Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Tuesday, July 24, 2012

Nguli + …? = Semangat


Hi there! Lagi pengen rajin posting nih :D

Coba deh lihat judul postingan baik-baik. Yup, nguli + …? = Semangat. Ini sih pengalaman pribadi *bukan curcol*

Saya bekerja Senin hingga Sabtu, dari jam 8 hingga 1.30. Setiap pekerjaan pasti ada suka dukanya. Setiap system waktu kerja juga pasti ada kelebihan dan kekurangannya.

8 to 1.30 artinya saya punya banyak waktu luang bersama keluarga. It’s very important to have much quality time with family. With my mom and Indra (my nephew). Tapi sekarang Indra udah di Jogja sehingga quality time tinggal saya berdua mamatua. Hiks. Kadang saya menghabiskan siang hingga sore dengan tidur panjang, menulis, menonton film dan pergi ke medan perang, big war antara plant vs zombie. Haha. Malam hari masih bisa siapin perlengkapan kerja besok. Hari Minggu adalah hari leyeh-leyeh. Much time! Much time!

8 to 5 artinya anda (bukan saya, karena saya tidak berada dalam sistem 8 to 5) pergi pagi dan pulang sore. Tiba di rumah tubuh sudah aus duluan. Mandi, nonton (mungkin?) dan tidur. Sebagian kuli pada sistem ini masih menyempatkan sedikit waktu bersama keluarga. Karena kerja rodi dari Senin hingga Jumat akhirnya pada Sabtu dan Minggu anda memilih untuk molor. Haha. Ini sih teori saya. Yang tidak setuju, harap hengkang dari blog ini *dijitak*

Kesimpulannya adalah setiap orang Indonesia mestinya bekerja dari Senin hingga Jumat, pada sistem 8 to 1.30 saja. Yipieee *nari-nari*. I wish! Lebih efisien kayaknya. Efisien untuk manusia pemalas macam saya ;))

Setiap hari kita bekerja disertai mood berbeda-beda. Kadang dari rumah semangat 45, tiba di kantor semangat yang 45 itu turun drastis sampai 5 saja. Mata 5 watt hehe. Kadang hari ini kita berapi-api mengerjakan segala sesuatunya, besok malah pengen angkat kaki ke atas meja kerja dan berharap ada televisi + dvd terbaru dalam ruang kerja + popcorn. Begitulah kita manusia. Begitulah saya si pemalas.
Suatu hari saya mengkopi banyak file dari Etchon *ngikik* dan salah satu foldernya bernama ‘Cher Lloyd’. Keesokan harinya waktu saya sedang dilanda kantuk tiada dua, saat mata saya memfatamorgana meja kerja sebagai kasur empuk, saya mengklik Cher Lloyd. Apa yang terjadi saudara-saudara? Apakah gelas-gelas kotor bekas kopi berubah kinclong seketika? Atau apakah laci meja saya mendadak ambrol karena kebanyakan snack dan bolpoin? Tidak saudara-saudara. Yang terjadi adalah jiwa saya seperti diinfus :D

10 lagu pembooster semangat. Yang paling saya suka? Semuanya! Grow Up sangat keren dinyanyikan bareng Busta Rhymes. Want You Back juga keren. Dub On The Track, Beautiful People, Swagger Jagger, Over the Moon … semuanya kece! Begitu dengar mata saya langsung menyala, bung. Tidak percaya? Buktikan saja sendiri.

Saya memang tidak mereview penyanyi muda ini, atau albumnya, saya hanya pengen bagi-bagi pengalaman *bukan curcol* bahwa saat semangat kerja kau menurun coba deh dengerin Cher Lloyd dengan tembang-tembang upbeat-nya. Fantastis!

Yuk mari ;))


Wassalam.

