Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Thursday, May 30, 2019

Happy Horeday!



Salam,
Tuteh Pharmantara & Dinosaurus.

Tuesday, May 28, 2019

Video Animasi


Selama berkecimpung di dunia video, mendapat banyak ilmu dari Mas Dhandy Laksono, pun pengalaman bekerjasama dengan videografer lain, saya tidak pernah memperdalam ilmu Adobe Premiere dan kawan-kawannya untuk urusan sunting-menyunting. Karena apa? Karena perangkat yang saya punyai, laptop, memang tidak mendukung alias kurang mumpuni. Tapi itu bukan masalah selama masih ada program lain seperti Sony Movie Studio Platinum (SMSP) yang ringan, renyah, dan ramah. Untuk mendukung pekerjaan menyunting video di SMSP saya menggunakan program lain yaitu ProShow Producer dan Photoscape (apabila video tersebut membutuhkan potongan foto).

Baca Juga: Google Photos

Kreativitas memang terkesan dibatasi dengan keterbatasan kemampuan laptop atas program-program seperti Adobe Premiere atau Adobe After Effect yang kece badai itu. Mungkin Adobe Audtion adalah satu-satunya produk Adobe yang bekerja dengan sangat lancar di laptop saya karena memang program itu digunakan untuk menyunting musik. Oleh karena keterbatasan itulah saya harus bisa putar otak agar bisa berkreasi sedikit lebih dari yang sebelum-sebelumnya. Misalnya, membikin video animasi untuk opening dan/atau wedding invitation.

Maka bergerilyalah saya di belantara internet mencari tahu ragam informasi tentang cara membikin video animasi online di pc. Ketemu informasinya? Iya, ketemu. Dan ternyata banyak sekali. Jadi, kalau pengen membikin poster, kartu, dan lain-lain secara daring, bisa menggunakan Canva, maka membikin video animasi bisa menggunakan beberapa situs yang juga dikerjakan secara daring. Maka terjadilah pertemuan saya dengan Sparkool Videosribe dan Powtoon. Khusus untuk Sparkol, kini sudah tidak bisa saya gunakan lagi karena sudah pernah saya gunakan (gratisan) dan harus membayar. Ya tak apa-apa ... masih ada Powtoon. Hehe.

Semua orang yang menggunakan program/produk gratisan pasti menemukan hal yang sama yaitu water mark alias tanda air alias logo dari program yang bersangkutan. Sama sih dengan saat kita menggunakan Blogger atau Wordpress, tentu induk semangnya turut serta dalam tautan blog yang didaftarkan. Dengan adanya tanda air atau logo dari program yang dipakai, jelas sangat menyulitkan ketika video animasinya mau digunakan bersamaan dengan video dan foto lainnya. Terutama, sangat tidak sedap dipandang mata. Yaaa namanya juga gratisan.

Tapi jangan kuatir ... saya memang jatuh cinta pada Powtoon dan saya menemukan cara agar video yang disunting di Powtoon menggunakan template Powtoon (juga) dapat diunduh dan kemudian disunting sesuka hati, termasuk menghilangkan logonya.

Langkah-langkahnya, Teh? Sabar ... *batuk dulu* Pos ini khusus bagi kalian yang memang membutuhkannya ya hahaha. Bagi yang sudah master ... mohon jangan diketawain.

1. Daftar di Powtoon


Urusan daftar di Powtoon ini tidak perlu saya bahas ya. Silahkan buka situsnya, kemudian mendaftar sesuai kelas yang kalian inginkan.

2. Memilih Template/Tema


Powtoon menyediakan banyak pilihan tema melalui kategori:



Milsanya saya memilih kategori All dan menggunakan tema Meet Jane. Tinggal klik preview (untuk melihat video animasi ini) lantas klik use kalau memang sreg.


Setelah memilih tema, saatnya menyunting!

3. Sunting Video Animasi


Saya tidak menjelaskan langkah demi langkah ya. Hanya saja memang sudah ada perubahan dari tema Meet Jane di atas, yang awalnya gratisan kemudian menjadi pro. Berbayar! Haha. Untunglah saya masih sempat menggunakan tema itu untuk opening semua video saya di Youtube.



Baca Juga: Music From Youtube


Gunakan daya kreativitas kalian untuk menyunting. Untuk tema Meet Jane ada beberapa slide, kita bisa menghapus slide yang tidak dibutuhkan. Dalam hal ini saya memang memakai satu slide saja. Klik latar belakang hingga semua ikon, tapi satu satu ya diklik, lalu pilih swap untuk mengganti ikon/gambar, pilih roda gigi untuk mengubah ini itu termasuk pose dari ikon (saya pilih: mengetik). Alhamdulillah Powtoon menyediakan ikon perempuan berjibab. Nah, waktu itu saya berhasil membikinnya dan hasilnya sebagai berikut (screen shoot dari videonya):


Kalian lihat panah kuning? Itu logo Powtoon ada di sudut kanan bawah video. Oleh karena itu, karena video ini bakal saya sunting lagi di laptop, luring, maka memang dengan penuh kesengajaan semua ikon/gambar di video ini saya bikin agak ke bagian atas layar.

4. Preview and Export


Ini dia yang jadi masalah. Karena sebagai pengguna gratis saya tidak dapat menyimpannya dalam format mp4 seperti yang saya butuhkan.




Satu-satunya pilihan yang saya pilih adalah ekspor ke Youtube. Tapi, nanti dilihat orang donk? Sementara video tersebut belum ready. Ini yang harus kalian lakukan:

1. Buka Youtube.
2. Ekspor video dari Powtoon ke Youtube.
3. Buka situs pengunggah video dari Youtube.
4. Powtoon sukses mengirim video ke Youtube.
5. Unduh video dari Youtube menggunakan situs pengunggah.
6. Setelah sukses, segera hapus video dari Youtube.

Nah, video hasil dari Powtoon (masih video mentah) sudah tersimpan di laptop. Sekarang saatnya menyuntingnya menggunakan SMSP.

