Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Wednesday, November 27, 2013

Apa Kabar Mama Muna?

Mama Muna

Saya tidak bercerita tentang pengungsi Rokatenda, tentang kegiatan charity act for Rokatenda, atau tentang aksi #1MugBeras yang dilakukan oleh Flobamora Community untuk membantu para pengungsi. Saya ingin bercerita tentang Mama Muna. Seorang perempuan ambang 40 tahun yang gigih menjadi corong bagi suara-suara sesama pengungsi yang berada di Desa Mausambi, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Bagaimana tentang Gunung Rokatenda, Pulau Palu'e, dan kisah pengungsi, juga sepak terjang Komunitas Blogger NTT menggalang bantuan, teman-teman bisa melihatnya di http://bloggerntt.org atau search di Google *mulai cari gara-gara* hahaha.

Kami, saya dan Mama Muna, berkenalan pada tanggal 9 Februari 2013, saat setelah tanggal 3 Februari 2013 Gunung Rokatenda meletus dini hari. Dini hari itu saya masih terbawa euforia perayaan HUT Flobamora Community yang ke-4. Saya catat namanya : Wilhelmina Muna. Untung ada Wilhelmina-nya karena sebelumnya saya sempat bertanya-tanya apakah Mama Muna ini beragama Islam? Bukankah penduduk Pulau Palu'e itu beragama Katolik? Catatan 1 : nama bisa menipu kalau tidak dilihat dari nama lengkapnya #Monyonglogi. Mama Muna adalah Koordinator pengungsi Rokatenda yang berada di Desa Mausambi, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Sejak Februari hingga saat saya menulis postingan ini, berkali-kali saya 'kencan' dengan Mama Muna baik itu face to face maupun lewat SMS dan telepon. Komunikasi yang kami bangun selalu baik. Senangnya adalah Mama Muna lah yang menjadi Koordinator pengungsi, bukan seorang laki-laki pemabuk yang lagaknya kayak bos besar. Untungnya adalah Mama Muna yang menjadi Koordinator pengungsi karena dia mampu berkomunikasi dengan baik sehingga lawan bicara dapat menangkap dengan baik maksud omongannya, dan saya secara pribadi paham betul betapa dia sangat hati-hati memilih kata. Bijak? Iyess, demikianlah. Catatan 2 : komunikasi yang baik akan membantu diri kita dipahami oleh orang lain, dan membuat orang lain berpikir posifit tentang kita #Monyonglogi.

Suatu hari saat kami mengunjungi kamp pengungsi untuk ke sekian kali, saya mendengar kabar bahwa Mama Muna pernah diadu ke Polsek Maurole dengan tuduhan : menggelapkan bantuan untuk pengungsi. Dengan jiwa besar dia menghadapi semuanya dan merasa orang-orang yang menuduhnya itu memang tidak bisa diatur. Beras yang menumpuk bukan untuk dibagikan dalam sekejap mata karena saat itu posisi mereka tidak bisa dibilang menguntungkan. Beras dibagi berdasarkan peraturan yang ada dan bukankah semua pengungsi tetap bisa makan dan tidak sampai kelaparan? Setidaknya pengungsi yang ada di Kecamatan Maurole. Meski berapi-api dalam bercerita, tetapi Mama Muna tetap menunjukkan kepentingan berbahasa di atas segala-galanya. Catatan 3 : emosi itu perlu, tetapi lebih perlu lagi kontrol terhadap emosi #Monyonglogi.

Terakhir pergi ke kamp pengungsi pada Minggu, 16 November 2013. Bertemu kembali dengan Mama Muna setelah sekian lama menumpuk lah cerita. Meskipun didera kesusahan karena tiada listrik (Kepala PLN Cabang Maurle melarang penarikan arus listrik dari rumah penduduk setempat), atau masalah tanah yang hendak mereka sewa masih dalam proses perundingan antara pemilik tanah dengan Mosalaki setempat, Mama Muna tetap tersenyum, tetap bercerita dengan baik, tetap menyajikan kami kopi. What a big heart she has. Catatan 4 : bersabar adalah sebagian dari iman. Tuhan sayang orang sabar #Monyonglogi. Semoga Tuhan senantiasa memberkati Mama Muna, Amin.

