Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Sunday, December 29, 2013

#OurCousticNight

Gambar ini diambil dari Google.

Suatu malam saya dan Vicky terlibat obrolan tentang malam akhir tahun. Biasanya di kota kami malam akhir tahun dirayakan dengan joged-joged sampai pagi (istilahnya cungkil matahari), dan fireworks sampai kota terlihat seperti diselubungi asap hehehe, kadang juga orang minum-minum sampai teler. Vicky melempar ide tentang malam akustikan di mana kami bermain musik untuk kami sendiri. Istilahnya sih "Dari Kita Untuk Kita". Ide cemerlang itu saya sambut dengan riang gembira karena sudah lama juga ingin bikin event selow seperti itu tapi belum ketemu momen yang tepat.

Tahun baru kali ini Insya Allah akan ada yang berbeda. Nama acara kami adalah #OurCousticNight. Kami akan tampil di hadapan teman-teman kalangan sediri, karena konsepnya pun indoor. Apa saja yang akan disajikan? Musik akustik, itu terutama, karena judulnya #OurCousticNight. Tetapi kemudian kami kepikiran kenapa tidak sekalian dibarengi dengan pembacaan puisi oleh teman-teman berbakat kami?

Jadilah #OurCousticNight akan menampilkan :

MUSIK AKUSTIK : gitar, biola, kajun.

PUISI : ada pula yang dimusikalisasi.

NONGKRONG : ngopi-ngopi sampai bingung hahaha.

Aturannya sangat mudah : no alcohol, no drugs, no teler-man. Kita bermain sehat saja, teman. Sudah bosan lihat orang mabuk sempoyongan, ngomong tidak jelas, mengumpat sembarangan, dan maunya mengajak berkelahi saja. 

Siapa-siapa yang akan tampil? Sudah ada beberapa teman yang mendaftar seperti Vicky (pastinya), Sandra Sudargo (biola), Djho Izmail (puisi), Telly Rohy (puisi), Wangge_i (musik), Reezal Flores Interisti (gitar), Tityn Mbele (puisi), Eddieson Djea (puisi), dan saya sendiri mungkin akan melucu di akhir tahun huehehehe. Ya, saya lebih suka bergerak di balik layar saja, menyiapkan tempat, soundsystem, dan kopi asli Ende!

Pertanyaannya adalah apakah orang lain boleh ikutan tampil? Boleh! Syaratnya hanya dua. Pertama : berani tampil. Kedua : berani menonton. Karena ini adalah "Dari Kita Untuk Kita", jadi yang menonton adalah orang-orang yang juga akan menampilkan atraksi mereka baik itu musik maupun puisi. Lantas bagaimana prosedurnya untuk bisa tampil? Cukup kirimkan SMS dengan nama jelas dan jenis atraksi ke nomor HP berikut ini : 085239014948. Anda akan didaftarkan. Karena tempatnya terbatas, jadi mohon segera kirimkan SMS ke kami ya, teman. Ditunggu selalu.

#OurCousticNight ... Dari Kita Untuk Kita.


Wassalam.

34



Anda mungkin bertanya, siapa itu Brenden Gleeson? Begitu juga saya hingga sampai saya melihat fotonya. Ia adalah salah satu aktor yang sering Anda lihat sebelumnya, tapi tidak ingat film apa. Brendan Gleeson berusia 34 tahun ketika mendapatkan pekerjaan sebagai aktor full time (dia telah berakting sejak masih remaja). Sebelumnya ia pernah bertugas di pelayanan kesehatan selama dua tahun, dan menghabiskan satu dekade sebagai guru bahasa Irlandia dan Inggris. Gleeson sering mendapat peran kecil dalam film, termasuk beberapa yang kita kenal seperti Braveheart, Mission: Impossible 2, Artificial Intelligence: AI, Gangs of NY, dan Troy. Tapi, penggemar Harry Potter akan selalu mengenangnya sebagai Alastor "Mad Eye" Moody. Ia meraih penghargaan di Irlandia untuk aktingnya selama ini. Usianya 34 tahun ketika sukses menghampiri hidupnya.
[Taken From Here

Saya tidak berharap harus sukses di usia 34 karena bagi saya sukses itu datang setiap hari ketika kita dapat memberi sesuatu, sekecil apa pun itu. 

Dear God ... bla bla bla, iya yang itu bla bla bla. Ya semoga bla bla bla ya, Allah. Bla bla bla, terus bla bla bla. Amen.

Oke, sudah selesai berdo'a ;))


Wassalam.

