Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Sunday, November 25, 2012

Cerita Cuti #8 Pantai ke Benteng


Hari ketiga Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar diawali dengan bangun pagi sepagi-paginya karena sesuai pesan Kepala Asrama, Daeng Ical, kami sudah harus berangkat pukul 08.00 Wita menuju Pantai Akkarena. Ada dua armada bus yang menjadi tumpangan kami hari ini. Satu hal yang saya catat adalah bahwa ketika rasa kantuk menyerang kita tak peduli sedang berada di mana. Bahkan di dalam bis yang tidak ber-AC pun saya bisa tertidur dengan gemilang. Hebat. Hahaha. Perlu diketahui bahwa beberapa peserta BN2012 sudah ada yang pulang ke daerah asal masing-masing.

Perjalanan ditempuh sekitar 1,5 jam (tidak terlalu perhatikan waktu sih waktu itu karea tidur hahaha). Memasuki wilayah Pantai Akkarena, mata saya menumbuk jalan masuk yang rapi. Banyak bunga dan pepohonan di sekitar dan rumput tumbuh subur. Ada semacam kolam besar yang teduh karena di sekitarnya tumbuh banyak pohon rindang. Setelah bis diparkir kami berhamburan keluar persis peserta study-tour yang kelamaan duduk. Tujuan kami adalah dermaga kayu besar itu. Foto-foto di sana bersama para blogger. Hmmm pantainya berpasir hitam. Di Ende selain pasir hitam, pantai-pantainya juga berpasir putih. Kemudian kami diarahkan menuju tepi danau. Nah, di sekitar danau ini lah terdapat semacam arena outbond-mini. Selain itu juga terdapat taman bermain untuk anak-anak dan jejeran penjual makanan. Oh ya, di Pantai Akkarena kita juga dapat menikmati permainan air seperti Jetsy dan Banana Boat—tentu harus bayar. Hehe.

Panitian BN2012 menyusun serangkaian kegiatan outbond-mini di Pantai Akkarena ini. Misalnya permainan enggrang, itu peralatannya disiapkan oleh panitia. Selain enggrang, peserta BN2012 juga diajak bermain tali, masgot, juga boy. Nah, nama-nama permainan itu saya sebutkan menggunakan istilah yang biasa digunakan di Ende. Entah bila di Makassar disebut apa. Btw maaf saya tidak ikut bermain karena sedang tidak enak body. Eh … hahahaha.

Puas main-main, kami istirahat sebentar untuk akhirnya disuruh kembali naik bis. Dari lokasi Pantai Akkarena tujuan berikutnya adalah Fort Rotterdam! Begitu turun dari bis, wow! Panasnya tidak tahan hahaha. Tapi bukan blogger namanya kalau tidak narsis begitu ketemu spot bagus dan ada kamera yang siap membidik. Berapa kali saya pergi ke benteng? Benteng pertama yang pernah saya kunjungi itu Benteng Vredeburg di Jogja, dekatnya Pasar Bringharjo.

Fort Rotterdam merupakan benteng yang dibangun oleh Raja Gowa X pada tahun 1545. Terkenal pula sebagai benteng tempat pembuangan Pangeran Diponegoro. Invansi Belanda ke Makassar lantas merubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Di dalamnya berdiri bangunan-bangunan yang membentuk persegi empat dan tentu di bagian tengah terbentuk halaman yang sangat luas. Waktu kami datang ada sebuah panggung berdiri megah di tengahnya. Pada salah satu koridor bangunan yang berdekatan dengan kanal, dipajang lukisan-lukisan aneka tema. Panitia memberi kesempatan kepada peserta BN2012 untuk jalan-jalan. Wah, usai jalan-jalan keliling benteng saya diserang ngantuk. Lagi pula itu kenapa ya suasana di galeri lukisan begitu sejuk? Angin dari sana, angin dari sini, ngantuk lagi deh saya huuhuhu. Dan tidur dengan sukses di lantai, ditonton puluhan lukisan itu sesuatu *cetaaaarr!* membahana.

Perlu diketahui bahwa lokasi Fort Rotterdam pun sangat dekat dengan Somba Opu. Sayangnya waktu itu saya tidak ikutan ke Somba Opu karena tidur hehehe.

Setelah makan siang kami kembali ke wisma. Karena sudah ada peserta yang pulang ke daerah masing-masing, suana jadinya lumayan sepi. Lagi pula panitia juga sudah ada yang cabut dari wisma. Tinggal lah kami sendiri hihihi.

