Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Friday, March 30, 2012

Nirvana Bungalow, Riung


Pemandangan dari puncak Pulau Tiga, Riung. Foto milik Ilham Himawan

Sebuah tempat wisata yang indah akan jadi lebih indah bila didukung dengan infrastruktur yang baik. Riung adalah salah satu destinasi wisata di Pulau Flores yang terkenal dengan 17 (hingga 21) pulaunya. Untuk tiba ke Riung ada dua alternatif yang saya ketahui. Yang pertama lewat Mbay. Yang kedua lewat Bajawa. Kondisi jalan dari Mbay menuju Riung dalam kondisi baik dan terawat kecuali 7 km lepas dari Mbay jalanannya berlubang-lubang. Sementara itu dari Bajawa saya belum pernah melewatinya.

Di Riung tentu ada banyak penginapan. Rekomendasi saya bila anda pergi ke Riung, menginaplah di Nirvana Bungalow.

Penginapan dengan keramahan hingga ke ulu hati...


Bersama Etchon di kamar 3



Itulah Nirvana Bungalow yang berlokasi di Riung. Lokasinya sangat dekat dengan dermaga sehingga untuk pergi ke dermaga anda cukup berjalan kaki sambil menikmati sawah dan jejeran pohon kelapa di kanan-kiri jalan.


Berjalan kaki menuju dermaga


Depan kamar 7

Nirvana Bungalow adalah penginapan milik seorang pria bernama Rustam. Twitternya @nirvanariung sedangkan Facebooknya Oetamtam Effendy. Anda bisa memperoleh contact personnya melalui saya karena tidak etis bila nomor HPnya saya paparkan di sini, hehehe. Rustam adalah laki-laki berambut gimbal keturunan Bugis Sinjai yang sangat mencintai reggae. Setiap kali datang ke tempat ini saya pasti disambut lagu reggae.


Teras belakang, tempat nongkrong paling oke!

Nirvana Bungalow terletak di samping hingga halaman belakang rumah induk milik Rustam. Terdiri dari kamar-kamar terpisah yang jumlahnya ada 7. Setiap kamar dilengkapi dengan tempat tidur (double atau triple) yang terpasangi kelambu, kipas angin, kamar mandi, juga meja kursi di bagian depan kamarnya. Saya paling suka kamar mandinya yang dinaungi atap separuh. Berurusan dengan kamar mandi di malam hari bisa lama banget soalnya saya pasti akan berlama-lama menatap langit. Emangnya ada apa di langit Riung? Wah, belum tau ya? Bintang di langit Riung kala malam akan membikin siapa saja betah berlama-lama tengadah dengan iler tumpah ruah *ini sih pengalaman pribadi saya hahaha*

Berapa rate menginap di Nirvana Bungalow? Ratenya murah saja, guys.

Kamar double : 150.000 (plus breakfast)
Kamar triple : 175.000 (plus breakfast)

Untuk yang butuh guide, silahkan minta ditemani oleh Rustam. Bila sedang tidak sibuk, Rustam akan senang hati menemani anda. Tanyakan saja semua informasi mengenai Riung padanya; harga sewa boat, restoran untuk makan siang, tempat nongkrong bila malam menjelang. Rustam ini punya sisi 'human interest' yang tinggi sehingga tamu tidak dianggap sebagai tamu melainkan keluarga.

Harga sewa boat : 250.000 hingga 350.000 tergantung berapa pulau yang ingin anda kunjungi.
Harga karcis masuk : 1.500/orang.
Harga hitungan boat : 10.000/boat.

Teman-teman petualang saya ternyata banyak yang mengenal Rustam karena mereka pernah menginap di Nirvana Bungalow. Itulah saya bilang : dunia sempit! Bukan hanya teman-teman petualang saya saja yang pernah menginap di Nirvana Bungalow, jejeran orang televisi hingga artis pun pernah menginap di sini. Mengutip tulisan Ilham di blognya;

Ada satu pertanyaan saya ajukan ke Rustam. “Kenapa gak memasang foto dan tanda tangan selebriti yang pernah nginap disini?”. Jawabannya sederhana, “Saya malu dan tidak enak”. Menurut perkiraan saya dari obrolan itu, baginya tanda tangan dan foto itu akan menampakkan kesombongan saja. Kekhawatirannya ada pada ekspektasi pengunjung yang bisa saja tidak sesuai dengan pelayanan yang diberikan. Itu yang membuat dia malu.

