I Write My All

LightBlog

Menulis opini yang resmi dimuat di koran hampir sama dengan menulis blog . Hanya saja, menulis opini yang dimuat di koran tidak bisa ...

Antologi Opini



Menulis opini yang resmi dimuat di koran hampir sama dengan menulis blog. Hanya saja, menulis opini yang dimuat di koran tidak bisa seenaknya seperti menulis di blog meskipun banyak juga blog yang kontennya berupa opini-opini kece dengan literasi yang kuat. Bagi kalian yang hendak menulis opini kece badai, jangan lupa ya literasi serta sumbernya harus dicantumkan agar tidak dilabeli tong kosong nyaring bunyinya, berani menulis opini tapi kok opini melayang (tanpa dasar/sumber yang bisa dipertanggungjawabkan kemudian hari). Jujur, menulis opini itu tantangan tersendiri, bagi saya. Tapi kalau menulis konten blog, mari sini kita saling lawan hahaha.

Tempat saya bekerja UPT Publikasi dan Humas Universitas Flores atau UPTPubHum punya program bernama Suara Uniflor. Suara Uniflor ini berupa rubrik satu halaman penuh yang ditayangkan di Harian Umum (lokal) Flores Pos setiap hari Sabtu. Rubrik Suara Uniflor berisi satu opini (opini dosen, karyawan, dan/atau mahasiswa) serta dua sampai tiga berita yang dilengkap foto. Iya kami ingin bisa punya koran dan radio sendiri suatu saat nanti. Mengelola Suara Uniflor sejak tahun 2012an, saya menjadi Penanggung Jawab Berita dan Foto bersama seorang teman yang bisa berganti jika terjadi mutasi pegawai; misalnya salah satu dari kami dipindahkan ke bagian lain. Oke, sampai sekarang saya masih bertahan di posisi ini.

Oleh Bapak Yohanes Sehandi, semua opini yang termuat di Suara Uniflor tersebut dikumpulkan dan bikinkan buku berjudul Antologi Opini. Sudah dua kali buku tersebut terbit. Ketika Bapak Yan digantikan oleh Bapak Alexander Bala, Antologi Opini ini sedang diusahakan untuk kembali terbit (buku ke-3). Karena pernah menulis opini untuk Rubrik Suara Uniflor, maka ada pula tulisan saya di dalam Antologi Opini tersebut. Senang? Iya, senang! Karena kencantikan dapat berubah tapi tulisan akan ada sepanjang masa.

Membaca opini, sama seperti ketika kita membaca hal-hal berfaedah lainnya, pasti menambah wawasan kita. Judul-judul opini favorit saya antara lain:  Mistifikasi Demokrasi oleh Marianus Ola Kenoba, S.Pd., M.Pd. (dosen Prodi Pendidikan Sejarah), Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi oleh Johanes Pande, S.H., M.H. (dosen Prodi Ilmu Hukum), NTT dan Persoalan Ekonominya oleh Baltasar Taruma Djata, S.E., M.Sc. (dosen Prodi Ekonomi Pembangunan), Ende Rodenstock: Model Transportasi Humanis oleh Ir. Mansuetus Gare, S.T. (dosen Prodi Teknik Sipil), dan Pancasila oleh Rektor Universitas Flores Prof. Dr. Stephanus Djawanai, M.A.

Apakah saya pernah menulis opini untuk Rubrik Suara Uniflor? Tentu saja, kawan. Biasanya saya menulis untuk masa akhir tahun dimana sudah banyak dosen, karyawan, dan mahasiswa pulang ke kota masing-masing (libur). Dan sejauh ini rata-rata tulisan saya masih berkutat tentang media sosial; pemanfaatan dan penggunaan secara positifnya, serta tentang toleransi antar umat beragama yang dapat berkiblat pada Kota Ende secara khusus dan Provinsi NTT secara umum. Di sini, kehidupan umat beragamanya harmoni sekali, kawan, hehehe.

Sejauh yang saya tahu, buku ini diedarkan di kalangan Universitas Flores, tapi tidak menutup kemungkinan juga dapat dibeli oleh orang luar karena isinya sangat berfaedah.

Selamat berakhir pekan, kawan. 

Selamat membaca ... buku :)

Cheers.
loading...

2 comments:

  1. Dulu waktu masih kerja di Larantuka sering baca rubrik ini di Flores Pos..... tempat kerja memang langganan Flores Pos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih om Simpet Soge sudah sudah datang ke blog ini hehehehe... :D

      Delete

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.