Friday, December 27, 2013

Back to December



Mungkin ada yang bilang : harusnya tulisan ini diposting di awal Bulan Desember. Mohon maklumi, dengan begitu banyak pekerjaan dan kesibukan lain saya baru sempat, dan mulai rajin, posting sekarang. Mumpung libur panjang sampai tanggal 6 Januari 2014 nanti. Hehehehe.

Saya selalu menyukai Bulan Desember. Okay, sangat keterlaluan bila saya bilang tidak menyukai bulan-bulan lainnya. Saya suka semua bulan dalam setahun, tetapi Desember selalu memberi arti khusus. 

Sebagai bulan penutup, Desember menjadi titik refleksi (ini kayak pijit gitu :p) apa yang telah kita lakukan selama setahun. Apakah semua cita-cita telah terwujud? Apakah kegagalan kita jadikan pematah semangat atau justru cambuk agar tidak berhenti berusaha? Apakah ada yang perlu diperbaiki, dari tingkah laku misalnya, selama setahun terakhir yang ujungnya di Bulan Desember? Ya, memikirkan kembali, mengevaluasi, kemudian membuat wishlist baru untuk tahun yang akan datang. Itu semua terjadi di Bulan Desember. Teori pribadi? Iya. Saya selalu menulis teori pribadi yang artinya teori ini cocok untuk saya tapi belum tentu cocok untuk Anda sekalian.

*sambil mendengarkan Back To December milik Taylor Swift, terus kaget gara-gara ada yang main petasan di malam sunyi*

Biasanya kalau memasuki Bulan Desember, saya akan menulis : 

Pertama : Daftar rumah keluarga, teman, tetangga yang merayakan Natal.
Karena kami datang dari keluarga multi-agama *tsah*, dan karena Mamatua sudah tidak diperbolehkan jalan-jalan terlalu lama, maka saya bertugas menggantikan beliau (biasanya sih pergi berdua) pergi ke rumah adik-adiknya Mamatua dan kaum kerabat. Kemudian saya akan pergi ke rumah teman-teman kantor, teman-teman komunitas Flobamora Community, teman-teman kuliah, dan teman-teman lainnya. Wow, banyak sekali. Dan karena pada tanggal 25 Desember kemarin hujannya gila-gilaan, semua jadwal tanggal 25 Desember itu dipindah ke tanggal 26 Desember. Bayangkan, saya keluar dari rumah pukul 08.00 dan baru pulang pukul 17.00 hahaha. Itu pun saya keluar lagi pukul 19.00 dan kembali ke rumah pukul 22.00 ugh wow. Capeknya tidak bisa dikira-kira lagi deh hahaha. Tapi puas, karena silaturahminya itu yang penting. Fyi : Saat Idul Fitri, mereka datang ke rumah saya, duduk bercanda sampai saya tidak ijinkan pulang. Dan dengan bahagia saya mencoret satu per satu daftar nama orang-orang yang telah saya kunjungi agar tidak terjadi datang kedua kali (aneh kalau datang dua kali, T :p)
Bagi saya bersilaturahmi sama dengan wisata kuliner, wisata adat, dan wisata budaya. Wisata kuliner : kita akan disuguhi aneka makanan baik itu yang manis maupun yang beraroma bawang putih. Wisata adat : karena saat itu lah kita akan lebih paham tentang bagaimana kaum muda menghormati orang yang lebih tua (jadi kalau mau bersilaturahmi kudunya ke rumah adik-adiknya Mamatua terlebih dahulu baru ke rumah para sepupu). Wisata budaya : kita akan tahu ketika pergi ke rumah teman yang berdarah Sabu (Pulau Sabu) maka salamannya adalah CIOM IDONG ;)) bukan cipika-cipiki.

Kedua : Daftar kegiatan selama setahun yang kira-kira begitu WOW bagi saya.
Misalnya apa sih yang paling wow bagi saya selama setahun ini? Kalau terlalu banyak, saya batasi sampai 10. Dan tiga teratas dari 2013 bagi saya adalah
1. #1MugBeras Untuk #Rokatenda.
2. Menjadi sutradara #Linimassa3
3. Dapat beasiswa untuk kuliah lagi di F.Hukum, Uniflor.
Bila mau saya tulis semua, 10 saja kurang hahaha. Misalnya saya pernah diminta menggantikan Bapak Lo untuk mengajar tentang Kreatifitas kepada dua kelas mahasiswa. Atau saya juga bisa tambahkan begitu banyak pelatihan blog yang dilakukan sepanjang tahun ini. Ah banyak banyak banyak! Dan itu akan masuk pada postingan berbeda hahahaha.

