Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Wednesday, October 31, 2018

5 Manfaat Klorofil


Kalian pernah minum klorofil? Bagaimana rasanya? Ada klorofil yang rasanya mint-mint gitu. Saya pernah minum beberapa merek klorofil, yang cair maupun bubuk (dicampur air juga sih), untuk jaga-jaga kesehatan tubuh saja. Karena utamanya sehat adalah pikiran yang positif, menjaga pola makan dan pola hidup, serta berolah raga macam Jalan Malam Keliling Kota alias JMKK itu. Hehe. Teteup yaaa JMKK. Eh beberapa minggu terakhir saya JMKK-nya di Stadion Marilonga loh, jadi namanya JMKS -> Jalan Malam Keliling Stadion. Lumayan memeras keringat karena Stadion Marilonga jauh lebih besar dari Lapangan Pancasila sehingga cukup setara dengan Jalan Eltari. Enam putaran Stadion Marilonga = tiga kali naik-turun Jalan Eltari.

Baca Juga : 5 Manfaat Tertawa

Kembali ke klorofil ... 

Banyak manfaat klorofil bagi kesehatan tubuh seperti yang dilansir dari sini, dari sana, dan dari situ. Benang merah tiga informasi itu adalah bahwa klorofil membantu meluruhkan racun dari dalam tubuh (detoks darah), mencegah kanker, serta memperbaiki sel kulit mati. Hal yang sama juga disampaikan oleh Bidan Klinik Uniflor, Kak Narti, saat menyarankan saya untuk meminum klorofil (lagi). Klorofil itu dapat kalian lihat penampakannya pada awal pos. Botolnya mungil serta tidak berbentuk bubuk (dalam saset), tidak seperti klorofil lama yang saya minum. Rasanya? Segar-segar gimana gitu karena ada rasa mint-nya, seperti rasa klorofil berbentuk bubuk (dalam saset) itu.

Klorofil merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki berbagai nutrisi yang penting bagi tubuh, diantaranya adalah: vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, dan Beta Karoten. Klorofil juga sarat akan kandungan antioksidan serta berbagai mineral penting seperti magnesium, zat besi, kalium, kalsium, dan asam lemak esensial.

Jadi, apa saja sih manfaat klorofil?

Yuk kita cek seperti yang dilansir dari dilansir dari sini, dari sana, dan dari situ.  

1. Memperbaiki Kualitas Sel Darah Merah

Hwaaaa ini kan baik hehehe. Klorofilin dapat memperbaiki kualitas sel darah merah. Pada riset yang dipublikasikan pada tahun 2005 di Indian Pediatrics (kok jadi ingat dokter Green di ER?), tanaman wheatgrass atau rumput gandum yang mengandung sekitar 70% klorofil mampu mengurangi kebutuhan jumlah transfusi darah pada orang-orang dengan thalassemia, sebuah kelainan yang menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin dengan baik. Oleh karena itu, orang dengan thalassemia membutuhkan transfusi darah secara berkelanjutan.  

Jadi ingat video #Linimassa3, salah seorang sutradara keren berasal dari Aceh dengan fokus tentang pasien thalassemia. Ambasador-nya Iwan Fals loh.

Baca Juga : 5 Obat Sakit Kepala

2. Dapat Mengontrol Baru

Klorofil juga memiliki sifat sebagai penghilang bau. Dapat digunakan untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh pencernaan yang buruk secara efektif dan juga digunakan sebagai obat kumur. Hyaaa Kakak Narti juga menyarankan saya untuk kumur-kumur sama klorofil itu. Klorofil merupakan salah satu zat yang sangat baik untuk pengeluaran sisa-sisa zat yang dicerna oleh tubuh, termasuk bau tinja. Selain pengurangan bau, klorofil juga dapat meringankan sembelit dan mengurangi gas dalam tubuh.

Akyu suka kalau bisa mengurangi gas dalam tubuh :p

3. Mencegah Kanker

Suplemen klorofil dilaporkan dapat mencegah pertumbuhan kanker. Sebuah riset yang dipublikasikan tahun 2013 di Food Chem Toxicol NHS Public Access menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak klorofolin dapat meningkatkan perlindungan terhadap kanker. Klorofil juga dapat melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan mutasi genetik dalam tubuh. Namun begitu, temuan ini masih sebatas uji hewan lab. Ada sebuah riset pada manusia terkait manfaat antikanker dari suplemen ini di tahun 2009, diterbitkan pada American Association for Cancer Research Journal. Studi tersebut menemukan bahwa klorofil dan klorofilin mampu menghambat masuknya aflatoksin, sebuah zat yang mampu menimbulkan tumbuhnya kanker. Namun begitu, studi ini merupakan riset kecil yang hanya melibatkan 4 orang relawan.

Secara gambaran besar, masih diperlukan studi dan uji lebih lanjut seputar manfaat suplemen cair ini untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

4. Membantu Memulihkan Luka

Serupa dengan tumbuhan centella asiatica, klorofil juga memiliki manfaat utama untuk membantu memulihkan luka. Tentunya luka yang dimaksud di sini adalah luka ringan, ya. Saat diaplikasikan pada area luka, klorofil akan mencegah luka semakin parah dan infeksi, karena klorofil memiliki sifat anti-microbial dan anti-inflamasi untuk merawat area tersebut. Sifat ini akan membantu membunuh bakteri dan kuman yang kerap menjadi penyebab infeksi, sehingga luka pun dapat pulih lebih cepat. 