Bagi saya Mama Muna bukan sekadar Koordinator pengungsi Rokatenda di Desa Mausambi. Dia sudah saya anggap sebagai saudara sendiri yang layak diketaui kabarnya lewat SMS atau pun telepon. Bila bukan saya yang mengirimkan SMS, maka Mama Muna lah yang mengirimkan kabar lewat SMS atau telepon. Mengetahui kondisi mereka di sana, bagi saya, adalah penting. Karena tanggung jawab kita tidak hanya soal menyampaikan amanat teman-teman seluruh Indonesia (dana) dalam bentuk beras, dan lain-lain kebutuhan rumah tangga. Lebih dari itu, saya ingin terus 'mendampingi' mereka hingga bisa berdiri sendiri tanpa bantuan lagi. Sekarang mereka telah berusaha berdiri sendiri. 70% dapat berdiri sendiri setelah bencana alam tersebut.

Satu hal yang perlu saya catat dari Mama Muna adalah TIGA KATA (sebenarnya empat :p) yang tidak pernah lupa diucapkannya :
1. Tolong.
2. Maaf.
3. Terima kasih.
Sebenarnya itu adalah pelajaran paling mendasar bagi umat manusia untuk selalu mengucapkan tiga kata tersebut. "Terima kasih, Ibu. Jangan bilang sedikit, beras ini sudah bantu kami tidak lapar ..." demikian selalu yang diucapkan Mama Muna. Dari dia saya belajar banyak hal. Dalam hidup kita hars fight! Dan dari dia saya belajar bahwa saat saya berkata, "Tuhan, kenapa hidup saya begini?" dalam keluhan-keluhan memuakkan, sesungguhnya ada orang lain yang hidupnya jauh lebih susah dari saya. Let's enjoy life, then, guys!

Suatu waktu nanti saya ingin tidur di Desa Mausambi, merasakan kehidupan mereka selama 24 jam. Sanggupkah saya? Insya Allah sanggup.


Wassalam.

Monday, November 25, 2013

Selamat Hari Guru



Selamat Hari Guru, Mamatua!
Meskipun telah lama pensiun tetapi semangat guru itu tidak pernah padam. Terima kasih telah menjadi guru saya selama ini, Mamatua *kecup*

Sunday, November 24, 2013

Goodreads, Tempat Bertemunya Pembaca dan Reviewer

Goodreads

Sudahkah kalian memiliki akun di Goodreads? Kalau sudah, Alhamdulillah, tentu banyak manfaat  yang bisa dipetik dari sana. Kalau belum, Alhamdulillah, karena mungkin setelah membaca ini Anda pun ingin bergabung di sana *digampar* Sudah lama saya gabung sama Goodreads, tapi baru sekarang kepikiran untuk membuat postingan tentangnya.

Bagi saya, Goodreads adalah tempat nongkrong yang asyik bagi para pembaca buku dari seluruh dunia. Apa saja keuntungan kita bergabung dengan Goodreads?

1. List Buku.
Goodreads mempermudah saya me-list buku-buku yang sudah dibaca sejak jaman pra sejarah *kalem aja, nggak usah emosi :p* Dan ternyata hingga kini ada 144 buku yang sudah saya baca. Itu pun hanya buku-buku yang berhasil saya ingat saja. Maklum, sejak belum sekolah saya sudah membaca buku yang dibawa Mamatua dari perpustakaan sekolahnya ke rumah sebagai bekal saya mengenal dunia *tsah* hehehe. Yakin ada lebih dari 144 buku yang sudah saya baca termasuk KUHP dan Buku Hadist ;))

2. Review Buku.
Ini termasuk hal yang penting. Ketika membaca sebuah buku setiap orang punya komentar sendiri-sendiri kan? Ada yang bilang buku Casual Vacancy itu bagus! Ada juga yang berkomentar J.K. Rowling kehilangan daya sihir. Dengan mereview buku yang sudah kita baca, maka akan memberi gambaran kepada orang lain yang belum membaca buku tersebut. Mungkin saja setelah membaca review dari kita, mereka memasukkan buku tersebut ke dalam daftar buku yang hendak dibaca? Mungkin.