Ketiga : Wishlist for the next year.
Ini nih yang biasanya saya rahasiakan. Termasuk dapat laki? Hoalaaaah malah dibuka di sini hahahahaha. Pertanyaan-pertanyaan itu sungguh menohok jantung hahahaha. Tapi yang jelas wishlist for the next year saya salah satunya adalah menikah dengan Ryan Gosling. Booo!

Keempat : Daftar orang-orang yang lahir Bulan Desember, apalagi yang lahir tanggal 29 Desember.
Hmmm ternyata banyak juga yang lahir tanggal 29 Desember : Abang Pe'a, Ariex Pratama, Ahimsah, Denysri, juga si Polly Pake. Dan lebih banyak lagi teman-teman saya, teman dekat, yang lahir di Bulan Desember seperti Dicky Senda dan Sandra Frans.

Yah, Desember. Bulan terakhir, bulan refleksi (kali ini benar-benar terdengar seperti panti pijit), bulan kita merenungkan banyak hal juga merencanakan banyak hal. Terwujud atau tidak, kita harus siap.

Bagaimana dengan kalian?


Wassalam.

Thursday, December 26, 2013

Waiting On The World To Change



Me and all my friends
We're all misunderstood
They say we stand for nothing
And there's no way we ever could

Now we see everything that's going wrong
With the world and those who lead it
We just feel like we don't have the means
To rise above and beat it

So we keep waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
It's hard to beat the system
When we're standing at a distance
So we keep waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change

Now if we had the power
To bring our neighbors home from war
They would have never missed a Christmas
No more ribbons on their door

And when you trust your television
What you get is what you got
Cause when they own the information
Oh, they can bend it all they want

That's why we're waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change

It's not that we don't care
We just know that the fight ain't fair

So we keep on waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
And we're still waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change

One day our generation
Is gonna rule the population

So we keep on waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
No, we keep on waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
We keep on waiting
(Waiting)
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change
Waiting on the world to change
 
:)

Wednesday, December 25, 2013

Selamat Hari Raya Natal


Mamatua dan Tuteh mengucapkan, Selamat Merayakan Hari Raya Natal bagi saudara-saudari yang merayakannya. Salam damai Natal. KelahiranNya di dunia sebagai juru selamat umat manusia, dan semoga kita semua mendapat keberkahan.

Bukan lagi saatnya mempertanyakan, atau memperdebatkan, soal haram dan halal mengucapkan Selamat Natal kepada mereka yang merayakannya. Kalau masih bertanya seperti itu, silahkan Anda kembali ke SD dan belajar lagi tentang Pancasila. Kalau masih bertanya seperti itu, silahkan Anda tinggal di negara yang penduduknya hanya diperbolehkan menganut satu agama saja. Dan, kalau Anda bertanya kepada saya, kenapa saya mengucapkannya? Karena saya ingin mengucapkannya dengan ikhlas, seikhlas kita menerima ajaran tentang hubungan antara manusia dengan manusia dari Allah SWT. Itu saja sih :)

Begitu bahagianya saya lahir dan besar, juga dididik, di Ende. Orangtua saya begitu nasionalis. Ternyata berjiwa nasional itu jauh lebih menyenangkan ketimbang ... ahak ahak. Urusan surga dan neraka, biar menjadi urusan saya dengan Allah SWT. Toh kalau saya masuk neraka, apakah Anda bersedia menarik saya ke surga, bertukar posisi dengan Anda? *bwihik*


Wassalam.

Tuesday, December 24, 2013

Seni Main Petasan



Main petasan juga ada seninya.

Yang pertama :
Mainlah petasan dengan petasan yang bunyinya kecil atau sedang terlebih dahulu, agar kami-kami yang tidak main petasan ini siap jantung terlebih dahulu, agar orangtua dan kakek nenek kami yang sedang sakit, dan adik-adik yang masih bayi, juga siap diri terlebih dahulu. Kemudian, mainlah petasan yang nge-BAAM banget, jadi kuping dan jantung tidak kaget dan mendadak berdebar lebih kencang dari biasanya. Yah, sekadar berbagi seninya main petasan kok huehuehue. Karena Mamatua saya sendiri tidak mempermasalahkan orang main petasan. Ketika saya tanya, "Ma, tidak kaget-kaget?" Mamatua jawab, "Kaget kah, Non. Tapi kan memang sudah waktunya main petasan."

Yang kedua :
Tembaklah petasan ke atap rumah anda sendiri. Seninya, berdiri di depan rumah atau halaman rumah orang lain, lalu tembak petasan ke atap rumah anda. Dijamin, itu lebih seru. Bubuk bekas petasan tidak jatuh ke atap rumah orang lain hehehe. Seni to?

