Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Saturday, December 31, 2016

Selamat Tahun Baru


Dalam hitungan jam, 2016 akan berakhir. Karena tanda-tanda keberadaan Imam Mahdi belum kelihatan, mungkin kiamat masih jauh. Tapi, mungkin ... Sebagai manusia lemah yang kurang gizi, saya tidak bisa memprediksi apa-apa.
Selama 2016, pernah berbuat apa saja? Yang jelas masih tetap berbuat dosa, kebanyakan tidur, nge-game, dan angka diabetes membengkak diiringi kaki yang membengkak. Tapi #QualityTime bersama Amak dan Mamasia, tetap lha yaaaa.

Beberapa yang masih saya ingat, 2016 itu ...

Menang lomba Vocal Group di Uniflor bersama tim Kampus 3. Dengan koreo dan pelatih vokal Rikyn Radja hahaha. It's awsome.
#KakiKereta sama Benock Pharmantara ke Kampung Adat Bena (lagi, soalnya udah sering sih ke sana).

Membantu Beliau Oma mengedit buku untuk Kelompok Arisan Widowati dan buku mini untuk Beliau Opa. Dan sekarang buku tentang ODGJ. Barakallah Oma atas perhatiannya untuk mereka yang mengembara itu.

Bikin film dokumenter Bhayangkari Inspirasi, bersama Ibu Kapolres, dan ibu-ibu Bhayangkari lainnya. Colek Stanly Morre dan Kakak Rikyn. Ibu Sumarni itu luar biasa!

Bikin video waktu HUT TNI POLRI di Lapangan Perse. Aaaah itu keren sekali lah! Senang sekali melihat Bapak Kapolres dan Bapak Dandim ikut bergoyang Mogi E, bersama ratusan penari gabungan TNI dan POLRI.
Pernikahan Noel Fernandez dan Matilda Nogat Samasajah yang fenomenal cetar ulala BOOM boom!

Radio Gomezone reborn. Lahir kembali bersama mereka-mereka; Willy dan Willy da Gomez Ronald Diningrat Yoyok Purnomo Gabriel Kia Boto'or KonSun, KoBaron, Iwanrwansyah Aditya M Cah Yadi Irwand Abdurachman Lae Milano Edward A Kharisma Agung ... Mengenal pribadi-pribadi kece semacam Yasser Alkatani dan Om Nogor itu.

Proposal Skripsi saya, bagian judul di-ACC hahaha. Baru judul, yang lain menyusul. Cihuyyyyy!

#KakiKereta berama Moke Jp SiLvi MaLo Akiem Marina Rere dan Mister Ngiung-Ngiung ke Maumere, dan menikmati Coconut Garden Beach Resort yang luar biasa awsome.

Membantu suksesnya kegiatan #SocMed4SocGood yang diselenggarakan di Ende oleh Greeneration Foundation dan U.S. Embassy Jakarta. Aaaah saya sukaaaa.

Berkegiatan bersama Komunitas SocMed Ende di ACIL, Ippi.
Berkegiatan bersama Komunitas SocMed Ende "Sarasehan Pemanfaatan Media Sosial" di Desa #Manulondo di Ndona. Colek Om X-San D-Athanua.

#KakiKereta aka piknik-piknik sama keluarga besar #Pharmantara. Tahun depan pikniknya harus lebih sering! Hehehe.

Sayangnya, bayi Anissa meninggal dunia. Tapi setidaknya ada perjuangan bersama Relawan Bung Karno Ende. Pak Mukhlis, saya masih ingat hari itu -_-;

Sayang, memori saya susah diupgrade, yang lainnya saya tidak ingat. Ya masih menyebar info kebutuhan darah, masih pamer makanan, masihlah suka nertawain diri sendiri.

Kita semua tentu punya pencapaian positif dalam hidup ini, dalam gulungan 365 hari. Cinta itu terbang di udara, sangat banyak! Bersama cinta, terbang pula kebencian. Kita yang pilih, mau ambil cinta untuk disematkan di dada, atau kebencian?

Hehe.

Selamat menjemput tahun baru, kawan-kawan! Kalau saya dan Kla Project sih, tetap menjemput impian hahaha :p
 
#LifeIsGood #Barakallah

Bintang Tujuh


Merasa bersalah. Itu pasti. Sudah terlalu lama saya meninggalkan blog tercinta ini, tempat saya berbagi suka dan duka ... saya terlalu asyik mengembara hahaha. Datang-datang, saya mala sudah bintang tujuh. Aaah begitu cepat waktu berlalu, tidak terasa sudah bintang tujuh saja nih saya. Alhamdulillah ...
Barusan saya melihat Irwan Lae alias Wildan Pangeztu memposting sesuatu di blog-nya, dan saya iri. Semangat itu masih terus ada kawan ... masih banyak cerita yang akan kita bagi di sini ... di blog ini.
I love you all!

Saturday, October 15, 2016

Kami, Online!



Wacana awal mengudarakan kembali radio ini adalah sama seperti awalnya (2002 - 2009) yaitu radio konvensional yang didengarkan melalui kanal FM. Namun karena satu dan lain hal pada akhirnya pihak management memutuskan untuk meng-online-kan terlebih dahulu sembari menunggu semua pengurusan berkas selesai. Banyak pertimbangan, tentu saja, dimulai dari pertimbangan tentang mengaktifkan kembali Gomezone FM, sampai dengan pertimbangan untuk memakai jalur online terlebih dahulu.

Bagi teman-teman sekalian yang ingin mendengarkan Radio Gomezone FM sekalian cek jadwal siaran, dapat meluncur ke http://gomezonefm.airtime.pro :)

Atau Easy download APLIKASI RADIO (ONLINE) GOMEZONE FM di link berikut ini:

https://app.box.com/s/dutjoz39fo7j37w2qdhbg7xlptrctm6i

Check schedule at http://gomezonefm.airtime.pro

Beberapa program kami yang diharapkan dapat menyedot perhatian dari teman-teman di luar Kota Ende salah satunya adalah Bakcpacker, karena di dalam program tersebut (bukan karena saya yang menanganinya) banyak informasi tentang Kabupaten Ende dan Pulau Flores. Karena informasi tentang tempat wisata, rute, agenda festival wisata, dan lain sebagainya dapat didengarkan melalui Backpacker, selain rupa-rupa hal tentang jagad melancong.


Cheers! 

Saturday, October 08, 2016

Gomezone FM

Yay! Gomezone FM kembali mengudara via streaming di http://gomezonefm.airtime.pro hehehe. Ini radio yang keren.
Btw, bukan karena mengurus ini saya kemudian lamaaa menghilang dari blog, lamaaa tidak update blog, tapi karena memang banyak hal yang harus diurus. Semua memang merupakan proses menuju kebaikan bersama hihihi.