3. Stars and Twitter.
Di Goodreads, kita diberi kesempatan untuk memberi bintang pada buku yang telah dibaca/direview. Paling tinggi 5 bintang. Paling rendah 1 bintang. Ini sih tergantung pada pembaca itu sendiri. Dan setelah kita memberi bintang, dan bila terkoneksi dengan Twitter, bintang-bintang kita itu pun akan nampak di TL Twitter. Keren kan? *halah*

4. Reading Challenge.
Di Goodreads, kita dapat menantang diri kita sendiri untuk membaca buku. Misalnya dalam tahun 2013 taruhlah kita berencana membaca 50 buah buku. Lihat saja di akhir tahun sudah berapa jumlah buku yang kita baca. Tahun 2013 saya berencana membaca 25 buku tetapi sampai postingan ini dipublish saya baru membaca 16 buku. Sisanya? Sedang dibaca, dan dalam daftar hendak dibaca! :D

5. Widget.
Dengan skrip yang dikopi ke blog atau website, orang bakal tahu aktifitas kita (paling tidak salah satunya) di Goodreads. Termasuk di blog saya ini pun ada.

Dan masih banyak lagi keuntungan lainnya ketika kita bergabung dengan Goodreads. saya secara narsis pun telah menambahkan buku-buku saya ke sana meskipun tidak ada seorang pun yang tertarik membacanya. Ha ha ha.

Tahun 2014 nanti akan lebih banyak buku yang akan saya baca, tidak hanya 16 (dari tantangan diri sendiri yang 25 buku itu). Termasuk nanti juga e-book yang menumpuk selain tumpukan buku di samping tempat tidur hehehe. Bagaimana dengan Anda? Share yuk!


Wassalam.

Tuesday, November 19, 2013

When I Think They Don't Care




Secepat kilat saya memposting ini, setelah menaikkan statusnya di Facebook. Sesuatu yang luar biasa atas fast response from onliners. Seperti istilah kk Ilham Himawan, SUNTING :D

Terima kasih Dio (Penyiar RRI Ende), terima kasih Cahyadi (mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra - Inggris - Uniflor), yang tanggap terhadap kebutuhan darah pasien kanker tulang yang hendak dioperasi di RSUD Ende. Dio lewat BBM, Cahyadi lewat Facebook. It's a wow bagi saya. Sangat terharu.

Ketika kita menggunakan media sosial (Facebook, Twtter, Blog, dll), juga media seperti SMS dan BBM untuk tujuan-tujuan baik, Insya Allah akan terbukti hasilnya. Di Jakarta sana orang-orang mau mendonorkan darahnya hanya dengan membaca informasi lewat Twitter : Blood For Life. Bahkan ada yang rela terbang dari Jakarta ke Jogjakarta karena jenis darah pasien di Jogjakarta itu sangat langka (dan mereka tidak saling mengenal satu sama lain). Kita juga pernah punya Blood For Life ENDE. Memang banyak yang langsung menanggapi aneh-aneh ketika kita mengkampanyekan kebutuhan darah, kebutuhan orang-orang yang sangat #urgent karena ini menyangkut nyawa. Apakah kita kenal mereka? Tidak. Mereka yang butuh darah, tidak perlu kita kenal mereka untuk tergerak hati kita mendonorkan darah.

Tidak banyak yang kita bisa buat memang, untuk membantu saudara-saudara kita, apalagi berpikir jauh membangun negeri ini (atau tanah Ende kita). Tapi, pernahkah terpikirkan untuk melakukan hal baik bagi orang-orangnya? Orang-orang yang menginjak tanah yang sama dengan kita? Misalnya : mendonorkan darah.

Malam ini, ke sekian kali saya buktikan : THE POWER OF SOCIAL MEDIA.

