I Write My All

LightBlog

Mulai nge- blog sejak tahun 2003, klaim nama blog di banyak platform , melayang-layang antara rajin dan sering hiatus , gonta-ganti t...

Konsisten Nge-blog Setahun


Mulai nge-blog sejak tahun 2003, klaim nama blog di banyak platform, melayang-layang antara rajin dan sering hiatus, gonta-ganti template, ditolak GA berkali-kali, dan tetap tidak bisa menentukan niche blog sendiri makanya pada tagline header tertulis I Write My All, akhirnya saya memutuskan untuk konsisten nge-blog pada Februari 2018. Alasannya? Sudah terlalu lama saya mengabaikan blog ini dan sesungguhnya perasaan terabaikan itu sangat tidak menyenangkan. Bukan begitu, din ... dinosaurus? Lagi pula saya sangat menyayangkan apabila ada artikel bagus hanya dipos di media sosial seperti Facebook, yang kemudian tenggelam, karena tidak terarsip dengan baik. Blog memang jawaban jitu kalau kita ingin tulisan-tulisan terarsip. Oke sip.

Baca Juga: Di SMK Tarbiyah Kami Berdoa Bersama

Dihitung-hitung sudah setahun saya konsisten nge-blog alias sudah setahun blog ini selalu dirawat; mengisinya dengan konten-konten baru (hampir) setiap hari. Pos pertama Februari 2018 berjudul Februari, Halo! setelah pos terakhir sebelumnya pada Februari 2017 yang berjudul Seword. Saya memutuskan untuk melanjutkan tali silaturahmi antara saya dengan blog pribadi ini. Pos-pos selanjutnya masih bertema random, mana-mana suka, tanpa tema. Seperti pos Korupsi Karena Miskin dan The Power of Cium Tangan. Mungkin bagi orang lain pos-pos itu tidak bermanfaat, tapi bagi saya pemikiran harus bisa diungkapkan dan pengalaman positif harus bisa diceritakan pada orang lain. Siapa tahu berfaedah bagi yang membacanya. Lebih penting lagi, saya ini narsis, jadi pengen orang lain tahu juga apa yang saya lakukan. Halaaaah.

Mulai Menentukan Tema


Sebenarnya sejak lama setiap Sabtu blog ini punya tema yaitu Review. Antara filem dan buku. Lalu pada 13 Februari 2018 saya mulai membikin satu tema baru yaitu #PDL alias Pernah Dilakukan. Awalnya #PDL hanya bertujuan untuk pos tentang foto-foto jadul yang berkaitan dengan dunia traveling kala masih muda dan bergaya dulu. Tidak melulu harus traveling ke luar daerah, karena jalan-jalan sekitar Kota Ende, bagi saya, adalah traveling. Haha. Pos #PDL pertama berjudul #PDL Has Just Begun. Lama-kelamaan satuper satu tema mulai bermunculan.

Pos Hobi Fotografi Berpotensi Dollar dan Merawat Laptop Itu Sederhana adalah cikal bakal tema #SelasaTekno. Tulisan saya tentang Diet Enak Bahagia Menyenangkan dan Manfaat Telur Bagi Tubuh adalah cikal bakal tema #RabuLima. Dari situ saya mulai berpikir tentang melengkapi satu minggu dengan tema-tema harian sehingga blog ini terkesan sebagai BLOG PRIBADI YANG MAGAZINE BANGET. Hahaha *ditimpuk dinosaurus*. Maka setiap Senin saya memberi tema #SeninOpini atau #SeninThought yang lantas berganti menjadi #SeninCerita, dan Kamis menjadi #KamisLima. Memangnya yakin punya waktu untuk itu semua? Yakin, apabila waktu nge-game dipangkas, saya bisa menghasilkan begitu banyak artikel / tulisan bekal pos blog. Slot Minggu pernah juga saya isi dengan novel berjudul Triplet.

Februari 2019, masih dalam masa sibuk mempromosikan Uniflor dan mulai sibuk dengan Lomba Mural dari Triwarna Soccer Festival, saya berpikir untuk mengganti tema harian menjadi:

#SeninCerita
#SelasaTekno
#RabuDIY
#KamisLima
#PDL
#SabtuReview

#RabuDIY? Hyess. Saya siap mengepos tentang dunia DIY baik yang saya bikin sendiri maupun yang dibikin oleh orang lain. Yang sudah lama saya bikin dan diberi sentuhan ulang, maupun yang baru saja saya bikin. Nantikan saja ketika tema harian kembali memulai rodanya di blog ini.