So, buat kalian yang berada jauuuh di sana, mau dengarkan tuteh siaran, silahkan cek schedule di web kita itu, dan jadwal tuteh selalu setiap malam.

Cheers!

Thursday, August 04, 2016

Ture Togo

Di depan Ture Togo, Kampung Adat Bena.

Bersosial-media itu memang ada untungnya tergantung seperti apa kita memperlakukan akun sosial media *halah* haha. Tapi seriusnya, gara-gara sosial media bernama Facebook saya jadi tahu apa nama kubur batu di belakang saya ini. Maksud saya, oke, kita memang tahu bahwa itu adalah kubur batu yang pasti tempat bersemayam para leluhur tapi apakah namanya? Dari teman Facebook saya, Ve Joseph Tena, akhirnya saya tahu nama kubur batu yang ada di bagian tengah Kampung Adat Bena ini. Namanya TURE TOGO. Well, terima kasih Ve atas informasinya.

Cheers!

Monday, August 01, 2016

Oh, Yess!



Jika tak kau temukan cinta, biar cinta yang menemukanmu :)

Saturday, July 30, 2016

Assalamu'alaikum Beijing



Film ini dirilis Desember 2015, nangkring di laptop saya pada Bulan Ramadhan kemarin, baru saya tonton beberapa hari yang lalu setelah menetapkan hati bahwa pada hari itu akan banyak film Indonesia yang saya tonton. Minat saya terhadap film Indonesia memang menurun drastis sejak beredar/bermunculan begitu banyaknya film hantu-hantuan yang kualitasnya jauh lebih bangke dari film dokumenter yang saya buat *iya, saya sadis sekali kalau mengomentari film hantu Indonesia*. Namun saya harus sportif mengacungkan jempol pada Assalamu'alaikum Beijing yang diangkat dari novel karya Asma Nadia. Sampai-sampai saya menulis: INI FILM INDONESIA TERBAIK YANG PERNAH SAYA TONTON. Berlebihan? Tidak. Bagi yang sudah nonton film ini mohon menyingkir jauh-jauh ya, ini khusus bagi yang belum nonton supaya terguga *tsaaaaah tergugah*.

Siapa para pemerannya? Kalian bisa lihat pada gambar di atas.

Dari semua nama pemerannya itu, awal mula kening saya berkerut ketika membaca nama Morgan Oey. Pertanyaan: apakah dia sanggup menandingi akting senior-senior di dunia perfiliman? Apakah imej dia sebagai anak band dapat dihilangkan? Apakah dia mampu memerankan tokoh Zhongwen yang oleh Sekar dipanggil CungCung. Namun ternyataaaa jeng jeng jeng Morgan mampu memerankan Zhongwen dengan sangat uh wow wow wow, sangat natural, sangat mempesona, dan sangat membuat saya kepingin punya suami seperti dia ... kelak. Hahaha.

Bicara soal ceritanya ...

Sebagai perempuan tangguh (maksudnya Asma yang tangguh, bukan saya) saya setuju pada Asma yang memutuskan untuk tidak lagi bersama Dewa. Maaaan, jaman sekarang masih ada laki-laki yang tak setia? Mainstraim! Laki-laki itu harusnya setia dengan alasan apapun, tahu! Hancurnya perasaan Asma itu jadi butiran styrofoam karena pengakuan Dewa terjadi sebelum pernikahan. Iya karena scene saat Dewa mengaku perbuatannya menghamili Anita terlihat orang-orang EO sedang setting lokasi untuk acara pernikahan (lha kan ada foto prewed gede yang mau dipajang kan?). Saya suka sekali adegan pertama ini ... sungguh girl power. Hihihi.

Asma kemudian terbang ke Beijing untuk bekerja sebagai koresponden sebuah media pemberitaan. Nah di sini dia bertemu sepasang suami-istri sahabatnya yaitu Sekar dan Ridwan yang sangat membantunya dalam hal mencari tempat tinggal dan memperkenalkan Beijing. Hingga suatu hari ketika Asma sedang bereksplorasi sendiri karena guide-nya sedang tidak bisa menemani, dia bertemu Zhongwen di dalam bis. Wah kejadian ini yang bikin saya mendadak merasakan asmara meletup di dada ... hahaha ... kan penonton juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para tokoh di film :p Zhongwen memanggil Asma dengan Ashima, seorang tokoh legendaris perempuan dari Cina. Gimana-gimananye lu cari sendiri dah di Google soal tokon entu.

Singkat kata singkat cerita Asma dan Zhongwen saling jatuh cinta. Saya suka bagaimana cinta digambarkan dengan sangat santun di dalam film ini dimana norma-norma yang ada di dalam Islam betul-betul dijalankan. Saya sangat suka dialog-dialog antara Asma dan Zhongwen tentang Islam. Sayangnya Asma memutuskan untuk menolak Zhongwen (apalagi Dewa, pasti ditolak meskipun Dewa sampai mengejar Asma ke Beijing!) karena dia merasa tidak mampu menjadi pasangan yang baik akibat penyakitnya itu, penyakit yang dikenal dengan nama Antiphospholipid Syndrome. Ini sakit pengentalan darah yang bikin penderitanya bisa kena stroke, kebutaan, tidak bisa hamil (karena keguguran), dan lain-lain. Ini yang bikin semangat Asma pupus ... dia harus melupakan Zhongwen.

Pulang ke Indonesia kondisi Asma sangat parah ... 
Apa yang tidak dia ketahui adalah bahwa di Beijing sana si Zhongwen malahan menjadi mualaf (memeluk Agama Islam), lantas mengejar Asma hingga ke Indonesia.

So sweet.

Ya, masih banyak scene lainnya di dalam film ini tetapi pada intinya adalah ini film menggambarkan sesuatu yang saya percayai selama ini yaitu jangan mempertahankan laki-laki yang jelas-jelas telah mengkhianati kita dengan cara apapun dan dengan dalil apapun. Ingat, Allah SWT telah mengatur kehidupan kita dengan sangat baik. Jangan pernah bergantung pada laki-laki setipe Dewa. Lepaskan saja dia dan biarkan Allah SWT memberikan kepadamu seseorang yang layak, seseorang yang pantas, seseorang yang mau menjadi Imam-mu dengan baik. Setidaknya film ini sudah membuat saya menangis (yaaaah banci lagi deh saya) dan sudah membuat saya mengacungi jempol dan berkata: INI FILM INDONESIA TERBAIK YANG PERNAH SAYA TONTON!