Oleh karena itu, Kakak Narti juga bilang kalau dia menggunakan klorofil ini untuk dioles ke muka/wajah. Terkait pula dengan poin nomor lima di bawah ini.

5. Meredakan Jerawat

Penasaran bagaimana cara klorofil bekerja untuk mengatasi jerawat? Pertama, kandungan anti-bakteri di dalamnya akan membantu melawan bakteri yang menjadi penyebab jerawat. Kedua, klorofil memiliki kemampuan untuk melakukan detoksifikasi alami. Berkat kemampuan ini, klorofil akan membantu mengeluarkan racun dan memberikan efek membersihkan darah, sehingga dapat mencegah jerawat semakin parah sekaligus merawatnya agar cepat hilang. 

Sebagian orang menganggap enteng klorofil ini, tetapi ternyata klorofil punya manfaat yang luar biasa!

Bagaimana? Setelah membaca ini, mau mengonsumsi klorofil? Mungkin ada yang mau, mungkin ada yang menggelengkan kepala. Kalau saya sih, selama bukan racun, kenapa tidak? Ha ha ha. Saya sudah mulai mengonsumsi lidah buaya mentah juga loh. Kalau si Ocha masih betah minum air rebusan daun sambung nyawa dan rebusan air daun afrika. Busyeettt rajin amat dia.

Terimakasih situs Hellosehat, Manfaat, dan Journal Sociolla. Informasi kalian menegaskan apa yang telah disampaikan oleh orang-orang baik ini pada saya. Terima kasih Kakak Narti, terimakasih Mas Bambang (alm.).


Cheers.

Tuesday, October 30, 2018

Mostheme From Indra Bagus


Hari Sabtu kemarin, ternyata setelah Hari Jum'at, dan ternyata sebelum Hari Minggu.

*dikeplak berjamaah*


Seriusnya, Hari Sabtu kemarin saya dihubungi seorang blogger perempuan cantik multi talenta bernama Ajeng. Lebih dikenal Ajengveran. Multi talenta karena sebagai seorang blogger dia tentu jago menulis, dia juga seorang travel blogger, dia bisa main alat musik macam gitar dan piano (atau orgen?) apalah namanya itu, dan bisa bernyanyi dengan sangat baik. Kalian sudah subscribe channel Youtube si Ajeng? Kalau belum, buruan subscribe! Jangan lupa untuk juga men-subscribe Himawan Sant, yess.

Apa pasal Ajeng menghubungi saya via WA (chat only!) itu? Ceritanya Ajeng menawarkan bantuan Iwan Indra Bagus buat masang tema di blog saya. Temanya: Most Theme yang penampakannya bisa kalian lihat di awal pos. Wah, mau lah saya! Tidak sampai 350 tahun kayak Indonesia dijajah Belanda, Indra membalas chat WA itu dan dari situ mulailah perburuan dinosaurus langka penggantian tema. Untung Indra ini baik banget, saya yang kesulitan dengan ini itu soal HTML karena kemampuan otak yang terbatas dengan RAM dan ROM 1GB, dibantu dengan senang hati.


Hasilnya ... TRA-DA ...

Akhirnya tema Most Theme-nya Bung Frangki sudah jadi wajah baru blog saya :D

Saya suka! Saya suka! Menjadi lebih rapi, lebih responsive, lebih cepat loading baik di laptop maupun gadget. Banyak hal lain yang tidak bisa saya tulis di sini, yang juga diperbaiki sama Indra. Kan luar biasa dunia blogger ini. Teknologi, indeed, mempermudah hidup umat manusia. Coba bayangkan kalau tidak ada aplikasi WA, misalnya, proses penggantian tema atau template blog ini bisa memakan waktu berbulan-bulan karena saya harus naik perahu ke rumah Ajeng, lalu ke rumah Indra, lalu balik ke rumah saya, eeeh ada yang lupa, kirim surat beserta pesan eror-nya (kalau pakai perahu kan lebih sopan secara saya penerima hibah haha) ke Indra, dibalas, terus saya balas lagi.

Guuuuubrak ... itu aneh *tunjuk kalimat terakhir di atas*

What's next?

Tetap menulis. Berusaha agar semangat menulis tetap menyala. Meskipun saking menyalanya itu semangat, banyak juga pos yang saya tulis lebih dulu dan dijadwal untuk terbit qiqiqiqi. Soalnya saya kuatir kalau terlalu lama mengendap ide menulisnya, lantas menguap. Alhamdulillah semangat menulis ini masih (terus) ada. Karena menulis merupakan salah satu cara paling elegan menyimpan sejarah. Tsaaaah.

Baiklah, sebelum saya mengakhiri pos ini, ada satu informasi penting yang harus di-share. Cekidot!

SOLIDARITAS UNTUK KAMPUNG ADAT NGGELA (NUA NGGELA)

Dua puluh dua  sa'o atau rumah adat di Nua NGGELA, sebuah kampung tua di Kecamatan Wolojita, kabupaten Ende, Flores terbakar ludes siang ini, Senin 29 Oktober 2018. Cuaca panas dan berangin menyebabkan api yang bermula dari  atap Sa'o Labo rumah adat keempat  dari arah Utara, dengan sangat cepat menyambar sa'o-sa'o di sekitarnya.

