I Write My All

LightBlog

Gambar diambil dari sini . Tidak semua orang menyukai Jeff Dunham, bahkan orang-orang super serius mengata-ngatai dan menghinanya gara...

Jeff Dunham dan Puppet-nya

Gambar diambil dari sini.

Tidak semua orang menyukai Jeff Dunham, bahkan orang-orang super serius mengata-ngatai dan menghinanya gara-gara karakter Achmed. Anyhoo, terlepas dari pendapat orang lain, saya pribadi sangat mengagumi si Jef-fa-fa. Dia cerdas dan menyajikan penampilan paling brilian untuk para penonton.

Baca Juga:
 
Dunham adalah seorang ahli bicara perut atau ventriloquist asal Amerika yang sangat hebat dan fenomenal. Kalau kalian bingung dengan istilah ventriloquist, bayangkan saja Ria Enes dan boneka Susan. Bedanya, jika Ria Enes hanya terkenal dengan Susan dan beberapa buah lagu, maka Dunham terkenal bersama semua puppet-nya dengan aneka jokes segar nan cerdas. Tunggu dulu, Teh ... jadi dia punya banyak karakter puppet? Iya, dan punya suara serta aksen yang berbeda-beda pula untuk setiap puppet. Jeff Dunham berhasil membuat saya rela menghabiskan paket data internet bergiga-giga hanya untuk menonton ulang semua videonya di Youtube (untung ada Youtube Go). Orang Ende bilang: kau menang banyak, nara Jeff! Haha.

Karakter puppet-nya antara lain: Peanut, Jose Jalapeno, Walter, Bubba J, Achmed (and Achmedina), hingga AJ alias Achmed Junior dan Jeff Dunham Junior.

Tiga karakter puppet yang paling saya suka adalah:
1. Peanut.
2. Jose Jalapeno (on the stick).
3. Achmed the Dead Terorrist. 

PEANUT

Ini dia karakter fenomenal beraksen Amerika yang bawel, kritis, kepo, suka menganalisa, dan paling suka memancing kemarahan Dunham. Lucu kan? Bagaimana Dunham sampai gemas sama karakter yang dia perankan sendiri. Itu bikin panggung menjadi lebih gerr. Entah bagaimana Dunham bisa bersuara perut begitu cepat dan bawel. Kecepatan otaknya luar biasa si Dunham ini. Dan Peanut, selain tampil solo, sering dipasangin sama Jose Jalapeno (si cabe gede) yang diceritakan berasal dari Meksiko. O-LEEEEE!

Hi, Peanut!

Dalam suatu sesi, betapa Peanut begitu menjengkelkannya karena dia menyebut nama Dunham dengan DUNHAM bukan DANHEM. Malah, dia menganalisa dan mengatakan bahwa nama Jeff itu punya huruf F yang tidak perlu (pendobelan), makanya dia kemudian memanggil Dunham dengan Jef-fafa. 

Peanut:
Now, am I pissing you off, Fafa? Jef-fafaaa ... Dunham. Fa-fa. You know, the weird part is I am actually pissing him off. And he would like to kill me! But he will not because that would be a form of suicide. 
You want to kill me!

Dunham:
No!

Peanut:
Yess!

Dunham:
No!

Peanut:
It's your feeling Jef-fafaaaaa.


JOSE JALAPENO

Ini dia karakter puppet yang paling sering di-bully sama Peanut, tapi sesekali kalau dibales, Peanut hanya bisa ternganga. Jose punya aksen Meksiko yang kental dengan suara yang dalam. Peanut paling suka mengejek cara bicara si Jose Jalapeno.

Jose on the stick.

Dunham:
How are you, Hose (Jose)?

Jose:
I'm fine Senyor Heff (Jeff).

Peanut:
What the F is HEFFFFF? It's Jeff! Not Heff! What the F is Hose Halapenyo? You ... Josie ...

Kalau kalian menonton videonya di Youtube, kalian harus siap tertawa terpingkal-pingkal, siap perut mendadak kejang gara-gara kebanyakan ketawa. Apalagi klau Jose membalas Peanut dengan "Ask your mother." yang bikin Dunham berteriak "Stop!"