Happy weekend semuanya ...

Cheers :)

Thursday, July 28, 2016

Orange Camping

Orange Camping, Moni.

Hari itu, Minggu ... hari terakhir liburan panjang Idul Fitri. Saya uring-uringan level galaksi karena selama liburan hanya di rumah saja. Tak apa juga lah di rumah saja, toh saya juga tidak berdiam diri karena begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menjelang hari raya dan usai hari raya langsung memikul kamera demi sesuap nasi :p

Hari itu, Minggu ... hari terakhir liburan iseng saya memasang status BBM yang terjadi sebulan sekali gara-gara BBM sering eror. Eh, status saya disambar oleh Stanis dan dilanjutkan lewat chatting Facebook. Karena kami berdua sama-sama suntuk, maka janjianlah kami untuk pergi jalan-jalan. Pusing juga kalau hanya melihat kamar, laptop, gitar, mok kopi dan teh, juga Mamatua dan Tanta Sia ... eh ... kalau beliau berdua mah tak pernah bosan soalnya unik dan satu-satunya! Hehe.

Hari itu Stanis menjemput saya; kami sepakat mengendarai satu sepeda motor saja. Anehnya adalah kami belum punya rencana hendak pergi ke mana. "Ya sudah Tais, kita pergi ke jagung rebus kilometer sepuluh saja, yuk!" ajak saya. Di KM 10 arah timur Kabupaten Ende, kami menikmati jagung rebus panas, sambal jeruk, dan ikan asin dibakar. Wuih sadapnya. Sambil cerita-cerita, tertawa-tawa, muncul ide untuk melanjutkan jalan-jalan ini menuju Moni. "Ada Orange Camping tuh, Tais ... macamnya seru juga kalau kita ke sana!" celetuk saya berapi-api.

Mudah ditebak. Perut kenyang, hati senang, kami berdua melanjutkan perjalanan semakin ke timur. Sepanjang perjalanan yang ada cuma cerita-cerita-cerita tak ada habis-habisnya. Tidak sadar ... eh ... tahu-tahu kami sudah tiba di Moni! Yipieee. Mulailah kami mencari-cari Orange Camping yang fotonya pernah dipajang Oskar dan Etchon di Facebook. Tanya sana-sini, eh ketemu. Ada papan nama Orange Camping, di bok-mati menuju Moni yang bagian pojoknya berdiri kafe baru bernama Santiago Cafe.

Seorang pria duduk di atas batu di dekat kafe.

"Om, mau tanya ... Orange Camping di mana ya?" tanya saya dan Stanis.

"Oooh. Itu di bawah ... mari saya antar."

Ternyata pria yang masih muda tapi saya panggil om ini adalah penjaganya Orange Camping. Namanya Peter dan dia bercerita tentang tempat ini yangmana pemiliknya adalah Darno. Iya, saya kenal lab Darno. Dan saya baru tahu Orange Camping juga ada di Manggarai (atasnya sawah laba-laba). Tarifnya murah. Single 65ribu, double 100rb. Terletak di bekas sawah, di atas rumput hijau, udara bersih dan adem, tepat di samping DAM mini. Sementara itu makanan dan minuman silahkan cari di sekitaran Moni karena Orange Camping tidak sediakan. Lagian Cafe Santiago kan dekat, pesanan bisa mereka antar. Waktu itu setelah foto-foto dan tanya-tanya kami memesan kopi dan teh. Kopinya LUAR BIASA MAKNYUS!

Pukul 15.00 langit semakin berat akhirnya saya dan Stanis pun pulang ke Ende.

Next, kita rencana bakal ke Bena lagi dan menginap di Manulalu.

Cheers!

Monday, July 25, 2016

Yess, It's True


Yess, it's true.
Taken from Here.

Saturday, July 23, 2016

The Effect


Liburan kemarin sempat nonton dua film yang paling saya tunggu-tunggu kopiannya. Eh ... *nyengir*. Film yang pertama Batman Vs Superman, dan film yang kedua Civil War. Dua film ini saya sebut sebagai puncak pertempuran para super hero, meskipun pertempuran mereka belum kelar. Ya, pasti, saya yakin, masih banyak lagi pertempuran antara super hero di hari mendatang *yaelah bahasanya*.

Untuk mengulas betapa gelap aura Batman Vs Superman atau betapa ramai aura Civil War rasanya sudah sangat terlambat. Maklum lah ya, kami di Ende tidak ada bioskop sebangsa 21 begitu. Tapi untuk mengulas tentang betapa ada kemiripan antara kedua film ini saya rasa perlu ... mengingat ini dari perspektif saya sendiri, pendapat saya sendiri, apa yang bergejolak di dalam pikiran saya sendiri usai menonton kedua film super hero tersebut.

Super hero, dengan kekuatan super mereka, baik itu kekuatan super yang alamiah maupun yang buataniah, memang keren. Bayangkan saja kekuatan Superman, kebrutalan Hulk, atau kecanggihan Iron Man dan Batman. Mereka benar-benar dapat membuat bumi seperti mainan leggo. Di setiap film yang mengangkat tema super hero selalu terjadi kehancuran dan kerusakan dalam skala masiv. Ledakan boom boom, gedung-gedung perkotaan merata dengan tanah, monumen-monumen penting dunia hancur berantakan, jalanan lecet bak pipi kecabik cakar kucing, manusia ... mati dengan begitu mudahnya, trauma psikis, dan lain-lain, dan seterusnya, dan sebagainya. Kerusakan seperti inilah yang, menurut saya, diangkat di dalam kedua film tersebut, yang saya sebut dengan the effect.

*berasa keren banget menulis the effect, haha*

Batman Vs Superman dan Civil War tidak saja mengangkat kekuatan super masing-masing super hero seperti yang sejak jaman dulu sudah kita ketahui lewat komik-komiknya, tetapi juga mengangkat sisi humanis. Bagaimana sebuah gedung yang runtuh menyebabkan putusnya hubungan kasih sayang antara ibu dan anak, bagaimana reruntuhan menyebabkan seorang laki-laki kehilangan kaki dan menggunakan kursi roda sepanjang hidupnya, bagaimana negara betul-betul merasa dirugikan atas ulah super hero dengan kekuatan super mereka ... karena membangun kembali itu susah, bung! Harga material sekarang serba mahal :p

The effect ini sangat terasa (kental sekali malah) selama saya menonton kedua film tersebut. Inilah yang menyebabkan Lex memanfaatkan situasi untuk memfitnah sana-sini. Inilah yang menyebabkan The Avengers pecah dua kubu dan menyebabkan munculnya Spiderman :p

Efek, itulah inti dari dua film super hero Batman Vs Superman dan Civil War.