5. Menyunting di SMSP

Saya memakai SMSP yang 13. Di SMSP saya menggunakan fitur crop untuk menyesuaian agar logo Powtoon keluar dari frame. Itulah gunakan semua gambar/ikon saya bikin agak ke atas layar supaya ketika kita croping, hasilnya simetris alias komposisi di frame-nya itu bagus. Hasil video pendek ini bisa kalian lihat berikut ini:


Lumayan buat opening video-video yang nanati bakal dipos di Youtube. I do love this shot animated video!

Jadi demikian cara saya membikin video animasi. Menggunakan situs pembuat animasi daring, menyunting, mengekspor, lalu menyunting lagi menggunakan SMSP. Para master jangan ketawain, ya. Saya memang tidak bisa berbuat apa-apa kalau urusannya sama video animasi/opening. Pernah bikin tapi hasilnya tidak memuaskan diri saya sendiri *ngikik*. 

Baca Juga: Menyiapkan Materi

Urusan program luring untuk menyuntingnya, silahkan disesuaikan dengan program yang biasa kalian pakai. Karena saya familiar ama SMSP yang saya pakai itu hehehe. Ini hanya masalah kebiasaan saja.

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Monday, May 27, 2019

Bukber Hebring


Sebelum memasuki Bulan Ramadhan, sudah tertulis di Arekune (T-Journal) tentang agenda buka puasa Keluarga Besar Pharmantara. Atau, kami lebih suka menulis: Encim and The Gank. Karena selain Keluarga Besar Pharmantara, di dalamnya juga ada Keluarga Abdullah Achmad, suami dari Kakak Nani Pharmantara yang lebih sering saya panggil Ka'e (Kakak) Dul. Kegiatan bukber ini tidak kami lakukan pada tahun kemarin. Saya pikir, bukber keluarga harus berjalan, karena sudah lama pula kami jarang ngumpul akibat pekerjaan dan kesibukan masing-masing orang. Maklum, semua keponakan saya sudah tidak bisa dijewer lagi kupingnya kan, sudah pada dewasa dan punya dunianya sendiri. Hehe.

Baca Juga: PBSI Belajar Ngeblog

Oleh karena itu, meskipun ada undangan bukber lain, saya harus tetap mengutamakan bukber keluarga besar kami, karena saya yang menggagasnya. Seperti Sabtu, 25 Mei 2019, ada tiga agenda bukber. Pertama: Pembubaran Panitia Triwarna Soccer Festival sekaligus bukber di Rumah Jabatan Wakil Bupati Ende Bapak Djafar Ahmad. Kedua: Pembubaran Panitia Bukber Alumni Spendu 94 Ende di Paradise Cafe. Ketiga: Bukber Pharmantara yang Hebring haha. Jelas saya harus merelakan dua agenda lainnya demi keluarga *tsaaaah* terbaca seperti cinta dan bela negara banget kan.

Minggu pertama Ramadhan, tepatnya Sabtu, 11 Mei 2019, bukber dilaksanakan di Pohon Tua. Rumah saya. Bukannya sebagai adik bungsu seharusnya saya mendapat jatah minggu terakhir Ramadhan? Itu kalau hitungnya ber-kakak-adek tapi karena di Pohon Tua masih ada Mamatua jadi Pohon Tua harus di'tua'kan. 

Minggu Pertama Ramadhan


Pohon Tua yang biasanya sepi dan lebih sering terdengar suara ana eda congklak serta sesekali suara Mamatua memanggil penghuni lainnya, kemudian menjadi ramai. Anak, cucu, dan cecenya Mamatua berkumpul sekitar pukul 17.30 Wita. Meskipun tidak semua, rasanya rumah kami yang biasanya terasa lapang mendadak sempit! Haha. Maklum, semua aktivitas ramai-ramai itu memang lebih menyenangkan dilakukan di bagian belakang (ruang keluarga) ketimbang ruang tamu. Sudah saya bilang, ruang tamu rumah saya itu semacam pajangan saja. Padahal ruang belakang itu tidak sebersih ruang tamu manapula lantainya itu lantai semen. Tapi tetap saja orang-orang pada suka ... lebih 'hangat' mungkin ya. Hehe.



Karena saat waktu berbuka tiba sebagian menu masih dimasak (supaya makanannya hangat saat disantap) saya tidak sempat memotret lagi menu-menu buka puasanya. Ya sudahlah. Next time.

Minggu Kedua Ramadhan


Minggu kedua, tepatnya Sabtu, 18 Mei 2019 bukber dilaksanakan di rumah kakak pertama Abang Nanu Pharmantara. Lagi-lagi, meskipun tidak anggota lengkap yang berkumpul, tetap saja suasana riuh dan hebring tercipta. Keluarga kami ini memang begini. Selalu ramai di setiap kesempatan yang diimbuh tingkah laku dua cecenya Mamatua Rara dan Syiva. Tidak bisa saya bayangkan keriuhannya jika Iwan dan Reny serta dua anak mereka Andika dan Rayhan datang ke Ende (karena mereka menetap di Kota Mbay - Kabupaten Nagekeo).




Hari itu saya tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah Rara, Indi, dan Syiva, meniru tariannya Black Pink (CMIIW). Kami masih bertahan hingga para lelaki pulang shalat Tarawih dari masjid loh! Dan kehebringan itu masih berlangsung hingga bukber ketiga Sabtu kemarin. 

Minggu Ketiga Ramadhan


Minggu ketiga Ramadhan, Sabtu, 25 Mei 2019, bukber dilaksanakan di rumah Ka'e Dul dan Kakak Nani Pharmantara. Undangan sudah disebar via WAG Encim and The Gank. Saatnya ngumpul lagi! Horeeee! Saya terpaksa meninggalkan dua agenda lain seperti yang sudah ditulis di atas. Ya gimana lagi doooonk. Ngumpul bareng keluarga itu terasa jauh lebih apa ya ... lebih gimana gitu. Hehe. Pokoknya kalau ada agenda ngumpul bareng keluarga, itu wajib!