Sekali lagi terima kasih Dio, terima kasih Cahyadi. Sudah dua kantong untuk bekal operasinya. Semoga besok masih ada yang mau mendonorkan darahnya. Saya salut sama kalian... sangat!

When I think they don't care ... I'm wrong!


Wassalam.

Thursday, November 14, 2013

#KegiatanFC2013

Fandy menyerahkan CD Linimassa2 kepada peserta dari Akademi Merdeka


Ternyata setelah disusun, ada sekitar 30-an kegiatan Flobamora Community di tahun 2013. Hari Minggu kemarin saya dan @wileddie menyusunnya, bekal lampiran proposal persiapan HUT ke-5 Komunitas Blogger NTT ini. Yuk simak kegiatan-kegiatan kami selama ini ...


KEGIATAN FC
TAHUN 2013

1.    Workshop Blog SMAK Syuradikara dalam rangka HUT Flobamora Community yang ke-4. Tema : “Manfaat Blog dan Media Sosial”. Jumat, 1 Februari 2013.
2.    Donor Darah dalam rangka HUT Flobamora Community yang ke-4. Jumat, 1 Februari 2013
3.    Perayaan HUT Flobamora Community yang ke-4 di Museum Tenun Ikat Ende. Tema : “Online Meet Offline”. Sabtu, 2 Februari 2013 . Spesifikasi : budaya, sastra, dan seni.
4.    Charity Act for Rokanteda #1. 9 Februari 2013.
5.    Charity Act for Rokanteda #2. 16 Februari 2013.
6.    #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #3. 23 Februari 2013.
7.    Workshop  Blog di SMAN Maurole. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 11 Maret 2013.
8.    Workshop Blog di SMK Darma Bhakti Maurole. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 11 Maret 2013.
9.    #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #4. 29 Maret 2013.
10.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #5. 7 April 2013.
11.  Workshop Blog PKMRI Ende. Tema Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 13 April 2013.
12.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #6. 14 April 2013.
13.  Workshop Blog GMIT se-Flores-Lembata. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 17 April 2013.
14.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #7. 21 April 2013.
15.  Workshop Blog LSM Veco, Hotel Silvia, Maumere. Tema : “Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 21 – 23 April 2013.
16.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #8. 29 April 2013.
17.   Kemah Konservasi bersama Balai Taman Nasional Kelimutu. Participant.
18.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #9. 12 Mei 2013.
19.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #10. 25 Mei 2013.
20.  Pemberian Beasiswa Kepada 10 Anak SD Kurang Mampu selama 12 bulan @ Rp.50.000. Per Juni 2013 – Juni 2014.
21.  Memenangkan kontes “5 Sutradara” #Linimassa3 oleh Internetsehat. 15 Juni 2013.
22.  Mengikuti Pelatihan “Penulisan Kreatif dan Fotografi” oleh National Geographic. Penyelenggara : Balai Taman Nasional Kelimutu. 22 Juni 2013.
23.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #11. 23 Juni 2013.
24.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #12. 30 Juni 2013.
25.   #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #13. 6 Juli 2013.
26.  Mengisi materi pada Pesantren Kilat Pulau Ende oleh Pencerah Nusantara. Tema : Peranan MediaSosial Terhadap Perilaku Remaja”. 20 Juli 2013.
27.  #1MugBeras Charity Act for Rokanteda #14. 27 Juli 2013.
28.  Pembagian 25 Paket Sembako pra-Lebaran. 8 Agustus 2013.
29.  Workshop Blog Akademi Merdeka Ende. Tema :“Pelatihan Blog dan Media Sosial”. 7 September 2013.

Dan masih banyak kegiatan lain yang dilakukan oleh teman-teman di Kota Kupang (Dicky, kk Inda, kk Dany, dll.), juga teman-teman di Kota SoE (Sandra Frans, dll).

Kami masih semangat ... semoga :)


Wassalam.

