Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Saturday, January 31, 2015

#Ultah6FC

Happy Hexa Birthday Flobamora Community!
Today, you reach the hexa.
My love for you will never die!
:*

Friday, January 30, 2015

Mari, Kaka!

Mari! :)
Panti Asuhan Bhakti Luhur,
Jalan Woloare A, Ende, Flores!

Tuesday, January 27, 2015

Menjawab Pertanyaan

Ada pertanyaan yang mampir ...

Kenapa isi postingan blog saya sejak 2015 hanya seiprit, dan selebihnya orang 'membaca' lewat foto yang menyertainya. Bukankah kalau cuma foto dapat saya lakukan via Instagram, atau media lainnya?

Baiklah, saya menjawab ...
Ngeblog, fitrahnya, adalah berbagi. Berbagi apa saja. Tulisan, foto, video, file, dan lain-lain. Kenapa saya harus menunggu jika memang ingin posting sesuatu? Maksudnya foto cukup berbicara (bukti bukan hoax) dari postingan blog kita. Foto pun merupakan apa-apa yang ingin kita bagi.

So, kenapa tidak?

Fitrahnya adalah berbagi. Lets do it :)

Monday, January 26, 2015

Ende The Colour Run 2015

Coming Soon...
ENDE THE COLOR RUN 5k 2015
.................................................................
Saturday ,07 maret 2015
15.00 - till end
Start from Lapangan PANCASILA (perse ende) to Lapangan SYURADIKARA

Live Performance
# Artis ibu kota jakarta
# Live Dj
# Fireworks

Biaya pendaftaran peserta :
Rp.100.000 (Baju kaos, kaca mata, serbuk warna, head band,no peserta)

Buka pendaftaran 21 Januari 2015
Setiap hari pukul 12.00 sampe 22.00 Wita

Tempat pendaftaran BETE MINI CAFE
Jalan Melati Ende.
Please broadcast.
Info :
Ridho : 082145170057
Angky :082247665753
Pin BB : 528AD8F6

Sunday, January 25, 2015

Sumbangan Mantel Hujan

Tadi pergi sama Mukhlis, Galank, dan Martozzo, ke mabesnya ACIL (Anak Cinta Lingkungan) untuk serahkan seratus mantel hujan untuk adik-adik ACIL.

Seru?

Iyess.

Tadi di sana disuguhi es teh dan ALU NDENE! Makanan lokal yang nyumi cihuy!

Saturday, January 24, 2015

#Ultah6FC Workshop Blogging

Dalam rangka #Ultah6FC tadi siang saya memenuhi undangan teman-teman dari Komunitas Puisi Jelata (KPJ), besutan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Flores. Adalah bahagia melihat betapa antusiasnya anggota KPJ yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini.

Akan ada kegiatan lanjutan loh! Yipie!

Friday, January 23, 2015

Pencil Case

A beautiful pencil-case, given by @rambukarera, made by Sumba's ikat wave.
Thankyou, Tatin!

Tuesday, January 20, 2015

After UAS #1

Foto Bareng Mami Titin, Kaprodi Ilmu Hukum

Kemarin, UAS Ganjil hari pertama, saya boleh tertawa-tawa. Alasan pertama, tiga materi Hukum Internasional yang di dalamnya mencakup Hakekat Negara, Pertikaian Bersenjata, dan Penyelesaian Sengketa Internasional, boleh lah ... dapat saya kerjakan dengan cepat, tepat, dan agak sombong *muka polos*. Alasan kedua, Sosiologi Hukum-nya open book alias kudu menganalisa saja. Aaaah bahagia. Jadi gara-gara bahagia itu saya memilih untuk merayakannya dengan foto bareng Mami Titin *alasan paling aneh* hihihi.

Then, kenapa saya meng-capture fotonya dari tampilan Tumblr saya?
Karena sekalian mau promosi ke teman-teman kalau sedang butuh hiburan silahkan datangi blog saya yang di Tumblr http://tutehpharmantara.tumbr.com karena sebagian besar kehidupan saya ada di sana.

Well, siap-siap ujian hari ke dua ...

Doakan saya yaaaa :D *ala peserta Benteng Takashi*

Saturday, January 17, 2015

@rambukarera


Namanya Yustin Liarian, Yustin, perempuan eksotik bermata indah asal Sumba, tepatnya Anakalang, Sumba tengah. Dia seorang blogger yang hobby-nya melancong. Yaaaa 11/12 lah dengan saya *ngikik* dan kami sama-sama punya istilah Kaki Kereta! Yang bikin saya iri adalah dunia pekerjaannya yang bergumul dengan anak-anak putus sekolah. Anak-anak itu diberi ilmu tentang perhotelan dan Alhamdulillah untuk periode ini semuanya telah bekerja. Puspas (Pusat Pastoral) tempat dia bekerja itu memang keren.