Tak ada yang lain.

Soal kemampuan masing-masing? Laaah kita sudah tahu.

Yang kemudian menari-nari di benak saya yang liar ini adalah apakah pada film-film berikutnya akan ada scene dimana para super hero sedang membantu kontraktor membangun kembali gedung-gedung yang hancur? Bayangkan saja kehancuran di dalam Batman Vs Superman itu ... luar biasa kiamat kan? Mungkinkah Batman mau membantu membangun kembali Metropolis dan Gotham yang rusak?
Mungkin saja :D
Okeh, demikianlah saja bekal weekend kali ini.
Selamat bersenang-senang, teman!

Friday, July 22, 2016

Dies Natalis Yang Ke-36

Vrup Vokal Puteri Kampus 3

Masuk liburan panjang usai Lebaran kemarin saya sudah janji bakal banyak cerita-cerita di blog kesayangan ini. Eeeh tapi ternyata banyak selakali yang harus saya lakukan sehingga lagi-lagi ingkar janji huehue. Tak apa lah yang penting tetap posting.

Oke, melihat foto di atas pasti kalian pangling *ngerasa nih gue* haha. Yang manakah saya? Rasanya aneh ya didandan semacam ini, dipakein baju keren, di-makeup tebal, dipakein hijab kece begini. Memang aneh ... tapi untuk apakah kami berpakaian seperti ini?

Setelah liburan panjang kemarin kami (karyawan dan dosen Uniflor, baik dari yayasan maupun Rektorat) disibukkan dengan kegiatan-kegiatan dalam rangka Dies Natalies Universitas Flores yang ke-36. Rangkaian kegiatan yang telah disusun adalah Misa Syukur Kampus yang diselenggarakan pada Jumat (15/7/2016), pelbagai perlombaan olahraga (voli, futsal, tarik tambang), pertandingan poker, hingga acara puncak yaitu Perayaan Dies Natalies Uniflor ke-36 dan Halalbihalal 1437 Hijriah.

Acara puncak tersebut diisi dengan pengajian atau pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh seorang dosen bernama Ilyas yang suaranya sumpah kece berat! Saritilawah oleh Mila Wolo my soulmate itu, tausiah oleh Ustadz Alifudin, makan siang bersama, pemotongan tumpeng oleh Ketua Yapertif dan Rektor Uniflor, dan dilanjutkan dengan ... LOMBA VOKAL GRUP! Yahaha! Ini kece. Lomba vokal grup diikuti oleh enam kelompok masing-masing putera dan dan puteri dari Kampus 1, Kampus 2, dan Kampus 3. Dulunya Uniflor punya empat kampus loh *informasih kurang penting* Oia setiap kelompok beranggotakan delapan orang dan wajib diisi oleh empat dosen dan empat karyawan.

Kami, bisa dilihat pada foto di atas, merupakan Vokal Grup Puteri Kampus 3. Saya, berdiri paling depan dooonk, sangat senang dengan kegiatan seperti ini karena sangat melatih kesabaran hahaha. Oia lagu wajib yang kami bawakan adalah Mars Uniflor sedangkan lagu pilihannya Bermata Tapi Tak Melihat dari Bimbo. Yang keren dari lomba kali ini adalah kelompok kami untuk koreo khusus dilatih oleh Rikyn Radja, kostum oleh Rikyn Radja, make-up oleh Deth Radja, dan hijab stylist kami Yara Rasyid. Kece kan? Usai di make-up pada kaget deh sama wajah masing-masing dan ketika kami memasuki auditorium suasana langsung gaduh *berasaaaa artis!* haha.

Mengikuti lomba bukan berarti berambisi untuk menang. Intinya adalah kami berani tampil dan berpartisipasi, meramaikan kegiatan akbar ini, dan kami melatih diri untuk tidak egois dan bisa bekerja sama. Maklum, rata-rata di kelompok kami ini penyanyi semuanya jadi kudu mengatur suara agar tidak dominan antara satu dengan yang lain *cie*. Jika pada akhirnya juri memutuskan kami sebagai juara satu alias pemenang, itu adalah bonus. Hah? Menang? Iya, benar, kami menanggggg! Hehe. Terimakasih untuk Rikyn, Deth, dan Yara, yang sudah begitu semangat membantu kami sampai-sampai Rikyn tak masuk kerja, Deth terlambat buka salon, dan Yara terlambat buka butik D'Yara Boutique.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya pengen ngasih tahu, pada hari H alias perayaan puncak Dies Natalies ke-36 Uniflor tersebut, Pater John Balan, SVD (Pater Kampus) mengenakan pakaian Palestina. Keren sekali, Pater! Waktu bertemu saya Pater bilang begini, "Tuteh, ini baju dikirim oleh saudara saya yang bertugas di sana, jadi pas momen ini saya pakai."
Itu AWSOME, Pater.

Selamat ulang tahun yang ke-36 Uniflor tercinta!
Satukan langkah, bulatkan tekad, menuju Uniflor bermutu!

Nah kan ... masih banyak cerita yang belum saya posting di sini ... satu per satu deh ...

Cheers!

Monday, July 11, 2016

Back to Work!

Wif Stanis di Orange Camp, Moni.

Selamat kembali dari liburan panjang, semuanya! Yipie ... 

Oia, pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri untuk semua teman-teman yang merayakannya, termasuk saya, yang telah meraih hari kemenangan nan fitri. Bagaimana suasana Idul Fitri di tempat Anda? Kalau di tempat saya, khususnya di rumah saya, Idul Fitri merupakan momen paling ditunggu-tunggu karena merupakan saat berkumpulnya keluarga besar Pharmantara usai Shalat Ied dan nyekar ke makam Bapak (Kak Toto, Kak Tuty, dan anak Wawan). Setelah sungkeman, saling toyor, saling hitung usia, makan-makan, dan tertawa-tawa, ramai-ramai kami pergi ke keluarga Ende (maksudnya keluarga dari pihak Bapak karena keluarga dari pihak Mamatua kan mayoritas Katolik) untuk bersilaturahmi. Nah, sekembalinya dari rumah keluarga Ende inilah kesibukan utama dimulai. Yaaaa karena open house so the madam must be standby at home hihihi. Terimakasih ya untuk sanak-family, tetangga, teteman, para krucil, yang telah datang ke rumah. Kalian baik!

