Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Sunday, February 24, 2013

Malam Itu Ende SERU!


Rajin menagih postingan dari teman-teman Flobamora Community saya sendiri belum menulis tentang ulang tahun ke-4 Komunitas Blogger NTT tersayang. Aih, ke mana saja? Tapi sebenarnya saya sudah publish foto-foto kegiatan di Facebook dan menulis report untuk website Flobamora Community kok. Suer. Hmmm … websitenya sedang di-ehek-ehek jadi saya posting saja di sini, beda versi. Dan ini akan jadi postingan yang sangat panjang! Siapkan cemilan dan minuman Anda ;))

 One Big Familly


Sejak ulang tahun ke-2, Flobamora Community (singkatnya saya tulis FC) lebih rajin melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak saja fokus pada dunia blog tetapi juga isu-isu sosial lainnya seperti : bakti sosial ke panti asuhan, menanam bakau, menggalang bantuan saat bencana alam, donor darah, nobar video Linimassa, trip ke lokasi wisata, hingga mengadakan lomba mewarnai untuk anak-anak. Inilah kekuatan sebuah komunitas yang dimanfaatkan secara positif. Saya sadari itu, sebagai ketua terpilih sejak tahun 2010, bahwa banyak hal dapat dilakukan oleh sebuah komunitas meskipun sebenarnya komunitas blogger bagi saya adalah komunitas ‘hore’ yang doyan kumpul-kumpul untuk sharing knowledge, tidak ada paksaan untuk berkegiatan, hanya berlandaskan komitmen. Saya sadari kemudian bahwa justru dengan tidak adanya paksaan, ibarat tidak coba menggenggam pasir, teman-teman justru lebih loyal terhadap komunitas ini.


Ulang tahun ke-4 FC telah dirancang sejak malam perayaan ulang tahun ke-3 meski pekerjaan baru dimulai dua bulan sebelum tanggal 31 Januari 2013. Kami memang menginginkan ulang tahun yang unik : dirayakan di luar ruangan dengan begitu banyak pendukung. Oleh karena itu kami mengundang dua komunitas untuk bergabung dalam panitia tamu yaitu Komunitas Pecinta Alam Laskar Ambruk dan Rapper Family Clan. Why not? Tantangan bagi semua orang ketika tiga komunitas beda jalur berbaur dalam satu kepanitiaan yang solid. 

 Membawakan Materi ala Stand Up Comedy :D


Karena tanggal 31 Januari 2013 jatuh padahari Kamis maka kami memutuskan untuk menunda hari H pada tanggal 2 Februari 2013. Ya, betul, malam minggu. Rangkaian kegiatan ulang tahun ke-4 FC telah dimulai pada tanggal 1 Februari 2013 yaitu dengan diadakannya “Seminar Manfaat Blog & Komunitas Blog” di SMK Syuradikara Ende. Dalam seminar tersebut hadir 50 murid SMAK Syuradikara, 2 perwakilan OSIS SMAN 1 Ende, 2 perwakilan anggota PMKRI. Selain itu turut hadir Pak Ambros, guru SMAK Syuradikara yang begitu ramah sejak inisiasi awal, juga member FC dari luar Ende! Wow! Ada Dicky Senda, Romo Patris, dokter Sandra Frans dan tentunya Djho Ismail. Semua penulis hebat bahkan ada yang telah menerbitkan buku.


Dalam “Seminar Manfaat Blog & Komunitas Blog” saya membawakan materi tentang fakta internet dan penggunanya di Indonesia di mana sebagian data saya peroleh dari Kang Acep Internetsehat/ICTwatch, tentang blog, dan tentang komunitas blog. Betapa antusiasnya para peserta menanggapi lelucon demi lelucon sehingga saya merasa seperti sedang ber-stand-up-comedy. Setelah saya, atas permintaan khusus dari saya, Dicky memaparkan materinya yang berjudul : “Sumpah, Ngeblog Itu Asyik!” Seorang blogger yang sukses menerbitkan buku adalah contoh baik yang langsung dilihat oleh para peserta.

 Peserta Seminar. Kuning!


Usai seminar saya masih harus mengurus persiapan-persiapan lain untuk Sabtu, 2 Februari 2013.


