Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Sunday, January 10, 2016

Group Group Group




Saya yakin anda juga pernah mengalaminya.
Pernah?
Ya! Pasti pernah!
 
Rupa-rupanya Facebook perlu memerhatikan hal ini. Harus ada aplikasi atau tools yang bisa bertindak sebagai filter. Semacam tools ketika kita nge-add pengguna Facebook menjadi teman, pasti yang bersangkutan diberi notifikasi untuk terima atau tolak. Ini penting! Karena kenyaman pengguna akan menjadi indikator dia bertahan atau tidak di sebuah media sosial dan jangan sampai ketidaknyamanan ini menjadi masif karena akan mempengaruhi Facebook dengan ... iklan-iklan meninggalkannya karena berkurangnya pengguna *plaaaak, siapa elu, Teh?*

Hahaha.

Tapi seriusnya, ini keluhan saya. Mana keluhan Anda?

Wednesday, January 06, 2016

Airbus A380

Airbus 380. Gambar diambil dari sini.


Jarang me-review buku bukan berarti saya tidak melakukan aktivitas membaca. Setiap hari saya masih menyempatkan diri untuk membaca dalam posisi apapun; sambil menunggu laptop loading atau video sedang di-render, sambil nongkrong di kamar mandi (that's why di dalam Android saya yang sekarang tidak ada aplikasi Al Quran), bahkan sambil temani Mamatua mengobrol ketika giliran listrik padam bergiliran tiba di gardu kami. Tapi bukan berarti saya sama sekali tidak membaca buku! Di atas lemari buku masih ada buku-buku (random) yang sesekali ketika tangan saya bergerak ke arah atas dapat meraih salah satunya, pun demikian di bawah meja kerja.

Menjelang waktu tidur, ketika televisi sedang menayangkan NG, mata saya berbagi tugas antara layar teve dan layar Android. Saatnya membaca!

Melihat dari history bacaan saya, Sampeth sampai geleng-geleng kepala. Jadi, setiap malam ada hal-hal baru yang tercetus untuk ditelusuri. Tapi rata-rata bacaan saya di Android itu berkaitan dengan alam, angkasa, galaksi, penciptaan semesta, NASA, Pentagon, gerakan bawah tanah, feature about anything, tentu ada UFO juga, lukisan yang mengguncang dunia, ilusi optik, kitab suci semua agama, sekte sesat, sampai dengan pesawat beserta anak-cucunya (kecelakaan, komplain penumpang, pendaratan darurat, dll).

Wah, kalau sudah browsing soal pesawat dan anak-cucunya itu, saya sampai lupa waktu. Kecanggihannya bikin saya kagum luar biasa tapi human eror-nya bikin saya kesel sampai pengen banting gadget (desahan dari dalam kokpit!). Dan pencarian bacaan saya sampai pada sebuah tampilan tentang Airbus (Eropa) versus Boeing (Amerika). Membacanya saja saya merinding disko. Sebenarnya ada satu lagi raksasa di dunia penerbangan yaitu Antonov (Uni Soviet) tapi riwayatnya tidak lagi diteruskan.

Airbus merupakan salah satu raksasa dunia penerbangan yang membikin Boeing ketar-ketir. Bagaimana tidak? Pesawat yang diproduksi oleh Airbus ini sungguh tak main-main. Oke, kita pasti sering naik airbus, entah itu Citilink, Mandala, Air Asia, dan lain-lain. Rasanya? Ya, nyaman-nyaman saja lah apalagi kalau cuaca sedang baik. Tapi pernahkah kita naik Airbus seri A380? Mungkin baru beberapa orang saja yang pernah karena bepergian ke luar negeri. Apa yang membuat saya begitu pengen menulis tentang A380 adalah karena tayangan NG tentang Qantas yang ketika take off dari Singapura terpaksa kembali ke Singapura (pendaratan darurat) karena salah satu mesinnya terbakar. Dan pilot mengakui betapa hebatnya airbus ini ... dan catatan penting, tidak ada satu pun korban jiwa.

... we o we ...

Yuk simak tentang pesawat komersil super jumbo ini!

Airbus A380-800F merupakan pesawat terbang penumpang terbesar di dunia, yang mulai melayani debut penerbangan komersial pada 2007 oleh Singapore Airlines. Pesawat ini memiliki dua geladak, dengan konstruksi badan yang lebar. Airbus A380 800F adalah pesawat penumpang yang dibuat di Perancis dengan kapasitas 853 penumpang dalam satu kelas atau 644 di kelas dua tingkat. Pesawat ini memiliki berbagai perjalanan 8.208 mil laut atau 15.200 kilometer. Biaya pesawat $ 318 juta. Memiliki empat mesin Rolls Royce Trent  970B di 70.000 lbf  listrik pesawat. Maksimum kecepatan jelajah  pesawat ini adalah 676 mil per jam dengan ketinggian terbang 43.000 kaki.

Pesawat  A380F Airbus memiliki ukuran wing span 261’8”. Pesawat A380F Airbus  memiliki  tiga-dek panjang kargo yang mampu membawa muatan 150 ton atas rentang non-stop hingga 10.400 km. Pesawat ini juga dapat terbang non-stop dari Boston menuju Hong Kong, atau berjarak 15.200 kilometer. Pesawat  A380 raksasa berukuran panjang 73 meter, memiliki rentang sayap 79,8 meter, tinggi 24,1 meter, dan dibanderol seharga USD330 juta. Airbus telah menjual 192 unit model ini.

Wyuuuh!

Awsome.

Jadi, pertanyaannya, kapankah saya bisa menikmati si A380 yang luar biasa ini? Pesawat yang juga dipakai oleh Qantas, Emirates dan Singapore ini? Mungkin suatu saat nanti setelah Allah SWT mengijinkan. Ha ha ha ha.

Jelas dari pengakuan pilot Qantas itu, bahwa Airbus memang top. Tapi kalau menurut saya yang hebat itu bukan sekadar mesinnya saja melainkan manusianya. Pilotnya hebat donk. Meski pendaratannya bukang di Sungai Bengawan Solo atau di laut, dia mampu mengendalikan emosi (tidak panik) ketika terjadi terbakarnya salah satu mesin, mampu mengendalikan pesawat dengan baik, dan menyelamatkan semua nyawa yang ada di dalam pesawat.

;)

Monday, January 04, 2016

Kaleitutehskop



I know ... this is a very very very late post. Maklum lah ya. Pertama-tama musim liburan menyebabkan saya juga liburan update blog. Haha. Alasan kedua ... hmmm ... apa ya ... macamnya tidak ada alasan kedua. Skip.
 
HAPPY NEW YEAR, dear friends!
It's 2016!
 
Ya ya ya. Selamat Tahun baru 2016. Selalu harapan-harapan terbaik untuk menjalani tahun yang baru ini. Tapi, pun, ada banyak keberkahan yang tidak bisa kita lupakan dari tahun 2015 yang lalu. Saya sendiri hanya bisa berucap Alhamdulillah atas segala karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada umatNya. Dimulai dari pekerjaan yang begitu baik, keluarga Pharmantara yang so so so lovely. Saya juga bergabung dengan komunitas dan kelompok-kelompok yang keren, bertahan dengan yang lama, hingga membentuk yang baru. Semua itu sungguh luar biasa! Oia, tetangga saya pun tak kalah kece. Apalagi yang saya keluhkan lagi? Allah SWT begitu baik pada saya, pada kita umat manusia!
 
Well ...
2016, be nice to me.