Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Monday, October 26, 2015

Mr. Holmes, Sebuah Pencarian Ingatan

Mr. Holmes!


Semalam nonton Mr. Holmes. Sebelumnya, ketika mendengar nama Sir Ian McKellen alias si Gandalf berperan sebagai Holmes tua yang berusia 93 tahun, isi kepala saya berdenging-denging, bertanya, seperti apa sih Ian memerankan detektif kesohor itu? Meskipun hanya seorang tokoh fiksi namun Sherlock Holmes telah mengguncang semesta kita. Hihi. Film yang dirilis di British Juni 2015 ini akhirnya tiba di tangan saya *tsah*.

Adegan pertama, ketika Holmes tua berada di dalam kereta api, saya membayangkan Robert Downey Jr. jika telah berusia 93 tahun. Apakah masih se-kharismatik sekarang? Xixixi. Dan saya terkejut. Aaaaak Ian McKellen sih. Dia sendiri adalah legenda di atas legenda si Sherlock Holmes. Ya, ketika Anda melihat Ian McKellen pada awal film Mr. Holmes, Anda pasti menganggukkan kepala dan berkata, "tidak ada aktor lain yang bisa memerankan Mr. Holmes tua seperti Ian melakukannya. Jiwanya seakan melengket!"

Mr. Holmes adalah sebuah film yang disutradarai oleh Bill Condon (Siapa sih dia? Baru dengar *plaaak*) berdasarkan novel karya Mitch Cullin berjudul "A Slight Trick of the Mind" (tahun 2005) yang disertai tokoh Sherlock Holmes. Menonton Holmes membuat kuping kita menjadi ting-ting-la-la karena dialeknya so so so so British! Seperti sedang menonton Harry Potter gituuu. Hehe.

Ada beberapa catatan utama dari film ini:

(1). Kisah flashback. Karena waktu flashback-nya bukan rentang waktu yang jauh, bisa jadi Anda  bingung antara Holmes yang berusia 60/70 tahun dengan Holmes yang berusia 93 tahun. Meskipun ya iya, jelas ada bedanya.
(2). Holmes mencoba mengingat kembali kasus terakhir yang ditanganinya sementara kemampuannya untuk mengingat telah menurun. Dia ingin tahu pasti apakah kasus terakhirnya yang ditulis oleh dokter Watson itu sama dengan kebenarannya. Dia (agak) merasa sahabat baiknya itu telah keluar dari koridor utama kisah itu sendiri.
(3). Dalam pencarian obat untuk kepikunannya ke Jepang, Holmes justru dihadapkan pada satu lagi kisah lama tentang keluarga Umezaki. Sayangnya, Holmes (waktu berada di Jepang) lupa bahwa pernah memberi saran pada seorang Jepang ... tapi hebatnya Holmes tahu (lewat insting detektifnya) bahwa si Umezaki memang hanya berbohong (soal gelar dokternya) demi menarik Holmes datang ke Jepang.
(4). Roger, diperankan oleh Milo Parker, adalah salah seorang yang membantu Holmes mengingat atau meraih kembali memorinya yang melayang lepas *tsah bahasa gueee*. Dan Milo Parker ini luar biasa aktingnya. Saya sampai ternganga melihat anak kecil bisa memerankan seorang Roger (yaaa juga tokoh anak kecil sih) dengan mimik dan bahasa tubuh yang luar biasa profesional. Iya saya tahu bahasa saya akhir-akhir ini jarang dipahami tapi yang jelas itu lah maksud saya!

Banyak rahasia di dalam Mr. Holmes yang satu per satu terungkap, perlahan, memberi efek 'menunggu' kepada penonton. Kita harus sabar. Kita harus berpikir. Kita harus mencerna.

Jadi, saran saya, kalau ingin menonton film ini (orang lain udah pada nonton kaleeee Tuteh) kalian harus benar-benar memerhatikannya. Karena moral of the story-nya super banyak, saya cuma mau kasih tahu bahwa ...

LEBAH DAN TAWON itu BEDA!
*pesan Holmes, hakhakhak*


Wassalam.

Monday, October 19, 2015

Ende

Peta ini saya ambil dari Google.

Yang berwarna merah, itu Kabupaten Ende. Apa kaitannya Kabupaten Ende dengan konten blog saya kali ini? Nah, agak menjengkelkan karena itu pun masih harus saya rahasiakan dari saudara-saudari tercinta. Haha. Doakan semoga lekas kelar ya *cmiiiwwww!*