Tetap ya, menu ikan bakar itu berhukum fardhu 'ain. Habis bukber kemarin, saya masih bertahan cukup lama juga di rumah Kakak Nani karena biasa ... sister punya urusan ... hehe.

Seharusnya masih ada cerita bukber minggu keempat di rumah Babe Didi Pharmantara, tapi sepertinya minggu keempat kami telah sibuk dengan kegiatan menjelang Idul Fitri sehingga ... lihat saja nanti. Soalnya keluarga Abang Nanu semuanya berlibur ke Kupang. Pengen juga sih Idul Fitri tidak ada di rumah, jalan-jalan, tapi Pohon Tua adalah 'pusat' dan orang-orang pasti datang ke rumah. Jaga kandang? Masih menjadi kewajiban saya hahaha.

Hiburan Rara dan Syiva


Rara dan Syiva ini memang selalu penghangat makanan suasana. Sayangnya saya belum mengkompilasi semua video mereka berdua, belum juga mengeditnya, dan belum mengunggahnya di Youtube. Mohon bersabar ya. Tapi kalau kita berteman di WA, sudah pasti kalian bisa melihat video dengan tingkah dua krucil itu di Status WA. Pokoknya, kedua krucil ini lah yang selalu hebring! Tanpa penampilan keduanya, suasana pasti hanya ramai-riuh saja, tidak sampai sehebring itu. Saya pasti ngakak parah setiap kali merekam (video) mereka berdua. Tingkah mereka sudah macam orang kesurupan begitu ... LOL!


Cerita tentang keluarga kami memang tidak ada habisnya, saya rasa demikian pula keluarga kalian. Bersama keluarga selalu ada suasana hebring yang tercipta, selalu saja menghangatkan jiwa, selalu saja bikin bahagia. Berantem antara kakak-adek itu biasa, yang tidak biasa adalah kembali saling merangkul karena darah tidak akan terputus begitu saja. Dan saya sudah mengalaminya ... pasang surut ... seperti itu. Tapi terpenting ... kita menikmatinya dengan ikhlas.

Baca Juga: Encim and The Gank

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi tahu donk suasana bukber keluarga kalian!



Cheers.

Saturday, May 25, 2019

Pinjaman Online? Mudah!



Pinjaman online? Mudah! Asal, tahu dan paham syarat-syaratnya.

Akhir-akhir ini sering sekali saya, kalian, dan mereka, membaca ragam artikel tentang pinjaman online. Mendengarnya, memang agak ngeri karena meminjam offline saja sudah bisa membikin kepala pecah (seringnya pemberi pinjaman yang kepalanya pecah karena peminjam jauh lebih galak), apalagi meminjam secara online. Tapi, masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan pinjaman (modal) terutama untuk memulai dan/atau mengembangkan usaha, sementara persyaratan dari bank dirasa cukup berat, termasuk harus menyerahkan anggunan dan proses yang lama dalam menghitung nilai anggunan dan jumlah pengajuan pinjaman, sehingga akhirnya pinjaman online menjadi solusi yang Insha Allah solutif.

Permasalahan yang paling sering dihadapi dalam urusan pinjam-meminjam ini adalah proses pengembalian. Secara offline, proses pengembalian dilakukan sesuai jarak waktu dan jangka waktu yang telah ditentukan serta proses pembayaran dapat dilakukan dengan pemotongan gaji dari si peminjam. Meskipun demikian, masih banyak peminjam yang mangkir sehingga meresahkan pemberi pinjaman. Bagaimana dengan pinjaman online? Menurut saya pinjaman online harus 95% didasari oleh kesadaran dari si peminjam terkhusus dalam hal pengembaliannya.

Bagi kalian yang saat ini sedang membutuhkan dana terutama untuk memulai dan/atau mengembangkan usaha, dan sedang berencana untuk melakukan peminjaman online, tahu dan pahami dulu syarat-syaratnya.

Penyelenggara (Pemberi Pinjaman)


Setiap badan usaha yang memberikan pinjaman online, atau perusahaan berbasis financial technology (fintech) haruslah mematuhi dasar hukum yang mengatur tentang pinjaman online yaitu: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial. Sehingga, apabila kalian hendak meminjam uang secara online, cek dulu si pemberi pinjaman ini. Legal atau ilegal? Harus tahu betul apakah penyelenggara fintech tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang diatur pemerintah.

Apa saja yang harus dicek?

1. Berbadan usaha (perseroan terbatas, atau koperasi).
2. Warga Negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia; dan/atau warga negara asing dan/atau badan hukum asing. Kepemilikan saham Penyelenggara oleh warga negara asing dan/atau badan hukum asing ini paling banyak 85%.

Untuk memastikan bahwa penyelenggara fintech itu aman, kalian bisa mengeceknya langsung di situs milik OJK. Mudah bukan? Di situs itu kalian bisa melihat daftar perusahaan yang sudah terdaftar di OJK sehingga tidak perlu was-was memilih dan menentukan penyelenggara fintech yang dipilih. Tentu semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Peminjam


Selama para pihak saling mematuhi aturan, saya pikir tidak ada masalah dengan pinjaman online ini. Karena permasalahan timbul apabila peminjam dengan sengaja amnesia membayar kredit/pinjamannya, sementara itu dia menyerahkan nomor telepon orang-orang terdekat, sehingga seringkali kita membaca artikel tentang keluhan orang-orang terdekat yang menerima telepon dari penyelenggara fintech gara-gara si peminjam mangkir dari kewajibannya. Kalau begini kan repot! Si A yang menikmati buahnya, si B, C, dan D yang menelan getahnya.

Bagi kalian yang hendak meminjam online pada fintech pilihan, perhatikan dulu beberapa hal berikut ini:

1. Pastikan kalian mampu membayar kredit pinjaman.
2. Pastikan uang pinjaman digunakan untuk usaha, bukan untuk foya-foya.
3. Pastikan penyelenggara fintech terdaftar di OJK.
4. Pastikan kalian membaca dengan teliti persyaratannya.
5. Pastikan kalian membaca dengan teliti perjanjian kerja samanya.

