Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Thursday, June 16, 2016

Pulau Sumba

Kain tenunan Sumba hadiah dari Benny.

Malam ini cobain posting pakai Android Lenovo A6000, non-aplikasi, pakai browser. Hehehe. Soalnya pernah coba pakai aplikasi Blogger tapi gagal melulu.

Okeh!
Malam ini saya dikasih kain tenun khas Pulau Sumba sama Benny Reo, teman kuliah yang juga anggota Polres Ende. Calon istrinya Benny ini Orang Sumba dan rencana mereka bakal menikah bulan depan. Yang seru adalah cerita-cerita kami tentang Pulau Sumba. Karena pernah bertugas di Polres Waikabubak di Sumba Barat, maka banyak sekali ceritanya. Sesekali saya juga ikut bercerita soal kunjungan dinas ke pulau eksotik itu (Februari 2015).

Dari sekian banyak cerita, ada dua cerita yang paling saya sukai.

Yang pertama tentang kematian dan kubur batu. Kematian di Pulau Sumba itu unik. Semakin tinggi kasta yang meninggal maka semakin berderet pula hewan yang bakal disembelih. Menurut cerita Benny, hewan (bisa puluhan) yang disembelih itu di halaman rumah loh, dan darah hewan tidak boleh dibersihkan alias biarkan menghilang dengan sendirinya. Selain itu, ada pula mayat yang berminggu-minggu baru dikebumikan (dimasukkan ke kubur batu) sesuai dengan adat istiadat setempat. Menarik ... Sangat menarik, karena konon pada jaman dahulu batu bakal kubur (jika diambil dari daerah lain yang jauh dengan lokasi kubur) tidak boleh dimuat dengan kendaraan alias harus digiling atau diangkut oleh tenaga manusia.

Yang kedua tentang Podhu, yaitu semacam ritual mencari jodoh. Jadi para jombloers ini disiapkan tempat untuk mencari jodoh dimana mereka menari di lokasi tersebut sambil melirik bakal pasangannya ... Kalau cocok ya langsung dibawa ke rumah laki-laki (perempuannya yang dibawa, bukan lokasi cari jodohnya huehehehe). Ada beberapa hal dari cerita Benny yang tidak saya tulis di sini karena saya lupa :D Soalnya tadi kita cerita cerita seru.

Saya juga bercerita tentang perjalanan dinas mempromosikan Universitas Flores waktu itu. Dari mulai tiba di Sumba Barat Daya, ke Sumba Barat, ke Sumba Tengah, ke Sumba Timur, lantas kembali ke Ende dengan tragedi tiga teman ketinggalan kapal lautnya haha.

Sumba memang pulau yang keren nan eksotik. Adat istiadatnya sangat dijunjung tinggi. Bagaimana Benny cerita soal salah satu acara yang dihadirinya, itu waktu tamu datang bukan disuguhi kue melainkan sirih-pinang. Keren. Jaman sekarang berapa banyak anak muda yang bisa makan sirih? Saya saja tidak sanggup. Tapi di Sumba rata-rata anak muda hingga dewasa mengunyah sirih-pinang meskipun tidak semua.

Saya masih ingin pergi ke Pulau Sumba lagi. Menyaksikan Pasola ... Bukan hanya sekadar Pasola saja melainkan ritual sejak malam - subuh ketika para ibu memanggil nyale dengan suara tertentu sampai memakannya dan kemudian menyaksikan Pasola. Saya juga pengen menjelajahi desa-desa, dan mungkin beruntung bisa mengetahui tentang Merapu. Ya, semoga suatu saat nanti saya akan kembali ke Pulau Sumba yang keren itu.


Cheers!

Tuesday, June 14, 2016

Keajaiban Al Qur'an #2

Gambar dari sini.


7 lapisan langit adalah ...

1. Troposfer, yaitu lapisan terdekat bumi yang membentuk sekitar 90% keseluruhan berat atmosfer.
2. Stratosfer, yaitu lapisan di atas troposfer.
3. Ozonosfer, yaitu lapisan yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet.
4. Mesosfer, yaitu lapisan di atas ozonosfer.
5. Termosfer, yaitu lapisan di atas mesosfer.
6. Ionosfer, yaitu lapisan tempat gas-gas terionisasi.
7. Eksosfer, yaitu lapisan terluar dari atmosfer.

Sudah tertulis di dalam Al Qur'an ...