Monday, November 11, 2013

Cantik Alami


Inilah yang saya sebut dengan cantik alami. Mereka cantik dalam balutan pakaian tradisional Sumba (sebuah pulau di Propinsi NTT yang terbai dalam Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya). Mereka tampil dalam acara Wisuda Periode Oktober 2013 di Auditorium Kampus I Universitas Flores. Mereka cantik ... sangat! Cantik alami tanpa polesan apa pun. Beautiful by default.

Saturday, November 09, 2013

Industri Airmata




 
Awalnya saya ingin menamainya Industri Tidak Masuk Akal tapi kemudian saya memilih menamainya Industri Airmata. Ya, dunia sinetron di Indonesia adalah Industri Airmata. Semakin banyak airmata pada sinetron yang bersangkutan, semakin banyak penonton, semakin banyak iklan menjeda, bahkan lebih banyak iklan ketimbang sinetronnya sendiri. Inilah Industri Airmata, industri yang tidak saja menyebabkan penonton menangis tersedu-sedu tapi juga rela melempari teve yang mahal itu dengan bantal atau sandal. Kasihan juga penonton sinetron karena rela darahnya mendidih hanya karena kisah sinetron yang mbuletisasi dan tidak masuk akal.

WHY?

Mengapa stasiun televisi Indonesia gemar menayangkan sinetron bertema abmoral? Contoh besarnya : jalan cerita sebuah sinetron di mana ibu dan anak diperkosa oleh laki-laki yang sama, perebutan kekuasaan dan harta warisan lewat kekerasan bahkan berakhir tragis, kisah cinta yang terus dihalang-halangi hanya karena si laki-laki sangat kaya dan si perempuan begitu miskin hingga sepasang kekasih ini memiliki anak di luar nikah. Kemudian penonton pun menangis tersedu-sedu di balik bantal mengingat betapa mengerikannya kehidupan sepasang kekasih tersebut. Sebagian lagi mengumpat, memaki-maki, sesekali mendengus kesal.

WHY?

Kenapa harus ada sinetron yang seperti itu di Indonesia? Bukankah masih banyak tema lain yang bisa diangkat ke layar kaca? Misalnya menambah sinetron tema keagamaan (yang jujur, masih didominasi oleh tema-tema Agama Islam), tema petualangan, tema masak-memasak, tema dunia kesehatan, tema detektif atau kepolisian, tema pendidikan, dan lain-lain. Saya pikir sinetron yang berkisah tentang penemuan-penemuan para penemu dunia juga layak dijadikan tema sinetron. Bukankah tema-tema yang saya tulis di atas jauh lebih baik ketimbang tema abmoral : cinta segitiga, si suami selingkuh sama sahabat baik istrinya.

Yang paling saya benci adalah sinetron remaja yang mengisahkan tentang anak sekolah berpakaian aneh : rok di atas lutut, make up tebal, lengan baju digulung, kemudian anak sekolah ini sehari-harinya tidak membicarakan PR atau persiapan ujian melainkan bagaimana caranya mencelakai Alissa (nama contoh) karena si Alisa berani-beraninya pacaran sama Robi (cowok tenar di sekolah) yang menjadi incaran Meliana (cewek tenar di sekolah yang suka menindas). Bukankah lebih baik jika ceritanya adalah tentang Meliana yang jatuh cinta pada Robi lantas menuangkan perasaannya dalam blog puisi? Dan kemudian Meliana sukses membuat buku kumpulan puisi. Yeah, I wish. Sadarkah mereka sinetron anak sekolah yang seperti itu bisa diplagiat mentah-mentah oleh penonton remaja? Di Ende pernah terjadi penindasan, mirip dengan di sinetron! Waktu mendengar itu betapa terkejutnya saya. Seorang cewek SMA meminta bantuan teman cowoknya untuk memukuli cowok lain. Oulelaaa … itu terjadi di kota sekecil Ende. Hahaha. Untung bukan pada jaman saya SMA. Pada jaman saya SMP dan SMA, saya tidak peduli pada kakak kelas yang suka menindas sehingga saya sendiri pun tidak pernah menindas. Yaoloh, ngapain coba menindas? Kita punya hak yang sama di sekolah karena sama-sama bayar SPP hihihi.