It's a wow, kan!?

Kamis kemarin, sekitar pukul 16.00 Wita Yustin tiba di Ende setelah perjalanan panjang dari Larantuka menggunakan bis. Supir bis menurunkannya di Hotel Flores karena bis lanjut ke Bajawa, dan saya menjemputnya di sana. Tiba di rumah saya kami langsung cerita-ceriti, haha hihi, tipikal blogger (tukang jalan). Dia sendiri sudah hampir sebulan keliling Flores dr Flores bagian tengah (Mauponggo) hingga Pulau Lembata! Yip, sadap banget sih orang ini hehehe.

Kamis malam saya mengajak Yustin dan Mam Poppy ke Kolibari, menatap Ende kala malam dari ketinggian. Lantas makan malam di Pantai Ria, dan pulangnya di rumah saya hang out dengan Ilham dan Mam Poppy juga.

Jum'at siang sepulang kantor kami ke Wolotopo, melihat-lihat rumah adat dan kubur batu (tradisional). Wolotopo yang dikenal sebagai daerah penghasil bengkoang memang sudah berbenah diri demi mengangkat pariwisatanya! Salut! Saya akan menulis tentang Kampung Adat di Wolotopo ini. 

Hmmm Sabtu ke mana lagi yah?

;))

Wednesday, January 14, 2015

Santai, Jek!


Gara-gara nunggu juragan rental PS lama pulang kerja. Huehehehe. Eh, begitu saya sudah pulang mereka malah tambah ngorok!
Dasar kiddo! ;)

Tuesday, January 13, 2015

Rayakan


Di masjid ini
Pada malam menjelang pergantian tahun
Telah tertunai Isya terakhir 2014
Dan itu menenangkan ...

Monday, January 12, 2015

Kolibari


Minggu, iya kemarin, saya beserta Pak Mukhlis dan Cahyadi jalan-jalan ke Kolibari. Kampung ini terletak di puncak Bukit Kelimara. Kalau kalian tahu SPBU Ndao, nah itu Bukit Kelimara. Orang-orang cuma tahu genus-nya sebagai bagian dari Woloare (Kecamatan Rewarangga), tapi tidak tahu nama special-nya. Well, saya mengajak Pak Mukhlis dan Cahyadi ke kampungnya si Kambing ini karena pemandangan yang ditawarkannya tidak bisa ditawar lagi.
Dari Ende kami naik sepeda motor menuju Woloare. Tiba di cabang SMAN 2 Ende, belok kiri. Ikuti jalan setapak, terus menanjak, hingga tiba di Kolibari. Pertanyaan pertama saya pada Pak Mukhlis, "Gimana? Senang?" Dan jawabannya adalah "Luar biasa, Kakak! Tidak rugi! Ini terlalu bagus!" Serunya senang. Kamera kami langsung beraksi karena seperti yang kalian lihat di gambar, dari Kolibari kita dapat melihat lanskap Ende dari Pulau Ende sampai Pulau Koa. 

"Kalau malam, pemandangannya lebih spektakuler lagi," iming-iming saya. Ya, karena saat tahun baru kemarin saya menyempatkan diri menyaksikan kembang api dari ketinggian ini, Ende bermandikan cahaya!

Kami bertemu keluarga Kaka Baba yang ramah. Mengobrol dan bertanya-tanya tentang budaya setempat. Tepat di depan rumahnya Kambing ada 'tubumusu' semacam bebatuan buat ritual adat, dan sebuah rumah-bale yang bagian atapnya tersimpan tulang dan perhiasan, di'jaga' oleh Mosalaki. Keluarga si Kambing adalah tipikal orang-orang ramah nan terbuka. Saya suka. Rasanya nyaman berada di tengah-tengah mereka.

Tak lama gelas-gelas teh pun keluat, disusul pisang-mentah-goreng yang wow enaknyo :D Saya mengintip ke dapur, eeeeh gorengnya masih pakai tungku kayi api loh. Dan berada di dapur rumah panggung. Yaaaaaaa kerennya!

Sayangnya kami tak bisa berlama-lama. Tiga jam ngobrol-ngobrol, kami pun pamit pulang. Tapiiii kami janji bakal datang lagi karena ternyata setiap Rabu dan Sabtu ada dua kelompok penenun yang ramai-ramai menenun di depan rumah ... asyik!