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” - (Qs. Al Baqarah: 29)

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” - (Qs. Al Israa: 44)

“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” - (Qs. Fushshilat: 12)

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang- ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” - (Qs. Al Mulk: 3)

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” - (Qs. Ath Thalaaq:12)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya. 

Sumber pertama.
Sumber kedua.

Cheers!

Monday, June 13, 2016

Keajaiban Al Qur'an #1

Picture taken from here.


Agak berbeda ... quote atau wise words yang seharusnya diposting setiap Senin saya geser dulu. 

Setiap malam sebelum tidur selalu ada 'penemuan-penemuan' baru yang terjadi akibat kebiasaan browsing sana-sini. Topiknya bermacam-macam, dan terkadang satu topik membawa saya ke topik-topik lainnya akibat link yang saling kait-mengait dengan artikel tersebut. Sudah sejak lama saya membaca tentang fakta-fakta ini, tentang keajaiban Kitab Suci Al Qur'an, kitab yang terdiri atas wahyu-wahyu Allah SWT yang diturunkan untuk umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW tercinta. Empatbelas abad yang lalu telah tertulis di dalam Al Qur'an apa-apa yang terjadi di dunia ... dan berkat ridho Allah SWT pula lah semakin ke sini semakin banyak fakta terkuak. Kadang-kadang saya merinding ... betapa kerennya Allah SWT itu!

Meskipun banyak yang memilih kisah tentang Selat Gibraltar, tentang dua laut yang tidak bercampur, sebagai kisah pertama ... kali ini saya lebih memilih tentang penciptaan. Eits! Bukan serial The Big Bang Theory (sitkom) itu hehe. 

Sebelum para ilmuwan menemukan atau mengungkapkan tentang teori penciptaan bumi yang terkenal dengan istilah The Big Bang Theory, Al Qur'an telah mengabarkannya kepada seluruh umat manusi.

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman?"
Qs. Al-Anbiyaa' : 30)

Subhanallah.

Maka, nikmat Allah SWT yang mana yang mampu kita dustai?

Selamat menjalankan ibadah puasa, kawan.

Cheers.

Thursday, June 09, 2016

Dua Anggota Parlemen



Mamatua sudah uzur *plaaak*, sakit gejala stroke (masih bisa beraktivitas meskipun kecepatannya menurun), pikun pada beberapa momen kehidupan *plaaak-lagi*, maka berdasarkan perjanjian yang super panjang, super alot, dan super bikin frustasi, diputuskan bahwa pada Bulan Ramadhan 2016 saya puasa sendirian. Akhirnya perjanjian ini disepakati oleh keduabelah pihak dengan dihadiri oleh saksi yaitu Tanta Sia. Setelah dipikir-pikir ini merupakan jalan keluar terbaik ketimbang saya ikut Mamatua bangun sahur jam satu pagi, lantas menahan diri hingga waktunya berbuka menjelang Maghrib, sementara Mamatua dengan santainya ternyata sudah makan siang ditemani Tanta Sia.

Jadi, sudah beberapa hari ini saya ngabuburit ditemani Mamatua dan Tanta Sia yang sedang main congklak sambil ngeteh dan ngopi. "Non, kami minum dulu eee. Kau ...?"

"Maksudnya dengan kata KAU itu apa, Ma?"

"Kau tidak apa-apa to? Maafkan kami eee kami minum di depan kau ni," balas Mamatua sambil bibirnya meniup minuman.

Haha. Gaya sekali Mamatua pakai ijin hendak minum segala. Kalau mau makan atau minum, ya silahkan. Bagi saya puasa itu bukan berarti saya mendapat hak istimewa apapun. Biasa saja. Kehidupan saya biasa saja, pekerjaan saya biasa saja, lingkup pergaulan saya biasa saja, bahkan permainan kesenangan saya pun biasa saja. Yang tidak biasa adalah aktivitas saya selama berpuasa ini lebih banyak Tadaruz dan (Insha Allah) Tarawih. Yang lain ...? Sama saja lah, tak ada bedanya, hehe.

Kemarin pas sedang menunggu waktu berbuka saya mengobrol bersama Mamatua dan Tanta Sia ...

Saya:  Tidak rasa e besok sudah puasa hari ketiga!

Mamatua: Wuik, masih lama juga. Kalau tiga hari lagi Lebaran, itu baru tidak rasa.

Tanta Sia: Kalau sudah dua minggu puasa ... Aman sudah ... Sisa satu Minggu saja puasanya.

Saya & Mamatua: HAAAEEE Tanta Siaaaaa, sisa dua minggu kah.