Itu yang memang dikisahkan Rustam saat kita mengobrol hingga pukul 3 pagi di teras belakang. Bila mau dipajang, wah, terlalu banyak foto-foto orang ngetop yang pernah menginap di Nirvana Bungalow, jeung!

Thankyou, Tam. May ALLAH SWT bless you ;)) *kecup basah* hahaha.


Romantis Mistis hahaha!



Wassalam.

Trip To Riung #3

Haha!


Meja beranda belakang bekas sisa semalam

Sebelum ide menguap dan kesegaran perasaan layu, mari lanjutkan cerita tentang Trip To Riung #3 Flobamora Community. Hari ketiga, Minggu, 25 Maret 2012, adalah hari terakhir kami di Riung. Bangun sekitar jam 8 langsung mandi dan rebahan lagi alias santai-santai lagi soalnya masih nunggu Ryan mengisi angin ban yang gembos dan menunggu Bastian aka Bas yang masih tertidur pulas. Hahaha jadi ingat semalam betapa semangatnya Bas memanggil saya sambil memegang sendok terisi kunyit panas untuk mengobati jempol kaki kanan Ilham yang cidera akibat jatuh di tempat yang sama saat saya terjungkal dengan posisi jatuh yang nggak banget, hahaha. Sabar ya, Ham, balas dendam via kunyit panas itu memang menyakitkan kok xixixixi ;))


Santai bersama Indra. Siswa MTS yang selalu ceria dengan senyum lebar semeter, hihihi

Sarapan pagi ini masih ditemani kopi, teh dan donat. Rustam yang begitu baik hati malah pergi membeli sayur kacang. Ya ya ya! Encik, member baru dengan karakter keibuan ini segera menumis sayur kacang buat lauk sarapan pagi. Kata Ilham, "Terimakasih telah melengkapi komunitas kita yang cuek ini saat jalan-jalan. Encik bersedia buatin teh, masak apapun itu didapur, walaupun tidak semua masakan itu bisa dia konsumsi. Semoga masalahnya sebera beres yah, jadi bisa ikutan jalan-jalan dan makan enak tentunya."

Asoy! Member Flobamora Community memang punya karakter beragam hehe.

Sambil pamitan kami pergi foto-foto di kamar-kamar dari Nirvana Bungalow ini. Foto-foto yang keren karena tempatnya memang udah keren. Hehehe.


Di depan kamar 7


Trio kaca mata sama :D

Perjalanan pulang yang rencananya jam 8 pagi molor hingga nyari jam 11! Dari Riung menuju Mbay kami sempat mampir di 'bukit kembar' *oops!* untuk take a picture.


I'm Really FREE! :D


Kebebasan itu datang dari diri sendiri :D


Suka meski bokong melepuh!

Tiba di Mbay kita langsung nyari warung buat makan siang. Rencananya sih pengen ke Pelabuhan Marpokot, Mbay, tapi karena sudah sangat siang jadi kita mesti isi perut dulu deh. Menu makan siang harusnya nasi pecel, tapi menu itu ludes jadi kita menikmati apa yang ada. Nasi campur, nasi soto, es teh bergelas-gelas dan saya mesti minum kopi supaya nggak ngantuk, bos! Setelah makan kita harus melanjutkan perjalanan karena nggak mau nanti kemalaman di jalan.

Dari Mbay ke Aigela, kita sempat berhenti lagi di cek point pertama saat datang untuk foto-foto. Ini wajib yah hahaha.


Gaya favorit, haha!

Dan ini beberapa gambar yang sempat saya jepret pake kameran BB-Bold. Keren juga *halah* hehe.


Beautiful!


