I Write My All

LightBlog

Sumber Gambar: Telegraph . Sudah lama saya tertarik dengan konsep rumah mini atau sering dikenal dengan istilah tiny house . Gara-g...

Living In A Camper

Sumber Gambar: Telegraph.


Sudah lama saya tertarik dengan konsep rumah mini atau sering dikenal dengan istilah tiny house. Gara-gara dulu waktu masih rajin ketiduran di depan televisi saya paling rajin menonton George Clarke's Amazing Space di ... lupa ... kalau tidak salah di National Geographic. Correct me if I'm Wrong yaaa alias CMIIW. Acara si arsitek ganteng itu luar bisa menginspirasi. Bagaimana orang-orang mengubah mobil jadi rumah, bikin rumah mini dari peti kemas, sampai memanfaatkan pesawat rusak sebagai hunian asyik. Dari situ saya terus mencari konsep tiny house di internet, dan seringnya terdampar di Youtube. Kalian bisa menemukan jutaan video tentang tiny house di Youtube oleh akun-akun diantaranya Living Big In A Tiny House oleh Bryce Langston, atau video yang mengoprek tiny house oleh Kirsten Dirksen.

Baca Juga: Gate: Rak Serba Guna

Saya sendiri pernah mengulas tentang Lego Style Apartment yang videonya saya tunjukan ke Kakak Pacar dan dijawab dengan gelengan kepala. Katanya begini, "Kau pikir apartemen kecil begitu murah? Lihat saja kayunya, belum lagi sistem air dan gas, belum lagi kayu-kayu yang digunakan. Aduh eee Ine (panggilan untuk Mama dalam bahasa Ende) eee ... biar kita bikin rumah normal saja." Iya sih, kelihatannya minimalis begitu Lego Style Apartment tapi mahaaaal. Apartemen itu sudah dijual sama pemiliknya, Christian, dan dia kini punya hotel namanya Hotel Brummel.


Saya sudah bosan tinggal di rumah normal ... mana Pohon Tua juga gede begini. Sapunya bikin pegel seluruh persendian! Huhuhu ... padahal yang sapu rumah Mamasia. Psssttttt.

Dari melihat-lihat, dan ngiler, melihat begitu banyak tiny house, bertemulah saya dengan kumpulan video tentang camper. Macam-macam si camper ini. Ada campervan yang artinya sama dengan motor home (judulnya motor, tapi maksudnya mobil sejenis van, bis mini, dan lain sebagainya). Singkatnya, mobil modifikasi yang fungsinya seperti rumah dan bisa dibawa ke mana-mana kecuali ke Isla Nubar. Campervan ada pula yang terpisah dari mobilnya (pasang - lepas) sehingga kalau memang sedang tidak traveling atau tidak piknik, mobil bisa dipakai terpisah ke kantor, misalnya. Selain campervan ada pula bike camper. Sesuai namanya, bike camper ini terdiri dari camper dan sepeda dan/atau sepeda motor.

Ini contoh camper yang bisa dilepas-pasang di mobil. Mungil kelihatannya tapi jangan salah, camper ini keren sangat. Sumber dari Must See Tech di Youtube.

Kalau yang ini model-model campervan.

Dan yang ini model-model bike camper. Bike camper ini sangat saya sarankan apabila digunakan untuk piknik sehari-dua.

Sebenarnya campervan ini memang khusus buat piknik atau berkemah sehari-dua, tapi kemudian dimodifikasi ini itu sehingga fungsinya jadi sama kayak motor home.

Living in a campervan, sesuai judul pos ini, memang tidak bisa dilakoni oleh semua orang terutama orang-orang yang punya pekerjaan tetap di suatu kota dengan keluarga (isteri dan anak-anak). Apalagi jika isteri juga bekerja dan anak-anak masih sekolah. Tapi bagi pasangan muda yang pekerjaannya paruh waktu terutama pekerjaan paruh waktu itu dapat dilakukan daring, dan tentu saja gemar traveling, maka tinggal di dalam campervan sungguh diidam-idamkan. Kalian tidak mengidamkannya? Saya saja deh. Qiqiqi.

Baca Juga: Phone to Phone Charger

Sebuah campervan sudah pasti punya tempat tidur dan dapur mini beserta perlengkapannya. Asupan listrik (asupan!?) diperoleh dari panel surya. Tapi, bagaimana dengan kamar mandi dan toilet? Banyak yang memodifikasi van atau yang sudah jadi campervan dilengkapi dengan kamar mandi (shower) dan toilet. 

Bakal lantai shower mini yang dipasang di samping toilet (yang juga mini).

Lengkap!

Khusus untuk toilet, yang digunakan rata-rata composting toilet dengan penampungan yang dapat dibersihkan. Kalau begini kan enak, bisa sekalian hemat air hahaha. Tapi harus sering-sering ngecek atau mengasumsi kapan penuhnya *mikir sampai bola mata muter-muter*. Juga harus sering ngecek sumber air untuk kamar mandi dan toilet ini, serta sumber air bersih.

Jadi, campervan itu dasarnya mempunyai:
1. Sumber listrik dari panel surya.
2. Dapur mini lengkap dengan sink hingga kulkas mini.
3. Tempat tidur (bongkar pasang).
4. Tempat penyimpanan (tidak boleh ada space nganggur).
5. Kamar mandi dan toilet (composting).
6. Stok air minum dan air bersih untuk kamar mandi dan toilet.


Bagaimana dengan kalian, kawan, mau kah tinggal di campervan? Bagi tahu yuk di papan komentar.

Menulis tentang living in a camper ini membikin saya punya ide menulis tentang 5 Keseruan Tinggal di Campervan. Haha. Bekal buat Kamis nanti.



Cheers.

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.