Semuanya bangunan kayu, bambu dan beratap ilalang. Hanya berselang satu setengah jam dari pukul 13.00 waktu setempat api sudah menghanguskan ke 22 sa'o beserta 1 balai pertemuan adat (Keda) dan 10 rumah warga rata dengan tanah. Saat ini tidak kurang dari 32 keluarga sangat membutuhkan solidaritas kita untuk membantu mengatasi situasi darurat.

Atas bantuan anda kami warga NUA NGGELA mengucapkan banyak terima kasih.

DONASI berupa barang dapat diantar ke Posko Ende di Dasi Guest House (Didi Dasi Muda) - Jalan Durian Ende.

DONASI berupa uang bisa ditransfer ke no.rekening bank BNI : 0759972495 Atas nama IBU FRANSISKA FILOMENA WEKI BHERI.

NARAHUBUNG:
1. IBU SERE (081353522308)
2. IBU SISKA (081337200351)
3. ANTONIA NONA (082342112116)
4. IBU ERTA PORA (08129548790)

Nggela, Kampung/Desa Adat yang baru saja hendak saya tulis untuk blog travel tentang upacara adat Joka Ju (tolak bala) setelah menulis tentang Joka Ingga, terbakar habis. Padahal Kampung Adat Nggela dengan Joka Ju-nya itu terkenal sampai ke mana-mana. Membangun rumah adat pun tidak sekedip mata. Mengembalikan trauma korba pun tidak sekedip mata. Mari berdo'a untuk saudara-saudara kita di Kampung Adat Nggela. Semoga kejadian kampung adat terbakar (seperti yang terjadi di Gurusina) pun tidak terulang kembali. Manusia hanya merencanakan, Tuhan menentukan.

Semoga.

Anyhoo, ada yang bisa ngasih tahu saya, kenapa saya tidak bisa membalas komentar kalian?


Cheers.

Monday, October 29, 2018

Pejuang Ekonomi di EGDMC


Saya tidak pernah tahu nama mereka karena tidak pernah bertanya. Niat untuk bertanya pasti ada, tapi saat transaksi membeli sebutir telur rebus atau sekumpul kacang rebus atau segelas kopi, misalnya, pertanyaan itu hilang dari kepala. Tapi itu tidak lantas membuat kami tidak akrab bertegur sapa dan bercanda. Saya bahkan sering ngetem di dekat mereka saat jeda empat puluh lima menit pertandingan pertama untuk sekadar mengaso, mengobrol, dan cuci mata. Di Ende, keakraban terjalin hanya dengan sapaan kecil seperti 'Mama' atau 'Bibi' atau 'Baba' atau 'Paman' diiringi anggukan kecil dan senyum tipis. Setelah ini saya berjanji akan menanyakan nama mereka.

Siapakah mereka?

Mereka adalah pejuang ekonomi keluarga.

Baca Juga : Blogfam Homecoming

Sebut saja namanya Vanilla. Seorang perempuan yang dari perawakannya saya taksir berusia limapuluhan. Gayanya nyentrik dengan rambut pendek. Kulitnya yang cokelat tua serta jari tangannya yang kasar membuktikan betapa kerasnya dia bekerja. Setiap hari sekitar pukul 15.00 Wita Vanilla sudah menunggu suaminya mendorong gerobak berisi kardus-kardus menuju depan sayap kanan Stadion Marilonga. Di situ sudah menunggu sebuah meja panjang, siap menerima beban barang dagangan. Sang suami yang kami goda dengan julukan 'Ketua Panitia' beberapa kali bolak-balik mendorong gerobak dari rumah mereka yang berhadapan dengan stadion ke lokasi jualan. Setelah kardus-kardus, giliran termos air panas dan gelas, lantas tras kresek berisi barang lainnya.

"Siap ditata barangnya!" goda saya.

"Itu sudah ..." jawab Vanilla sambil tertawa.


Dari bibirnya lantas mengalir cerita bahwa sehari-hari dia bekerja sebagai tukang masak di sebuah warung tak jauh dari Stadion Marilonga. Apabila ada kegiatan kompetisi sepakbola di stadion tersebut, Vanilla mendapat ijin bos alias si pemilik warung untuk pulang lebih cepat dengan syarat semua pekerjaan di warung telah kelar. Vanilla berkata bahwa bos-nya itu sangat baik padanya. Waktu saya tanya kenapa dia tidak menjual nasi bungkus atau nasi kucing di Stadion Marilonga, katanya tenaganya sudah terkuras, tidak tersisa lagi.

Baca Juga : Studio JP Photography

"Saya ni bangun jam dua pagi langsung urus rumah. Sudah beres di rumah, jam tiga saya pergi ke warung. Masak semua menu, bantu-bantu sedikit, sampai jam sepuluh. Habis itu saya pamit mau jualan di sini. Pulang rumah, siap barang-barang, masak lagi untuk makan mereka di rumah. Tidak ada kesempatan tidur lagi soalnya sore sudah ke sini (lokasi jualan). Pernah malam-malam jam sepuluh pas pulang ke rumah, sementara hitung uang, saya tidur langsung di atas dos (kardus) uang. Aduh, mengantuk sekali!"