Malamnya kami sempat makan malam di depan wisma, ada sebuah cafĂ© yang menyediana free-wifi dan suasananya rumahan banget. Waktu itu lah bang Indobrad ngasih kabar kalau Rara bakal menjemput kita lagi. Mau jalan-jalan, bo! Baiklah … baiklah … siapa takut jalan-jalan lagi?

Jalan Jalan Malam Makassar diprakarsai oleh Rara, Bang Lebug (Anchu) dan Irha. Pesertanya ada saya, Fauwzya, bang Indobrad, Henri, Isnaen dan kak Lilis—si petualang sejati. Lutfi dan kak Anaz memutuskan untuk tidur. JJMM dimulai dari keliling kota menuju Pantai Losari. Suasananya beda. Bila sebelumnya kami datang ke sini saat ada event, maka sekarang sepi. Panggung dan pagar saat event dua hari yang lalu telah dibongkar sehingga tulisan ‘PANTAI LOSARI’ terpampang jelas. Dan jelas kami bisa foto sepuasnya di situ.

Dari Pantai Losari, rombongan JJMM ini bergerak menuju sebuah tempat makan bernama Mie Anto. Nah! Masih ingat cerita Mie Titi? Ternyata Mie Anto dan Mie Titi ini bersaudara loh. Egggjjkkk maksudnya yang punya usaha mie-nya itu masih saudara *untuk namanya bukan Mie Sodara, ntar saingan donk sama Sop Sodara* hehehe. Selain Anto dan Titi, masih ada lagi loh satu nama yaitu Uwa. Jadilah Mie Titie, Mie Anto dan Mie Uwa. Keren. Besok-besok mau ah bikin brand makanan : Mie Tuteh dan Mie Nani hahahaha *dikeprok*

Setelah makan Mie Anto yang rasanya tidak jauh beda dari Mie Titi, kami memutuskan untuk mencari minuman penghangat tubuh. Sarabba! Lokasinya di pinggir jalan, tidak jauh dari lokasi Mie Anto sebelumnya. Sarabba minuman khas Makassar yang racikannya adalah gula, santan dan jahe. Hangatnya mengalir sampai ke ulu hati deh pokoknya. Hihi.

Hari sudah merangkak pagi. Saatnya mengantar dua peserta BN2012 ke bandara! Ya ya ya itu kak Lilis dan Hendri harus segera diantar ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Namanya blogger, masih saja foto-foto, ngikik-ngiki-geje, saling bully, foto-foto lagi, ketawa senang lagi—meski dalam hati sedih banget mau pisah.

Well, sudah saatnya istirahat. Dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin kami akhirnya kembali ke wisma. Kami harus tidur. Besok rencananya mau sekalian packing dan menikmati jalan-jalan ke Bantimurung! Yuk… masih ada lagi loh ceritanya.


Wassalam.

Wednesday, November 21, 2012

Cerita Cuti #7 Kopdar Blogger Nusantara 2012



Bisa Tonji!

10 Agustus 2012. This is the day. Yup, ajang Kopdar BN2012 berlangsung hari ini. Ada yang bikin saya menjerit sepagi itu di kota orang. Siapa lagi kalau bukan Bunda Indah Juli? Akhirnya ketemu lagi. Sepertinya saya dan Bunda memang sering bertemu hihihi. Tak sabar membayangkan nanti akan bertemu om Bisot dan bang Agus Lahinta. Uwoooh. Lebih tak sabar menunggu Donat J.Co dan bang Indobrad dan Jus Pala dari Almascatie. Dari Wisma Kemensos di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, rombongan dari luar daerah diantar menuju lokasi kegiatan menggunakan bis. Bisnya nyaman sangat, jadi ingin tidur lagi. Dari panitia yang temani kita ada om Lelaki Bugis. Lokasi Kopdar Blogger Nusantara 2012 adalah Gedung LAN Antang, di Jalan Baruga. Menurut informasi dari om Bisot, gedung ini sering digunakan sebagai tempat kuliah para pegawai. Kira-kira begitulah. 





