannya ngeblog. Seru-seru lah.

Peserta bertanya macam-macam. Mulai dari alamat email yang boleh dipakai, twitter itu apa, sampai dengan youtube. Bahkan ada juga peserta yang bertanya tentang, “bbm itu apa ya, kak?” kami menjawab dengan sabar karena kami sendiri yang meminta mereka bertanya apa saja tentang dunia internet, komputer dan teknologi. Berbagi itu indah yah ;)) hehehe. Meskipun pengetahuan kami sedikit, tapi pengetahuan yang sedikit itu wajib dibagi pada siapa pun yang ingin dibagi. Bukan begitu?

Tidak terasa 1,5 jam ngobrol soal blog bersama adek-adek ini. Rasanya senang banget. Capek? Iya capek ngomong hahaha tapi terbayar sama rasa senangnya.

Pulang dari kampus saya buru-buru buat tulisan ini untuk berbagi pengalaman disaster’s day saya hari ini. Disaster yang nyenengin hihihi ;)) semoga semangat berbagi kebaikan ini akan terus berlanjut seterusnya! What a wonderful life!


Wassalam.

Tuesday, December 06, 2011

#HUTBlogfam

Kalau lagi sendiri, jangan berkecil hati

Blogfam... jadi temanmu...

Nggak perlu punya titel, siapapun boleh gabung

Blogfam... untuk semua...

(Kucinta Blogfam by NoTeS - Noel dan Tuteh Saja)


Sebelum telat, masih 1 jam lagi sebelum hari esok tiba, saya pengen posting ah ;)

Hari ini sebuah komunitas blogger Indonesia ultah. Namanya Blogger Family aka Blogfam. Apa hubungan saya dengan Blogfam? Jangan ditanya! Blogfam adalah rumah kedua saya ;) Rumah ketiga saya Flobamora Community... tentu! Sangat tidak bisa saya pungkiri, Blogfam lah yang ‘membesarkan’ saya hingga sampai pada titik ini. Tentang Blogfam sudah pernah saya posting, tapi bagi kalian yang ingin tau, silahkan meluncur ke Blogfam atau ke Forum Blogfam. Semua informasi lengkap ada tersedia. Hehehe.

Saya gabung sama Blogfam tanggal 18 Desember 2003. Waktu itu diajak oleh mami vi3. Baru tau kalau seseorang yang shoutboxnya sering saya teriakin itu adalah Maknyak Labibah Zain, founder sekaligus Presiden Blogfam saat itu. Wah, malu lah *tutup muka* tapi ada yang hangat menjalari perasaan saya. Ternyata saya yang dari kampung ini diterima di Blogfam layaknya sebuah keluarga. Dan saya tidak salah! Blogfam adalah komunitas blogger yang mementingkan kekeluargaan di atas segalanya. Siapapun boleh gabung... siapapun, dear. What a wonderful community.

Bersama Blogfam kepercayaan diri saya dalam dunia tulis menulis semakin membengkak. Nggak tanggung-tanggung saya posting segala tulisan di Forum, di Galeri Kreasi. Hebatnya tulisan-tulisan saya dibaca oleh mereka semua, keluarga saya itu, dan dikomentari! Hihihi. Merasa dihargai, merasa dibanggakan. Itulah ketika kita gabung sama Blogfam. Saya semakin lengket ketika Blogfam menerbitkan buku yang ada tulisan saya. Wah, bangga bukan main! Meskipun itu buku keroyokan, rasanya teteup yah... bangga. Apalagi waktu saya juga menang pada lomba-lomba menulis dan dibukukan juga. Astajim... ternyata saya bisa juga hahaha. Di Blogfam lah saya diajak ber-cerfet sama kakah Elsa dan terus berlanjut hingga akhirnya cerfet The Messenger itu dinovelkan oleh Gramedia. Nggak nyangka kan?

Dari Blogfam pula saya sejak lama punya cita-cita untuk bangun komunitas blogger. Bersama pakDe, Ilham dan Dedyisn, maka terbentuklah Flobamora Community pada 31 Januari 2009. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Karena saya hanyalah seorang blogger independen yang suka berteman dengan siapa saja. Pertemanan itu membawa kami pada Komunitas Blogger NTT yang kami namai Flobamora Community.

Hari ini Blogfam merayakan ultah ke-8. Timeline twitter ramai dengan kuis-kuis yang emang udah diselenggarain sejak tanggal 1 Desember kemarin. Dan hari ini, tepat di hari H, selain kuis juga ada lomba entry Blogfam khusus memperebutkan uang tunai dan iPod Shuffle. Saya yakin semua yang ikutan kuis dan lomba entry tidak memandang hadiahnya tetapi kebersamaannya. Selama 6 hari ini nampaknya kehangatan Blogfam, yang sempat redup beberapa saat, hadir kembali. Kalau istilah Blogfam sih, KOMPOR’e MLEDUG! Ya... hari ini kompor meledak lepas sampai-sampai twitter ngambek karena overquota hahaha. Kalau ingat hal ini, saya sampai nggak bisa berhenti tertawa... *sakit perut*

Untuk Blogfam HAPPY BDAY ya! Hastag kita #HUTBlogfam ;)) semoga Blogfam kembali hangat seperti sedia kala, merangkul kami semua dalam kebersamaan keluarga yang kental. Saya merindukan masa-masa itu... masa di mana saya baru merangkak untuk bisa jadi seperti sekarang ini. Saya nggak akan pernah bisa lupain jasa Blogfam dan semua yang udah mendukung saya *ada yang teriak turun podium!* hingga akhirnya saya bisa seperti sekarang ini. Dipenuhi rasa percaya diri dan energi luar biasa.

Terbukti, Blogfam telah ‘membentuk’ saya dan saya akhirnya ‘membentuk’ Flobamora Community dengan rasa kekeluargaan yang juga tinggi. Jujur; kadang saya menemukan netizen yang ramah di online tapi begitu ketemuan ternyata jutek dan nggak mau bertegur sapa. Ini jelas sudah pernah saya alami! Ternyata ya J tapi bersama mereka-mereka di Blogfam sudah saya buktikan... apalagi Dahlia hihihi... rasanya hidup ini tanpa beban deh kalau online sama dia apalagi ketemu! Bueeeh... bisa gempaaaa hahaha... I heart you, sista!

Maaf, tulisan ini TIDAK UNTUK DILOMBAKAN.

Saya merasa memang harus menulis malam ini juga ;)) dan ini adalah POSTINGAN PERTAMA DI BULAN DESEMBER. Wow, kakah... wow ;))

Wassalam.