Saya pikir nomor satu dan nomor tiga itu paling penting diperhatikan. Tolonglah untuk selalu membayar tepat waktu karena pinjaman online ini dasarnya adalah kepercayaan (meskipun bukan selamanya jaminan fidusia). Manapula peminjam sudah dimudahkan dengan persyaratan yang ringan. Ringan? Are you sure? Ya! Syarat umum mengajuka pinjaman online adalah:

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
3. Fotokopi BPKB Kendaraan (optional).
4. Fotokopi Kartu Kredit (optional).
5. Slip gaji.

Hal-hal yang optional tergantung pada jenis pinjaman online yang dipilih. Kalian bisa memilih jenis-jenis pinjaman online sesuai kebutuhan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pinjaman online di https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online/

Bagaimana, benarkan yang saya tulis di awal? Pinjaman online? Mudah! Asal tahu dan paham syarat-syaratnya. Mudah bagi si peminjam karena persyaratannya ringan serta diproses dalam hitungan jam sampai dengan hitungan hari. Mudah bagi si penyelenggara pinjaman online apabila peminjam tidak mangkir dari kewajibannya membayar pinjaman/kredit alias lancar dalam proses pengembalian. Ibarat sedang berdagang, toko bisa tutup dan gulung tikar kalau terlalu banyak yang berhutang dan amnesia membayar.

Semoga semakin banyak orang Indonesia yang terbantu dengan pinjaman online ini; untuk memulai dan/atau mengembangkan usaha. Amin-kan doooonk :)



Cheers.

Special Victims Unit


Kenapa saya sangat menyukai serial kriminal? Karena dari serial kriminal saya jadi paham tentang sistem peradilan antara Eropa Kontinental dan Anglo Saxon. Indonesia menganut sistem Eropa Kontinental, ditambah dengan sistem hukum adat dan hukum agama (Syariat Islam). Penerapan sistem hukum tergantung kepada kasus atau sengketa yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga tidak semua kasus atau sengketa baik pidana maupun perdata diselesaikan berdasarkan KUHP, KUHPerdata, dan undang-undang khusus yang mengatur. Misalnya, sengketa batas-batas tanah di perkampungan bisa saja diselesaikan menggunakan hukum adat. Atau, sengketa warisan bisa saja diselesaikan menggunakan KUHPerdata, Hukum Waris Islam, maupun Hukum Adat.

Baca Juga: Pariwisata Nusantara

Sayang ya, kali ini saya tidak membahas tentang ilmu akademik yang dipelajari di bangku kuliah itu.  Dan memang hampir tidak pernah saya membahas masalah hukum hahaha. #SabtuReview, mari kembali membahas serial kriminal. Salah satu yang saya sukai yaitu Law and Order. Bagi kalian yang pernah atau bahkan sering menonton serial ini pasti tahu betul pembukaannya yang unik itu. Salah satunya pembukaannya seperti kalimat berikut ini:

Dalam sistem peradilan pidana, pelanggaran seksual dianggap sangat keji, di Kota New York, Detektif yang berdedikasi yang menyelidiki kejahatan keji ini adalah anggota pasukan elit, dikenal sebagai Unit Korban Khusus.

Inilah kisah mereka.



Law and Order, siapa yang belum pernah menontonnya? Saya pikir serial ini termasuk serial kriminal paling lama bertahan di industri serial televisi. Dua anak Law and Order yang paling sering saya tonton adalah Special Victim Unit (SVU) dan Criminal Intent. Ya benar, pembukaan di atas merupakan pembukaan SVU (Unit Korban Khusus). Baru-baru ini, setelah tahu akhir dari Castle yang mengenaskan dan mengecewakan itu, saya membongkar dua serial yaitu Constantine dan SVU. Belum ada perkembangan season dari Constantine dan para iblis selain jangan pernah menghadapi iblis dengan perut kosong. Haha. Tapi saya terkejut melihat SVU. Season 20! Are you kidding me? SVU bisa jadi serial kriminal sepanjang masa! Ditinggal nonton televisi sekian tahun, sudah Season 20 saja.

Mari kita simak seperti apa SVU dari Law and Order ini.

SVU


Dulu saya tidak ngeh kalau SVU dan Criminal Intent merupakan anak dari Law and Order karena yang saya tahu ya sudah itu Law and Order! Lama-kelamaan melihat adanya spesifikasi kasus yang ditangani oleh para polisi ini. Lebih lengkap tentang SVU silahkan baca informasi dari Wikipedia. SVU juga dibikin oleh Dick Wolf dan di'serahkan' kepada NBC untuk disiarkan. Sejak pertama disiarkan September 1999 sampai tahun 2018, sudah ada dua puluh season yang bisa kita nikmati. Angka dua puluh ini tidak main-main ya. The Mentalist saja hanya punya tujuh season dan Castle punya sembilan season.


Sejak awal menonton sampai sekarang, anggota SVU mengalami bongkar pasang, dan berakhir pada mereka-mereka ini juga. Elliot Stabler (diperankan oleh Christopher Meloni) hanya bertahan sampai Season 12, padahal saya suka juga sama perannya. Berikut, mereka-mereka yang masih bertahan di Season 20: Mariska Hargitay (sebagai Olivia Benson), Kelli Gidish (sebagai Amanda Rollins), Ice-T (sebagai Odafin Tutuola), Peter Scanavino (sebagai Dominick Carisi Jr.), dan Philip Winchester (sebagai Peter Stone). Peter Stone adalah jaksa.

Kejahatan Seksual dan Kejahatan Terhadap Anak


Meskipun SVU dideskripsikan sebagai tim yang mengurusi kejahatan seksual, tapi sepanjang saya menontonnya tidak selamanya hanya kejahatan seksual. Ya, karena episode-episodenya banyak bercerita tentang kejahatan seksual, kejahatan terhadap anak, pun termasuk kejahatan seksual terhadap anak. Ada kisah seorang ibu yang tega membunuh suami dan dua anaknya karena berpikir dengan membunuh maka dia membebaskan mereka dari kehidupan dunia yang kejam ini. Ibu macam apaaaaaaa yang tega macam begitu.