Look at the blue sky!

Stop! Stop! Kalau diterusin, kami bisa kemalaman di jalan akibat hasrat narsis yang luar biasa ini hahaha.

Dari Mbay kami tiba di Aigela. Isirahat di Aigela nggak lama ya. Cukup untuk beli buah ata nona dan minum kopi lagi. Saya memang harus ngopi lagi di Aigela karena ngantuk haha. Mengawal Ilham dari Mbay ke Aigela memberi efek ngantuk luar biasa *lirik Ilham* hahaha. Maklum ternyata ban belakang Ilham itu kekurangan angin akibat ulah tuannya sendiri :D yah, bukan anak bengkel sih xixixixi ;)) jadinya berat deh tuh motor.

Dari Aigela kami bertolak ke Ende melewati lagi daerah Nangaroro yang berlubang, berpasir dan berdebu. Sempat juga foto-foto di dekat Nangapanda sebelum akhirnya pulang ke Ende. Tiba di Ende beberapa mampir ke rumah sedangkan Ilham dan Encik langsung pulang ke rumah masing-masing. Di rumah pun kita masih sempat ngopi-ngopi lagi sebelum akhirnya rombongan Trip To Riung, Flobamora Community, ini benar-benar bubar.

Fiuh!

Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk semua teman :

Rustam; Thanks, bro atas penginapan gratisnya, tour guidenya, snorkeling sejauh 30 meternya, makanannya. Semuanya, Tam. May Allah SWT always bless you all the time. Amen. Kapan-kapan gratisan lagi yak *digampar Rustam* hahaha. Silahkan follow Rustam di twitter @nirvanariung

Ilham, Kk Iros Tani, Etchon, Ryan, Bastian, Eddie, Encik, yang sudah menyempurnakan perjalanan ini. Sebuah perjalanan, sebuah cerita. Hehehe. Next trip kita ke mana?

Dan semua kalian yang sudah membaca postingan saya hahaha juga yang iri-iri *tsah* ;)) nantikan cerita berikutnya. Saya pengen review tentang Nirvana Bungalow, sebuah tempat menginap sekaligus tempat istirahat yang kece! Yuk mari.

Sampai jumpa di trip berikutnya, temans!



Wassalam.

Wednesday, March 28, 2012

Trip To Riung #2

Selamat pagi, Riung. Semalam langitmu terlalu indah untuk ditinggal tidur.


Noted; Selimutnya donk! :p

Jangan salahkan saya dan kak Iros yang akhirnya memilih ngetem di depan kamar 7, Nirvana Bungalow, untuk menikmati langit dan bintang riuh bercanda di atas kepala kami. Sepertinya merugi bila terlalu cepat pergi tidur sementara alam masih mengajakmu bercengkerama. Pukul 3 pagi pun rasanya masih terlalu cepat untuk meninggalkan malam bertabur bintang itu. Riung yang begitu dingin di kala malam, jauh dari perkiraan saya tentang daerah pinggir pantai, memaksa saya dan kak Iros berada dalam satu selimut dan tidur dengan satu gaya alias nggak bergerak-gerak lagi biar hangatnya nambah *silahkan tersenyum* hehe. Terima kasih, Rustam, sudah memimjamkan lembaran tenunan sebesar lapangan bola dan tebal itu.


Siap-siap berangkat!


Nirvana Bungalow

Hari kedua #TripToRiung Flobamora Community, mau ke mana kita? Tentunya ke pulau donk! Bangun jam 7, tepatnya dibangunin Etchon dan Ilham, dari kamar kita meluncur ke rumah Rustam untuk ngopi-ngopi, sarapan dan prepare menuju pulau. Bawaan kami lumayan banyak; masker snorkeling, kaki katak, bekal seperti nasi dan ikan mentah, air mineral sebanyaknya. Setelah Rustam selesai mengurus tamu yang juga hendak pergi ke pulau, maka berangkatlah kami dengan berjalan kaki dari Nirvana Bungalow menuju dermaga. Inilah untungnya menginap di Nirvana Bungalow, jaraknya sangat dekat dengan dermaga atau pantai. Karena member Flobamora Community juga merupakan member Pasukan Narsis, jadi ajang foto-foto tidak boleh ketinggalan hahaha. Saya suka dengan jalan masuk menuju dermaga. Sebuah jalanan lurus dengan pohon kelapa berdiri gagah di kanan-kiri nampak seperti pagar alam raksasa. Keren yah.