Pagi hari, di hari Sabtu itu, saya masih masuk kantor. Maklum, pekerjaan juga butuh perhatian. Pukul 10.00 saya sudah kabur ke PMI Ende karena akan ada kegiatan donor darah. Beberapa pendonor mengundurkan diri karena satu dan lain hal. Satu pendonor saat ditensi mengalami hipo sedangkan yang layak donor hanya satu orang saja yaitu Sony Listiono. Tidak mengapa, sudah biasa kami dengan kegiatan donor darah ini di mana belum tentu dari duabelas pendaftar semuanya layak mendonorkan darahnya. Alasannya ada saja : tensi rendah, tensi tinggi, berat badan tidak mencukupi, dan lain-lain. Yang penting adalah ada satu kantung darah yang Insya Allah dapat menyelamatkan tiga nyawa.


Siang hari, sepulang dari PMI Ende, saya bergegas ke rumah karena Vicky dan Ichan, teman-teman dari Laskar Ambruk sudah menunggu di rumah. Wah, persiapan kegiatan outdoor ulang tahun ke-4 FC memang luar biasa. Ryan dan Rifan sudah stand-by di areal Museum Tenun Ikat Ende untuk mengerjakan semua hal yang berhubungan dengan listrik dan lampu. Haha. Disusul kemudian satu per satu teman-teman berdatangan hingga para penari FC yang baru pulang sekolah termasuk para pengisi acaranya yang masih kecil-kecil. Hemat saya, selama semua keponakan dapat diberdayakan kenapa tidak? Bukan nepotisme sih, mereka punya bakat kok. Bakatnya itu yang mesti disiarkan pada khalayak.


Sayangnya langit sangat tidak bersahabat. Saya sudah gigit jari. Said, Ryan, Tozo, Rifan, Fandy, hanya melihat saya berlari-lari di bawah hujan dari teduhan sebuah lopo. Saya sedang menari-nari untuk mengusir hujan, itu kalau ditanya apa yang saya lakukan di bawah hujan berteriak-teriak pada para penari yang hendak gladibersih tetapi gagal? Kakak Nani Pharmantara, yess my the one and only sister, dan suaminya yang saya panggil Ka’e Dul, hanya terkikik melihat tingkah saya dari lopo utama tempat perangkat soundsystem diamankan. Wahai, hujan, berhentilah! Teriak saya dalam hati. Melihat saya begitu bersemangat di bawah siraman hujan, para penari yang hendak gladibersih akhirnya menyerah pada naungan atap, mereka menyongsong hujan! Haha.

 Pianica and Solo


Kata Kakak Nani : pawangnya sudah berusaha keras nih supaya hujan disingkirkan tapi yah, ada beberapa kendala. Hihihi ingat pantangannya euy :D


Pukul 17.00 saya memutuskan untuk pulang dan bersiap-siap karena pukul 18.00 sudah harus berada di lokasi. Itu memang niat untuk diri sendiri. Ada banyak hal yang tidak diketahui oleh orang lain yang mesti diselesaikan seperti misalnya apa yang terjadi antara saya-Ryan-Said-Rifan ketika kabel output audio dari laptop-infocus belum terpasang hingga pukul 17.00 itu. Aduh untung mereka pengertian dan sudah biasa sama tampang saya yang mendadak masam kecut persis mangga muda. Saking bersemangatnya pun sampai salah kirim sms itu juga biasa.


Pukul 18.00 saya kembali ke lokasi. Semuanya nampak begitu rapi. Aduh, keren sekali kerja teman-teman FC ini. Hujan pun berhenti total! Okesip. Laksanakan! Dua MC : Oskar dan Kharisma memulai acara. Kharisma begitu oke dengan pakaian adat Lio untuk laki-laki bernama Luka-Lesu. Sialnya ketika kata ‘hujan’ disebut, rintik demi rintik mulai berjatuhan. Maaaaa … hahaha. Untungnya saat itu pun menjelang adzan Isya sehingga praktis orang luar mengira kami memang menghentikan kegiatan menunggu adzan selesai dikumandangkan. Alhamdulillah. Usai adzan, hujan masih rintik. Kami mulai paham tentang pantangan yang tidak boleh sebutkan itu. Baiklah. Oskar dan Kharisma sudah mulai cuap-cuap. Dan saya, menerima satu mic lagi dari Ka’e Dul. Bagus! Tiga MC (saya sih sudah mantan MC sebenarnya, sudah lama mengundurkan diri dari dunia per-MC-an) kondang dan gokil dalam satu acara! Bagaimana tidak seru? 