Mengikuti Perkembangan Zaman


Menariknya, SVU yang dimulai tahun 1999 hingga Season 20 pada tahun 2018, selalu mengikuti perkembangan zaman. Iya laaaah! Tapi tetap ya, yang namanya polisi dengan kegiatan investigasi dan interogasi, notes a la polisi itu tetap ada, meskipun mereka sudah pakai tablet misalnya. Kalau dulu gawainya masih yang biasa saja, sekarang sudah pakai Android dan/atau iOS. Keren lah! Perkembangan zaman ini juga diikuti dengan perkembangan karir. Olivia Benson, misalnya, Season 1 sampai Season 15 dia dikenal sebagai detektif, Season 15 sampai Season 17 sebagai Sersan, sedangkan Season 17 sampai Season 20 dikenal sebagai Letnan.

Pembuka Yang Sama


Ini yang juga saya suka dari SVU dan anak Law and Order lainnya. Pembuka yang sama. Mulai dari deskripsi singkat, musik, hingga slide foto-foto yang ditampilkan. Sama! Ibarat makanan, cita rasa serial kriminal yang satu ini tidak berubah sedikit pun. Meskipun pengembangan skenarionya lumayan mengejutkan dengan twist plot di sana sini.

Selalu Punya Kisah Seru


Menonton serial ini, meskipun tidak mengikuti tapi menonton semua season-nya, cukup menjadi patokan penilaian bahwa serial ini selalu punya kisah seru. Bedanya di Season 20, setiap episodenya itu unik karena selalu ada twist plot dan kisah-kisah yang tidak biasa. Ambil contoh Episode 1 Season 20 yang berjudul: Man Up. Bagaimana susahnya pekerjaan tim SVU ketika bocah yang mengalami sexually assaulted (pelecehan secara seksual) oleh ayah kandugnya menolak bekerja sama. Si bocah terlalu takut mengakui sehingga ketika kasus ini sampai di pengadilan pun si pelaku kejahatan diputuskan bebas. Semua orang yang membantunya memang kecewa, tapi si bocah kemudian menembaki teman-teman satu sekolahnya. Totally brutal.

Si bocah di tangkap, kasus berlanjut pada Episode 2: Man Down, ketika si bocah sudah berada di dalam penjara. Detektif kembali bekerja dan akhirnya si ayah ditahan.

Bagaimana Dick Wolf begitu jago meracik cerita sehingga penonton mengelus dada dan memaki, itu luar biasa. Ya siapa sih yang tidak kesal pada si bocah? Dia korban pelecehan seksual (disodomi paksa oleh ayah kandungnya) hanya karena ketidakmampuannya menembaki seekor kelinci saat keluarga itu pergi berburu! Tapi dia bersikap melindungi si ayah karena ketakutan yang luar biasa terhadap pemimpin keluarga yang otoriter itu. Duh, ini benar-benar pelajaran bagi orangtua ya. Karena, biasanya penjahat itu bisa datang dari keluarga kita sendiri; orangtua, paman, bibi, kakak, sepupu, dan lainnya.


Jadi demikian SVU yang tetap mempertahankan ciri khasnya tetapi selalu mengikuti perkembangan zaman. Termasuk, perkembangan bodi Olivia Benson yang semakin mekar dan diceritakan dia selalu ngos-ngosan alias tidak bisa mengejar penjahat sehingga harus punya program khusus untuk olahraga/diet. Wah, bagus kan ya. Realita hahaha.

Baca Juga: The Kings

Bagaimana dengan kalian, kawan? Kalau pengen mengisi waktu puasa, boleh juga menonton serial kriminal yang satu ini. Adegan ranjang nyaris tidak ada, kalaupun ada tidak vulgar dan tidaklah sampai seperti Game of Thrones. Haha. Selamat menikmati akhir pekan, kawan.




Cheers.

Friday, May 24, 2019

Bobo Manja


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Kali ini #PDL-nya bukan oleh saya tapi oleh para krucil yang saban hari main di rumah. Duileh, kalau tidak dibatasi, semakin hari semakin banyak saja jumlah krucil itu ha ha ha. Kata Mamatua: anak-anak adalah malaikat. Saya pernah balas: tapi kok yang nongol ini iblis semua? Becandaaaa. Anak-anak adalah malaikat, memang. Malaikat pencabut kesabaran.

Dan pernah, krucil bobo di rumah, tapi bukan di dalam rumah. Entah mengapa sepertinya teras rumah saya, Pohon Tua, yang luas itu paling asyik dijadikan tempat bobo manja. Suatu pagi saat buka pintu rumah, pemandangan seperti di awal pos lah yang terlihat. Ampuuuun! Apa tidak kedinginan ya, mereka? Hahaha. Ada-ada saja. Langsung saya bangunkan mereka dan menitahkan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Pernah, para krucil pernah bobo manja di teras rumah. Dinginnya malam tidak menjadi masalah bagi mereka ... yang penting perasaan nyaman kali ya. Mungkin pula mereka kuatir sudah terlalu malam untuk pulang ke rumah.

Duh ...



Cheers.

Thursday, May 23, 2019

5 Kudapan Lebaran


Terlalu dini? Itu yang ada di pikiran saya saat mulai menulis pos ini sambil mendengarkan suara seksi kekasih impian James Arthur. Anggap saja di video musik itu dia menyanyikan Say You Won't Let Go untuk saya seorang. Ha ha haaaa. Balik lagi ke terlalu dini tadi. Saya merencanakan pos ini untuk Kamis depan, tapi kuatir hari libur bakal bikin saya libur nge-blog juga sampai selesai Idul Fitri, sehingga tidak ada salahnya menulis sekarang. Lagi pula, seandainya Kamis depan masih bisa nge-blog di sela-sela kesibukan mengganti atap rumah (LOL!), saya masih bisa menulis tentang menu andalan di rumah kami. Selalu, ya, selalu ada ide untuk menulis.