Menuju Dermaga Riung


Angkat Jangkarnya!

Tiba di pintu masuk teman-teman menghampiri loket karcis dan warung terdekat untuk membeli tambahan air minum sedangkan saya langsung melenggang menuju dermaga. Mana tahan melihat laut begitu biru, langit begitu biru, matahari begitu ramah, pulau-pulau di depan mata. Tuhan, keindahan ini masih terus bikin saya terpukau meski ini bukan pertama kali saya ke Riung. Sudah empat kali tapi rasanya masih sama seperti pertama kali. Oia, dermaga Riung ini waktu pertama kali saya ke tempat ini memang belum dibangun, itu sekitar tahun 90-an, jadi kalo mau naik boat mesti jalan kaki sepanjang beberapa meter menuju boat dengan kaki jalan di lumpur hahaha. Nah, berapakah biaya untuk bisa masuk ke dermaga dan menikmati 17 pulau (kata Rustam sih bukan 17 melainkan 21 pulau bila dihitung dengan pulau-pulau kecil) meski nantinya tak semua pulau dieksplore? Baca di bawah donk ;))

Sewa perahu motor (tapi lebih sering disebut boat) : 300.000 - 350.000
Karcis masuk : 1.500 / orang (10 orang + hitungan untuk boat, jadinya 25.000)
Boat : 10.000/boat (yang disewa).


Bersama Kak Iros

Setelah urusan karcis dan bela-beli air minum selesai, beramai-ramai kami melewati dermaga menuju boat. Dasarnya saya dan kk Iros narsis berat dan tergiur dengan laut biru juga pemandangan indah di depan mata, masih pula kami foto-foto di dermaga berujung pada jatuhnya botol air minum kk Iros ke tepi laut. Hahaha. Kecemplung nih ye. Untung kk Iros ini gesit jadi masih bisa melompat dan naik kembali bersama botol air minum. Satu per satu kita naik boat. Rustam juga ikutan karena dia bakal temani kita snorkeling! Yuhuuu. Semua sudah di atas boat, bertolaklah boat menuju laut lepas. Asyik! Pulau pertama yang akan kita kunjungi adalah Pulau Kelelawar. Di tengah perjalanan bertemu dengan perahu kecil dengan seorang nelayan yang lagi memancing. Wah, langsung terjadi transaksi jual-beli ikan segar di tengah laut. Eh jadi ingat film-film mafia dengan perdagangan narkoba hihihi. Ikan yang dijual juga berharga murah. Hanya denga 10.000 rupiah aja bisa dapat banyak ikan! Ajegile ikan segitu kalo di Ende bisa habis 70-an ribu, bos. Transaksi beres, boat melaju lagi menuju Pulau Kelelawar.


Sungguh Ceria Ya! :D


Nelayannya


Senyum Ceria Kami!

Pulau Kelelawar
Seperti namanya, pulau ini memang menjadi tempat hidup ratusan, mungkin ribuan, kelelawar! Mereka bergelantungan di pohon-pohon dan beterbangan dengan riang gembira.


Pulau Kelelawar yang Fenomenal!


Bersama Rustam

Rustam bahkan menyuarakan bunyi tertentu agar para kelelawar yang biasanya gentayangan di waktu malam ini untuk terbang. Sekitar 15 menit kami berdiam di Pulau Kelelawar untuk mengabadikan banyak momen dan perjalanan dilanjutkan menuju arah timur, berbalik arah.