Yang ketiga :
Jangan main petasan kala hujan, nanti anda basah *ngakak*

Selamat main petasan yang berseni *kabur cepat-cepat*


Wassalam.

Thursday, December 12, 2013

Study Tour

Postingan ini draft yang saya tulis waktu berada di Boawae. Gagal dipublikasikan. Maaf, tidak bisa langsung diposting kala itu juga. Koneksinya KO. 

Fakultas Hukum mengadakan study tour di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Sebagai mahasiswa FH saya pun diwajibkan ikutan. Iya dooonk... kan asyik tuh ngetrip lagi hehehe.

Study tour sudah dimulai dari Hari Kamis, 5 Desember 2013 kemarin. Rombongan diberangkatkan pukul 10.00 WITA. Saya sempat meliput tapi tidak ikut berangkat. Baru hari ini saya berangkat ke Boawae. Yah tak apa lah ikutan kegiatan di hari terakhir saja asal berkualitas xixixi. Tadi malam saya sudah finishing materi yang akan saya bawakan di SMAK St. Clemrnts, Boawae.

Tadi pagi saya #SoloTrip dari Ende pukul 07.45 dan tiba di Aigela pukul 09.00, istirahat sebentar untuk ngopi dan menikmati jagung pulut rebus, and then lanjutkan perjalanan yang tinggal seiprit. Alhamdulillah cuaca cerah! Tuhan mengabulkan permintaan manusia :D

Tiba di aula SMAK St. Clements sekitar pukul 10.30 dan para pelajar masih mengikuti ujian. Sambil menunggu teman FH yang bertugas di sekolah itu dan selesainya ujian, saya bantu-bantu beberapa guru membereskan ruangan (mengatur kursi). Sekitar pukul 11.30 acara pun dimulai.

Seminar dibuka oleh Mario, dilanjutkan dengan perkenalan. Dan saya membawakan materi pertama yaitu "Remaja dan Internet". Seperti biasa saya tidak mau suasana mencekam hahaha jadi terlemparlah joke ringan yang bikin audiens terpingkal-pingkal. Boawae, sebuah kecamatan di ketinggian, rata-rata kaum mudanya mengenal internet dan semoga menggunakannya dengan baik. Saya senang antusiasme audiens terhadap materi saya. Setelah saya giliran Heroes membawakan materi tentang Kenakalan Remaja dan Narkoba.

Usai 2 materi tersebut diberikan kesempatan tanya jawab. Ini seruuuu karena ternyata anak-anak itu melontar pertanyaan yang menurut saya bukan pertanyaan asal-asalan hehehe. Menyenangkan bisa menjawab semua pertanyaan mereka dan melihat wajah ouas mereka.

Usai tanya jawab dilanjutkan dengan promo fakultas oleh Pak Hendrik Haipon, dosen FH. Kemudian masih ada tanya jawab, doa penutup, dan snack bersama bapak ibu guru. Saya suka sekali apa yang terjadi hari ini.

Saya masih ngobrol dan bercanda dengan Mario, Alcha, dan Akim... trus datang si Sam, Ocha, Merlyn, Effi. Trus saya cari tempat lunch. Rumah makan makanan khas Jawa. Bareng Alcha dan Akim. Selesai makan kami pergi ke Kantor Kecamatan Boawae, melewati gereja beratao biru yang keren sekali! Sayang belum sempat foto soalnya tadi itu gerimis. Alcha dan Akim bertahan di Kantor Kecamatan, saya mencari penginapan. Sebenarnya ada rumah warga bagi peserta study tour tapi kali ini ijinkan saya bermanja hahaha.

Yang anehnya, saat saya menulis ini di dalam kamar, saya melupakan nama penginapan tersebut :D sungguh aneh. Tapiiiii tenang saja, nanti saya kasih tau deh nama penginapannya. Keren and cozy meski super sederhana.

Okay, sepenggal cerita dari Boawae... akan saya kanjutkan...

Wassalam.

Wednesday, December 11, 2013

Happy Bday Mamatua!

 3 Generasi : Oma, Anak, Cucu :D

Postingan ini sudah saya coba posting menggunakan gadget itu, tetapi ternyata tidak bisa. Jadi yah, saya posting ulang via desktop. Seharusnya sudah diposting kemarin-kemarin :D

Minggu, 8 Desember 2013. Pada malam sebelumnya, malam minggu, saya tidak tidur di rumah. Saya berada ratusan kilometer dari rumah dan kamar saya yang nyaman. Demi mengikuti study tour Fakultas Hukum saya rela meninggalkan kesenangan sesaat, tidur di rumah seorang Mama yang telah lama menjanda dan hatinya seputih kapas, bercengkerama bersama teman-teman, memberikan materi tentang "Internet, Remaja & Penyalahgunaan Internet" di SMAK St. Clements Boawae, ngemsi acara malam hiburan bersama warga Kecamatan Boawae, juga menemukan sesuatu untuk dipikirkan.