Biasanya Idul Fitri dirayakan lebih dari dua hari (kalau kalender kan tanggal merahnya ada dua), seperti masa-masa lampau dimana rumah kami masih kebanjiran tamu sampai seminggu lamanya. Namun Idul Fitri kali ini benar-benar hanya dua hari bagi saya dan kru karena pekerjaan telah menanti. Orderan KuliKamera membawa saya dan Cahyadi menuju Salon Keyzha pada pukul 09.00 Wita kemudian ke Gereja Santo Yoseph di Onekore untuk pemberkatan perkawinannya. Untungnya ada empat pasang pengantin yang diberkat di gereja tersebut dan pengantin kami mendapat jatah pemberkatan kedua pada pukul 11.00 Wita sehingga saya masih bisa berleha-leha di kasur sampai pukul 08.00 Wita. Jika pengantin kami mendapat jatah pemberkatan pertama yaitu pukul 08.00 Wita, maka pukul 06.00 kami sudah harus tiba di salon tempat pengantin perempuan di-makeup hihihi.

Liburan panjang kali ini otomatis saya tidak bisa ke mana-mana. Selain open house (apalagi rumah kami, si Pohon Tua, adalah rumah induk) kali ini saya berusaha untuk tidak merepotkan orang lain soal panganan hari raya. Mulai dari cookies; based on recepies from CookpadDotCom, sampai olahan lauk-pauk temannya ketupat itu, semuanya saya kerjakan sendiri. Sampai-sampai banyak yang tidak percaya saya mampu melakukannya. But, hey, sebelum saya memanjakan diri beberapa tahun terakhir ini dengan memesan kue dan membayar bantuan koki untuk memasak lauk-pauk hari raya, dulunya saya juga perempuan-dapur yang gagah perkasa loh hahaha. Bahkan dulu itu belum ada yang jualan ayam potong sehingga ayam yang kami beli itu benar-benar masih hidup, disembelih, disiram air panas, dicabut bulunya, dipotong-potong, dimasak, dst. dsb. dkk. Kalian akan heran melihat saya, yang katanya terlalu macho masuk dapur, mampu berhadapan dengan dua kompor yangmana satunya memanggang kue dan yang lain menggoreng stik keju. Sudah semacam Chef Ramsey lah saya ini hahaha.

Pada akhirnya saya bertemu Hari Minggu dan itu membuat saya cukup suntuk jika tidak keluar rumah. Ajakan Abang Nanu sekeluarga untuk pergi ke Danau Kelimutu (dan juga ajakan teman-teman Mapala) tidak saya ladeni. Tapi kok bisa saya hanya di rumah saja? Walhasil saya dan Stanis pun pergi juga keluar rumah. Awalnya kami berdua bingung mau ke mana eeeh, akhirnya kami ngetem di Kedai Jagung Rebus di KM 10. Ada jagung, ikan asin bakar, dan sambel. Eh, tak lama kemudian kami pun melanjutkan perjalanan ke arah timur ... terus ke timur ... terussss ... akhirnya sampai di Moni. A-haaa memang benar ya kalau tidak ada rencana pada akhirnya jadi juga. Kami pun mencari yang namanya ORANGE CAMPING, tempat menginap yang konsepnya serba natural. Salah satu contohnya bisa dilihat di foto di atas. Bagaimana tentang Orange Camping ini? Akan saya ceritakan di lain kesempatan ya. Hanya saja tempat ini menjadi pilihan baru yang bakal ramai dikunjungi wisatawan sebagai alternatif tempat menginap ala natural-beauty.

Hari ini kita semua sudah kembali beraktifitas seperti biasa. Selamat bekerja teman-teman semua. Meskipun banyak yang tidak bisa move on dari liburan panjang tapi ingat, pekerjaan adalah yang utama yang harus kita lakukan agar bisa kumpulin duit dan jalan-jalan lagi! Hihihi.
Baiklah, minggu depan kami mau pergi ke Wologai (kampung adat/rumah adat yang sempat terbakar itu). Ramai-ramai dengan teman-teman tukang jalan alias Kaki Kereta. Setelah itu saya pengen pergi ke Manulalu untuk berleha-leha ... macamnya kami bakal tidur bersesak-sesakkan deh di sana hahahahaha ...

Cheers!

Thursday, June 16, 2016

Pulau Sumba

Kain tenunan Sumba hadiah dari Benny.

Malam ini cobain posting pakai Android Lenovo A6000, non-aplikasi, pakai browser. Hehehe. Soalnya pernah coba pakai aplikasi Blogger tapi gagal melulu.

Okeh!
Malam ini saya dikasih kain tenun khas Pulau Sumba sama Benny Reo, teman kuliah yang juga anggota Polres Ende. Calon istrinya Benny ini Orang Sumba dan rencana mereka bakal menikah bulan depan. Yang seru adalah cerita-cerita kami tentang Pulau Sumba. Karena pernah bertugas di Polres Waikabubak di Sumba Barat, maka banyak sekali ceritanya. Sesekali saya juga ikut bercerita soal kunjungan dinas ke pulau eksotik itu (Februari 2015).

Dari sekian banyak cerita, ada dua cerita yang paling saya sukai.

Yang pertama tentang kematian dan kubur batu. Kematian di Pulau Sumba itu unik. Semakin tinggi kasta yang meninggal maka semakin berderet pula hewan yang bakal disembelih. Menurut cerita Benny, hewan (bisa puluhan) yang disembelih itu di halaman rumah loh, dan darah hewan tidak boleh dibersihkan alias biarkan menghilang dengan sendirinya. Selain itu, ada pula mayat yang berminggu-minggu baru dikebumikan (dimasukkan ke kubur batu) sesuai dengan adat istiadat setempat. Menarik ... Sangat menarik, karena konon pada jaman dahulu batu bakal kubur (jika diambil dari daerah lain yang jauh dengan lokasi kubur) tidak boleh dimuat dengan kendaraan alias harus digiling atau diangkut oleh tenaga manusia.

Yang kedua tentang Podhu, yaitu semacam ritual mencari jodoh. Jadi para jombloers ini disiapkan tempat untuk mencari jodoh dimana mereka menari di lokasi tersebut sambil melirik bakal pasangannya ... Kalau cocok ya langsung dibawa ke rumah laki-laki (perempuannya yang dibawa, bukan lokasi cari jodohnya huehehehe). Ada beberapa hal dari cerita Benny yang tidak saya tulis di sini karena saya lupa :D Soalnya tadi kita cerita cerita seru.

Saya juga bercerita tentang perjalanan dinas mempromosikan Universitas Flores waktu itu. Dari mulai tiba di Sumba Barat Daya, ke Sumba Barat, ke Sumba Tengah, ke Sumba Timur, lantas kembali ke Ende dengan tragedi tiga teman ketinggalan kapal lautnya haha.