Vanilla bercerita sambil tangannya terus bekerja menata botol-botol dan gelas-gelas minuman pabrik, cemilan ini itu, telur rebus, dan lain sebagainya.

Di samping Vanilla ada lagi pejuang ekonomi lainnya; sekeluarga bapak, mama, dan anak-anak. Sebut saja Cokelat. Setiap sore Cokelat membonceng anaknya bersama tumpukan kardus barang dagangan. Anak-anak itu tampak begitu gembira bisa membantu orangtua; satunya perempuan berjilbab, satunya laki-laki. Padahal, di tempat lain, anak seusia mereka (usia sekolah dasar) mungkin sedang marah sama orangtua karena di meja makan hanya tersaji sayur dan tempe goreng; atau bahkan sedang sibuk bermain-main dengan telepon genggam. Hidup memang keras, bagi sebagian orang, dan itu sudah dihadapi saat usia masih sangat dini.


Selain Vanilla dan Cokelat, masih banyak pejuang ekonomi lainnya, dua diantaranya memilih untuk buka lapak tepat di seberang-depan loket penjualan tiket. Dua orang Mama ini beda usia. Sebut saja Stroberi yang usianya sekitar empatpuluhan tahun. Dan sebut saja Alpukat yang usianya saya taksir sekitar enampuluh sembilan. Dagangan Stroberi mirip-mirip Vanilla dan Cokelat. Sedangkan dagangan Alpukat hanyalah kopi panas dan brondong yang dikemas dalam plastik. Adalah perjuangan yang sangat luar biasa karena Stroberi dan Alpukat tidak tinggal di sekitar Stadion Marilonga.

"Tinggal di mana, Mama?" tanya saya saat memesan kopi.

"Saraboro," jawab Stroberi.
Alpukat tidak ikut menjawab. Tangannya yang renta gemetar menakar gula dan kopi ke dalam gelas, lantas menuangkan air panas dari termos. Saya ulangi: tangannya yang renta dan gemetar!

Wadefak!


Kenapa pemandangan ini harus saya lihat? Kenapa pula saya harus duduk di dekat mereka, tidak di dekat Vanilla saja? Masih lebih baik melihat Vanilla yang kadang meletakkan kepala di atas meja dan tidur di situ atau melihat anak-anaknya Cokelat berlarian di parkiran bak sedang main di taman bermain, ketimbang melihat tangan renta dan gemetar itu menakar gula dan kopi! Pikiran saya langsung tertuju ke Mamatua. Sudahlah, saya tidak perlu menulis panjang lebar tentang Alpukat dan bagaimana perjuangannya mengais rejeki. Saya tidak sanggup.

Di samping Stadion Marilonga terletak Polsek Wolowona serta Brimob. Di Lapangan Brimob sendiri sedang berlangsung pasar malam. Ketua Panitia berkata bahwa setelah berjualan di Stadion Marilonga, malamnya dia bakal meninggalkan Vanilla sendirian karena dia sendiri juga bakal membuka lapak di lokasi pasar malam.


Vanilla, Ketua Panitia, Cokelat sekeluarga, Stroberi, Alpukat, dan semua pejuang ekonomi di Stadion Marilonga, adalah orang-orang yang patut saya contohi. Kegigihan Vanilla, misalnya, membagi waktu demi dapat menyekolahkan anak, atau Alpukat yang sudah serenta itu harus berjualan di lokasi yang sangat jauh dari rumah. Nah saya? Masih sempat bermain game! Artinya saya masih punya waktu produktif, sebenarnya, untuk melakukan hal lain yang jauh lebih bermanfaat.

***


Ema Gadi Djou Memorial Cup atau disingkat EGDMC, ajang kompetisi sepakbola bergengsi yang digelar oleh Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), yang sebelumnya bernama Yapertif Cup, sudah dua minggu berlangsung. Kompetisi yang mempertemukan enambelas klub sepakbola se-NTT ini diselenggarakan di Stadion Marilonga dengan acara pembuka dihadiri oleh Bupati Ende Marsel Petu, Wakil Bupati Ende Djafar Ahmad, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, dan tentu saja Ketua Yapertif Lori Gadi Djou. Sebagai anggota panitia Seksi Publikasi dan Dokumentasi, saya harus sudah tiba di Stadion Marilonga pukul 15.00 Wita. Oleh karena itu semua anggota panitia diijinkan untuk pulang kerja pukul 12.00 Wita agar dapat beristirahat sejenak sebelum bertugas.

EGDMC menjadi salah satu kesempatan para pejuang ekonomi menambahkan sedikit lebih banyak Rupiah ke dalam kantong.

God bless you all.

NggaE berka.
 


Tulisan yang sama juga dapat dibaca di sini.



Cheers.

Saturday, October 27, 2018

Girls Like You

Gambar diambil dari sini.

Maroon 5. Siapa tidak kenal mereka? Meskipun Harder to Breathe merupakan lagu pertama yang dikenal pendengar, tapi This Love dan She Will Be Loved yang paling bergaung pada tahun 2004 hingga saat ini. This Love itu ngehits banget! Sampai-sampai setiap program request di Radio Gomezone penuh sama permintaan lagu ini. Tapi untungnya teman-teman Cendaga Band waktu itu tidak meminta saya menyanyikan lagu-lagu Maroon 5. Kami bertahan dengan lagu-lagu milik Save Ferris salah satunya Come On Eileen. Busyet Come On Eileen itu sulitnya minta ampun tauk! Atau lagunya 4 Non-Blondes yang berjudul What's Up, Sleeping in my Car-nya Roxette, atau Bring Me to Life-nya Evanescence.