Di depan aula kami harus register untuk mendapatkan tagname dan dua kupon. Kupon makan siang dan coffee break. Suasana di dalam sungguh meriah. Selain panggung besar dengan backdrop yang luar biasa besar *tsah* di sekelilingnya juga terdapat booth-booth berbagai komunitas di Makassar. Melihat komunitas-komunitas itu jadi iri. Andaikan di Ende juga ada komunitas seperti itu. Misalnya Komunitas Jalan-Jalan Seru Makassar, Komunitas Pecinta Anak Jalanan, Komunitas Makassar Berkebun, Tangan Di Atas Makssar, Komunitas Merajut Makassar, Komunitas Makassar Backpacker, Komunitas Cinematografi. Ada pula booth milik Angingmammiri (Komunitas Blogger Makassar) panitia BN2012 dan booth milik Lintas[dot]me. Yang tidak boleh dilewatkan di sini adalah penyerahan Donat J.Co dari babang Indobrad kepada saya dengan resmi hihihi.



Di sekitar booth-booth komunitas di Makassar (dan juga dari Maros) terdapat sebuah backdrop lagi yang tak kalah besar tempat para blogger berfoto-ria. Narsis pokoknya. Saya tak mau ketinggalan foto bareng Daeng Ipul, Ketua Panitia BN2012 yang saat itu mengenakan pakaian adat dengan ikat kepala warna merah. Yuhu!

 
Kira-kira satu jam kemudian akhirnya Kopdar Blogger Nusantara 2012 dibuka oleh MC, di depan sekitar 500 peserta baik blogger maupun non-blogger dari seluruh Indonesia. Di sini saya dicolek bang Agus Lahinta. Jadilah kita seperti reunian! Ada saya, Bunda Indah Juli, bang Agus Lahinta dan om Bisot, yang kurang hanya kang Iwok Abqary—teringat kisah kami makan malam di tepi Pantai Jimbaran Bali tahun 2011 lalu. Oia bang Agus Lahinta adalah teman Petualang ACI2010 DetikCom dulu. Hihi. Kemudian, melanjutkan acara, kami menyanyikan lagu Indonesia Raya—dengan gaya saya meniru Daeng Ipul waktu IFG yaitu tangan kanan di dada kiri hahaha. Sambutan pertama datang dari Kepala Bidang Pengembangan Informasi, Aplikasi dan Telematika Pemkot Makassar yaitu Bapak Abdul Rahim AP yang mewakili Wali kota Makassar, Bapak Ilham Arief Siradjuddin. Selanjutnya sambutan dibawakan oleh Daeng Ipul. Berikutnya peserta disuguhi tarian daerah Makassar dengan pakaian empat suku besar di Sulawesi. Mereka tampil dengan sangat kerennya! Duuuh, suka deh sama tarian mereka. Saya kan membuat videonya tuh, duuuh jadi kesenggol sana-sini gegara peserta pada heboh ingin mengabadikan penampilan para penari tersebut. Usai para penari beratraksi, tampil Eyang Anjarisme mewakili SC Blogger Nusantara menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ini. Kegiatan yang merupakan milik semua blogger di seluruh Indonesia. Iya donk, namanya saja Blogger Nusantara. Dari sambutan Eyang ini lah tercetus jargon : BISA TONJI! Setelah itu masih ada atraksi sebuah tarian a la sepak takraw. Suip itu formasinya.



Acara utamanya antara lain pemaparan materi tentang blogpreneur oleh Asri Tadda, CEO Asta Media Group. Mbak Silly (twitternya @justsilly) yang merupakan pendiri Blood For Life Indonesia itu menyampaikan materi tentang social movement. Ada pula personal branding dari XL sebagai salah satu sponsor dari kegiatan ini. Hadir Mas Budi Putra (yang kemarin ikutan diculik Rara untuk makan malam sop sodara itu) menghadirkan materi tentang video streaming site. ID Blognetwork juga memberikan materi tentang fakta-fakta pengguna internet. Masih ada lagi materi dari Nawala tentang DNS dan pemblokiran situs-situs dengan aura XXX hahaha. Terakhir tampil perwakilan dari Lintas[dot]me.

Selama acara saya sempat menghilang ke sebuah ruangan bersama om Bisot dan teman-teman lain. Yah, mata butuh dicuci juga #eh hahaha. Oia, Ucha, sahabat blogger saya itu, juga hadir loh. 


Usai acara, usai coffee break, peserta dibagikan goodiebag dengan rupa-rupa isinya. Dan tentu … tidak boleh ketinggalan … foto bareng! Bareng si Ini, bareng si Itu, bareng komunitas, dan bareng-bareng yang lain. Hebatnya foto gila saya, Fauwzya dan teman-teman lain justru juga nangkring di site-nya Detik. Hihihi. Gilaaa. Hanya orang gila yang mau ikutan kita foto duduk di lantai sambil kaki nendang ke arah fotografernya *ngikik* dunia sungguh indah!