Monday, July 23, 2012

Irisan 4; FGD2012 by Internetsehat


Internetsehat kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Tahun 2011 FGD dilaksanakan hanya sehari bertempat di Hotel Haris, Tebet, Jakarta. Hasil FGD2011 adalah rumusan Kode Etik Online. Penting. Banget. Menurut saya Kode Etik Online itu wajib dibaca dan diamalkan dalam kehidupan se-online-online. Kode Etik Online tidak hanya berlaku untuk para blogger melainkan untuk semua onliners. Think before posting. Kalian yang ber-Facebook jangan sembarangan memaki di wall orang lain karena bisa berakibat buruk untuk diri kalian sendiri. Apalagi dengar kabar Facebook bakal membantu siapa pun yang telah dirugikan nama baiknya di media sosial itu *mesti nyari informasi lagi untuk membicarakan hal ini*

Dalam goodiebag FGD2011 peserta juga mendapatkan video linimassa. Video yang memberi banyak inspirasi kepada penontonnya. Misalnya kekuatan blogger ketika ibu Prita dinyatakan bersalah dalam pencemaran nama baik sebuah rumah sakit. Atau tentang mas Harry, seorang tukang becak di Jogja, yang menggunakan Facebook secara cerdik untuk humas dan orderan usaha becaknya. Atau tentang gerakan Blood For Life oleh mbak Silly—dengan kekuatan media sosial seperti Twitter, Blood For Life telah membantu banyak manusia yang membutuhkan darah. See? Kita bisa memafaatkan media sosial untuk hal-hal yang baik. Tidak selamanya internet memberi dampak buruk seperti yang ditakutkan orang-berpikir-picik di masa lampau.

FGD 2012 dilaksanakan selama 3 hari. Dimulai tanggal 6 – 8 Juli 2012. Tiga hari kegiatan, FGD-nya dilaksanakan pada hari kedua yaitu pada tanggal 7 Juli 2012. Lokasi kegiatan kali ini ada dua yaitu House of Eva dan IDC. Cerita lengkap tentang FGD 2012 dapat dibaca di website Flobamora Community. Yang menurut saya paling melengking dari FGD 2012 adalah video linimassa 2. Video ini ditonton oleh semua peserta FGD pada hari pertama yaitu 6 Juli 2012 di House of Eva, tempat peserta menginap.

Dalam video linimassa 2 kita menemukan banyak hal menarik yang terjadi di sekitar kita tentang pemanfaatan teknologi untuk saling memberi informasi. Bagaimana masyarakat dapat tetap berinformasi dan berekspresi dengan infrastruktur yang minim. Sesi pertama video linimassa 2 adalah tentang Almascatie, dari Arumbai (Komunitas Blogger Ambon-Maluku). Bagaimana Almas dan teman-teman di Ambon meluruskan berita-berita yang terlalu berlebihan oleh media mainstream. Contohnya : berita kerusuhan di Ambon ternyata tidak seheboh yang digembar-gemborkan oleh media mainstream. Lewat media sosial, Almas dan teman-teman membantahnya. Ada pula kisah mbak Ayu Oktariani (Ayu Mori) yang diserang HIV tapi hidup normal. Pandangan masyarakat tentang HIV dan AIDS atau tentang ODHA memang mesti diluruskan. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya jelaskan satu per satu di sini. Intinya kita sebagai masyarakat seharusnya dapat memberi informasi yang benar dan akurat tentang kejadian di daerah kita, bukannya bergantung pada media mainstream. Kita lebih pure, karena tidak terbebani hal-hal tertentu yang ‘sesuatu’ gitu. Hehe. Tentu media yang bisa kita gunakan sangat bayak! Blog, Twitter, Facebook, Plurk, dan media-media lain di internet. Gratis. Bahkan radio pun bisa. Kita bisa kok.

Jadi itu dia laporan *tsah* kegiatan FGD 2012 kemarin di House of Eva dan IDC, Jakarta. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat yang luar biasa kepada peserta. Dan semoga peserta tak lupa untuk berbagi ilmu ini kepada teman-teman di komunitasnya. Itu point pentingnya, teman.