:P

Serulah tiap hari dibeginiin sama dua anggota parlemen ini bikin sehat jiwa-raga.


Cheers.

Wednesday, June 08, 2016

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa


Meskipun sudah hari ketiga, tapi masih ada 27 hari lagi kan? :p

Kawan,
Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan ini, ya. Semoga segala amal ibadah kita di bulan suci ini diterima oleh Allah SWT. Amin. Bagaimana cerita Ramadhan di tempat kalian?

Cheers.

Saturday, June 04, 2016

Wild Target


Picture taken from Google.

Suatu hari saya sedang bosan. Kebosanan saya memang tidak penting. Yang penting adalah bahwa gara-gara rasa bosan itu saya akhirnya menonton sebuah film yang bikin rasa bosan menguap entah ke mana *sabar, jangan emosi dulu lah*. Saya tenggelam dalam gelak. Kalian yang belum nonton ... WAJIB NONTON! Tapi perlu diingat, standar kelucuan setiap orang itu berbeda-beda. Belum tentu apa yang lucu menurut saya akan lucu pula menurut Anda.

Wild Target berkisah tentang seorang pembunuh bayaran bernama Victor Maynard (Bill Nighy) yang kesohor karena kalau membunuh diibaratkan lomba pop singer maka piala yang dikumpulkan sama Victor ini penuh serumah :p Yang menarik dari si Victor ini adalah usianya yang tidak muda lagi, penampilan kaku, wajah kaku, urat muka kaku, gigi kaku, Dan Victor mempunyai seorang ibu yang juga pembunuh. Kalau saya jadi Victor dan ibu saya belum pensiun dari dunia berdarah ini, sudah saya ajak ibu saya berduet. Sebagai pembunuh bayaran suatu kali Victor ditugaskan untuk membunuh Rose (Emily Blunt) karena Rose, si penipu profesional ini, sudah membikin mafia marah karena menjual lukisan palsu. Coba deh kalau nonton perhatikan koper lukisan yang dibawa Rose ... cerdik sekali mereka ini. Kecerdikan Rose membikin si mafia terlihat tolol.

By the way ...
Latar belakang tokoh Victor lumayan dijelaskan di dalam film tapi tokoh Rose nampaknya semacam hanya muncul begitu saja :D

Herannya, setiap kali Victor hendak membunuh Rose, pasti gagal. Adaaaa saja alasannya sampai alasan yang sungguh mengada-ngada! Mungkin karena itu judul film ini Wild Target saking liarnya si target untuk dibunuh. Sampai akhirnya Victor berkhianat pada profesinya sendiri sebaga pembunuh bayaran dan lantas justru menyelamatkan Rose. Nah, pada suatu kondisi mereka harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran lain yang tujuannya sekarang tidak hanya membunuh Rose tetapi juga Victor. Lantas apa peran Tony (Rupert Grint) di film ini? Dia sih entah yaaa mau dibilang figuran juga perannya cukup kuat untuk mengalahkan para penjahat :p mau dibilang pemeran utama juga salah soalnya pemeran utamanya kan Victor *mbuletisasi bahasamu, Teh*.

Oke, terlepas dari si Tony, Wild Target merupakan film yang sangat saya rekomendasikan kepada teman-teman sekalian jika memang belum menontonnya. Tak hanya sebuah tayangan komedi yang bakal bikin Anda tertawa melainkan juga bagaimana Anda akan sedikit belajar tentang kelihaian tangan ala Rose. Eh, tapi kalau kelihaian tangan masih keren film Focus lha yaaa :D

Selamat menikmati akhir minggu, kawan!


Cheers.

Thursday, June 02, 2016

Parade Kebangsaan

Foto diambil dari sini ... Makasing Bang Tekno Bolang!


Menulis ini dibutuhkan ketahanan wajah super baja karena ditulis tidak update alias tepat waktu. Ihik!

Sudah lama sekali rasa kecewa saya pada buku-buku panduan pelajaran Sejarah sekolah dasar menguap. Kecewa karena pada masa sekolah dasar tidak ada satupun paragraf di dalam buku pelajaran Sejarah yang memuat tentang Kota Ende sebagai tempat benih-benih Pancasila ditemukan oleh Bung Karno pada masa pengasingannya (1934-1938). Mungkin karena orang sabar memang disayangi Tuhan ... sekarang ini tidak perlulah menunggu buku panduan pelajaran Sejarah memuat tentang keterkaitan antara Kota Ende dengan Pancasila karena sekali klik (coba bayangkan situ sedang online di internet :p) apapun kebutuhan kita tentang Kota Ende pasti tersaji indah, berurutan, dan membuat kita heran betapa cermatnya Google itu.