Bisa Tonji, deh pokoknya!

Pulang dari Gedung LAN Antang di Jalan Baruga, hari sudah malam, kami sekelompok tidak ikutan bis yang disediakan panitia. Itu, Ucha mau menraktir kami makan Mie Titi lagi! Ampun, bos hihihi. Porsi kecilnya saja bikin kenyang, apalagi porsi besar? Oia, rombongan yang memisahkan diri ini ada Ucha, saya, Bunda Indah Juli, bang Indobrad, Fauwzya dan Almascatie. Kembali ke tempat makan yang sama di Jalan Perintis Kemerdekaan yang dekat sama Wisma Kemensos itu.

Ucha mengantar kami kembali ke wisma. Saya dan Fauwzya buru-buru masuk kamar. Saya segera mandi. Dari kamar saya sudah mulai mendengar riuhnya kegiatan di bawah sana. Iya, ada mimbar bebas! Mimbar bebas ini dibuka dengan penampilan akustikan dari sebuah kelompok akustik yang saya tidak tahu namanya karena telat hadir hihihi. Usai acara akustikan, Daeng Ipul selaku ketua panitia mulai bicara tentang kegiatan ini dan beberapa peserta BN2012, perwakilan dari beberapa pulau di Indonesia diminta kehadirannya ke depan panggung untuk berbicara setelah komunitas-komunitas yang ada di Makassar dan pihak BlogDetik. Nah, usai saya tampil mewakilik Flobamora Community seorang laki-laki datang menemui saya. Ternyata dia anak Manggarai (kabupaten di Pulau Flores) dan menyatakan kesenangannya akan dunia blog dan tidak menyangka ada perwakilan dari NTT. Hihihi. Setelah itu masih ada pemutaran film "Linimassa 2" dari Internetsehat yang diwakili oleh Frenavit.


Acara Mimbar Bebas berakhir sekitar pukul 22.00 Wita tetapi acara ‘kumpul blogger Indonesia Tengah dan Timur’ justru baru dimulai. Kalau sudah ada Almascatie, babang Indobrad, jadilah kita nyanyi-nyanyi lagu Ambon haha. Gabung pula Fauwzya dan Bunda Indah Juli. Om Bisot hanya memantau dari jauh melihat tingkah kegilaan kami diantara para panitia yang terlihat sangat lelah! Meski lelah panitia masih harus mengurus ini itu. Aduh, gila aja minum Jus Nanas (bukan Jus Pala) dari Almascatie (yang sebenarnya dioleh-olehkan untuk babang). Dan bukan saya namanya kalau tidak memulai aksi bully-membully hihihi. Haduh selain Almas dan Fauwzya, ada Frenavit, Sametux dan Intan, terus siapa-siapa lagi ya? Banyak deh pokoknya. Entah ke mana si Hendri dan Isnaen. Kalau ada malam itu, barangkali saya yang lupa.


Peserta paling akhir dari kegiatan bully-membully ini adalah ngobrol bertiga saya, om Bisot dan om Lelaki Bugis. Ahay.

Fiuh. Pukul 02.00 Wita. Sudah saatnya kami pergi tidur. Mari kita tiduuuurrrrr … besok ada kegiatan lagi, rekreasi gitu. Kepala Asrama, Daeng Ical, sudah mengingatkan berulang-ulang. Hehehe. Baiklah. Masih ada cerita cuti selanjutnya!


Wassalam.

Tuesday, November 20, 2012

Cerita Cuti #6 Mie Titi sampai Sop Sodara


Sebenarnya 9 November 2012 merupakan hari pertama kegiatan Kopdar BN2012 yang dikhususkan untuk blogger lokal—khusus Makassar dan sekitarnya. Tetapi kelas-kelas yang dibuka pada hari pertama ini pun boleh diikuti oleh blogger dari luar Makassar melalui proses pendaftaran. Saya sudah mendaftar kelas menulis-nya Aan Mansyur. Kelas yang seharusnya diikuti pada pukul 15.00 Wita tersebut saya tinggalkan dengan rela. Waaaa. Hehe.