Any Comment? :p


Pulau Tiga
Ada beberapa pulau berpasir putih yang paling sering dikunjungi. Bila dari arah Pulau Kelelawar, pulau yang langsung terlihat adalah Pulau Rutong. Ada pula Pulau Meja, Pulau Tiga, Pulau Kambing, dan pulau-pulau lainnya. Nah, pulau yang akan menjadi tempat kami ngetem adalah Pulau Tiga. Tumben, biasanya juga Pulau Rutong hahaha. Pulau Tiga punya snorkeling spot yang keren. Demikian kata Rustam. Ketika boat mendekati Pulau Tiga, kira-kira 10 meter dari bibir pantai, mesin boat dimatikan.


Kaki siapa ini? :D


Siap Tour Taman Laut Riung, hahaha


Paus Terdampar

Rustam mengajak saya snorkeling kira-kira sejauh 30 meter menuju titik tempat kami istirahat. Pakai pelampung, pasang masker, pasang kaki katak, terjun ke air. Waduh, rasanya puas bisa nyebur juga setelah ditahan-tahan sejak berangkat tadi hahaha. Bersama Rustam saya menikmati pemandangan indah bawah laut Pulau Tiga. Ya ampun, itu kece sangat! Sulit untuk bisa saya wakilkan dengan beberapa kata saja ;)) Terumbu karang aneka warna dan bentuk tumbuh subur, ikan-ikan bermacam jenis dan ukuran, birunya bintang laut. Sungguh biota laut yang luar biasa bikin betah berlama-lama snorkeling. Tau nggak? Waktu snorkeling itu saya merasa seperti sedang bermain dalam film Finding Nemo. Clown Fish (iye, sering disebut nemo) dengan anemonnya, bikin ngiler dan nyaris saya teriak kalau nggak ingat sedang snorkeling hahaha. Yang kurang dari Finding Nemo a la Riung ini adalah Manta dan Hiu :P amit-amit deh kalo ketemu Hiu. Bisa kejang dan mati sesak nafas duluan sebelum pun Hiu melirik xixixixix. Sayang, nggak ada kamera air jadi nggak bisa mengabadikan keindahan Taman Laut Riung untuk kalian semua, wahai pembaca *ditimpuk pizza*


I'm Free Like a Bird, huh? :p

Dari spot snorkeling kami menepi ke titik istirahat bersama teman-teman. Ada yang sedang mendaki bukit untuk dapat pemandangan yang lebih indah lagi dari ketinggian. Iiihhh saya kan juga pengen *ditampar bolak-balik* hahaha. Rustam dan pemilik boat langsung bikin api dengan bahan-bahan kering yang berserakan di tepi pantai dan siap membakar ikan. Ikannya banyak amat, melimpah ruah bila dimakan 10 orang saja. Sementara ikan dibakar, kk Iros, Ryan, Etchon, Eddie, Ilham, Bastian, ramai-ramai cebur ke laut. Bergantian snorkeling. Ah seru sangat!


Boyband Flobamora Community :p

Ikan sudah matang dibakar, panggilan makan siang pun datang. Nikmat ya makan di pinggir laut apalagi lauknya itu ikan segar yang sama sekali nggak amis. Mengambil dengan porsi banyak pun ikannya masih saja berlebih-lebih. Tuh kan, kalo di Ende mana bisa duit 10.000 atau 20.000 dapat ikan segar dengan jumlah sebanyak ini? Aaaah pokoknya puas-puasin deh makan ikan segar dibakar! Oia, bumbunya dibawa dari Nirvana Bungalow, diracik sendiri sama Rustam. Kata Ryan, "sedhaaaap!" hahaha. Habis makan kita masih bisa cuci mulut sama pisang bekal dari bibinya Ryan yang tinggal di Mbay itu. Hidup ini indah memang bila mau dinikmati ;)) Buat yang sering galau, memang kudu ganti kaca mata deh xixixix.