*menunggu sambitan cokelat*

Bung Karno, Presiden I Republik Indonesia, diasingkan di Kota Ende dikarenakan Belanda kuatir pergerakan beliau bakal bikin bangsa ini merdeka. Tapi toh pada akhirnya bangsa ini merdeka juga *itu sudah takdir*, kemudian bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dasar Negaranya adalah UUD Tahun 1945 dan Lambang Negaranya adalah Garuda Pancasila dimana pada tubuh sang Garuda memuat Pancasila; 5 sila yang menjadi tumpuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Masa pengasingan Bung Karno di Kota Ende meninggalkan jejak yang lumayan banyak. Bukan, bukan jejak kaki di tanah *plak*. Pertama-tama sebut saja Situs Bung Karno yang terletak di Jalan Perwira. Rumah ini merupakan rumah tempat tinggal Bung Karno bersama keluarga dalam masa pengasingan. Berikutnya Taman Permenungan Bung Karno yang terletak di Jalan Soekarno. Taman ini merupakan aspek penting karena merupakan tempat Bung Karno 'menemukan' benih-benih Pancasila. Salah satu tempat bersejarah di Kota Ende terletak sangat dekat dengan rumah saya; namanya Gedung Imaculata. Di gedung inilah Bung Karno mementaskan naskah-naskah tonilnya.

Pada jaman kekinian, jejak-jejak Bung Karno tak hanya dapat dilihat lewat situs-situs tersebut di atas tetapi dapat pula disaksikan lewat suatu gelaran bernama Parade Kebangsaan (dulunya bernama Prosesi Kebangsaan). Menulis Parade Kebangsaan saya jadi ingat gelaran menjelang Hari Raya Paskah di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, yaitu Semana Santa. Keduanya sama-sama punya sub-kegiatan bernama prosesi laut. Bedanya kalau di Semana Santa prosesi lautnya adalah iring-iringan kapal/perahu motor yang membawa patung Tuan Meninu dari Pulau Adonara ke Pelabuhan Larantuka. Sedangkan proses lautnya Parade Kebangsaan adalah iring-iringan kapal/perahu motor yang membawa panitia dari Pulau Ende menuju Pelabuhan Bung Karno (dulunya bernama Pelabuhan Ende) sebagai pengingat dulunya Bung Karno memasuki Ende lewat jalur laut dan di pelabuhan yang sama. Panitianya itu keren loh ... ada yang jadi Bung Karno, Ibu Amsi, dan lain-lainnya.

Kita lanjutkan tentang Parade Kebangsaan ini.

Kapal/perahu motor yang tiba di Pelabuhan Bung Karno disambut oleh masyarakat (dan panitia yang mengaturnya) untuk kemudian dilaksanakannya prosesi daratnya. Prosesi darat merupakan pawai melintasi jalan-jalan menuju titik-titik tertentu sebagai tempat bersejarah selama Bung Karno berada di Kota Ende. Salah satu tempat yang wajib didatangi adalah Gedung Imaculata. Nah, di depan Gedung Imaculata biasanya dibangun tenda mini sebagai tempat pemberhentian sementara sebelum rombongan pawai melanjutkan perjalanannya.

Jadi, pada tanggal 1 Juni itu Kota Ende ramai?

Bukan 1 Juni :p huehue. Tepatnya tanggal 30 Mei 2016 kemarin Parade Kebangsaan kembali digelar di Kota Ende dengan perjalanan yang sama yaitu mengenang kedatangan Bung Karno di Kota Ende lewat jalur laut dimana KRI Untung Suropati turut ambil bagian berangkat dari Pulau Ende menuju Pelabuhan Bung Karno, lantas dilanjutkan dengan rombongan parade melewati jalur-jalur tertentu seperti Pelabuhan Bung Karno - Jalan Soekarno - Jalan Mahoni - Jalan Perwira - dan seterusnya, dan seterusnya. Saya hanya sempat melihat sekilas di depan KODIM ada sebuah panggung dan tenda mini juga ... banyak Bapak/Ibu berpakaian adat Pulau Sabu atau Pulau Alor begitu. Wah, keren-keren. Hanya karena siang hari ... kasihan juga dandanan wajah ibu-ibu kesambar sinar matahari. Huehuehue.