Sekitar pukul 09.00 Wita saya sudah nongkrong di pinggir jalan besar. Niat saya ingin naik pete-pete. Apa itu pete-pete? Di Ende kami menyebutnya oto-bemo sedangkan di Jakarta orang menyebutnya angkot. Hari ini rencana saya untuk melihat Aan Mansyur gagal karena saya sendiri telah menyetujui untuk pergi bersama Rara. Baiklah, alangkah bagusnya bila saya pergi ke Carrefour yang letaknya tidak jauh dari wisma. Fauwzya, saat diajak, juga mau ikut. Pergilah kami ke Carrefour naik pete-pete. Pengalaman naik pete-pete untuk pertamakali *menjura pada pemilik akun @supirpete2* hahaha.


Umumnya Carrefour, umumnya tempat belanja, ya seperti itu lah hehe. Saat sedang cuci mata di Carrefour saya menbaca DM dari Ucha. Hah? Wah! Uhum, mari kita sedikit bercerita. Awal ngeblog di blogspot saya mengenal banyak teman diantaranya bernama Ucha. Kami berkenalan layaknya para blogger kala itu, via blogwalking. Saling sapa dan terus merajut persahabatan hingga kemudian Ucha menikah, lantas dikaruniai dua putri. Siapa sangka sepuluh tahun kemudian kami bertemu di Makassar? Setelah Ucha sempat ke luar negeri dan akhirnya menetap di Kabupaten Gowa? Astaga, dunia begitu sempit. Saat saya sedang cuci mata di Carrefour itu lah Ucha menghubungi saya dan akhirnya kami bertemu di Es Teler 77 depan Carefour. 


Ternyata blogger di mana-mana sama saja. Tidak ada kecanggungan sama sekali hahaha. Akhirnya jadi deh ditraktir Ucha makan Mie Titi. Asyik. Dari Mie Titi, karena mau sholat Jum’at, Ucha mengantar kembali kami ke wisma. Terima kasih Ucha untuk traktirannya … dua kali malah! Jadi malu euy tidak membawa apa-apa untukmu.


Baiklah. Cerita hari ini masih bergulir. Sesuai rencana sekitar pukul 14.00 Wita, Rara datang menjemput. Semua blogger NTT dan blogger Madura diajak. Termasuk nyempil seorang blogger Solo, Hendri. Hehe. Ini cerita penculikan paling menyenangkan ala BN2012. Dari wisma kami menuju Pantai Losari. Tak bisa puas foto-foto karena di sekitar lokasi sedang persiapan suatu acara. Naik bebek-lah kami. Itu perahu motor mini berbentuk bebek. Saya suka sekali sama dermaga mini ini. Terbuat dari semacam potongan-potongan jeringen (tapi bukan) dan mengapung. Ihirrrr. Berkeliling satu kali naik perahu bebek bayarannya Rp.10.000 per orang. Rara menraktir kami semua. Ya, penculikan yang sangat menyenangkan! Hahaha. Dan karena bukan saya kalau tidak melakukan hal-hal di luar kebiasaan, maka seorang pengamen anak-anak saya bajak ukulele-nya hihihi. Ukulele tidak dimainkan tetapi saya malah menyanyikan I’m Yours milik Jason Mraz. Hajar saja, boss.







Sehabis berkeliling dengan perahu-bebek, bermain di dermaga, foto bersama anak-anak yang tengah mandi laut dan membajak ukulele pengamen cilik, kami hendak melanjutkan perjalanan tetapi oleh Rara diajak makan pisang epe’ terlebih dahulu. Dulu saya pernah memakan, sempat pula belajar meracik sausnya, diajar sama Pedro. Rasanya agak beda tapi tetap enak. Gratis sih hahaha. 

 


Dari Pantai Losari tujuan kami berikutnya adalah sebuah hotel yang saya tidak tahu namanya untuk menjemput Pak Budi, seorang pembicara yang akan menyampaikan materi keesokan harinya. Kemudian, karena hari sudah gelap dan sudah saatnya makan malam, kami diajak menuju sebuah rumah makan untuk menikmati sop sodara. Ya ampun, benar kata Mas Banyumurti, Makassar memang gudangnya kuliner. Dua hari saja di Makassar sudah menikmati coto, Mie Titi, pisang epe’ dan sop sodara. Eh, jangan salah ya, sop sodara tidak terbuat dari dagingnya sodara hahaha. Mirip-mirip coto tapi tetap ada pembeda rasanya. Jangan tanya saya apa bedanya karena saya hanya jago menikmati hihihi.