Back to Maroon 5 ...

Maroon 5 adalah band beraliran pop-rock yang dibentuk di California, Amerika Serikat. Written in Wikipedia. Cikal bakal Maroon 5 bernama Kara's Flowers yang dibentuk tahun 1997 saat mereka masih SMA. Anggota Kara's Flowers adalah Adam Levine, Mickey Madden, Jesse Carmichael dan Ryan Dusick. Tahun itu juga mereka menandatangani kontrak dengan Reprise Record dan meluncurkan album The Fourth World. Kerja sama dengan Reprise Record putus karena mereka lanjut kuliah. Kuliah itu berat, bermusiknya delay dulu. Tahun 2001 mereka kembali bersatu dengan tambahan James Valentine dan band ini kemudian berganti nama menjadi Maroon 5. Kenapa bukan Pink 5? Karena sudah ada Pink dan Pink Floyd.

Gambar diambil dari sini.

Video klip Maroon 5 yang paling saya sukai, sebelum Mei 2018, adalah video klip dari lagu Sugar. Kalian pasti tahu betapa kecenya video klip itu :) Kepikiran kan seandainya saat menikah nanti, tahu-tahu Maroon 5 muncul di panggung sambil nyanyikan Sugar untuk orang-orang yang sedang berbahagia? Hihihi. Kalau bukan Maroon 5, Don Philip dengan Sugar-nya pun boleh lah. Cihuy! Ngayal terooos.

Tanggal 30 Mei 2018 Maroon 5 merilis Girls Like You yang sampai sekarang belum berhasil saya nyanyikan apalagi bagian rap-nya *diketawain Thika dan Ocha*. Mengintip Wikipedia, Girls Like You adalah lagu dari album studio keenam Red Pill Blues (2017). Versi remix yang menampilkan rapper Amerika Cardi B dirilis oleh 222 dan Interscope Records sebagai singel ketiga album ini pada 30 Mei 2018. Versi ini ditulis oleh Adam Levine, Cirkut, Cardi B, Starrah, Jason Evigan, dan Gian Stone dan diproduksi oleh Cirkut dan Evigan. Singel ini telah mencapai nomor satu di tangga lagu Billboard Hot 100 AS, menjadikannya sebagai chart-topper ketiga Maroon 5 dan Cardi B, yang memperpanjang rekor Cardi untuk sebagian besar di antara rapper perempuan. Girls Like You juga mencapai nomor satu di sebelas negara lain, termasuk Kanada, Prancis, dan Selandia Baru.

Termasuk Indonesia juga doooonk, Wik ... Wikipedia.


Intro yang unik dari Girls Like You ini bakal pelan-pelan membangkitkan sel-sel mati dalam tubuh kita. Tapi justru, yang membikin lagu ini begitu ngehitsnya adalah video klipnya. Kalau kalian terpukau sama video klip Sugar, maka dapat dipastikan kalian akan lebih terpukau sama video klip Girls Like You. Video klip Girls Like You berkonsep sederhana namun dahsyat. Sederhana karena hanya ber-set ruangan dengan Adam sebagai 'pusat'nya. Dahsyat karena model video klip Girls Like you adalah dua puluh enam ... saya ulangi ... DUA PULUH ENAM perempuan hebat dunia. Oke waktu itu saya dihubungi untuk ikut ambil bagian tapi karena sibuk nge-blog jadi saya abaikan *dilempar microphone*.

Siapakah perempuan-perempuan hebat itu? Isteri Adam Levine, Behati Prinsloo, salah satunya yang muncul di akhir video klip. Jadi ingat Victoria Secret, hihi. Wajah-wajah lainnya yang pasti kalian kenal adalah Ellen Degeneres, Jennifer Lopez, Rita Ora, Gal Gadot, Mary J. Blige, Camila Cabello, dan lain sebagainya. Asyiknya lagi, kalian bisa melihat dua perempuan berhijab di dalam video klip tersebut yaitu Amani Al-Khatahtbeh dan Ilhan Omar. Kalau dulu saya tidak menolak waktu diajak bikin video klip ini, kalian akan melihat tiga perempuan berhijab. Hahaha. Amani dikenal sebagai penulis sekaligus editor pada Muslimgirl. Muslimgirl ini majalah online yang berbasis di Amerika Serikat. Ilhan adalah politisi keturunan Somalia - Amerika Serikat pertama yang terpilih sebagai anggota parlemen Amerika Serikat.