Minggu, 8 Desember 2013 saya tiba di rumah pukul 13.00 dan bertemu Mamatua yang sepertinya nih sedang ngelamun jauuuuh banget. Saya pikir, wah jangan-jangan Mamatua sakit. Tapi waktu ditanya, Mamatua menggeleng sambil mencibir. Saya pun duduk di dekatnya, utak-atik gadget, ngopi, dan TRADA! Mendadak otak saya menyampaian sesuatu yang pada Sabtu siang dalam perjalanan menuju Boawae terus saya ingat ... Mamatua ulang tahun! Oalah hahaha. Kenapa pada hari sebelumnya saya begitu mengingatnya, tetapi pada hari H saya begitu melupakannya?

"Mama! Padahal hari ini Mama ulang tahun!" pekik saya.

Mamatua dengan santainya menoleh dan melirik malas, "Oh yaaa?"

Idih! Mamatua ngambek. Lihat tuh wajahnya. Saya tahu betul bagaimana Mamatua karena beliau adalah Mama saya, yang melahirkan saya, kami tinggal berdua saja, dan setiap hari kami lebih mengenal satu sama lain *apa coba* huehuehue.

Untungnya di lumbung pribadi saya masih tersimpan dua batang chunkybar (Silverqueen chocolate). Alhamdulillah Mamatua tersenyum dan tidak ngambek lagi.

"Nanti malam saya belikan Amazy ya, Mamatua ..."

Dan, kami pun makan siang. Makan siang yang kesorean. Lantas saya bertanya ke Mamatua, iseng, "Ma, yang ke berapa ...?"

"Yang ke tujuhpuluh satu. Tapi masih terlihat sepertu umu EMPAT PULUH KAH?"

-GUBRAK!-

"Alhamdulillah, Nona, Mama masih terlihat seperti umur EMPAT PULUH ..."

OMG -GUBRAK LAGI!-

Hahaha. Percakapan bersama Mamatua selalu menuai tawa. I Love her so much. Selamat ulang tahun, Mamatua. Semoga diberi kebaikan, keberkahan, oleh Allah SWT. Semoga semua keinginan Mamatua terwujud dan satu yang saya minta : JANGAN TANYA KAPAN SAYA KASIH BUKU NIKAH ... *pingsan*


Wassalam.

Wednesday, November 27, 2013

Apa Kabar Mama Muna?

Mama Muna

Saya tidak bercerita tentang pengungsi Rokatenda, tentang kegiatan charity act for Rokatenda, atau tentang aksi #1MugBeras yang dilakukan oleh Flobamora Community untuk membantu para pengungsi. Saya ingin bercerita tentang Mama Muna. Seorang perempuan ambang 40 tahun yang gigih menjadi corong bagi suara-suara sesama pengungsi yang berada di Desa Mausambi, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Bagaimana tentang Gunung Rokatenda, Pulau Palu'e, dan kisah pengungsi, juga sepak terjang Komunitas Blogger NTT menggalang bantuan, teman-teman bisa melihatnya di http://bloggerntt.org atau search di Google *mulai cari gara-gara* hahaha.

Kami, saya dan Mama Muna, berkenalan pada tanggal 9 Februari 2013, saat setelah tanggal 3 Februari 2013 Gunung Rokatenda meletus dini hari. Dini hari itu saya masih terbawa euforia perayaan HUT Flobamora Community yang ke-4. Saya catat namanya : Wilhelmina Muna. Untung ada Wilhelmina-nya karena sebelumnya saya sempat bertanya-tanya apakah Mama Muna ini beragama Islam? Bukankah penduduk Pulau Palu'e itu beragama Katolik? Catatan 1 : nama bisa menipu kalau tidak dilihat dari nama lengkapnya #Monyonglogi. Mama Muna adalah Koordinator pengungsi Rokatenda yang berada di Desa Mausambi, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Sejak Februari hingga saat saya menulis postingan ini, berkali-kali saya 'kencan' dengan Mama Muna baik itu face to face maupun lewat SMS dan telepon. Komunikasi yang kami bangun selalu baik. Senangnya adalah Mama Muna lah yang menjadi Koordinator pengungsi, bukan seorang laki-laki pemabuk yang lagaknya kayak bos besar. Untungnya adalah Mama Muna yang menjadi Koordinator pengungsi karena dia mampu berkomunikasi dengan baik sehingga lawan bicara dapat menangkap dengan baik maksud omongannya, dan saya secara pribadi paham betul betapa dia sangat hati-hati memilih kata. Bijak? Iyess, demikianlah. Catatan 2 : komunikasi yang baik akan membantu diri kita dipahami oleh orang lain, dan membuat orang lain berpikir posifit tentang kita #Monyonglogi.