Mudah ditebak, pulang jalan-jalan bersama Rara kami kembali ke wisma. Ya, siap untuk kegiatan besok yang tentunya lumayan menghabiskan energi. Kopdar Blogger Nusantara 2012! Yuk marie;)


Wassalam.

Monday, November 19, 2012

Cerita Cuti #5 First Day, Makassar!


Otw and first day ; Blogger Nusantara 2012 | BN2012.

8 November 2012. Hari itu, Kamis. Dari rumah Rama dan Shanty, saya dan Fauwzya menumpang ojek menuju Bandar Udara Frans Seda, Maumere. Ternyata bandara yang luasnya jauh lebih besar dari Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman ini sedang direhab. Pasti hasilnya tambah oke. Jadi ingat tahun 2010 saat mengikuti Petualang ACI DetikCom saya take off dari bandara ini. Karena gedungnya sedang direhab, kami check in di kantor darurat. Asyiknya adalah setelah check in kami duduk di outdoor waiting room. Whohahaha semilir angin bikin ngantuk. Teringat kembali tragedi ketinggalan pesawat di Surabaya itu hehe.




Setahu saya pesawat kelas airbus sudah masuk ke bandara di Maumere jadi ketika Fauwzya bertanya, “pesawatnya jenis apa, Ncim?” jawaban saya adalah “airbus! Tenang aja. Jet!” oh la la … mau tahu apa yang terjadi? Pesawat yang landing itu ternyata eng ing eng masih ber-baling-baling. Hahaha. Fauwzya cengo, saya hanya bisa tersenyum. Maumere ke Makassar kita Bismillah saja ya.

Perjalanan Maumere ke Makassar ditempuh selama hampir dua jam. Bila sebelumnya saya dikentutin penumpang depan, sekarang aroma dari penumpang depan naujubileh bikin asma kambuh. Duduk manis di pesawat yang kurang berguncang memang bikin mengantuk. Tidur membunuh waktu, memang. Tidak lama suara seksi pramugari mengumumkan bahwa kami akan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Wow! Begitu landing rasanya senang sekali karena ini pertama kalinya saya berhasil menginjak tanah Sulawesi. Duileh, bangga sama diri sendiri. Menunggu penumpang turun walhasil saya diijinkan oleh keadaan untuk berpose bersama pilot. Hihi.


Yang unik dari Banda Udara Internasional Sultan Hasanuddin adalah sebagian besar wilayah bandara berada dalam kuasa administratif Maros sedangkan di gerbang masuknya itu sudah masuk kuasa administratif Makassar *angguk-angguk mengerti*

Apa tanggapan saya pertama kali keluar dari ruang kedatangan? Itu, dikerumuni sama calo taxi atau supir taxi-nya sendiri. Meskipun kita bilang, “dijemput,” mereka ngotot, “kalau dijemput keluarnya ke kanan, bukan ke kiri.” Haha. Aduh pak, maaf, kami mau mengisi perut dulu. Pas waktunya makan siang nih. CFC menjadi pilihan makan siang kami sementara menunggu jemputan. Siapakah panitia BN2012 yang menjemput? Mereka adalah pasangan serasi : Adnan dan Tika. Selain kami, pasangan penjemput juga menunggu landingnya Isnaen dari Madura. Okay, ternyata nama saya dan Isnaen sungguh unik sampai-sampai ada yang keliru. Tuteh disangka laki-laki dan Isnaen disangka perempuan *ngikik*

Jarak dari bandara menuju Wisma Kemensos di Jalan Perintis Kemerdekaan cukup jauh. Sebenarnya bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam, kalau tidak macet. Melihat Makassar saya langsung membatin, “kota ini mirip Surabaya …”


Hari pertama di Makassar apa yang kami lakukan? Istirahat, bung. Saya terutama sangat capek. Kamar kami ber-ac, nomor 03, dan sangat nyaman. Malamnya diajak makan malam sama panitia BN2012 di warung Coto depan wisma. Tepatnya di depan Unhas. Rasanya? Ya rasa coto donk hahaha. Tapi asyik ya makan bareng teman-teman baru dari seluruh Indonesia—meski baru segelintir. Oia 'kepala asrama' kami adalah Dg. Ical. Wah kabarnya Afghan kw-2 itu hihihi.


Baiklah, saatnya mengucapkan, “malam bae …” mari kita tidur untuk mempersiapkan diri berkegiatan di esok hari *tsah*

*masih bersambung, hahaha*


Wassalam.