Baca Juga: 5 Youtuber Ende

Setiap rumah pasti punya kudapan andalan, kudapan favorit, yang disiapkan menjelang Idul Fitri. Sebut saja kastengel, nastar, puteri salju, dan lain sebagainya. Termasuk juga rumah kami. Selalu ada kudapan andalan yang disiapkan menjelang Idul Fitri. Meskipuuuun, seringnya saya merampok sekian stoples dari rumah kakak-kakak. Haha. Enak kan jadi anak bungsu *kedip-kedip*.

Mari kita cek. Siapa tahu samaan dengan kalian.

1. Stik Keju


Ya ampun! Ini memang paling dicari di rumah saya. Bikinnya juga banyak banget! Sekalian jadi cemilan orang serumah sampai beberapa minggu usai Idul Fitri. Jadi, kalau ada teman yang datang membawa tas mungil dan pulang membawa tambahan kresek berisi stoples, dapat dipastikan isi stoples itu adalah stik keju. Karena konon katanya stik keju bikinan saya itu rasanya di awang-awang, setelah ditelan aroma kejunya itu keluar, dan membikin ketagihan. Demikian juga kadar renyahnya itu yang mereka suka. Jelaaasss bikin hidung saya semakin mekarrrrr hahaha.


Mereka tidak tahu, dibalik stik keju yang renyah, ada lengan yang berotot membikin adonannya. Haha!


Sony, salah seorang sahabat DMBC pada akhirnya memesan stik keju ini ketimbang dia tidak kebagian. Ya karena setiap Idul Fitri, Sony memilih traveling ke mana-mana. Nah, pos soal stik keju ini berikut bahan dan cara membikinnya bisa kalian baca di pos Stik Keju Legendaris. Yang jelas tanpa timbangan untuk menakar bahan-bahannya.

2. Kukis Cokelat


Ini dia kudapan yang juga populer seantero Galaksi Tuteh dan sekitarnya. Kata mereka rasanya enak sih. Awal cerita sampai bikin kukis cokelat ini karena saya pengen bikin kukis yang agak berbeda dari yang pernah ada. Maka main-mainlah saya ke Cookpad yang berlimpah resep, mulai dari resep kuker, bolu, opor, soto, dan lain sebagainya.


Di atas, foto kukis cokelat (depan/bawah) dan kastengel (belakang/atas). Kukisnya tidak ditabur choco chip. Tapi saya pernah membikin yang pakai choco chip. Ini soal estetika saja. Oh ya, kukis cokelat ini menggunakan bahan yang tidak umum seperti nutrijel cokelat dan susu dancow. Sumpah, ini tanpa terigu.

3. Didit Balen


Saya tidak peduli nama yang disebut orang-orang, tetap saja saya menyebutnya didit balen. Dulu, waktu masih berlangganan majalah Aneka (masih imut), ada resep ini di majalah remaja tersebut, dan proses membikinnya pun sama. Nama ini melekat erat di benak saya sehingga sampai saat ini pun masih menyebutnya didit balen. Dan orang-orang menyebutnya bola cokelat.


Aslinya saya tidak menyukai didit balen soalnya paling malas sama proses menghancurkan biskuitnya itu! Tapi ... tapi ... tapi ... Indra Pharmantara paling suka kudapan ini. Dan, kalian tentu tahu di rumah saya itu ada aturan: siapa yang memberi ide, dia yang melaksanakan. Hyess, akhirnya Indra sendiri yang membikin kudapan yang satu ini. Biasanya dia dibantu 'anak' saya Jiel soalnya setiap menjelang Idul Fitri, Jiel dan Mamanya datang ke rumah buat bantu-bantu Mami (saya :p).



Memang menggoda sih ... apalagi kalau tinggal makan! Haha.

4. Brondong


Dulu, waktu masih kecil-kecil, setiap menjelang Idul Fitri kami punya tugas memisahkan kacang dari kulitnya, setelah kacang itu direbus. Kata kami: peje kacang. Untungnya sekarang sudah tidak ada ritual itu lagi karena banyak kacang yang dijual di pasaran dan rasanya enak-enak. Tapi sudah beberapa tahun kami tidak menyajikan kacang goreng, diganti sama brondong dan/atau krupuk melinjo. Ini brondong paling enak memang buat teman nonton filem, gantian sama stik keju *ngikik*.

5. Hasil Rampokan


I am pirates of Pharmantara. Bahagianya jadi anak bungsu itu ya begini, bisa merampok di rumah kakak-kakak. Ada satu kue cantik banget dikasih keponakan, kuker dengan icing berbentuk cewek berjilbab. Tapi sayang saya mencari fotonya tidak ketemu euy. Biasanya hasil rampokan ini jumlahnya bisa sama banyak dengan yang saya bikin sendiri.


Itu dia lima kudapan saat Lebaran yang pasti ada di rumah kami. Itu di luar kudapan lain yang dikirim sama tetangga dan teman-teman seperti aneka puding (termasuk puding kentang yang nyumi itu), aneka bolu/tart, sampai es krim. Intinya adalah semua orang senang, saya juga senang, hidup lebih senang *halah*.

Baca Juga: 5 Menu Breakfast

Bagaimana denga kalian? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

Wednesday, May 22, 2019

Tempat Alat Tulis


Rabu lagi. #RabuDIY lagi. Sebelumnya, ingin bertanya tentang puasanya kawan-kawan yang menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan ini. Semoga puasanya lancar ya, ingat, tanggal 30 Mei itu ASN sudah liburan. Artinya, yang swasta seperti saya bisa mengikuti hahaha. Artinya lagi, puasanya harus lebih semangat karena sudah menjelang akhir. Tapi sayang, liburannya nanggung. Loh, kok nanggung? Betul-betul tidak tahu bersyukur! Bukan, kawan. Begini ... liburan dimulai tanggal 30 Mei kan, mau traveling ke mana, toh Lebarannya tanggal 5 Juni (Insha Allah), ditambah beberapa hari lagi libur, terus kembali bekerja. Nanggung kan? Yang nanggung ini sebaiknya disiasati dengan ber-DIY-ria saja. Haha.