Lebih lengkapnya, simak video berikut ini :



Video klip Girls Like You yang menampilkan dua puluh enam perempuan hebat dari berbagai latar belakang dan profesi itu menyampaikan pesan: menyatukan kekuatan perempuan-perempuan hebat di dunia meskipun mereka berbeda-beda. Itu pelajaran yang bisa kita petik dari video klip ini. Perbedaan harusnya dapat menjadi kekuatan. Karena menurut saya; tangan yang bentuknya berbeda dari mata, kuping yang bentuknya berbeda dari lutut, atau jantung yang bentuknya berbeda dari ginjal, apabila disatukan akan menjadi manusia yang kuat. Apabila organ dan indera tubuh manusia yang berbeda itu dapat bersatu, kenapa manusia itu sendiri tidak? Perbedaan itu bahkan sudah ada, menurut saya loh ya, sejak manusia hendak dibentuk. Sperma harus bertemu sel telur. Sperma bertemu sperma tidak akan menghasilkan janin. Filosofi ini memang terbaca bodoh, tapi benar.

Sama juga seperti Indonesia. Dan ini tidak saya lanjutkan karena kalian pasti tahu maksud saya hahaha.


Girls Like You dengan video klip-nya yang ciamik itu tidak akan pernah bosan untuk ditonton. Silahkan tonton, bagi yang belum, dan rasakan sendiri sensasinya. Seperti semangat baru disuntikkan pada nadi kita. Percaya deh.

Semoga terhibur!

Happy weekend!



Cheers.

Friday, October 26, 2018

#PDL Braket


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Hai kalian yang giginya putih, sehat, dan rapi jali. Salam manis dari saya yang giginya tak beraturan seperti parallelogram. Senyumnya manaaaa? Iiiih cantiknyaaaa. Kicik kicik kicik. Bukan saya yang cantik, tapi kalian. KA-LI-AN! Barisan gigi saya ini, selain tak beraturan, kalau dilihat di bawah mikroskop bakal muncul renggang-renggang asmara. Bahkan gigi seri bagian bawah pun panjang pendek. Bikin luntur pede kalau sedang orasi ilmiah bernyanyi. Sebenarnya tak hanya gigi. Hah!? Ada lagi? Iya nih. Kecelakaan sepeda motor tahun 1994 silam menyebabkan tulang pangkal lengan 'terlepas' dari porosnya dan rahang saya pun bengkok. Belum cukup? Belum. Waktu sepeda Federal kebanggaan ikut masuk got bersama saya karena rasa setia kawannya yang tinggi, dengan kekuatan bulan saya menahan bobot menggunakan tangan kiri, lantas tangan kiri pun ikutan bengkok. Mungkin karena itu otak saya pun ikutan bengkok.


Tahun 2017, adalah keinginan untuk merapikan gigi yang renggang apabila dilihat di bawah mikroskop. Keponakan saya yang apoteker itu menyarankan untuk memasang braket saja mengingat kalau gigi saya dirapikan pakai tang cucut kuatir tang cucutnya yang patah. Wah, boleh ini! Why not? Tidak ada ruginya kan, kecuali lembar-lembar pink melayang dari dompet.

Dari Wikipedia, kawat gigi atau behel (bahasa Inggris: dental braces) adalah salah satu alat yang digunakan untuk mendapatkan susunan gigi yang ideal. Kawat gigi bekerja dengan cara memberikan tekanan ke gigi untuk secara perlahan menggerakkan gigi ke posisi idealnya. Menurut cara penggunaannya, kawat gigi dibagi menjadi dua jenis, jenis permanen yang tidak bisa dilepas pasang dan jenis lepasan yang bisa dilepas pasang.

Wah, artikel dari Wikipedia itu luar biasa ya terutama pada kalimat terakhir *ngikik*

TRA-DA! Gigi saya pun dipasang braket dan karet powerchain. Karena waktu itu stok karet powerchain warna kuning habis, maka saya pilih yang biru. Tak ada rotan akar pun jadi


Minggu-minggu pertama memakai braket rasanya ada yang aneh di dalam mulut. Sama juga untuk semua orang yang baru pertama memakai softlens. Khusus saya, mulut terasa penuh, sulit makan dengan gaya bar-bar, dan setiap hari harus membawa tusuk gigi di dalam tas. Kadang-kadang saya menyiapkan sikat gigi dan pasta gigi karena pengen lekas membersihkan gigi. Payah ah. Pantas saja saya selalu melihat teman-teman yang memakai braket selalu pelan mengunyah dan pasti memerhatikan gigi mereka usai makan. Sumpah, ini sangat menyengsarakan. Oia, selain itu, saya juga merasakan gigi seperti ditarik (ke posisi idealnya).


Tapi kalau untuk makan saja sulit ... tanggalkan!

Maka dengan wajah malu saya meminta untuk dilepaskan. Saya tidak sanggup bertahan dengan braket ini karena urusan makanan adalah yang utama. Mana enak ke kafe tidak bisa sebar-bar dulu? Mana asyiiiik setiap gigit daging dinosaurus harus punya skill khusus? Tidak asyiiiik. Saya harus melepaskannya meskipun setelah enam bulan pemakaian memang terlihat sedikit ... sedikit loh ya ... perubahan pada gigi-gigi yang renggang yang mulai merapat. Rapatkan barisan.

Bye bye braket!


Setelah melepas braket, dan mengaku memakai braket bukanlah kebutuhan paling urgent dalam hidup yang fana ini karena menyulitkan proses mengisi lambung, hal pertama yang saya lakukan adalah makan dengan mengunyah secepat kilat seperti dulu sebelum memakai braket. Cihuy! Kalian tahu rasanya, bagi saya, memakai braket? Rasanya seperti dijajah Jepang tiga setengah tahun. Tidak lama tapi menyengsarakan. Oleh karena itu, ketika braket dilepas, harus dirayakan kemerdekaan ini.