Sumba memang pulau yang keren nan eksotik. Adat istiadatnya sangat dijunjung tinggi. Bagaimana Benny cerita soal salah satu acara yang dihadirinya, itu waktu tamu datang bukan disuguhi kue melainkan sirih-pinang. Keren. Jaman sekarang berapa banyak anak muda yang bisa makan sirih? Saya saja tidak sanggup. Tapi di Sumba rata-rata anak muda hingga dewasa mengunyah sirih-pinang meskipun tidak semua.

Saya masih ingin pergi ke Pulau Sumba lagi. Menyaksikan Pasola ... Bukan hanya sekadar Pasola saja melainkan ritual sejak malam - subuh ketika para ibu memanggil nyale dengan suara tertentu sampai memakannya dan kemudian menyaksikan Pasola. Saya juga pengen menjelajahi desa-desa, dan mungkin beruntung bisa mengetahui tentang Merapu. Ya, semoga suatu saat nanti saya akan kembali ke Pulau Sumba yang keren itu.


Cheers!

Tuesday, June 14, 2016

Keajaiban Al Qur'an #2

Gambar dari sini.


7 lapisan langit adalah ...

1. Troposfer, yaitu lapisan terdekat bumi yang membentuk sekitar 90% keseluruhan berat atmosfer.
2. Stratosfer, yaitu lapisan di atas troposfer.
3. Ozonosfer, yaitu lapisan yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet.
4. Mesosfer, yaitu lapisan di atas ozonosfer.
5. Termosfer, yaitu lapisan di atas mesosfer.
6. Ionosfer, yaitu lapisan tempat gas-gas terionisasi.
7. Eksosfer, yaitu lapisan terluar dari atmosfer.

Sudah tertulis di dalam Al Qur'an ...

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” - (Qs. Al Baqarah: 29)

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” - (Qs. Al Israa: 44)

“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” - (Qs. Fushshilat: 12)

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang- ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” - (Qs. Al Mulk: 3)

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” - (Qs. Ath Thalaaq:12)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya. 

Sumber pertama.
Sumber kedua.

Cheers!

Monday, June 13, 2016

Keajaiban Al Qur'an #1

Picture taken from here.


Agak berbeda ... quote atau wise words yang seharusnya diposting setiap Senin saya geser dulu. 

Setiap malam sebelum tidur selalu ada 'penemuan-penemuan' baru yang terjadi akibat kebiasaan browsing sana-sini. Topiknya bermacam-macam, dan terkadang satu topik membawa saya ke topik-topik lainnya akibat link yang saling kait-mengait dengan artikel tersebut. Sudah sejak lama saya membaca tentang fakta-fakta ini, tentang keajaiban Kitab Suci Al Qur'an, kitab yang terdiri atas wahyu-wahyu Allah SWT yang diturunkan untuk umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW tercinta. Empatbelas abad yang lalu telah tertulis di dalam Al Qur'an apa-apa yang terjadi di dunia ... dan berkat ridho Allah SWT pula lah semakin ke sini semakin banyak fakta terkuak. Kadang-kadang saya merinding ... betapa kerennya Allah SWT itu!

Meskipun banyak yang memilih kisah tentang Selat Gibraltar, tentang dua laut yang tidak bercampur, sebagai kisah pertama ... kali ini saya lebih memilih tentang penciptaan. Eits! Bukan serial The Big Bang Theory (sitkom) itu hehe. 

Sebelum para ilmuwan menemukan atau mengungkapkan tentang teori penciptaan bumi yang terkenal dengan istilah The Big Bang Theory, Al Qur'an telah mengabarkannya kepada seluruh umat manusi.

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman?"
Qs. Al-Anbiyaa' : 30)

Subhanallah.

Maka, nikmat Allah SWT yang mana yang mampu kita dustai?

Selamat menjalankan ibadah puasa, kawan.

Cheers.

Thursday, June 09, 2016

Dua Anggota Parlemen



Mamatua sudah uzur *plaaak*, sakit gejala stroke (masih bisa beraktivitas meskipun kecepatannya menurun), pikun pada beberapa momen kehidupan *plaaak-lagi*, maka berdasarkan perjanjian yang super panjang, super alot, dan super bikin frustasi, diputuskan bahwa pada Bulan Ramadhan 2016 saya puasa sendirian. Akhirnya perjanjian ini disepakati oleh keduabelah pihak dengan dihadiri oleh saksi yaitu Tanta Sia. Setelah dipikir-pikir ini merupakan jalan keluar terbaik ketimbang saya ikut Mamatua bangun sahur jam satu pagi, lantas menahan diri hingga waktunya berbuka menjelang Maghrib, sementara Mamatua dengan santainya ternyata sudah makan siang ditemani Tanta Sia.

Jadi, sudah beberapa hari ini saya ngabuburit ditemani Mamatua dan Tanta Sia yang sedang main congklak sambil ngeteh dan ngopi. "Non, kami minum dulu eee. Kau ...?"

"Maksudnya dengan kata KAU itu apa, Ma?"

"Kau tidak apa-apa to? Maafkan kami eee kami minum di depan kau ni," balas Mamatua sambil bibirnya meniup minuman.

Haha. Gaya sekali Mamatua pakai ijin hendak minum segala. Kalau mau makan atau minum, ya silahkan. Bagi saya puasa itu bukan berarti saya mendapat hak istimewa apapun. Biasa saja. Kehidupan saya biasa saja, pekerjaan saya biasa saja, lingkup pergaulan saya biasa saja, bahkan permainan kesenangan saya pun biasa saja. Yang tidak biasa adalah aktivitas saya selama berpuasa ini lebih banyak Tadaruz dan (Insha Allah) Tarawih. Yang lain ...? Sama saja lah, tak ada bedanya, hehe.

Kemarin pas sedang menunggu waktu berbuka saya mengobrol bersama Mamatua dan Tanta Sia ...

Saya:  Tidak rasa e besok sudah puasa hari ketiga!

Mamatua: Wuik, masih lama juga. Kalau tiga hari lagi Lebaran, itu baru tidak rasa.

Tanta Sia: Kalau sudah dua minggu puasa ... Aman sudah ... Sisa satu Minggu saja puasanya.

Saya & Mamatua: HAAAEEE Tanta Siaaaaa, sisa dua minggu kah.

:P

Serulah tiap hari dibeginiin sama dua anggota parlemen ini bikin sehat jiwa-raga.


Cheers.