Suatu hari saat kami mengunjungi kamp pengungsi untuk ke sekian kali, saya mendengar kabar bahwa Mama Muna pernah diadu ke Polsek Maurole dengan tuduhan : menggelapkan bantuan untuk pengungsi. Dengan jiwa besar dia menghadapi semuanya dan merasa orang-orang yang menuduhnya itu memang tidak bisa diatur. Beras yang menumpuk bukan untuk dibagikan dalam sekejap mata karena saat itu posisi mereka tidak bisa dibilang menguntungkan. Beras dibagi berdasarkan peraturan yang ada dan bukankah semua pengungsi tetap bisa makan dan tidak sampai kelaparan? Setidaknya pengungsi yang ada di Kecamatan Maurole. Meski berapi-api dalam bercerita, tetapi Mama Muna tetap menunjukkan kepentingan berbahasa di atas segala-galanya. Catatan 3 : emosi itu perlu, tetapi lebih perlu lagi kontrol terhadap emosi #Monyonglogi.

Terakhir pergi ke kamp pengungsi pada Minggu, 16 November 2013. Bertemu kembali dengan Mama Muna setelah sekian lama menumpuk lah cerita. Meskipun didera kesusahan karena tiada listrik (Kepala PLN Cabang Maurle melarang penarikan arus listrik dari rumah penduduk setempat), atau masalah tanah yang hendak mereka sewa masih dalam proses perundingan antara pemilik tanah dengan Mosalaki setempat, Mama Muna tetap tersenyum, tetap bercerita dengan baik, tetap menyajikan kami kopi. What a big heart she has. Catatan 4 : bersabar adalah sebagian dari iman. Tuhan sayang orang sabar #Monyonglogi. Semoga Tuhan senantiasa memberkati Mama Muna, Amin.

Bagi saya Mama Muna bukan sekadar Koordinator pengungsi Rokatenda di Desa Mausambi. Dia sudah saya anggap sebagai saudara sendiri yang layak diketaui kabarnya lewat SMS atau pun telepon. Bila bukan saya yang mengirimkan SMS, maka Mama Muna lah yang mengirimkan kabar lewat SMS atau telepon. Mengetahui kondisi mereka di sana, bagi saya, adalah penting. Karena tanggung jawab kita tidak hanya soal menyampaikan amanat teman-teman seluruh Indonesia (dana) dalam bentuk beras, dan lain-lain kebutuhan rumah tangga. Lebih dari itu, saya ingin terus 'mendampingi' mereka hingga bisa berdiri sendiri tanpa bantuan lagi. Sekarang mereka telah berusaha berdiri sendiri. 70% dapat berdiri sendiri setelah bencana alam tersebut.

Satu hal yang perlu saya catat dari Mama Muna adalah TIGA KATA (sebenarnya empat :p) yang tidak pernah lupa diucapkannya :
1. Tolong.
2. Maaf.
3. Terima kasih.
Sebenarnya itu adalah pelajaran paling mendasar bagi umat manusia untuk selalu mengucapkan tiga kata tersebut. "Terima kasih, Ibu. Jangan bilang sedikit, beras ini sudah bantu kami tidak lapar ..." demikian selalu yang diucapkan Mama Muna. Dari dia saya belajar banyak hal. Dalam hidup kita hars fight! Dan dari dia saya belajar bahwa saat saya berkata, "Tuhan, kenapa hidup saya begini?" dalam keluhan-keluhan memuakkan, sesungguhnya ada orang lain yang hidupnya jauh lebih susah dari saya. Let's enjoy life, then, guys!

Suatu waktu nanti saya ingin tidur di Desa Mausambi, merasakan kehidupan mereka selama 24 jam. Sanggupkah saya? Insya Allah sanggup.


Wassalam.

Monday, November 25, 2013

Selamat Hari Guru



Selamat Hari Guru, Mamatua!
Meskipun telah lama pensiun tetapi semangat guru itu tidak pernah padam. Terima kasih telah menjadi guru saya selama ini, Mamatua *kecup*

Sunday, November 24, 2013

Goodreads, Tempat Bertemunya Pembaca dan Reviewer

Goodreads

Sudahkah kalian memiliki akun di Goodreads? Kalau sudah, Alhamdulillah, tentu banyak manfaat  yang bisa dipetik dari sana. Kalau belum, Alhamdulillah, karena mungkin setelah membaca ini Anda pun ingin bergabung di sana *digampar* Sudah lama saya gabung sama Goodreads, tapi baru sekarang kepikiran untuk membuat postingan tentangnya.