Tapi bagi kalian yang memang giginya benar-benar lebih parallelogram dari gigi saya, atau gigi kalian ibarat penumpang angkot yang duduknya harus maju-mundur sesuai perintah supir, pakailah saja braket. Kalau gigi kalian gingsulnya hanya satu, jangan pakai braket, karena gigi gingsul itu bikin bisul manis. Lihat saja orang-orang yang giginya gingsul macam Tri Utami pasti cantik kan *maksa*. 


Pernah, saya pernah begitu. Pasang braket hanya beberapa bulan kemudian melepaskannya dengan ikhlas demi kejayaan kunyah-mengunyah. Hehe.


Cheers.

Thursday, October 25, 2018

5 Pesan Gubernur NTT


Wisuda Sarjana Universitas Flores (Uniflor) Periode 20 Oktober 2018 berlangsung meriah dan meninggalkan kesan sangat mendalam bagi para wisudawan dan wisudawati. Selain bakal menerima ijazah nasional, memakai gedung baru setelah renovasi, memakai jubah dan toga baru (yang nanti bakal dikembalikan ke panitia), kegiatan wisuda Sabtu lalu itu dihadiri oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Viktor Bungtilu Laiskodat. Bahkan Rektor Uniflor Dr. Simon Sira Padji, M.A. mengatakan bahwa kehadiran Pak Viktor merupakan kehormatan tersendiri bagi beliau yang baru saja dilantik beberapa bulan lalu. Semua memang serba baru; rektor baru dan gubernur baru. Siapa tidak senang? Selain Pak Viktor, hadir juga Bupati Ende Marsel Petu dan Wakil Bupati Ende Djafar Ahmad.

Baca Juga : 5 Persiapan Wisuda

Auditorium H. J. Gadi Djou usai direnovasi. Megah ya?
Tema wisuda kali ini dari Kabupaten Sikka.

Di hadapan 838 wisudawan dan wisudawati Pak Viktor menyampaikan orasi ilmiahnya. Saya yang duduk dua baris dari depan seperti mendapat kehormatan menyaksikan betapa asyiknya beliau saat berbicara. Foto di bawah ini oleh Kakak Rossa, dari laman Facebook Humas Uniflor:


Yang menarik adalah Pak Viktor menyampaikan orasi ilmiahnya nyaris tanpa naskah. Semua yang disampaikan oleh beliau seperti obrolan antara kakak dan adik. Beliau sebagai kakak, dan kami sebagai adik. Tentu saja. Qiqiqiq. Cara orasi semacam itu membikin kantuk hilang! Asyik sekali pokoknya. Apa yang beliau sampaikan dalam orasi ilmiah itu benar-benar nyata dan menohok wisudawan dan wisudawati yang bakal menyentuh 'dunia' yang sesungguhnya dan 'berperang' dalam kancah pencarian kerja. Banyak pula wejangan dan motivasi yang membikin kami sadar bahwa NTT ini sebenarnya kaya raya.

Kita harus bangga sebagai orang NTT. Singkirkan istilah NTT; Nanti Tuhan Tolong. Singkirkaaaaan!


Ada lima pesan yang saya tangkap dari orasi ilmiah beliau. Kalian mau tahu? Harus donk hahaha apalagi anak NTT wajib tahu pesan-pesan ini.

Baca Juga : 5 Hasil Daur Ulang

1. Toleransi Hidup Beragama

Toleransi hidup beragama bukan pesan yang langsung beliau sampaikan. Tetapi melalui ragam salam dalam pembukaan orasi ilmiah, Pak Viktor menyampaikan pesan yang tersirat bahwa toleransi hidup beragama itu penting dan wajib terus dilestarikan di NTT. Dalam pembukaan tersebut beliau mengucap:

Selamat pagi.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Shalom.
Om swastiastu.

Ada satu lagi yang saya lupa, tapi bukan namo buddhaya

Salam yang disampaikan oleh Pak Viktor ini mengingatkan saya pada salam yang disampaikan Pak Jokowi. Ini merupakan salam yang mengingatkan kita semua bahwa kita adalah masyarakat Indonesia dengan multi-agama dan wajib saling hormat-menghormati. Toleransi yang sudah hidup dan berkembang di NTT ini jangan sampai luntur apalagi rusak.

2. Menjadi Entrepreneur

Pak Viktor terkenal dengan kampanyenya (dulu) tentang pohon dan daun kelor. Pohon kelor juga dikenal sebagai miracle tree yang punya banyak manfaat dalam bidang ekonomi dan kesehatan. Kalian bisa baca ulasan lengkap tentang kelor di sini. Di NTT pohon kelor tumbuh subur dan itu yang ingin diangkat oleh Pak Viktor; pohon kelor (daun, batang, dan akarnya) dapat dijadikan komoditi yang bisa dijual ke dunia luar (luar negeri).  


Mendengar ini, saya jadi terpukul karena dulu sempat bingung dengan rencana Pak Viktor mengembangkan dan membuka satu juta hektar untuk tanaman kelor. Dunia memang tak selebar daun kelor, dan ketika mendengar orasi ilmiah Pak Viktor, saya sadar bahwa otak saya ternyata sebesar daun kelor. Hiks.