Kemenangan Melawan Rasa Malas


Musuh terbesar umat manusia adalah rasa malas. Malas bekerja, malas mencari tahu, malas meminta maaf dan malas memaafkan, malas berdoa pun juga terjadi, malas menyiram bunga, malas menulis blog termasuk di dalamnya. Setahun kemarin, 2018, saya berjuang melawan rasa malas untuk menulis konten blog. Setiap menghidupkan laptop saya berusaha mengalihkan dulu perhatian mata pada ikon Age of Empires. Langsung daring, membuka Chrome, dan mengetik alamat Blogger. Mau menulis apa hari ini? Oh, sudah ada tema. Let's do it! Merangkai kata yang isi posnya di-blender antara tema utama pos dengan guyonan khas dinosaurus haha.

Baca Juga: Uniflor Goes to School

Sepanjang tahun 2018 saya telah menang melawan rasa malas ... tahun 2019 ... semoga demikian pula. Karena, salah satu resolusinya adalah tetap nge-blog! Hyess, #2019TetapNgeblog meskipun GA kembali hilang/ditolak gara-gara mengganti domain blog menjati http://tuteh.web.id hahaha.


Meskipun sempat berpikir dimusuhi oleh GA ketika GA hilang dari blog, tidak masalah lah. Rejeki masih bisa dikais di lini lainnya. Yang penting semangat menulis dan mengisi (konten) blog setiap hari tidak sirna. Karena, percayakah kalian?, hanya dengan menulis dan menulis blog, kemampuan menulis terasah dari hari ke hari. Saya pikir ini tidak perlu dijelaskan, kalian pasti sudah merasakannya. Bukan begitu?

Kalau saya bisa melawan rasa malas, Insha Allah kalian juga bisa.

Draf dan Jadwal


Kadang-kadang tubuh saya terasa fully charged; otak mendadak cemerlang padahal aslinya kalah sama Matematika; mata sepet jadi bersahabat dengan layar laptop. Pada saat-saat seperti itu saya bisa menulis lebih dari satu konten/pos per hari. Percayalah, saya sendiri heran dengan konten yang dihasilkan dalam sehari itu. Konten-konten yang bisa saya tulis tanpa memikirkan waktu itu seperti konten untuk #SelasaTekno, #RabuLima yang bakal berganti dengan #RabuDIY, Kamis Lima, #PDL, hingga #SabtuReview. Senin, harus disesuaikan dengan kejadian apa yang paling unggul pada minggu sebelumnya yang ingin saya jadikan #SeninCerita sehingga tidak bisa didraf atau dijadwalkan. Konten yang sudah saya tulis itu ada yang tersimpan sebagai draf, ada pula yang terjadwal. Inilah manfaat platform Blogger, atau platform blog lainnya, menyediakan fasilitas draf dan jadwal. Manfaatkan itu! Agar apa? Agar ide tidak menguap. Hehe.

Draf jika konten belum lengkap alias masih ada yang harus ditambal-sulam.
Jadwalkan jika konten sudah oke dan siap dipublikasikan pada hari penentuan.

Apakah ini bukan kebohongan publik?

What?

Kebohongan publik itu kalau kalian menulis Tuteh Pharmantara itu perempuan cantik yang akhirnya disunting oleh Brad Pitt. Nah, itu kebohongan publik yang terhakiki. Perlu kalian ketahui juga bahwa konten/pos yang ini pun saya tulis bukan pada hari Senin, 18 Februari 2019, melainkan pada 17 Februari 2019. Haha.

Insha Allah


Insha Allah akan terus berlanjut. Pada akhirnya jika kelas blogging online kembali dibuka untuk angkatan berikutnya, saya dengan bangga bakal bilang bahwa menulis konten blog itu mudah! Mulailah dari menggali potesi kehidupan sendiri dan pengalaman pribadi, membikin tema harian, dan melawan rasa malas. Buktinya, tahun 2018 saya sudah melakukannya dan Insha Allah berlanjut tahun 2019 dan seterusnya.

Baca Juga: Mamatua Project

Terakhir, perlu saya ucapkan pada diri sendiri: selamat satu tahun konsisten nge-blog, Tuteh.



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.