I Write My All

LightBlog

Kalau kalian membaca pos tentang  5 Keseruan Tinggal di Motorhome , sedikit tidaknya sudah tahu tentang serial televisi yang satu ini...

The Mentalist



Kalau kalian membaca pos tentang 5 Keseruan Tinggal di Motorhome, sedikit tidaknya sudah tahu tentang serial televisi yang satu ini. Sudah lama saya menonton The Mentalist, waktu itu masih menonton televisi yang kisahnya bisa kalian baca di pos tentang 5 Manfaat Tidak Menonton Televisi, di channel Fox atau Fox Crime. Saya lupa channel-nya karena sudah lama sekali. Saya memang tergila-gila pada serial-serial kriminal seperti Castle, Law & Order, Law & Order: Criminal Intent, Law & Order: Special Victims Unit, Criminal Minds, CSI dan fransaisnya, NCIS, Quantico, Sherlock, Hawaii Five-O, dan lain sebagainya. Jauh sebelum itu pun TVRI sudah bikin saya terpesona pada serial kriminal seperti Hunter, Remington Steele, dan yang paling fenomenal Twin Peaks.

Baca Juga: Dessy: Merayakan Natal di Vatikan Merupakan Berkat Berlimpah dari Tuhan

Gara-gara Hooq, saya kembali menonton The Mentalist secara semua season (dulu saya menulis session loh) lengkap tersaji. Senangnya hatiku hilang panas demamku karena bisa melanjutkan kisah si Patrick Jane dalam membantu para agen California Bureau of Investigation (CBI) yang berpusat di Sacramento. Bagi kalian yang belum pernah menonton The Mentalist dan memang ingin mencari hiburan serial kriminal, silahkan tonton dan rasakan sensasi yang berbeda dari serial kriminal lainnya.

Mari mengulas The Mentalist.

The Mentalist


The Mentalist merupakan serial kriminal yang menceritakan tentang tugas para agen di CBI yang kantor pusatnya di Sacramento dalam memecahkan kasus-kasus pembunuhan. Dalam menjalankan tugas, satuan agen (karena di CBI ini banyak satuan agen) yang dipimpin oleh Teresa Lisbon dibantu oleh Patrick Jane, seorang lelaki yang mengalami trauma berat karena isteri dan anaknya dibunuh secara brutal dan lantas terobsesi pada si pembunuh berantai bernama Red John tersebut.

Tokoh The Mentalist


The Mentalist diperankan oleh banyak aktor dan aktris karena kadang terjadi pergantian tokoh tertentu dan/atau karena si tokoh meninggal dunia. Tapi di sini saya hanya akan membahas tentang tokoh-tokoh sentral-nya saja. Dan seterusnya saya akan menulis nama family mereka.

Semua gambar tokoh ini diambil dari Wikipedia.


1. Teresa Lisbon

Teresa Lisbon merupakan agen sekaligus kepala satuan agennya. Karakter ini diperankan oleh Robin Tunney. Sebagai kepala satuan dia harus bisa bersikap adil pada semua agen-agennya termasuk pada konsultan yaitu Jane. Tantangan terberat Lisbon adalah bagaimana bisa 'mendisiplinkan' Jane yang kadang bikin para atasan kesal to the max.

2. Kimball Cho

Karakter Kimball Cho diperankan oleh mantan pacar saya Tim Kang. Waktu Cho punya pasangan yaitu inforwoman-nya sendiri yang syukurnya kemudian mereka putus, saya sampai tidak bisa tidur karena cemburu. Haha. Dia termasuk agen yang sedikit bicara, banyak kerja. Jangan pernah menanyakan pendapatnya karena dia punya jawaban favorit: ya atau tidak.

3. Wayne Rigsby

Meskipun sudah tahu Cho bakal jawab seperlunya saja, Rigsby paling doyan curhat sama sohibnya ini, terutama soal hubungan asmaranya baik dengan Van Pelt maupun dengan ibu dari puteranya Sarah Harrigan. Oh ya, Rigsby punya anak memang dari Harrigan, tapi kemudian dia justru menikahi Van Pelt, perempuan yang sangat dicintainya sejak pertama bertemu di CBI. Rigsby diperankan oleh Owain Yeoman.