Sampai jumpa di lain kesempatan! ;))



Wassalam.

Irisan 3; Bertahan Satu Damri


Waktu mau nulis ini kuping saya seperti mendengar lagu CINTA-nya d’Bagindas. Well, mari kita sepakati saja judulnya Bertahan Satu Damri. Saya sangat menyukai Damri karena itulah satu-satunya transportasi nyaman, menurut saya, dari Soeta ke kota. Ada sih taxi tapi selama kita bisa berhemat kenapa harus boros? Haha. Kadang-kadang saya naik taxi, kadang-kadang naik Damri, tergantung pilihan ganda-nya aja *kayak ujian*

Kemarin, kemarin yang enggan saya tuliskan date-nya, saya tiba di Soeta sudah malam. Pukul 10. Sudah malam ya itu. Untungnya Damri ada dan tersedia dari Soeta ke kota hingga pukul 12. Sudah pagi ya itu. Sialnya Damri ada dan tersedia dari kota ke Soeta hanya sampai pukul 9. Iya, 9 malam. Sebelum kita terjebak dalam lingkaran kalimat tidak jelas ini, saya mau bilang terima kasih untuk Damri. Banyak orang yang sudah kau tolong, Dam. Hehe. Orang butuh Damri untuk keluar dari Kerajaan Soeta untuk memperoleh lebih banyak pilihan praktis di kota; mikrolet, kopaja, ojek, taxi, bahkan bajaj.

Kalau ada yang nanya pilihan saya untuk keluar dari Soeta itu apa, jawaban saya ya Damri. Ketika mereka mengeluarkan pekik ketakutan dan lain-lainnya soal crime world, saya hanya bisa tertawa. Kejahatan bisa terjadi di mana saja, kapan saja, tanpa aba-aba. Tinggal kitanya saja yang mesti pintar mengantisipasi. Mudah kok.

#okesip
Tulisan yang aneh bin ganjil.



Wassalam.

Tuesday, July 17, 2012

Irisan 2; Kenapa Kita Tidak Sabar?


Kenapa kita tidak sabar? Tidak sabar-an. Entah. Mungkin karena manusia ya, jadi manusia aja gitu kalau tidak sabaran.
Hanya mau cerita tentang sebuah pesawat yang terlambat datang. Calon penumpang sudah menunggu dengan gelisah. Akhirnya ketika pesawat itu touch down, terdengar pengumuman, “Pesawat Nganu telah mendarat di Bandara Ngini.”
Okay, pesawatnya finaly touch down. Tapi kenapa orang-orang pada bangun dan ngantri di gate? Bukannya masih lama itu? Kenapa juga mengantrinya kayak orang kesurupan? Bukannya setiap orang telah mendapatkan nomor seat yang menjadi hak-nya di dalam pesawat?
Saya cengo.
Sampai tigapuluh menit kemudian orang-orang itu pun letih berdiri dan kembali duduk. Wah, siapa yang salah di sini? Jelas-jelas yang ngasih pengumuman belum menyuarakan boarding.
Saya juga termasuk orang yang tidak sabaran. Tapi ternyata ada orang yang lebih tidak sabaran dari saya. Okay deh *a la Bang Indobrad* xixixixi ;))


Wassalam.

Monday, July 16, 2012

Kenapa Kita Selalu Panik?



Iya yah, kenapa kita selalu panik?

Okay, panik memang perlu apalagi ketika usia kamu di atas 30 dan belum ada seorang laki-laki pun yang nembak #eaaa ini maksudnya apa ya? Yang jelas bukan iklan terselubung. Saya sendiri juga sering kok panik, tapi nggak lebay *membela diri*. Tapi benar loh, saya sering bertemu dengan orang-orang yang mengalami kepanikan berlebihan. Kalau kata saya pribadi, paniknya nggak banget! Kenapa sih harus panik dengan gaya lebay begitu? Karena kalau nggak lebay, bukan panik namanya. Yeeee nanya ndiri jawab ndiri.