Saya rasa penonton televisi di Indonesia menggilai sinetron airmata itu karena tidak ada pilihan. Ke stasiun televisi A, sinetron yang sudah sampai sekuel ke 10. Ke stasiun televisi B, eeeeh tayangan membosankan itu yang bisa empat jam bertahan di layar kaca. Ke stasiun televisi C, masih presenter yang sama dengan gaya yang sama. Ada satu dua stasiun dengan program bervariasi tetapi program-program menarik mereka itu justru tayang saat orang-orang sedang sangat sibuk di kantor atau sedang tidur siang. Padahal tayangan petualangan dan pengetahuan kan bagus juga ditayangkan pada malam hari. Sayang ya … stasiun televisi juga terbentur pada donatur (iklan) dan keinginan pasar. Penonton televisi Indonesia tidak punya pilihan. Bertahan dengan stasiun televisi Indonesia, saya menonton KompasTV, AlifTV, dan sesekali Trans7. Ada banyak bakat, informasi, petualangan, di tiga stasiun televisi itu.

Bila tidak ingin menonton sinetron, maka cari lah stasiun televisi luar negeri. Saya, terpaksa, melakukannya.

Apa yang saya dapat dengan menonton stasiun televisi luar negeri? Puas. Terutama : minim iklan. Bahkan saya lupa kapan iklannya ditayangkan karena mereka mengutamakan tayangan itu sendiri, bukan iklannya. National Geographic Adventure merupakan salah satu stasiun televisi yang memperkaya pengetahuan, termasuk National Geographic dan National Geographic Wild. Mau cari serial (alih-alih sinetron)? Cari saja AXN, FX, Fox, Fox Crime. Tema serialnya keren, penyelesaian kasus yang TOP, teknologi, dan TO THE POINT alias tidak mbuletisasi. Cari film? Meluncur saja ke Fox Movies Premiere atau HBO. Meski film-nya diulang-ulang tapi lumayan lah buat hiburan. Sekalian terhibur, tidak nanggung.

Bukan berarti saya tidak suka sama stasiun televisi Indonesia melainkan sebagai penonton saya berhak memilih bukan? Dan saya memilih untuk tidak menonton sinetron alay, hasil dari Industri Airmata di Indonesia. Sinetron yang di Indonesia bisa 20 episode, bila diproduksi di luar negeri bisa jadi hanya 8 episode saja, karena mengesampingkan improvisasi yang tidak perlu dan tidak mbuletisasi.

Anda yang berhak memilih. Mau menonton sinetron airmata dari Industri Airmata atau mau menonton tayangan edukatif.

Ya, karena plot sinetron itu tidak masuk akal sehat dan tidak cerdas. Bagaimana kita mau mencerdaskan bangsa? Bukankah televisi merupakan salah satu media mencerdaskan anak bangsa? Ke mana program Cerdas Cermat? Ke mana? Entah ....


Wassalam.

Saturday, November 02, 2013

Belanja Online di Zalora

Tampilan depan website Zalora

Internet memang memudahkan segala-galanya kecuali cari suami. Loh? Hahaha. Internet, mudah berteman dengan siapa pun dari belahan bumi mana pun tanpa harus mengantongi tiket terlebih dahulu. Mudah juga untuk bekerja dari rumah, hemat bensin, tapi yaaa mungkin boros di pulsa. Eh, tapi kalau pakai modem kayak saya ini, tidak boros loooh. Cukup 50ribu/bulan sudah bisa online sepuasnya, bahkan bisa mengunduh lagu dan game. Kalau dipakai mengunduh film, modem-nya maki-maki hahaha. Tidak kuat. Bagaimana dengan belanja? Tentu bisa! Soalnya sekarang banyak sekali website belanja online yang menyediakan ragam barang kebutuhan kita terutama sepatu dan fashion. Salah satunya Zalora. Orang Indonesia bisa langsung meluncur ke Zalora.Co.Id