Baca Juga: Sofa Drum

Baiklah, hari ini saya mau mengajak kalian semua membikin tempat alat tulis. Sederhana. Dan mudah dibikin. Awalnya membikin tempat alat tulis ini ya tidak sengaja. Karena apa? Karena saya orang yang sebentar bisa fokus, sebentar pikiran terbagi. Bayangkan saja, lagi asyik-asyiknya menganyam keranjang berbahan koran bekas, mendadak berhenti dan membikin tempat alat tulis. Kan asyem itu.

Pos kali ini juga tidak panjang-panjang. Saya tahu kalian bosan :p secara pun foto-fotonya tidak lengkap. Hanya satu foto saja yang bisa kalian lihat di awal pos.

Bahan dan Alat:


1. Botol plastik bekas.
2. Kain (apa saja untuk membungkusnya).
3. Jarum dan benang (warna senada kain).
4. Zipper / kancing tarik.
5. Gunting.
6. Pisau cutter.
7. Lem tembak / hot glue.

Cara Membikin:


Pertama:
Botol plastik dipotong 3/4 bagian kepala (dekat tutupnya) bisa dilihat gambar yang sudah jadi di awal pos. 

Kedua:
Pasangi zipper mengelilingi. Jadi, zipper-nya duluan baru kainnya. Kalau zipper kepanjangan, bisa dipotong/gunting saja sesuai lingkar botolnya.

Ketiga:
Lilit kainnya mengelilingi botol (lihat gambar di awal pos). Untuk merapikan kain pada tutupan tempat alat tulis, gunakan kembali tutupan botolnya. Untuk merapikan kain pada badan alat tulis (bagian pantat botol) pakai lem tembak atau hot glue saja.

TRADA!

Jadi deh. Semudah itu ... memang.

Pertanyaannya adalah apakah bisa dipakai? Ya bisa, donk. Saya memakainya beberapa kali sampai kemudian diminta teman. Dikasih? Ya kan saya baik hati ... dikasih saja hehe. Bikinnya mudah begini. Kalau kalian mau mencobanya, silahkan. Bisa juga dililit/bungkus kain, bisa juga ditempeli stiker atau kancing! Iya, kancing baju itu banyak manfaatnya kalau dalam dunia DIY bahkan bisa bikin gantungan kunci. Soal gantungan kunci kancing ini nanti saya pos lah. Tapi ada juga yang membikin hiasan dinding berbentuk pohon dan gajah menggunakan kancing. Tidak percaya? Coba cari di internet hehe.

Baca Juga: Stoples Kertas

Bagaimana ... mau mencobanya? Bagi tahu yuk di komen!



Cheers.

Tuesday, May 21, 2019

Google Photos

Foto diambil dari Wikimedia.


Saya, kalian, mereka, setiap hari mendokumentasikan kehidupan. Termasuk my dearest dinosaurus yang selalu terbawa-bawa dalam blog ini. Anak sekolah, orang kantoran, ibu rumah tangga, sekuriti, pengusaha, tukang bangunan, sosialita, terutama blogger dan Youtuber, sudah pasti mendokumentasikan kehidupan. Dari lini manapun, satu jenis dokumentasi yang pasti dilakukan adalah memotret dan menghasilkan foto! Setidaknya satu foto dari satu momen yang terjadi mampu mewakili. Foto merupakan hasil dokumentasi terbanyak di dunia ini. Terutama kalau yang memotret adalah perempuan dengan aksi memotret sebanyak tigapuluh kali, menghapus sebanyak duapuluh sembilan kali, lalu kembali memotret sebanyak yang dia mampu. Bisa dapat Nobel.

Baca Juga: Music From Youtube

Di mana kita menyimpan foto? Saya pernah menulis tentang media penyimpanan daring dalam pos Penyimpanan Online. Tapi zaman dulu itu tidak semudah zaman sekarang. Zaman dulu pikiran saya pasti mengarah pada kapasitas hardisk komputer yang mulai ngos-ngosan. Pernah saya menyimpan foto di DVD, waktu itu, demi melegakan ruangan di komputer. Kemudian mulailah kenalan sama flashdisk dan hardisk. Lalu saya mulai mengenal penyimpanan daring yang ternyata pun ada batasan-batasan susila kapasitas. Ya, ada batasnya, sehingga aksi menyimpan pun terbatas.

Setiap hari saya pasti memotret dan paling sering menggunakan Xiaomi Redmi 5 Plus. Kapasitas gawai yang saya pakai ini adalah 32GB tapi sudah dipotong ini itu semacam potongan pajak hadiah lomba. Aplikasi dan data aplikasi memakan ruang sebesar 9,37GB dan file lainnya itu mengunyah ruang sebanyak 5,27GB. Aktivitas memotret sering membikin gawai kepenuhan. Duh ... itu yang difoto apa saja sih!? Hehe. Yang jelas untuk keperluan pekerjaan saya lebih memilih gawai ketimbang kamera DSLR karena kemudahan dan kecepatan mengunggahnya ke berbagai media sosial. Yang lainnya ... foto (dan video) tidak jelas *ngikik*.

Masalah yang saya hadapi sebelumnya adalah ada begitu banyak foto yang bisa dipakai buat mempermanis pos blog. Menghapus foto yang sudah ada demi mengisi ruang dengan foto baru tentu bikin perasaan menjadi rela-tak-rela begitu. Hiks.

Untunglah semua pengguna Android (saya tidak tahu dengan pengguna iOS karena saya tidak pakai produk itu) boleh bersenang-senang dengan adanya layanan Google Photos. Sampai dua tahun lalu saya tidak begitu memedulikan Google Photos. Sampai kemudian saya kehilangan momen liputan (pekerjaan) gara-gara memori kepenuhan. Pada akhirnya saya menjadi orang yang paling gemar memotret dan merekam video tanpa perlu kuatir ini itu karena layanan Google Photos sangat membantu baik dalam hal pekerjaan maupun kesenangan saya nge-blog.