;)

Sunday, January 11, 2015

3 Hours With Rara


Saya, dengan tidak malu-malu, mengaku telah punya dua cucu. Satu anaknya Ririn, satu lagi anaknya Iwan. Ririn dan Iwan, kakak-adik, anaknya Kakak Nani Pharmantara. Oia dua cucu saya itu bernama Rara dan Andika.

Kemarin Sabtu waktu saya cari sarapan sebelum ke kantor (karena warung langganan tutup) saya sempatin jemput si Rara (anaknya Ririn). Walhasil kami ke Hero beli cemilan. Terus ke kantor deh.

Saya suka bersama Rara; makan, kerja, ngobrol, nyanyi. Anak sekecil itu asyik diajak ngobrol. Bosan di ruangan, saya ajak keliling Gedung Rektorat. Kalau ada yang tanya saya jawab, "anak saya!" Hihihi ... pada kaget.

Sayangnya hanya tiga jam -_- Rara pengen cepat-cepat kembali ke habitatnya; menganiaya kucing, main sepeda, dan bully teman sepermainan *ngikik*

3 jam bersama Rara cukup untuk melepas stress dan menambah depresi *loh?* ;))

Saturday, January 10, 2015

This Hair


I always miss my old hairstyle ...
So 'kriwil'
So 'jao'
Panjangin lagi ah ;)

Thursday, January 08, 2015

Cookies


Saya tahu, dan sadar, di dalam darah saya terinjeksi diabetes *halaaaah, bahasanya aneh* huehehehe. Tertinggi 560, dan itu waktu tes terakhir. Seharusnya, seharusnya saya lebih menekan hasrat makan. Makan sih iya ... mudah ditekanm tapi ngemilnya ini yang syusye pun.

Natal telah lewat, dan saya masih terbayang-bayang kue-kue cantik waktu sikaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat. Waduw, slurups slurups deh. OKI (Oleh Karena Itu, ala Pak Dahlan) saya mulai menjarah ala bajak laut keluarga dan teman-teman *muka polos*

Hasilnya enam stoples cookies kini menjadi teman saya nonton teve. Yah saya tahu ini dosa tapi mau gimana lagi? Godaan ngemil itu mana tahaaaaan ;)

Kalian mau?

Toko Buku Nusa Indah

Rabu kemarin saya, Kak Ros, dan Mila pergi ke Penerbit Nusa Indah. Sebenarnya tujuan kami adalah kantor Flores Pos untuk konfirmasi bundelan harian lokal untuk Lembaga Publikasi dan Humas Uniflor. Kak Ros berurusan sama pihak Flores Pos, saya dan Mila malah foto-foto geje hahaha.

Setelah itu kami pergi ke gedung bercat kuning, dan bergordyn kuning! Yap! Toko Buku Nusa Indah (Penerbit Nusa Indah). Lantai dasar memuat bermacam item Agama Katolik seperti Rosario dan Patung Yesus, juga Patung Bunda Maria. Lantai atas lah toko bukunya.
Buku-buku yang dijual di sini kebanyakan memang terbitan Nusa Indah dimana banyak hasil karya penulis lokal. Ada pula buku-buku tulisan dosen Uniflor. Sebut saja Pak Alexander Bala Gawen, Suster Wilda, dan Pak Yohanes Sehandi. Wah, buku-buku luar juga banyak loh. Asli ngiler! Tapi mengingat banyak buku yang belum saya baca, hasrat membeli pun terpendam. Huehehehe. Hmmm mau nantang diri sendiri baca berapa buku yaaa tahun 2015 ini? :D

Toko Buku Nusa Indah juga ada yang di Jalan Kathedral. Dulu waktu masih kecil saya cuma tahu yang di Jalan Kathedral ini, jaraknya cuma sepuluh langkah dari rumah. Dan dulu itu Nusa Indah juga nerbitin majalah anak-anak bernama Kunang-Kunang. Tidak disangka sampai sekarang pun majalah tersebut masih ada. Keren.

Kapan-kapan saya mau lagi deh pergi ke sini ... suasananya adeeem!

Tuesday, January 06, 2015

Relawan Pecinta Taman Bung Karno


Akhir Tahun 2014, saya bergabung dengan kelompok yang bernama Relawan Pecinta Taman Bung Karno (RPTBK). 

Ide ini dicetus oleh Dewi Sahrian yang bermukim di Hongkong dan diakari oleh Mukhlis A. Mukhtar (dosen Teknik Arsitektur Uniflor). Kenapa saya tertarik? Karena saya selalu tertarik dengan perkara-perkara berbau relawan *digampar* ya karena jika bukan kita yang memperkuatnya, siapa lagi? Ini hal yang baik kok! Ayo berkongsi.