Ini dia RUSTAM! My bro *kecup basah* haha

Setelah puas nyebur ke air, snorkeling, ketawa ketiwi, foto-foto, makan sekenyangnya, kita pun diajak Rustam kembali ke dermaga Riung tapi sebelumnya mampir di Pulau Rutong dulu. Dalam perjalanan menuju Pulau Rutong, Rustam banyak bercerita tentang spot diving dan snorkeling di sekitar pulau-pulau ini. Tambah ilmu dan informasi deng jadinya. Hebatnya Rustam dan pemilik boat yang saya sebut 'makhluk laut' ini adalah mereka sangat mengenal laut. Ya iyalah, tiap hari kan ke laut hehehe. Tapi bener loh. Waktu mau terjun buat snorkeling di sekitar Pulau Tiga, pemilik boat sempat bilang, "Sabar dulu, arus..." gitu aja dan Rustam hanya mengangguk dan tersenyum. Huduuuh... saya langsung terbayang terseret arus hahaha. Kacau nih otak! Apa gara-gara malam sebelumnya tertindih motor sendiri kali yah? *awas jangan senyum* :p


Di Pulau Rutong. #eaaa


No comment deh ;))


Ajeb toh!? :p

Perjalanan kembali ke dermaga Riung bikin ngantuk. Maklum, posisi lelah main air dan perut kenyang. Efeknya ke mata itu dahsyat loh. Tiba di dermaga kita berjalan kaki kembali ke Nirvana Bungalow. Sempat mampir ke warung buat beli kopi instan. Tiba di Nirvana Bungalow nggak langsung mandi tapi justru cerita-cerita dulu di depan kamar. Santai gitu deh hehehe. Encik yang sama sekali nggak nyebur ke laut bertugas menyeduh kopi untuk kita. Ck ck ck. Btw mandi dan keramas setelah dari laut itu memberi dua efek; segar dan ngantuk. Habis mandi kita kembali ke rumahnya Rustam buat ngopi-ngopi ganteng dan saya memakai Gnote si Ilham buat ngetik beberapa ide yang sudah muncul di kepala. Tapi semua tak berlangsung lama karena Ryan sudah tepar di depan televisi dan satu per satu member Flobamora Community kembali ke kamar. Karena saya kepanasan dan pengen tidur di tempat tidur maha luas seorang diri, maka Rustam mengijinkan kamarnya untuk saya pakai. Aseeeek! *ketawa senang* tidur puas guling sana guling sini sampe ileran hahaha.


Perempuan Ilalang :D

Sore hari setelah satu per satu member bangun, Rustam mengajak kita ke bukit, arah pulang, untuk menikmati kepulauan dari ketinggian bukit. Wadaaah itu si Ilham mengalami sedikit ehek sehingga ibu jari kaki kanannya terluka. Yang sabar ya, dek hahaha. Di puncak bukit ini lah kami bisa menikmati pemandangan pulau-pulau dan lautnya yang seperti kaca.


Bertiga Ini...


Romantis Mistis ;)

Foto-foto? Harus itu. Hukumnya wajib. Bukan untuk membuat kalian iri, tapi untuk mengajak kalian datang ke tempat ini. Sumpah :D Kalau iri mah itu hanya sekadar efek dari perjalanan kami yang seru ini hahaha. Sayangnya langit mendung berat sehingga tak bisa menikmati sunset dari bukit ini. Kata Rustam kalo nggak mendung, panoramanya bakal bikin ngeces seberat-beratnya. Dari bukit kami lantas kembali ke Nirvana Bungalow untuk istirahat.

Bagaimana dengan makan malam? Wah, tuan rumah sangat baik karena tiba-tiba menghilang, tiba-tiba muncul dengan sekantung cumi! Ealah, pesta cumi donk kita. Bumbu diracik dan kita ngobrol di teras belakang. Etchon dan kk Iros sih betah di depan tivi hihihi. Bastian dan Indra (ponakannya pengurus Nirvana Bungalow) bertugas mengupas bawang, saya bertugas menonton sembari ngobrol dengan Ryan dan Rustam hehe. Pukul 8 malam Rustam mulai membakar batok kelapa kering untuk membakar cumi. Aromanya sadhap bener dah! Sekitar pukul 9 malam kita mulai berperang dengan cumi bakar. Serbuuuu! Haiyah ini sungguh nikmat, teman. Meski langit masih mendung tapi segalanya menjadi sempurna dengan cumi ini.