Tampilan website Zalora memikat. Masing-masing kebutuhan dipisahkan berdasarkan gender. Masing-masing barang yang dijual pun dipisahkan berdasarkan jenis, misalnya sepatu, tas, dompet, dan lain-lain. Setiap gambar produk diberi keterangan termasuk bila ada diskon. Saya melihat sistem belanja online sebagai media meringkas waktu. Coba pikir; ketika kita membutuhkan sepatu baru tetapi tidak punya waktu pergi ke toko karena pekerjaan menumpuk, toko online lah solusinya. Lagi pula ketika kita pergi ke toko belum tentu model sepatu yang kita inginkan ada di toko tersebut. Apalagi bagi kami yang tinggal di kota kecil dengan pilihan sangat sangat sangat terbatas.

ZALORA Indonesia adalah toko online dimana brand fashion favorit Anda berada. Dengan berbelanja fashion di toko online ZALORA Indonesia Anda dapat menemukan produk fashion eksklusif baik dari berbagai brand terkenal, maupun brand baru di dunia fashion. ZALORA Indonesia juga memberikan pilihan harga yang fleksibel. Pastikan Anda selalu mengikuti spesial promo dari kami dengan panawaran diskon yang menarik, dan jangan lupa untuk berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan info lengkap mengenai produk fashion terbaru dan diskon menariknya. Untuk mendapatkan produk yang ekslusif dengan harga yang spesial, ZALORA Indonesia adalah pusat belanja fashion online yang paling tepat untuk Anda.

Barang bagus, harga spesial, order dan pengiriman mudah dan cepat, bebas ongkos kirim! Saya sendiri jadi ingin berbelanja di sana. Sayangnya belum hahaha. Tapi tidak menutup kemungkinan saya untuk membeli sepatu di Zalora karena toh selama ini untuk urusan sepatu saya juga memanfaatkan jualan-jualan lain via majalah dengan sistem pesan dan membayar setelah barangnya datang.

Salah satu kenyamanan berbelanja di Zalora adalah kita boleh mengembalikan barang jika tidak puas terhadap produk yang diterima/dibeli di sana. Saya pernah menerima barang pesanan via agen majalah itu *dilarang sebut merek* dan sangat mengecewakan. Yang dipesan dua (untuk baju mix-match) eh yang datang cuma satu. Barangnya tidak diambil/dikembalikan? Mana boleh? Kakak saya, Mbak Wati, pernah memesan barang tetapi dua minggu kemudian jawaban yang diterima adalah, "STOK HABIS". Loh? Sebenarnya ini niat jualan tidak sih? Dan yang paling parah adalah sebelum Lebaran kemarin saya memesan seperangkat tas traveling : backpack dan travelbag. Entah bagaimana sampai sekarang barang tersebut belum saya terima. Untungnya sistemnya pemesanan, barang datang, baru bayar. Kalau tidak? Meradang deh saya meskipun uangnya pasti dikembalikan.

Berbeda dengan Zalora. Teman saya, Kak Iros, pernah belanja sepatu di sana. Katanya, "Cepat sampainya kok, Teh. Barangnya juga bagus, cocok sama yang saya bayangkan." Nah! Itu intinya. Ketika kita belanja online, jujur, kita punya ekspetasi sendiri terhadap barang yang dipajang di website. Masalah sepatu apalagi! Soalnya ukuran sepatu itu benar-benar krusial ketika ukuran yang kita pesan sesuai dengan ukuran sepatu di toko online tapi ketika barangnya datang ternyata longgar atau sesak. Zalora jelas memberi jaminan soal ukuran. Dan itu berhubungan dengan kepuasan. Jadi, kalau mau belanja online, jangan ragu untuk meluncur ke Zalora karena bisa belanja sambil dengerin lagu, sambil ngemil, atau sambil sesekali mata menatap ke televisi. Dan jika mau komplain atau bertanya ini itu, langsung saja ke help@zalora.co.id pasti dijawab.

Jadi ... masih bingung mau belanja online di mana? Ke Zalora saja, teman.

"... where looking your best is just a few clicks away ..."


Wassalam.