4. Grace Van Pelt

Tinggi, cantik, pintar, kerjaannya selain di lapangan juga di bidang komputer dan jaringan. Gara-gara aturan lama yaitu sesama agen dilarang saling mendahului, eh sesama agen dilarang punya hubungan asmara, Van Pelt dan Rigsby pun putus. Gara-gara itu, Van Pelt pacaran sama agen FBI bernama Craig O'Laughlin yang ternyata kaki-tangannya Red John.

5. Patrick Jane

Ini dia tokoh paling menyebalkan sekaligus paling brilian. Jane adalah cenayang-palsu yang mencari uang lewat acara-acara tentang cenayang, padahal sesungguhnya dia hanya menggunakan kesempatan, momen, dan ketelitian dalam memerhatikan sesuatu. Menjadi masalah ketika di televisi dia semacam menantang Red John, si pembunuh berantai. Pulang ke rumah, isteri dan anak Jane tewas dibunuh oleh Red John. Bagaimana dia tahu? Karena di dinding kamar itu ada wajah senyum yang digambar menggunakan darah. Ciri khas Red John. Van Pelt diperankan oleh Amanda Righetti.

Garis Besar


Ada tujuh season The Mentalist. Pada masing-masing season, setiap episodenya menampilkan kasus demi kasus pembunuhan. Sebagai pengenalan, pada season pertama, kasus pembunuhan isteri dan anak Jane (oleh Red John) menyebabkan lelaki itu menghilang selama setahun, lantas mendadak muncul di kantor CBI untuk menanyakan proses penyelidikannya. Karena mengganggu, dengan penampilan awut-awutan dan selalu bertanya, Lisbon diminta untuk 'mengurusi' Jane. Jane pun diajak menuju lokasi pembunuhan yang sedang ditangani. Kasus ini, boleh dibilang kasus pertama Jane, dipecahkan dengan sangat mudah oleh Jane. Caranya melihat posisi korban, mencium aroma, mempelajari pakaian dan asesoris korban, sampai menyusun skenario kejadian, sungguh di luar pola kerja para agen.

Jane kemudian menerima kotak berkas kasus Red John atas kematian isteri dan anaknya, diberi sebuah meja menghadap jendela besar, untuk membaca berkas-berkasnya. Sampai gedung CBI kemudian direnovasi, area itu kemudian menjadi ruang kantor khusus untuk Jane dengan ciri khas jendela besarnya itu.

Ya, betul ... Jane lantas menjadi konsultan CBI. 

Meskipun setiap episode dari masing-masing season menampilkan begitu banyak kasus pembunuhan, namun Jane tidak pernah lupa pada berkas-berkas Red John tersebut. Inilah hebatnya The Mentalist, ada benang merah yang menghubungkan season satu sampai tujuh. Siapa Red John? Sudah terungkap di season enam. 

Benang Merah


Red John adalah benang merah The Mentalist. Red John; seorang pembunuh berantai yang selalu selangkah di depan Jane, punya sumber daya tidak terbatas, dan punya kaki-tangan yang loyal. Kaki-tangannya yang terakhir yang paling saya ingat adalah Lorelei Martins, yang sempat dekat dengan Jane, namun kemudian dibunuh juga oleh Red John dengan meninggalkan trade mark-nya yaitu senyum berdarah.

Membongkar kedok Red John sama dengan membongkar sindikat (wuih) penegak hukum korup di California; yang anggotanya mulai dari sherrif di desa sampai anggota CBI, FBI, jaksa, hakim, dan sebagainya. Red John sendiri ternyata seorang (semacam) sherrif yang sudah lama dicurigai baik oleh Lisbon maupun oleh Jane. Tapi mereka sering terkecoh. Hanya saja saya masih kurang sreg tentang penentuan tokoh yang ternyata adalah Red John ini, dan saya kurang suka titik tamatnya Red John. Selebihnya ... Ini serial cerdas.

Baca Juga: Don't Breathe

Seru ya menulis tentang The Mentalist. Setelah sekian lama hahaha. Saya pikir kalau kalian mau menontonnya, bagi yang belum menonton, itu bagus haha. Kita bisa diskusi bersama hehe.

Selamat berakhir pekan, kawan.


Cheers.

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.