Wednesday, June 08, 2016

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa


Meskipun sudah hari ketiga, tapi masih ada 27 hari lagi kan? :p

Kawan,
Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan ini, ya. Semoga segala amal ibadah kita di bulan suci ini diterima oleh Allah SWT. Amin. Bagaimana cerita Ramadhan di tempat kalian?

Cheers.

Saturday, June 04, 2016

Wild Target


Picture taken from Google.

Suatu hari saya sedang bosan. Kebosanan saya memang tidak penting. Yang penting adalah bahwa gara-gara rasa bosan itu saya akhirnya menonton sebuah film yang bikin rasa bosan menguap entah ke mana *sabar, jangan emosi dulu lah*. Saya tenggelam dalam gelak. Kalian yang belum nonton ... WAJIB NONTON! Tapi perlu diingat, standar kelucuan setiap orang itu berbeda-beda. Belum tentu apa yang lucu menurut saya akan lucu pula menurut Anda.

Wild Target berkisah tentang seorang pembunuh bayaran bernama Victor Maynard (Bill Nighy) yang kesohor karena kalau membunuh diibaratkan lomba pop singer maka piala yang dikumpulkan sama Victor ini penuh serumah :p Yang menarik dari si Victor ini adalah usianya yang tidak muda lagi, penampilan kaku, wajah kaku, urat muka kaku, gigi kaku, Dan Victor mempunyai seorang ibu yang juga pembunuh. Kalau saya jadi Victor dan ibu saya belum pensiun dari dunia berdarah ini, sudah saya ajak ibu saya berduet. Sebagai pembunuh bayaran suatu kali Victor ditugaskan untuk membunuh Rose (Emily Blunt) karena Rose, si penipu profesional ini, sudah membikin mafia marah karena menjual lukisan palsu. Coba deh kalau nonton perhatikan koper lukisan yang dibawa Rose ... cerdik sekali mereka ini. Kecerdikan Rose membikin si mafia terlihat tolol.

By the way ...
Latar belakang tokoh Victor lumayan dijelaskan di dalam film tapi tokoh Rose nampaknya semacam hanya muncul begitu saja :D

Herannya, setiap kali Victor hendak membunuh Rose, pasti gagal. Adaaaa saja alasannya sampai alasan yang sungguh mengada-ngada! Mungkin karena itu judul film ini Wild Target saking liarnya si target untuk dibunuh. Sampai akhirnya Victor berkhianat pada profesinya sendiri sebaga pembunuh bayaran dan lantas justru menyelamatkan Rose. Nah, pada suatu kondisi mereka harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran lain yang tujuannya sekarang tidak hanya membunuh Rose tetapi juga Victor. Lantas apa peran Tony (Rupert Grint) di film ini? Dia sih entah yaaa mau dibilang figuran juga perannya cukup kuat untuk mengalahkan para penjahat :p mau dibilang pemeran utama juga salah soalnya pemeran utamanya kan Victor *mbuletisasi bahasamu, Teh*.

Oke, terlepas dari si Tony, Wild Target merupakan film yang sangat saya rekomendasikan kepada teman-teman sekalian jika memang belum menontonnya. Tak hanya sebuah tayangan komedi yang bakal bikin Anda tertawa melainkan juga bagaimana Anda akan sedikit belajar tentang kelihaian tangan ala Rose. Eh, tapi kalau kelihaian tangan masih keren film Focus lha yaaa :D

Selamat menikmati akhir minggu, kawan!


Cheers.

Thursday, June 02, 2016

Parade Kebangsaan

Foto diambil dari sini ... Makasing Bang Tekno Bolang!


Menulis ini dibutuhkan ketahanan wajah super baja karena ditulis tidak update alias tepat waktu. Ihik!

Sudah lama sekali rasa kecewa saya pada buku-buku panduan pelajaran Sejarah sekolah dasar menguap. Kecewa karena pada masa sekolah dasar tidak ada satupun paragraf di dalam buku pelajaran Sejarah yang memuat tentang Kota Ende sebagai tempat benih-benih Pancasila ditemukan oleh Bung Karno pada masa pengasingannya (1934-1938). Mungkin karena orang sabar memang disayangi Tuhan ... sekarang ini tidak perlulah menunggu buku panduan pelajaran Sejarah memuat tentang keterkaitan antara Kota Ende dengan Pancasila karena sekali klik (coba bayangkan situ sedang online di internet :p) apapun kebutuhan kita tentang Kota Ende pasti tersaji indah, berurutan, dan membuat kita heran betapa cermatnya Google itu.

*menunggu sambitan cokelat*

Bung Karno, Presiden I Republik Indonesia, diasingkan di Kota Ende dikarenakan Belanda kuatir pergerakan beliau bakal bikin bangsa ini merdeka. Tapi toh pada akhirnya bangsa ini merdeka juga *itu sudah takdir*, kemudian bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dasar Negaranya adalah UUD Tahun 1945 dan Lambang Negaranya adalah Garuda Pancasila dimana pada tubuh sang Garuda memuat Pancasila; 5 sila yang menjadi tumpuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Masa pengasingan Bung Karno di Kota Ende meninggalkan jejak yang lumayan banyak. Bukan, bukan jejak kaki di tanah *plak*. Pertama-tama sebut saja Situs Bung Karno yang terletak di Jalan Perwira. Rumah ini merupakan rumah tempat tinggal Bung Karno bersama keluarga dalam masa pengasingan. Berikutnya Taman Permenungan Bung Karno yang terletak di Jalan Soekarno. Taman ini merupakan aspek penting karena merupakan tempat Bung Karno 'menemukan' benih-benih Pancasila. Salah satu tempat bersejarah di Kota Ende terletak sangat dekat dengan rumah saya; namanya Gedung Imaculata. Di gedung inilah Bung Karno mementaskan naskah-naskah tonilnya.

Pada jaman kekinian, jejak-jejak Bung Karno tak hanya dapat dilihat lewat situs-situs tersebut di atas tetapi dapat pula disaksikan lewat suatu gelaran bernama Parade Kebangsaan (dulunya bernama Prosesi Kebangsaan). Menulis Parade Kebangsaan saya jadi ingat gelaran menjelang Hari Raya Paskah di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, yaitu Semana Santa. Keduanya sama-sama punya sub-kegiatan bernama prosesi laut. Bedanya kalau di Semana Santa prosesi lautnya adalah iring-iringan kapal/perahu motor yang membawa patung Tuan Meninu dari Pulau Adonara ke Pelabuhan Larantuka. Sedangkan proses lautnya Parade Kebangsaan adalah iring-iringan kapal/perahu motor yang membawa panitia dari Pulau Ende menuju Pelabuhan Bung Karno (dulunya bernama Pelabuhan Ende) sebagai pengingat dulunya Bung Karno memasuki Ende lewat jalur laut dan di pelabuhan yang sama. Panitianya itu keren loh ... ada yang jadi Bung Karno, Ibu Amsi, dan lain-lainnya.