Hari itu saya harus merelakan diri menunggu sebuah pesawat yang delay hampir dua jam. Baiklah, pilihan tidak banyak, artinya kita harus bersabar. Di ruang tunggu sudah banyak calon penumpang dengan bermacam mimik wajah dan aroma. Tak lama kemudian pengumuman pesawat datang pun terdengar. Akhirnya! Dalam hati saya berharap tidak ketinggalan pesawat lanjutan. Yess, beda pesawat, beda maskapai.

Di Ende biasanya itu pesawat touch down di macam-macam titik. Ada yang di bibir landasan ada pula di ¼ bandara. Pesawat yang satu ini mendarat tepat di tengah landasan dan itu menimbulkan kepanikan calon penumpang yang langsung teriak, “pesawat TABRAK!”

Saya syok.

Ini kenapa ya pada panik begini? Kenapa nggak bisa yaaa sabar gitu nungguin pesawatnya balik dari ujung sono … kesel jadinya.

“Itu orang-orang su kepana tu, ade? Macam ke panik sa!” keluh seorang ibu di samping saya.

“Ehehehe …” ember! Emang lagi panik banget tuh orang-orang.

Hanya bisa terkekeh. Beberapa menit kemudian ketika melihat wujud pesawat muncul, The Panicers langsung duduk kembali dengan wajah memerah. Oh gitu yah. Setelah menimbulkan kepanikan terhadap orang lain terus bisa duduk dengan santai begitu. Padahal jantung saya sudah hampir copot tadi, tahu!

Saya termasuk orang yang juga cepat panik. Misalnya dulu ada angin ribut disertai hujan, saya panik bukan kepalang sementara mamatua santai aja milin tasbih. Saya juga panik banget waktu ada yang tanya, “kapan nyusul?” ketika saya menerima undangan pernikahan. Well, kita manusia dan wajar bila panik tapi mungkin sebaiknya nggak panik-panik amat gitu. Hehehehe. Ehek … ini catatan untuk diri saya sendiri.


Wassalam.

Payah

Teman, saya terpaksa bilang payah -_-!
Melupakan flashdisk padahal seharusnya ada banyak postingan, yang tersimpan di flashdisk, yang harus saya update siang ini. Menjengkelkan sekali.

Payaaaaaah ...

*otak saya sedang eror*


Wassalam.

Monday, July 02, 2012

Penggajawa Beach


Hayo tebak, siapa ini? ;)

Hai! Hari Minggu kemarin ke mana? Dari pada duduk bengong di rumah nggak ada kerjaan, atau kerjaan sudah selesai dan akhirnya bengong, kita jalan-jalan yuk! Ide jalan-jalan ini dicetus oleh Fauwzya, The Meggy Z, yang konon ingin mengajak saudari sepupunya mengenal tempat-tempat wisata di Ende. FYI; Aninda bukan penduduk Ende melainkan penduduk Semarang oleh karenanya mari kita kenalkan Ende pada Si Orang Baru.

Batu Penggajawa tak selamanya hijau ...

Rencana awal, sasaran kami adalah Danau Kelimutu. Lagi!? Oh My God! Udara dingin menggagalkan rencana jalan-jalan ke Danau Kelimutu. Tahu nggak sih Ende tuh lagi dingin banget? Subuh-subuh nge-bike ke Danau Kelimutu adalah ide yang mengerikan. Kita bisa beku di jalan. Hahaha. Walhasil salah satu pantai di Kabupaten Ende lah yang jadi sasaran. Dan pantai yang kita pilih adalah Pantai Penggajawa. Kenapa Pantai Penggajawa? Karena pantai itu lah yang sepertinya belum pernah kami kunjungi. Kami = Flobamora Community. Sekalian bisa menulis tentang suasana di sana.