ACHMED THE DEAD TERORRIST

Dari semua bonekanya si Dunham, saya jatuh cinta sama Achmed The Dead Terorrist yang punya jargon "Silence! I kill you!" dan "Infadel". Bagaimana dia bercerita tentang bom-nya, kematiannya, bidadarinya, lantas membedakan istri yang satu dengan istri yang lain, bagaimana dia kemudian sadar bahwa dia sudah mati, betapa kagetnya dia dipertemukan dengan si anak (AJ; Achmed Junior) yang juga sudah mati dan bilang "My bad", dan lain sebagainya. Jeff punya riset yang sangat mendalam untuk menghidupkan karakter Achmed ini. Tentu, didukung dengan boneka rangka yang ucuuuulll hihihi meskipun dibuat horor.


Dunham:
Good evening, Achmed!

Achmed:
Good evening, infadeeeel (suara berat nakut-nakutin).

Dunham:
So you are a terorrist.

Achmed:
Yess I am a terorrist.

Dunham:
What kind of terorrist?

Achmed:
A terrifying terorrist. Are you scared?

Dunham:
Not really. No.

Achmed:
WHOOAAA! And now?

Dunham:
Not really. No.

Achmed: 
WHOOO WHOOAAAAAAA! How about now?
(sampai di sini, ngelihat tampang si Achmed, perut saya kejang)

Dunham:
So a .. Achmed.

Achmed:
No no it's AKKKHHHMEEDDD.

Achmed, si teroris yang sudah mati dan dipresentasikan melalui rangka tulang manusia dengan sorban putih di kepala, punya aksen Irak yang kental. "No no no! It's AKKKKHHHMMMEEEDDD, no Ahmed!" Hahaha. Kalau penontonnya ketawa dia bakal bilang, "Silence! I kill you!"


Demikianlah betapa saya tergila-gila pada Jeff Dunham dan puppet-nya. Percakapan cerdas dan konyol yang ditampilkan sulit untuk membuat kita tidak tertawa. Tapi bagi orang-orang yang super serius, mereka tidak bakal ketawa apalagi ketika Achmed naik panggung. Mereka merasa Achmed itu melecehkan bla bla bla. Baca saja ragam komentar di Youtube. Saya jadi semakin tertawa membaca komentar-komentar yang mengata-ngatai Dunham menghina agama tertentu. Tidak, Dunham tidak menghina, dia mengangkat realitas yang ada di bumi ini, bahwa teroris memang selalu merasa paling benar dan menganggap orang lain itu infadel.

Bagi kalian yang penasaran dengan video-video Jeff Dunham, silahkan subscribe channel Youtube-nya untuk video-video terbaru, atau nonton saja lah. Saya yakin kalian bakal ngakak tiarap kalau paham sama jokes-nya.

Semoga akhir pekan kalian menyenangkan.

Kemarin tidak sempat update, soalnya kaki kiri saya bermasalah hahaha. Ngilu to the max and have to bedrest.


Cheers.

6 comments:

  1. funny sih sist cuman entah kenapa jadi sedih.. kenapasih teroros selalu saja dikaitkan dengan islam.. kalau kata Khan.. My name is Khan and i'm not terroris

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itulah yang sudah terjadi, menjadi melekat, padahal teroris jauh dari ajaran Islam, ehehehe.

      Delete
    2. itulah beb... sedih jadinya

      Delete
  2. Jujur sobat saya tidak paham dan tidak familiar dengan saya apa yang dibahas kali ini. Mungkinkah saya kategori golongan yang serius. Tapi kata anak-anak saya asik ko kwkwk. daripada tidak ada yang bilang saya asik mendingan saya sendiri mengakuinya hahaha... ups kenapa dengan kakinya sobat...Jangan-jangan trip ke danau kelimutu lagi.

    Satu hal yang menarik dari postingan ini adalah pernyataan ini,
    Tidak, Dunham tidak menghina, dia mengangkat realitas yang ada di bumi ini, bahwa teroris memang selalu merasa paling benar dan menganggap orang lain itu infadel".

    Saya tidak mau mengomentari postingan ini, tetapi saya cuma bilang satu kata salut dengan orang yang menulis ini.

    Cara berpikir, cara memandang suatu realitas, dan cara menyikapi, suer dangke banyak. #kagum. ups ko jadi serius amat ya, padahal komedi yang dibahas... ya ampun, maafkan saya sobatku. salam hangat dari guru kampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahh santai Pak Martin, karena memang demikian adanya yang diangkat Dunham memang realitas tentang teroris, bukan agama tertentu, yang kebetulan memang sudah terimaji seperti itu. Yang penting kita hepi yaaa hehehehe ... Makasih Pak Martin hehehe.

      Delete

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.