Cumi!

Usai makan malam alias pesta cumi acara kongkow masih dilanjutkan lagi sampe pukul 3 pagi! Wah, ini deh kegemaran kita. Awalnya ngobrol di teras samping rumah Rustam ini ada saya, Rustam, Ryan, Bastian, Indra, pamannya Indra, juga kadang-kadang Ilham, kk Iros, Eddie, Etchon, datang bergabung. Tapi personil tetap hingga pagi menjelang hanya saya, Rustam, Ryan dan Bastian. Ngobrol macam begini memang bikin betah. Rasanya nggak mau berakhir deh. Tapi menjelang pukul 3 alarm di otak saya berbunyi nih, saatnya untuk bergumul dengan kasur. Hehe.

Saya pun masuk ke kamar untuk membiarkan mimpi menyapa. Sayangnya saya kelelahan jadi tidurnya macam kerbau *dilarang menyamakan saya dengan kerbau* :p

Sampai jumpa besok! Masih banyak hal yang mesti dilakukan... pulang ke Ende itu bukan perkara ringan loh.


Bonus, ini pas mo moto kk Iros :D



Wassalam.

Trip To Riung #1

Ende-Mbay Njot-Njotan...

Hahaha sub judulnya nggak banget! Tapi seru tuh judulnya xixixi se-seru perjalanannya. Trip kali ini luar biasa keren!

Trip ke Riung memang merupakan salah satu agenda Flobamora Community di bulan Maret 2012. Setelah batal ke Maumere (untuk beli bibit bakau) gara-gara cuaca memburuk di awal hingga pertengahan Maret, trip ke Riung wajib terlaksana. Apalagi melihat langit cerah luar biasa! Birunya langit bikin tambah nggak betah di rumah.


Menuju Mbay


Mbay Dari Ketinggian

Member Flobamora Community yang bisa ikutan trip ke Riung ini ada saya (tentu), Ilham, Etchon, kk Iros, Bastian, Ryan, Eddie dan Encik. Hari Jumad, bertepatan dengan Nyepi (Jum'at 23 Maret 2012), usai sholat Jumad, berangkatlah kami. Hasil menunggu2, kami baru berangkat pukul 3 sore. Wow hahaha nekat! Arah Barat, kami datang!

Sebelum Riung tentu kita harus ke Mbay dulu. Sebelum Mbay, chek point pertama adalah Aigela. Naaah perjalanan dari Ende hingga Nangapanda semua masih mulus lancar jaya, lewat Nangaroro hingga ke Aigela jalanan mulai njot-njotan naujubileh. Debu beterbangan, lobang sana sini, jalanan padat! Jam 5-an gitu tiba juga di Aigela. Aigela merupakan lokasi percabangan Ende, arah Bajawa dan Mbay. Setelah makan jagung di Aigela kita pun 'turun' ke Mbay. Noted : di Aigela nggak ada kamar mandi yang berfungsi dengan baik, nggak ada airnya, padahal ini tempat pemberhentian atau istirahat loh. Penduduknya pun nggak ngasih kita ijin pakai kamar mandi. Tahan dulu deh!


I'm Like a Bird


I'm Not a Photografer :p


The Woman Behind Ilalang


Boyband Korea? :D

Jalanan menuju Mbay ini luar biasa mulus kinclong! Mau deh Ende punya jalan macam begini. Kelok kanan kiri selama hampir 1 jam dengan kecepatan tinggi, akhirnyaaaaa pemandangan Mbay pun terlihat! Mamatua pasti iri deh xixixixi ;)) Dan karena kami ini narsis akut, foto-foto wajib donk di spot sebelum masuk kota Mbay. Letaknya Mbay ini macam kuali kalo kita lihatnya dari atas. Aksi foto-foto narsis memang makan waktu tapi puas. Kalo mau ikutan hasrat, bisa lama banget dan nyampe Riungnya kapan coba? Hihihi.