 MC yang satu ini penuh kejutan!


Acara dibuka dengan permainan pianica oleh Salsa Ndale (anaknya sepupu saya) yang temani nyanyian oleh Indah Abdullah (ya, keponakan saya). Selanjutnya adalah atraksi para penari FC yang sudah saya latih sebulan sebelumnya. Ya ampun, menciptakan gerakan, memadukannya dengan dance moderen, memadukannya lagi dengan shuffle dance, dipadukan lagi dengan permainan rakyat itu … luar biasa. Saya kerja ekstra keras untuk hal yang satu ini. Bahkan musiknya pun saya edit sendiri supaya feel-nya dapat. Kerja keras ini membuahkan hasil yang luar biasa. Setidaknya ketika saya marah-marah gara-gara ada gerakan yang salah saat latihan itu memberi efek bagus. Hahaha. Dicky Senda dalam postingannya tentang ulang tahunke-4 FC ini mengatakan bahwa memorinya pada masa kecil langsung terbayang ketika melihat permainan rakyat itu … beta kaya kaya kaya mari yete mari yo!

Permainan Rakyat, Sijao Sijao :)


Dicky Senda kemudian tampil membawaha puisi karya Mario F. Lawi. Kalau saya bilang anak NTT itu kece, memang tidak salah. Sastrawan-sastrawan muda NTT ini begitu memukau. Tulisan Mario, cara Dicky membawakannya. Aish. Jempol. Lantas Rapper Family Clan, Xella dan kawan-kawan, menggebrak arena dengan ngerap! Yoooo asyik sekali. Request kami untuk lagu HBD dibawakan dengan gaya keren anak rapper, teman! Hebatnya mereka freestyle pula. Aduh, sumpah, saya pengen menangis. Ini keren. Belum juga keinginan untuk menangis terlaksana *tsah* acara berikutnya lebih heboh lagi! Fragmen dari Laskar Ambruk tentang mencintai alam. Duniaaa … malam itu Ende begitu keren oleh komunitas-komunitas ini. Acara masih berlanjut dengan penampilan kembali oleh RFC, makan malam dan mimbar blogger bicara. Di situ banyak blogger diundang untuk tampil dan bicara tentang : how they know blog? Since when? Experience? Namanya juga blogger, semua dijawab tanpa hambatan. Lancar jaya.

 Laskar Ambruk! Fragmennya seru!


Karena ijin yang kami peroleh hanya sampai pukul 23.00 maka sebelum waktu cinderella-fc pulang, kami harus selesai. Acara ditutup dengan nyanyian lagu HBD ala RFC yang mana para penyanyi FC langsung ambil alih mic dan mengeluarkan semua teknik bernyanyi. Tekniknya Mariah Carey, W.Houston sampai tekniknya Linkin Park semua ada. Dilanjutkan juga dengan tarian Gawi, tarian kebersamaan khas Ende.


Well, malam itu, malam perayaan ulang tahun ke-4 Flobamora Community sangat berkesan bagi kami semua. Ada pianica, ada solo, ada dance, ada permainan rakyat, ada puisi, ada rapper, ada pula fragmen. Apa lagi yang kurang? Belum lagi itu member FC semuanya kan emang super heboh sendiri jadi yaaa … hore-hore bergembira lah semua.


Apa yang terjadi pada malam itu usai acara? Baca di sini!


Postingan tentang ulang tahun ke-4 FC juga dapat dibaca di blognya Dicky, Sandra dan Fauwzya.