Bagi saya, Goodreads adalah tempat nongkrong yang asyik bagi para pembaca buku dari seluruh dunia. Apa saja keuntungan kita bergabung dengan Goodreads?

1. List Buku.
Goodreads mempermudah saya me-list buku-buku yang sudah dibaca sejak jaman pra sejarah *kalem aja, nggak usah emosi :p* Dan ternyata hingga kini ada 144 buku yang sudah saya baca. Itu pun hanya buku-buku yang berhasil saya ingat saja. Maklum, sejak belum sekolah saya sudah membaca buku yang dibawa Mamatua dari perpustakaan sekolahnya ke rumah sebagai bekal saya mengenal dunia *tsah* hehehe. Yakin ada lebih dari 144 buku yang sudah saya baca termasuk KUHP dan Buku Hadist ;))

2. Review Buku.
Ini termasuk hal yang penting. Ketika membaca sebuah buku setiap orang punya komentar sendiri-sendiri kan? Ada yang bilang buku Casual Vacancy itu bagus! Ada juga yang berkomentar J.K. Rowling kehilangan daya sihir. Dengan mereview buku yang sudah kita baca, maka akan memberi gambaran kepada orang lain yang belum membaca buku tersebut. Mungkin saja setelah membaca review dari kita, mereka memasukkan buku tersebut ke dalam daftar buku yang hendak dibaca? Mungkin.

3. Stars and Twitter.
Di Goodreads, kita diberi kesempatan untuk memberi bintang pada buku yang telah dibaca/direview. Paling tinggi 5 bintang. Paling rendah 1 bintang. Ini sih tergantung pada pembaca itu sendiri. Dan setelah kita memberi bintang, dan bila terkoneksi dengan Twitter, bintang-bintang kita itu pun akan nampak di TL Twitter. Keren kan? *halah*

4. Reading Challenge.
Di Goodreads, kita dapat menantang diri kita sendiri untuk membaca buku. Misalnya dalam tahun 2013 taruhlah kita berencana membaca 50 buah buku. Lihat saja di akhir tahun sudah berapa jumlah buku yang kita baca. Tahun 2013 saya berencana membaca 25 buku tetapi sampai postingan ini dipublish saya baru membaca 16 buku. Sisanya? Sedang dibaca, dan dalam daftar hendak dibaca! :D

5. Widget.
Dengan skrip yang dikopi ke blog atau website, orang bakal tahu aktifitas kita (paling tidak salah satunya) di Goodreads. Termasuk di blog saya ini pun ada.

Dan masih banyak lagi keuntungan lainnya ketika kita bergabung dengan Goodreads. saya secara narsis pun telah menambahkan buku-buku saya ke sana meskipun tidak ada seorang pun yang tertarik membacanya. Ha ha ha.

Tahun 2014 nanti akan lebih banyak buku yang akan saya baca, tidak hanya 16 (dari tantangan diri sendiri yang 25 buku itu). Termasuk nanti juga e-book yang menumpuk selain tumpukan buku di samping tempat tidur hehehe. Bagaimana dengan Anda? Share yuk!


Wassalam.

Tuesday, November 19, 2013

When I Think They Don't Care




Secepat kilat saya memposting ini, setelah menaikkan statusnya di Facebook. Sesuatu yang luar biasa atas fast response from onliners. Seperti istilah kk Ilham Himawan, SUNTING :D

Terima kasih Dio (Penyiar RRI Ende), terima kasih Cahyadi (mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra - Inggris - Uniflor), yang tanggap terhadap kebutuhan darah pasien kanker tulang yang hendak dioperasi di RSUD Ende. Dio lewat BBM, Cahyadi lewat Facebook. It's a wow bagi saya. Sangat terharu.

Ketika kita menggunakan media sosial (Facebook, Twtter, Blog, dll), juga media seperti SMS dan BBM untuk tujuan-tujuan baik, Insya Allah akan terbukti hasilnya. Di Jakarta sana orang-orang mau mendonorkan darahnya hanya dengan membaca informasi lewat Twitter : Blood For Life. Bahkan ada yang rela terbang dari Jakarta ke Jogjakarta karena jenis darah pasien di Jogjakarta itu sangat langka (dan mereka tidak saling mengenal satu sama lain). Kita juga pernah punya Blood For Life ENDE. Memang banyak yang langsung menanggapi aneh-aneh ketika kita mengkampanyekan kebutuhan darah, kebutuhan orang-orang yang sangat #urgent karena ini menyangkut nyawa. Apakah kita kenal mereka? Tidak. Mereka yang butuh darah, tidak perlu kita kenal mereka untuk tergerak hati kita mendonorkan darah.