Bersama Ryan

Tiba di Mbay langsung nyari pom-bensin. Ryan ngisi bensin kita yang lain pakai kamar mandinya hehe. Habis dari ngisi bensin kita pergi dulu ke rumah bibinya Ryan buat rehat sejenak dan ngopi-ngopi. Pas juga waktu Maghrib jadi yang muslim bisa sholat dulu *lirik Ilham dan sarungnya* ;)) Yaaah ngopi-ngopi barang 30 menit semua memutuskan untuk makan malam dulu karena toh nyampe Riung udah pasti malam juga. Waktu mau pergi nyari warung pilihan Ilham, eeh ban motor Etchon gembos. Ayooo cari bengkel. Alhamdulillah nemu bengkel yang hampir tutup. Pemilik bengkel baik banget mau gantiin ban dalam motornya Etchon sekalian kencengin rantai motornya saya. Beres, mari cari makan!


Tambal Ban :D


Makan Malam dengan Nasi Membludag! Hihi

Warung makannya milik orang Jawa, bersih daan ada yang jualan gorengan di depannya. Yuhuuu. Etchon dan Encik yang milih gorengan, saya bakso, yang lain ada yang nasi ikan ama nasi sate soto. Noted : makan du warung di Mbay itu nasinya kayak Gunung Kelimutu yah ;)) tinggi banget hahaha. Dari nasi yang dibagi-bagi lagi bisa nyampe 2 bungkus besar nasi! Mberaka ejaaaa. Hahaha.

Tepat pukul 8 malam kami bertolak ke Riung. Sebenarnya dekat, tapi karena pada awal2 itu jalannya sangat hancur, waktu kita terbuang 45 menit terombang-ambing di jalan itu. Tapi setelahnya, itu jalan luar biasa mulus, kinclong, kilat! Asyik banget sama Bas sampe 80km/jam. Hehe. Dan karena saking senangnya sama jalan itu, begitu udah mau nyampe Riung saya sempat terseret dua detik dan jatuh -_- gara-gara mau nyalip bapak-bapak yang pulang melaut. Tapi jatuhnya asyik dan bikin ngakak tengah malam huahahaha. Duuuh lucu kali itu jatuhnya. Pengalaman! Eh itu enak banget motornya malah nindih saya *tampar motor bolak-balik*
Noted : jangan nyalip jendaraan di jalan berpasir xixixixi ;))


Tiba di Riung, rumahnya Rustam

Kita tiba di Riung jam 10 malam disambut langit terang bertabur bintang. Saya selalu merindukan langit Riung dari masa ke masa #eaaa :D


Tepar... Bokong sakit habis jatuh :p

Nirvana Bungalow adalah tempat nginap kami. Tapi karena yang punya adalah sohib sendiri otomatis gretong hahaha. Rustam, pemilik Nirvana Bungalow, adalah sohib masa SMA saya dan Ryan. Awalnya saya pikir kita bakal tidur di rumahnya, eeh ternyata kita dikasih kamar. Alhamdulillah yah? Xixixi. Puas mandi-mandi kita memilih untuk tidur. Besok agendanya padat! Oia, Rustam sendiri udah hubungi pemilik perahu motor dan udah nyiapin alat snorkeling. Sementara itu untuk bekal, nasi udah dimasak dan ikan segar udah disiapin.


Di depan kamar 7, Nirvana Bungalow

Well, ready to rock our next day, #TripToRiung hehehe.

Last Noted : nggak nyangka kan daerah pantai macam Riung itu kalo malam ternyata dingin? Hmmm pinjam selimutnya Rustam and ngajak kk Iros bobo bertiga dengan Encik juga supaya anget. Manjurrrr! Kita tertidur pulas. Tapi kk Iros ini memang sekretaris Flobamora Community yang paling oke deh... Udah mau lelap pun masih aja ngomongin rencana diskusi FC nanti di bulan April bareng Internetsehat! Huahahah.

Bagaimanakah kisah kami mengexplore Kepulauan Riung? Tunggu yaaa di Trip To Riung #2 hehehe.

Wassalam.