Terima kasih untuk :

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende

Kecamatan Ende Utara

Kelurahan Kotaraja

SMAK Syuradikara Ende

POLRES Ende

Satpam Museum Tenun Ikat dan Penjaganya

Balai Taman Nasional Kelimutu

Internetsehat / ICT Watch

Pemain pianica dan penari : Salsa, Indah, Ical, Ricky, Prili

Tamu blogger dari Kupang : Dicky Senda, Romo Patris

Tamu blogger dari Soe : Sandra Olivia Frans

Tamu blogger dari Nangapanda : Djho Ismail

Tamu blogger dari Maumere : Gina Ria

Tamu blogger dari Ndona : Mila Wolo

Imelda Marcos SM
Bapak Marthen Rohi
Bapak Usman Dean 

 We are blogger NTT


Terima kasih untuk semua member FC baik yang berdomisili di Ende maupun di luar Ende semoga kita masih dapat menyumbangkan kebaikan untuk negeri tercinta meski lewat langkah-langkah kecil dan yang kita sanggup melakukannya. Ingat, FC adalah komunitas yang TALK MORE DO MORE!


Molo dooo…



Wassalam.     

Tuesday, February 12, 2013

Notes : “Untukmu”

Cover yang unik, dengan dua KTP :)


Launched at January 12th 2013

Artist : Notes (Noel and Tuteh SideProject)
Tittle : Untukmu
Available on VCD
Rp 25.000 only!
Information and order : 085239014948 (Tuteh)

Album ini menghadirkan 8 lagu dengan 8 video klip (indie) oleh dua manusia dengan kepala yang dialiri ide-ide kreatif.

Noel Fernandez dan Tuteh Pharmantara memulai karir mereka di bidang musik sejak masih SD. Noel, jago ngegitar. Tuteh, suka bernyanyi. Keduanya dipertemukan sejak menginjak usia ABG dan sempat terpisah karena Noel pergi ke Bali untuk menuntut ilmu. Tahun 2005 mereka kembali dipertemukan dalam sebuah band bernama Cendaga. Ngejam, manggung, Cendaga Band akhirnya bubar di tahun 2007. Perjalanan Cendaga Band yang sampai tahun 2007 itu tidak menyurutkan semangat Noel dan Tuteh. Keduanya, seperti biasa, masih tetap hang out berdua di rumah Tuteh untuk berdiskusi tentang lagu-lagu yang pernah mereka ciptakan untuk Cendaga Band, juga menciptakan lagu-lagu baru, dan berniat meluncurkannya dalam sebuah album. Tentu mereka harus punya nama sendiri.

NOTES. Ide itu tercetus begitu saja. Notes, awalnya ‘Noel dan Tuteh Saja’ kemudian berubah menjadi ‘Noel and Tuteh SideProject’. Ini karena mereka merasa masih punya hubungan dengan Cendaga Band. Notes merupakan side project mereka dan berharap suatu saat Cendaga Band bangkit kembali. Filosofi Notes : sebuah benda yang dimiliki oleh semua orang untuk mencatat hal-hal penting agar tidak mudah terlupa. Notes, mereka berharap akan selalu diingat oleh siapa pun yang pernah mendengarnya.

Proses awal membuat lagu di tahun 2007 itu begitu lucu. Mereka menggunakan software musik yang masih trial dan mesti menggabungkan begitu banyak ‘bar’. Langkah demi langkah mereka lakukan dengan sangat hati-hati. Komputer Tuteh pun harus bekerja ekstra keras. Noel pun harus memindahkan gitar listriknya ke kamar Tuteh termasuk meminjam gitar bass milik seorang teman demi sebuah musik yang menurut mereka cukup berkualitas. Lagu-lagu mereka bahkan sempat diudarakan di sebuah radio swasta bernama Gomezone FM dan mendapat sambutan baik dari para pendengar.

Tahun 2010 Tuteh pindah ke Maumere dan Notes fakum. Padahal telah banyak pula lagu baru yang tercipta karena setiap kali hang out selalu muncul embrio lagu baru. Sementara Tuteh bekerja di Maumere, Noel terus mengaransemen musik Notes. Satu per satu dikerjakan Noel juga dengan sangat hati-hati dan penuh cinta. Softwarenya pun masih yang sama tetapi kali ini telah naik tingkat. Noel dengan kesungguhan hati mempelajari software-software tersebut dan memainkan beberapa alat musik sekaligus. Noel hebat!