Kita lanjutkan tentang Parade Kebangsaan ini.

Kapal/perahu motor yang tiba di Pelabuhan Bung Karno disambut oleh masyarakat (dan panitia yang mengaturnya) untuk kemudian dilaksanakannya prosesi daratnya. Prosesi darat merupakan pawai melintasi jalan-jalan menuju titik-titik tertentu sebagai tempat bersejarah selama Bung Karno berada di Kota Ende. Salah satu tempat yang wajib didatangi adalah Gedung Imaculata. Nah, di depan Gedung Imaculata biasanya dibangun tenda mini sebagai tempat pemberhentian sementara sebelum rombongan pawai melanjutkan perjalanannya.

Jadi, pada tanggal 1 Juni itu Kota Ende ramai?

Bukan 1 Juni :p huehue. Tepatnya tanggal 30 Mei 2016 kemarin Parade Kebangsaan kembali digelar di Kota Ende dengan perjalanan yang sama yaitu mengenang kedatangan Bung Karno di Kota Ende lewat jalur laut dimana KRI Untung Suropati turut ambil bagian berangkat dari Pulau Ende menuju Pelabuhan Bung Karno, lantas dilanjutkan dengan rombongan parade melewati jalur-jalur tertentu seperti Pelabuhan Bung Karno - Jalan Soekarno - Jalan Mahoni - Jalan Perwira - dan seterusnya, dan seterusnya. Saya hanya sempat melihat sekilas di depan KODIM ada sebuah panggung dan tenda mini juga ... banyak Bapak/Ibu berpakaian adat Pulau Sabu atau Pulau Alor begitu. Wah, keren-keren. Hanya karena siang hari ... kasihan juga dandanan wajah ibu-ibu kesambar sinar matahari. Huehuehue.

Yang jelas Parade Kebangsaan membawa nilai tambah bagi masyarakat Kota Ende. Ya itu tadi, kita kan kalau pegi-pegi nonton begitu pasti beli-beli Aqua (akan ada alasan kenapa saya selalu menulis begini :p) ... permen ... kacang :p huheuehue. Dalam pandangan paling sederhana pun masyarakat awam pasti tahu bahwa pendapatan masyarakat pada hari-hari ramai seperti itu pasti meningkat. 

By the way nampaknya saya harus lebih sering mengaktifkan gadget kalau sedang pegi-pegi supaya punya gambar sendiri :D
Soalnya kadang susah nih kalau sedang mengendarai kendaraan musti keluarin gadget trus jepret-jepret :D

Nantilah ...


Cheers.

Wednesday, June 01, 2016

June for Indra!

This beautiful pic has taken from here (please visit! :p)


Welcome June.
Ah, di gambarnya becoming June. Whatever lah ... kan saya kurang paham ... hahaha.

Juni ini akan ada banyak teman yang berulangtahun. Wah, selamat ya Armando, Flory, Milano, Greg, dan teman-teman lain yang tidak saya hafal satu per satu karena memori di kepala saya kapasitasnya hanya 16Giga saja. Tapi yang terutama kalau Juni saya selalu ingat pada keponakan; si Indra. Indra Pharmantara, putra sulung Toto Pharmantara, sekarang sedang mengenyam pendidikan tinggi di Akakom, Jogja. Dan, dia telah tiba pada masa akhir perkuliahan alias sebentar lagi wisuda. Yipieeee! By the way ... umur si Indra sekarang berapaan ya? Soalnya ... errrr ... berapapun umurnya dia teteup bertingkah semacam bocah yang masih keasyikan ngegame di laptop, nonton film kesenangan, baca, sampai ... loh loh loh kok ini semacam gosipin diri saya sendiri? Fufu!

Bagi saya Indra bukan sekadar keponakan melainkan anak. Sejak kecil, sebelum memasuki TK, Indra sudah 'diambil' oleh Bapa untuk tinggal bersama kami. Maklum, semua kakak kan sudah pindah ke rumah masing-masing sehingga kalian akan horor membayangkan betapa horornya rumah kami hahaha. Lebih horor ketika Bapa telah berpulang ke hadirat Illahi, itu horornya ngeri banget karena tiap hari saya musti dengerin suara percakapan sinetron dari teve yang volumenya disetel super kencang sama Mamatua :p Oke, balik ke Indra. Dia akhirnya lulus SMAK Syuradikara dan lantas melanjutkan pendidikan di Jogja. Di Akakom.

Cinta saya pada Indra itu sama dengan cinta saya pada Mister Es. Tapi, cinta saya pada Allah SWT melebihi cinta saya pada umat manusia *komik bahasanya, Teh*. Indra, seperti yang sudah saya tulis bukan sekadar seorang keponakan, merupakan pelipur kesepian kami di rumah. Adaaaa saja hal baru yang dilakukannya, ide-ide gila seperti menyambung sedotan agar dia bisa santai menyedot Coca Cola yang botolnya diletakkan di lantai, ada saja kebaikannya pada saya dengan menawarkan diri untuk meracik kopi atau membuat mi (lha pas dianya juga pengen maem mi), ada saja keriangannya mengisengi setiap makhluk hidup yang ada di rumah kami :p

September ini Insha Allah Indra bakal diwisuda. Terharunya saya. Sangat. Dan karena Indra bakal diwisuda, makanya saya pun sedang persiapan untuk ke Jogja nanti. Kan begini, kawan ... biasanya ibu-ibu alias orangtua wisudawan itu kan pakai kebaya. Nah saya ini mikir pakai kebaya, pakai jins kemeja, atau pakai pakaian adat Ende? Asyik dan unik kali yaaaa kalau saya pakai pakaian adat Ende? Hikhik. Lawo-lambu, dipadu sepatu boot, dipadu jilbab, dipadu topeng (lha saya kan tidak pandai dandan). Hehehe. Ya sudahlah, ini hanyalah curhatan saya tentang Juni, Juni yang mengingatkan saya pada seorang Indra, keponakan tersayang. Dia harus bayarin saya makan karena saya sudah rela menghabiskan waktu untuk menulis postingan aneh ini!

*ketawa iblis*

Btw *teriak ala kondektur bis* Jogja! Jogja! Ketemuan yuk!?

E-hek.

Cheers!