Yang jelas Parade Kebangsaan membawa nilai tambah bagi masyarakat Kota Ende. Ya itu tadi, kita kan kalau pegi-pegi nonton begitu pasti beli-beli Aqua (akan ada alasan kenapa saya selalu menulis begini :p) ... permen ... kacang :p huheuehue. Dalam pandangan paling sederhana pun masyarakat awam pasti tahu bahwa pendapatan masyarakat pada hari-hari ramai seperti itu pasti meningkat. 

By the way nampaknya saya harus lebih sering mengaktifkan gadget kalau sedang pegi-pegi supaya punya gambar sendiri :D
Soalnya kadang susah nih kalau sedang mengendarai kendaraan musti keluarin gadget trus jepret-jepret :D

Nantilah ...


Cheers.

Wednesday, June 01, 2016

June for Indra!

This beautiful pic has taken from here (please visit! :p)


Welcome June.
Ah, di gambarnya becoming June. Whatever lah ... kan saya kurang paham ... hahaha.

Juni ini akan ada banyak teman yang berulangtahun. Wah, selamat ya Armando, Flory, Milano, Greg, dan teman-teman lain yang tidak saya hafal satu per satu karena memori di kepala saya kapasitasnya hanya 16Giga saja. Tapi yang terutama kalau Juni saya selalu ingat pada keponakan; si Indra. Indra Pharmantara, putra sulung Toto Pharmantara, sekarang sedang mengenyam pendidikan tinggi di Akakom, Jogja. Dan, dia telah tiba pada masa akhir perkuliahan alias sebentar lagi wisuda. Yipieeee! By the way ... umur si Indra sekarang berapaan ya? Soalnya ... errrr ... berapapun umurnya dia teteup bertingkah semacam bocah yang masih keasyikan ngegame di laptop, nonton film kesenangan, baca, sampai ... loh loh loh kok ini semacam gosipin diri saya sendiri? Fufu!

Bagi saya Indra bukan sekadar keponakan melainkan anak. Sejak kecil, sebelum memasuki TK, Indra sudah 'diambil' oleh Bapa untuk tinggal bersama kami. Maklum, semua kakak kan sudah pindah ke rumah masing-masing sehingga kalian akan horor membayangkan betapa horornya rumah kami hahaha. Lebih horor ketika Bapa telah berpulang ke hadirat Illahi, itu horornya ngeri banget karena tiap hari saya musti dengerin suara percakapan sinetron dari teve yang volumenya disetel super kencang sama Mamatua :p Oke, balik ke Indra. Dia akhirnya lulus SMAK Syuradikara dan lantas melanjutkan pendidikan di Jogja. Di Akakom.

Cinta saya pada Indra itu sama dengan cinta saya pada Mister Es. Tapi, cinta saya pada Allah SWT melebihi cinta saya pada umat manusia *komik bahasanya, Teh*. Indra, seperti yang sudah saya tulis bukan sekadar seorang keponakan, merupakan pelipur kesepian kami di rumah. Adaaaa saja hal baru yang dilakukannya, ide-ide gila seperti menyambung sedotan agar dia bisa santai menyedot Coca Cola yang botolnya diletakkan di lantai, ada saja kebaikannya pada saya dengan menawarkan diri untuk meracik kopi atau membuat mi (lha pas dianya juga pengen maem mi), ada saja keriangannya mengisengi setiap makhluk hidup yang ada di rumah kami :p

September ini Insha Allah Indra bakal diwisuda. Terharunya saya. Sangat. Dan karena Indra bakal diwisuda, makanya saya pun sedang persiapan untuk ke Jogja nanti. Kan begini, kawan ... biasanya ibu-ibu alias orangtua wisudawan itu kan pakai kebaya. Nah saya ini mikir pakai kebaya, pakai jins kemeja, atau pakai pakaian adat Ende? Asyik dan unik kali yaaaa kalau saya pakai pakaian adat Ende? Hikhik. Lawo-lambu, dipadu sepatu boot, dipadu jilbab, dipadu topeng (lha saya kan tidak pandai dandan). Hehehe. Ya sudahlah, ini hanyalah curhatan saya tentang Juni, Juni yang mengingatkan saya pada seorang Indra, keponakan tersayang. Dia harus bayarin saya makan karena saya sudah rela menghabiskan waktu untuk menulis postingan aneh ini!

*ketawa iblis*

Btw *teriak ala kondektur bis* Jogja! Jogja! Ketemuan yuk!?

E-hek.

Cheers!