3. Kelola Lahan Kita

Salah satu poin orasi ilmiah Pak Viktor, juga berkaitan dengan poin nomor 5 di bawah, adalah tentang mengelola lahan kita. Beliau bercerita tentang temannya yang bekerja di salah satu instansi di Kupang. Bertahun-tahun kemudian, saat mereka kembali bertemu, Pak Viktor bertanya tentang pekerjaan si teman. Si teman menjawab: masih di instansi tersebut dengan gaji yang dipatok oleh pemerintah.

Pak Viktor lantas bilang, "Itu kan, coba dulu kau tanam bawang seperti yang saya bilang, sudah kaya kau!"

Kira-kira begitulah yang dibilang beliau, kurang-lebih, tidak terlalu jauh lah. Hahaha. Langsung satu auditorium gerrrrr. Kita tahu, Pak Viktor termasuk salah seorang pengusaha sukses asal NTT. Intinya adalah jangan tunggu jadi PNS dan menua bersama ijasah, kawan.

4. Laut, Sumber Yang Kaya

NTT merupakan provinsi yang terkenal akan pantai-pantai indah nan eksotik. NTT juga termasuk salah satu dari sembilan fishing ground yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, beliau berharap semua masyarakat NTT bersama-sama dapat memanfaatkan laut sebagai sumber yang kaya dari NTT. Selain itu, ada satu poin yang membikin saya mengangguk sampai pengen teriak: betul, Pak!

Jadi, karena NTT ini layaknya mini archipelago Indonesia, Pak Viktor ingin transportasi lautnya harus sanggup / lebih banyak untuk menghubungkan masyarakat dari satu pulau ke pulau lainnya se-lingkup NTT. Usahakan rute dari Pulau Lembata ke Maumere, misalnya, lebih banyak dari rute Maumere ke Makassar. Lalu beliau berkata kira-kira begini:

"Kalau kita, ombak naik dua meter saja sudah tidak bisa ke laut. Tapi kita ngotot dan terus membuat perahu atau kapal yang hanya bisa menghadapi ombak satu meter."

Ha ha ha. Betul, Pak! Itu filosofi yang sangat dalam. Belajar dari pengalaman adalah intinya. Artinya kemampuan diri harus ditingkatkan apabila kita tahu bahwa di luar sana kita harus berjuang lebih dan lebih. Uih, saya nyaris berdiri dan bilang: betul, Pak! Untung urung :p kalau tidak bisa diseret sama sekuriti ke Warung Damai.

5. Jangan Tunggu Jadi PNS

Berkaitan dengan nomor tiga di atas. Betul sekali yang disampaikan oleh Pak Viktor. Fakta, memang terjadi. Bahwa banyak orang yang sekolah tinggi cuma ingin menjadi PNS. Menunggu dan menunggu jadwal CPNS dibuka oleh pemerintah dan ramai-ramai mendaftar. Padahal dunia wirausaha sedang sangat digalakkan bukan? Oleh karena itu saya mendengar Pak Viktor berkata tentang seandainya tidak ada satupun lulusan Uniflor yang mendaftar jadi PNS, sukses sudah pasti.

I see ... itu keren, Pak.

Mendengar langsung orasi ilmiah dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses merupakan berkah. Berkah karena saya mengetahuinya bukan hanya dari tulisan melainkan omongan dari orang yang sudah mengalaminya langsung.


Semoga lima pesan Pak Viktor di atas yang sempat saya tangkap pada kegiatan wisuda Sabtu kemarin dapat menanamkan nilai-nilai wirausaha pada wisudawan dan wisudawati. Ilmu yang telah diperoleh selama kuliah niscaya dapat diaplikasikan dalam kehidupan ... selanjutnya. Insha Allah. Berdoa dan berusaha itu wajib, sukses akan diraih. Semua tentu atas ijin Allah SWT.


Pos ini juga dipenuhi foto-foto saat wisuda Sabtu kemarin. Euforia-nya masih terasa. Qiqiqiq. Euforia karena semua orang bilang saya cantik. Halaaah cantik apanya, Teh. Kan tumben, tidak setiap hari haha. Masih terbayang pukul 03.30 dijemput Akiem terus diantar ke salonnya Deth Radja, menunggu penuh sabar jatah di-makeup. Proses ini yang sangat saya nikmati meskipun keluar ke kampusnya bukan dari rumah melainkan dari salon hahaha. Berdoa sendiri saja dalam hati agar tidak mengantuk.


Well done. Terima kasih untuk semua ucapannya. Terima kasih untuk orangtua, kakak-adik, teman-teman, tetangga, yang telah mendukung selama ini. Saya masih S1 belum S2 (lirik Pak Martin) haha. Ini kuliah yang delay-nya belasan tahun karena dulu lebih suka #KakiKereta ketimbang sekolah. Terimakasih juga Om Ihsan untuk pos blog yang satu ini: Akhirnya Penyuka Kuning Menjadi Sarjana. Luar biasa bikin haru.


Doakan saya bisa meraih gelar selanjutnya karena beasiswa ke Australia itu butuh perjuangan yang lebih dan lebih *ngakak guling-guling* Ini namanya menghayal sampai mentok hahaha.


Cheers.