Tahun 2012 Notes kembali bersatu di kota kecil Ende, Pulau Flores, Propinsi NTT. Mereka kembali membicarakan tentang proyek album perdana yang tidak kelar-kelar. Dengan bangga Noel membiarkan Tuteh mendengarkan musik baru yang telah diraciknya untuk beberapa lagu Notes. Mata Tuteh berbinar. Inilah saatnya! Tetapi jangan dikira pekerjaan mereka sudah selesai. Mereka menyadari, untuk sebuah album pada saat itu mereka justru baru memulai langkah awalnya. Optimis, semangat positif, membawa mereka kian jauh dari satu lagu ke lagu lainnya. Noel serius, Tuteh belajar artikulasi tanpa kenal lelah. Pada saat ini pula mereka mulai memilah dari puluhan lagu yang pernah diciptakan hanya 8 lagu yang akan disertakan dalam album perdana. 8 lagu! Pilihan yang sulit. Tetapi toh akhirnya 8 lagu itu terpilih juga.

November 2012 Tuteh take vocal. Seharian mereka menyembunyikan diri di kamar Noel yang telah disulap menjadi studio. Berkali-kali take vocal. Ada yang satu lagu harus di take belasan kali. Ada pula satu lagu yang cukup take satu kali, langsung oke. Tergantung pendengaran Noel tentang kualitas suara. Bila Anda melihat michrophone yang mereka gunakan, juga suasana studio, juga betapa cuaca sangat panas, Anda tak akan pernah percaya mereka mampu menghadirkan sebuah album keren. Semangat mereka sungguh luar biasa.

Desember 2012 adalah rencana peluncuran album Notes mengalami beberapa kendala akibat urusan keluarga yang tiada henti. Pada saat itu tensi Notes semakin tinggi antara meluncurkan album tanpa video klip atau dengan video klip. Noel, pekerja keras dan berkemauan keras, berhasil membuktikan pada Tuteh bahwa mereka pun bisa meluncurkan sebuah album dengan video klip yang … yang MEREKA RACIK SENDIRI. Itu luar biasa. Dari 8 video klip tersebut, 1 video klip mereka dibantu oleh Martozzo Hann untuk syuting, 1 video klip lagi seratus persen dibantu oleh Martozzo Hann untuk keseluruhannya. Total Notes sendiri meracik 6 video klip. Luar biasa.

Akhirnya pada tanggal 12 Januari 2013 Notes melaunching album perdana mereka bertajuk ‘Untukmu’. Lagu ini sebenarnya bukan lagu andalan karena selama ini teman-teman, para pendengar Notes, selalu percaya lagu ‘Kenangan’ lah yang akan dijadikan titel album perdana mereka. Tetapi ‘Untukmu’ menjadi pilihan Notes untuk dijadikan titel album perdana. Sekali lagi setiap mereka harus membuat pilihan, selalu berat.

Album perdana Notes; ‘Untukmu’, menghadirkan 8 lagu dan 8 video klip :

  1. Untukmu.
  2. Cinta Cinta Cinta.
  3. Jangan Salahkan Aku.
  4. Kenangan.
  5. Falling in Love.
  6. Dewi.
  7. Dirinya.
  8. Akhir.

Bila ada yang bertanya tentang jenis musik mereka maka Noel akan menjawab, “POP KREATIF!” karena begitu banyak genre masuk di dalamnya. Mengenai kiblat mereka sendiri, Noel pengagum The Beattles, Nirvana, Jimi Hendrix, juga musik-musik Rock’n’Roll, Rock, Blues. Sedangkan kiblat Tuteh lebih ke Alanis Morissette, The Cranberries, Norah Jones, Jason Mraz, dan menyukai semua genre musik seperti Dangdut, Blues, Jazz, Akustik, dan lain-lain.

Mereka hanya ingin membuktikan, anak dari kota sekecil Ende, Pulau Flores, Propinsi NTT, dapat mempersembahkan album yang bagus. Lucunya mereka bekerja begitu lama, begitu keras, dengan peralatan yang super sederhana dan tanpa mixer. Tetapi hasilnya tidak dapat diremehkan begitu saja. Tentu teman, tidak dapat diremehkan begitu saja. Dengarkan dan buktikan sendiri.

Well, inilah persembahan Notes, Untukmu. Semoga Anda suka.


Wassalam.