I Write My All

LightBlog

Sebenarnya  saya sudah sangat ingin menulis tentang Shutter Island , sebuah filem thriller yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio, Ma...

Searching


Sebenarnya saya sudah sangat ingin menulis tentang Shutter Island, sebuah filem thriller yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio, Mark Ruffalo, dan Ben Kingsley. Rasa gatal untuk menulisnya sampai tidak tertahankan dan meninggalkan ruam ganas. Namun, setelah menonton Searching, yang menurut saya juga sebuah filem thriller, saya pikir Shutter Island bisa menunggu dan kembali masuk dalam bucket list's review. Sementara Searching tidak bisa menunggu. Karena, jika terlambat, the missing girl could be dead.

Baca Juga: Nostalgia Alanis

Menggaruk demi memuaskan rasa gatal akan Shutter Island ... nanti. Sekarang mari kita simak seperti apa rupa Searching ini.

About Searching 


Searching adalah filem (drama) thriller yang diperankan oleh tiga pemeran utama yaitu John Cho sebagai David Kim, Michelle La sebagai Margot Kim, dan Debra Messing sebagai detektif Rosemary Vick. Filem yang dirilis komersil pada Agustus 2018 ini disutradarai oleh Aneesh Chaganty. Konon, filem ber-budget 1 Juta Dollar ini meraup keuntungan berlipat ganda yaitu 75,5 Juta Dollar. It's a wow! Keadaan itu yang menjadikan Searching salah satu box office yang patut diperhitungkan pada tahun 2018. Sekadar informasi bahwa sebuah filem dikatakan box office apabila keuntungan yang diraup melebihi biaya produksi.

Overview


Semoga ini tidak dianggap spoiler hahaha. 

Kisah Searching dibangun dari kehidupan rumah tangga David Kim, saat isterinya yaitu Pam masih hidup, bersama puteri mereka yang bernama Margot. Hampir semua momen kehidupan keluarga David Kim disimpan dalam bentuk foto dan video. Mulai dari saat Margot mulai duduk di bangku sekolah dari tahun ke tahun, Margot mulai mengenal alat musik piano dan membantu Pam memasak, saat David memperkenalkan Pokemon pada Margot, hingga Pam terserang kanker dan dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia. Kesemuanya itu disimpan di sebuah komputer jadul yang masih memakai Widows XP. Ya, siapa pun yang pernah memakai Windows XP pasti kenal betul background dan bentuknya. Mulai dari user komputer itu hanya David seorang, hingga ditambah dua user lainnya yaitu Pam dan Margot. 



Setelah Pam meninggal, praktis David hanya tinggal bersama Kim, sesekali mengontak saudaranya yang bernama Peter Kim (diperankan oleh Joseph Lee). Kronologisnya adalah Margot telah masuk SMA dan masih kursus piano, life must go on, sementara David yang berusaha menjadi ayah yang baik bagi Margot masih 'hidup' bersama kenangannya tentang Pam melalui foto dan video keluarga mereka.

Suatu hari, selepas menghubungi Margot melalui FaceTime saat Margot sedang belajar kelompok di rumah salah seorang temannya, mengingatkan Margot akan sampah yang belum dibuang, David kehilangan kontak dengan Margot. Dia bingung, ke mana kah anaknya itu? Semua pesan chat tidak dibalas. Dihubungi di FaceTime pun tidak diterima. Nalurinya mengatakan ada yang salah, tapi dia masih menahan diri untuk tidak melaporkan pada pihak yang berwajib. Sampai 24 jam kemudian, David pun melaporkan kepada pihak kepolisian San Jose, California, tentang orang hilang. Dia kemudian menerima telepon dari seorang perempuan yaitu detektif Rosemary Vick. Si detektif meminta semua data Margot pada David demi menemukan puteri semata wayang David-Pam itu.


Siapa sangka ... jawabannya justru ada pada MacBook milik Margot yang ditinggal di rumah.

It's About Technology


Searching benar-benar filem tentang teknologi masa kini yang sehari-hari bersentuhan dengan umat manusia, dengan kita. Filem ini 90% didominasi oleh layar komputer tempat David berinteraksi dengan Margot, Peter, detektif Vick, hingga orang-orang yang disangkakan punya kaitan dengan hilangnya Margot. Saat David membuka MacBook milik Margot pun, saya langsung teringat pada tata cara pemulihan password. Untungnya e-mail yang digunakan Margot untuk mengembalikan akunnya bila melupakan password adalah e-mail milik Pam. Tentunya David tahu persis password e-mail milik Pam itu.


Dari situ, David mulai mengeksplor isi MacBook tersebut. Memasuki akun-akun media sosial milik Margot seperti Facebook, Instagram, Tumblr, hingga layanan video YouCast. Saat David mencoba daring di YouCast, dia ditonton oleh sebuah akun yaitu fish_n_chips yang langsung luring seketika. Ternyata, semua video di YouCast dapat disimpan. Gara-gara itu David jadi tahu bahwa Margot pun menyimpan semua video YouCast-nya.


Sementara itu, di e-mail, David menerima tawaran dari MemorialOne, sebuah situs yang menawarkan untuk menyiarkan pemakaman dalam bentuk video dan foto dari orang yang meninggal tersebut. Setelah akhirnya orang yang mengaku telah membunuh Margot bunuh diri, David mengunggah semua video dan foto Margot ke YouCast.

Ah, filem ini benar-benar tentang teknologi hahaha.

So Many Suspect


Sejak awal Margot hilang, terlalu banyak tersangka yang memenuhi benak penonton. Mulai dari teman-teman Margot yang ternyata begitu itu, teman lelaki yang bikin David meradang, adik David si Peter yang saya curigai sengaja membunuh Margot karena kuatir 'hubungan asmara' mereka terbongkar dan ternyata oh nooooo, hingga Hannah alias fish_n_chips yang ternyata akun palsu. 

Twist Plot


Ini yang sungguh ausam dari Searching. Twist plot! Hadir di akhir cerita, twist plot Searching sungguh tak terduga. Lahir dari wajah Hannah si fish_n_chips di YouCast yang ternyata sama dengan wajah ambassador MemorialOne. Oh, ampun, sampai di sini saya berpikir Hannah lah yang membunuh Margot. Bersemangat, David menghubungi kepolisian untuk melapor temuannya pada detektif Vick. Ternyata detektif Vick hanyalah seorang volunteer yang mengajukan dirinya untuk turut menangani kasus hilangnya Margot.

Trada ...

Ah ... tidak semudah itu menebak, kawan. It's not just about detektif Vick.


Pada akhirnya saya harus angkat topi untuk Aneesh Chaganty dan Sev Ohanian yang menulis filem ini. Otak mereka canggih betul. Dan apabila kalian bingung menentukan akhir cerita ini hanya berdasarkan review ini, artinya saya berhasil membikin kalian bingung sebingung saya sendiri saat menontonnya haha. 

Bila kalian mencari filem yang bisa membikin akhir minggu menjadi rada gimanaaa gitu, tonton Searching sekarang juga!


Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.