Tidak banyak yang kita bisa buat memang, untuk membantu saudara-saudara kita, apalagi berpikir jauh membangun negeri ini (atau tanah Ende kita). Tapi, pernahkah terpikirkan untuk melakukan hal baik bagi orang-orangnya? Orang-orang yang menginjak tanah yang sama dengan kita? Misalnya : mendonorkan darah.

Malam ini, ke sekian kali saya buktikan : THE POWER OF SOCIAL MEDIA.

Sekali lagi terima kasih Dio, terima kasih Cahyadi. Sudah dua kantong untuk bekal operasinya. Semoga besok masih ada yang mau mendonorkan darahnya. Saya salut sama kalian... sangat!

When I think they don't care ... I'm wrong!


Wassalam.

Thursday, November 14, 2013

#KegiatanFC2013

Fandy menyerahkan CD Linimassa2 kepada peserta dari Akademi Merdeka


Ternyata setelah disusun, ada sekitar 30-an kegiatan Flobamora Community di tahun 2013. Hari Minggu kemarin saya dan @wileddie menyusunnya, bekal lampiran proposal persiapan HUT ke-5 Komunitas Blogger NTT ini. Yuk simak kegiatan-kegiatan kami selama ini ...


KEGIATAN FC
TAHUN 2013

1.    Workshop Blog SMAK Syuradikara dalam rangka HUT Flobamora Community yang ke-4. Tema : “Manfaat Blog dan Media Sosial”. Jumat, 1 Februari 2013.
2.    Donor Darah dalam rangka HUT Flobamora Community yang ke-4. Jumat, 1 Februari 2013
3.    Perayaan HUT Flobamora Community yang ke-4 di Museum Tenun Ikat Ende. Tema : “Online Meet Offline”. Sabtu, 2 Februari 2013 . Spesifikasi : budaya, sastra, dan seni.
4.    Charity Act for Rokanteda #1. 9 Februari 2013.
5.    Charity Act for Rokanteda #2. 16 Februari 2013.
6.    #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #3. 23 Februari 2013.
7.    Workshop  Blog di SMAN Maurole. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 11 Maret 2013.
8.    Workshop Blog di SMK Darma Bhakti Maurole. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 11 Maret 2013.
9.    #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #4. 29 Maret 2013.
10.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #5. 7 April 2013.
11.  Workshop Blog PKMRI Ende. Tema Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 13 April 2013.
12.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #6. 14 April 2013.
13.  Workshop Blog GMIT se-Flores-Lembata. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 17 April 2013.
14.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #7. 21 April 2013.
15.  Workshop Blog LSM Veco, Hotel Silvia, Maumere. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 21 – 23 April 2013.
16.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #8. 29 April 2013.
17.   Kemah Konservasi bersama Balai Taman Nasional Kelimutu. Participant.
18.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #9. 12 Mei 2013.
19.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #10. 25 Mei 2013.
20.  Pemberian Beasiswa Kepada 10 Anak SD Kurang Mampu selama 12 bulan @ Rp.50.000. Per Juni 2013 – Juni 2014.
21.  Memenangkan kontes “5 Sutradara” #Linimassa3 oleh Internetsehat. 15 Juni 2013.
22.  Mengikuti Pelatihan “Penulisan Kreatif dan Fotografi” oleh National Geographic. Penyelenggara : Balai Taman Nasional Kelimutu. 22 Juni 2013.
23.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #11. 23 Juni 2013.
24.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #12. 30 Juni 2013.
25.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #13. 6 Juli 2013.
26.  Mengisi materi pada Pesantren Kilat Pulau Ende oleh Pencerah Nusantara. Tema : Peranan MediaSosial Terhadap Perilaku Remaja”. 20 Juli 2013.
27.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #14. 27 Juli 2013.
28.  Pembagian 25 Paket Sembako pra-Lebaran. 8 Agustus 2013.
29.  Workshop Blog Akademi Merdeka Ende. Tema :“Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 7 September 2013.

Dan masih banyak kegiatan lain yang dilakukan oleh teman-teman di Kota Kupang (Dicky, kk Inda, kk Dany, dll.), juga teman-teman di Kota SoE (Sandra Frans, dll).

Kami masih semangat ... semoga :)


Wassalam.