 Petani/Penambang Batu. Mereka gigih demi sesuap nasi :)

Pantai Penggajawa berada di garis Pantai Selatan Pulau Flores, masih dalam wilayah Kabupaten Ende, tepatnya di Kecamatan Nangapanda. Jarak dari pusat Kota Ende kira-kira 30 kilometer sedangkan jarak dari pusat kota Nangapanda sekitar 1 kilometer. Naik apa kami ke sana? Well, karena tidak ada transportasi udara antara Ende – Nangapanda akhirnya Flobamora Community back to basic; bike! Bikers Flobamora Community luar biasa taat loooh. Kami selalu mengenakan helem ketika bepergian. Bahkan tidur pun pakai helem (kebayang udara dingin; tidur pakai celana panjang, jaket, kaos kaki, kaos tangan, syal … yang kurang hanya helem. Haha!) *lebaynisasi*

Siapa-siapa saja yang nekat berangkat kemarin siang? Imel—mom Imel sudah nongkrong di rumah saya sejak jam 9 pagi, T—saya, Z, Eddie, Sherif, Aninda—the guess star, Yery, Anita, Nando, Yano, Enol dan seorang fotografer lagi yang saya lupa namanya. Hehe. Sebelum berangkat masing-masing kami membeli bekal makan siang. Nggak boleh ada cerita member Flobamora Community terkapar di pantai karena kekurangan gizi. Hiks.

Ini namanya Aninda -- kesalahan nama, maafkan ya hahaha.

Perjalanan santai dari Ende menuju Pantai Penggajawa memakan waktu sekitar 1 jam. Bila roh Rosi menyurupi bisa lah hanya 30 menit ;)) menit ke 31 masuk UGD. Kalian harus tahu bahwa jalan antar Kabupaten di Pulau Flores ini bervariasi. Jalur Barat didominasi oleh tebing di kanan dan laut di kiri (berbalik arah maka posisi tebing dan laut pun berpindah :p). Jalur Timur didominasi oleh tebing di kanan dan jurang-hutan di kiri (berbalik arah maka posisi tebing dan jurang-hutan berpindah :p).
 
The Stones

Kami tiba di Penggajawa saat matahari sudah tinggi. Pemandangan utama adalah laut, pantai, pasir hitam dan bebatuan! Iya, ini yang mau saya ceritakan. Penggajawa justru terkenal dengan Batu Alam Penggajawa atau Batu Hijau. Batu-batu tersebut tidak pernah habis sejak jaman Dinosaurus meski tiap hari para petani/penambang batu terus mengambil, mengumpulkan, untuk dijual. Meski disebut Batu Hijau, batu-batu di Penggajawa tidak semuanya hijau. Warnanya bervariasi ; hijau, biru muda, putih cokelat, putih susu, dan lain-lain. Banyak manfaat batu Penggajawa salah satunya dimanfaatkan tukang bangunan untuk menghias dinding atau taman. Konon batu-batu ini juga dikirim ke luar Pulau Flores. Beberapa orang menggunakan batu ini sebagai pemanis pot bunga berbahan semen+pasir.






 
Karena member Flobamora Community rata-rata pada narsis jadi jangan heran bila akhirnya sesi foto-foto berlangsung lebih lama … eh … bukannya itu memang tujuan utama kami jalan-jalan? Untuk menghasilkan sebanyak-banyaknya foto, untuk dipamerkan, untuk mengenalkan Ende pada khalayak :D hahaha *dikemplang* Btw ternyata tuntutan perut itu mengalahkah segalanya yaaa karena sesi pemotretan itu harus diinterupsi oleh aksi makan siang bersama hahahaha.

Pulang dari Penggajawa sudah sekitar pukul 3 sore, kudu ngebut nih soalnya ada teman-teman yang harus pergi ke Gereja *lirik mom Imel*. Masih sempat pun foto-foto Bikers di salah satu titik kelokan yang indah banget pantainya.
Biker's Girls


Well, sampai jumpa di cerita berikutnya ya! :)


Wassalam.