Alasan utama terbentuknya RPTBK adalah karena cinta Kota Ende dan taman kota. Berikutnya karena miris melihat kondisi taman yang dulunya asri dengan rerumputan hijau, kran air penyiram yang selalu berfungsi, juga kebersihannya, kini menjadi begitu tidak terawat dimana rerumputan gundul, mesin pompa air dicuri, tempat sampah tidak ada, dan lain-lain. Padahal taman ini begitu sejuk di siang hari dan suasananya menyenangkan. Jadi tempat membaca pun asyik sekali! Tapi sekarang? Kalau malam jadi tempat pacaran dan banyak pasangan muda kepergok dan ketangkap sama operasi gabungan.

Akhirnya woro-woro di Facebook menghasilkan bantuan 1.000 PIN RPTBK yang dikirim oleh Kak Johanes Malo dari Surabaya. PIN ini kami jual 10.000/buah sebagai dana kegiatan. Dan bantuan 3 tempat sampah permanen yang pada Desember kemarin disaksikan pula oleh Kepala Dinas Pariwisata Ende, dari Kantor Pertamanan Kota, dan para relawan. Dari dana yang telah terkumpul pun telah kami belikan rompi untuk sekuriti, kepala kebersihan, dan tukang sapu-nya, juga banner. 

Rencananya akan ada deklarasi terkait RPTBK sekaligus acara bersih-bersih. Kami akan membelanjakan alat-alat kebersihan tambahan yang bisa dipakai oleh siapapun, kelompok manapun, nantinya, yang mau bebersih taman. Siapa pun yang mau bebersih taman atas nama RPTBK boleh menghubungi Mukhlis atau saya.

Lantas, banyak yang bertanya ke mana pemerintah daerah? Lha, ini kerja relawan, dimana ketika pihak-pihak terkait dan berwenang setuju, ya kami jalankan tanpa tendensi apa-apa. Huehehehe. 

Semoga langkah baik ini dapat diteruskan dengan relawan Bersih-Bersih Kota, misalnya. Kenapa tidak? Ketika saya kagum sekaligus iri melihat betapa bersihnya Kota Ciamis di Jawa Barat, saat itulah saya terpecut meski untuk mewujudkannya butuh teman-teman yang konsisten.

Yuk, mari!

Makasih Yoye sudah mau jadi korban model ;)

Dahsyatnya Gelombang Mimpi


Pada akhirnya tantangan diri sendiri via Goodreads yang akan membaca 50 buku sepanjang 2014 pupus dengan datangnya akhir tahun. Tapi syukurnya buku ke-21 yang saya baca adalah buku spektakuler karya Dewi Lestari a.k.a. Dee. Yess ... Gelombang!

Kalau sudah pernah baca seri Supernova sebelumnya tentu tahu tokoh-tokoh dan benang merahnya bukan? Misalnya Bodhi dalam Akar, Elektra dalam Petir, dan Zahra dalam Partikel (sial, buku saya yang ini hilang dipinjam orang tidak dipulangin). Nah dalam Gelombang kita berkenalan dengan Thomas Alfa Eddison alias Alfa. Lelaki asal Sianjur Mula-Mula (Batak) yang 'terdampar' di Amerika dan mengejar 'mimpi' hingga ke Tibet.

Saya masih kagum sama sulur-sulur otak Dee yang rumit dan menciptakan cerita yang jauh lebih rumit dan detil. Anda mungkin tidak percaya bahwa tidur adalah perbuatan paling tabu bagi seorang Alfa namun pada akhirnya dia tahu, ke sana lah, ke alam mimpinya lah, dia 'kembali' pada sesuatu yang telah dia ciptakan.

Maaf, sengaja bikin penasaran (bagi yang belum baca).

Buku ini talalu ambel, kawan. Sa jamin ko puas memang. Newa!
Nah, di dalam Gelombang ini (Gelombang semacam tandanya Alfa), si Alfa akan diberi petunjuk akan teman-temannya seperti Bodhi, Elektra, dan Zarah. Seruuuuu dan tidak sabar menunggu seri Supernova 6: Intelejensia Embun Pagi.

Moral of the story: jangan pernah meminjamkan buku kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab! *loooh?*

Xixixixi ....

Monday, January 05, 2015

Moral Responsibility of Resolution

Menulis opini untuk rubrik "Suara Uniflor" yang dimuat di Flores Pos, seharusnya sudah sejak dulu. Tapi entah lah saya lebih suka nge-game :D

Awal 2015 dimulai dengan 1 opini saya berjudul Moral Responsibility of Resolution. 

Cukuplah ...

Thursday, January 01, 2015

Happy New Year 2015


Happy New Year 2015, dear all of you.
How about your resolution?
Hope next year I can say this to you, again.
*cupts*