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

1. Memotret Sepuasnya


Kan sudah ada Google Photos. Saya tidak perlu kuatir memori kepenuhan! Karena toh setiap pagi galeri saya sudah kosong dan siap mengisi foto dan video baru. Saya juga tidak perlu sedikit-sedikit ngecek galeri gawai buat menghapus foto yang blur atau bocor. Itu bisa dilakukan nanti setelah pulang ke rumah.

2. Mengunggah/Backup Foto dan Video ke Google Photos


Pengaturan di gawai saya: foto-foto dan video dari gawai baru boleh terunggah ke Google Photos setelah ada koneksi Wi-Fi. Setiap berada di rumah, setelah koneksi internet diganti dari paket data ke Wi-Fi, mulailah satuper satu foto dan video terunggah ke Google Photos. Kalau sudah komplit di-backup, bakal ada pemberitahuan: Hapus sekian MB/GB dari perangkat.


Pada gambar di atas, apabila proses backup belum selesai atau sedang berjalan, maka pemberitahuan untuk menghapus sekian MB/GB dari perangkat pun sesuai dengan foto dan video yang sudah di-backup saja. Contoh di atas, ada 640 MB foto yang di-backup, maka ruang yang bisa saya bebaskan di galeri ya sebesar itu.

Anggap saja Google Photos adalah bank foto dan video milik pribadi.

3. Ambil Kapan Saja Saat Butuh


Saya selalu nge-blog, terutama saat mengetik konten/pos blog, menggunakan laptop. Kalau blogwalking sih saya tidak masalah menggunakan gawai. Ini hanya masalah kebiasaan saja. Google Photos mempermudah saya nge-blog. Proses unggah atau backup foto dan video ke Google Photos memang dilakukan melalui gawai, tapi saat nge-blog menggunakan laptop saya bisa langsung mengetik tautan http://photos.google.com maka dengan sendirinya bank foto dan video pribadi itu membuka. Oh ya, tentu langsung membuka ke akun saya karena Chrome di laptop saya tidak pernah log out dari akun Google/Gmail.

Foto yang saya butuhkan tinggal saya unduh dari Google Photos, tersimpan dengan manisnya di laptop dan menunggu untuk dieksekusi: crop dan tanda air. Selesai. Kalau fotonya sudah tidak dipakai lagi, ya tinggal hapus saja dari laptop. Sama juga sih kalau kalian nge-blog menggunakan gawai, kalau sudah selesai dipakai fotonya, bisa dihapus saja dari gawai. Bahkan, jika foto dan video tersebut sudah benar-benar tidak dipakai lagi, bisa juga dihapus dari Google Photosnya.

Asyik kan? 

Google Photos sangat membantu terutama untuk pos blog travel. Tahulah blog travel butuh banyak foto sementara menulisnya tidak setiap hari seperti blog ini. Kapanpun stamina saya siap untuk menulis perjalanan ke sana sini, tinggal buka Blogger, lalu buka Google Photos untuk memilih fotonya. Tidak perlu repot mencolok gawai ke laptop dan mengkopi foto dan video lagi.

Yaaaah bagi saya Google Photos telah sukses menekan angka colok-colokan antara gawai dengan laptop. Haha! Asalkan kalian memang menggunakan metode *tsaaaah metodeeee* yang saya pakai di atas.

Dengan demikian bisa melegakan ruang penyimpanan di gawai sampai 65%. Itu angka yang fantastis bagi saya. Pernah juga gawai saya legaaa sekali sampa sekitar 50% dari ruang penyimpanan yang 32GB sudah dipotong pajak aplikasi bawaan dan instalan. Dan, kapanpun saya membutuhkan foto dan video, tinggal unduh saja dari Google Photos, setelah selesai digunakan bisa langsung dihapus saja dari laptop. Menurut saya pribadi, ini adalah cara termudah bagi saya mengamankan foto dan video, serta cara termudah saya nge-blog.

Baca Juga: Pemateri Blog

Seperti biasa ... pertanyaan dari saya ... apakah kalian juga menggunakan metode yang kira-kira sama dengan yang saya gunakan? Hyuk bagi tahu di komen!




Cheers.

Monday, May 20, 2019

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Saturday, May 18, 2019

Pariwisata Nusantara


Sudah lama saya tidak me-review buku di #SabtuReview. Buku terakhir yang saya baca berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson dan sudah saya review di pos berjudul Bodo Amat. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari buku bersampul oranye itu. Sementara buku yang selalu berada di dalam tas, yang bisa saya baca kapan saja, berjudul The Book of Origins karya Trevor Homer juga sudah saya review di pos berjudul The Book of Origins. Tentu, pengetahuan tentang segala sesuatu paling pertama di dunia ini kian bertambah. Saya pikir, sekarang saatnya me-review satu buku menarik terutama bagi kalian para traveler atau siapapun yang berencana keliling Indonesia. 

Baca Juga: Are They Dead?

Menulis tentang buku yang satu ini membikin saya teringat seorang sahabat traveler perempuan bernama Ika Soewadji. Kalau kalian belum mengenal Ika Soewadji, silahkan kenalan dulu melalui akun IG-nya:


Memangnya, apa hubungan antara buku yang bakal saya review dengan Ika? Karena buku tersebut adalah pemberian Ika berikut satu paket buku lainnya tentang Indonesia. Sama seperti buku Travel Writer yang juga diberikan oleh Ika. Meskipun tidak berhubungan darah tapi kami adalah kaka-ade, saudara, yang dipertemukan oleh dunia blog dan traveling. Percayalah, mengenal Ika merupakan salah satu anugerah terbaik dari Allah SWT untuk saya.

Jadi, mari kita kenalan dengan buku yang satu ini.

Tentang Informasi Pariwisata Nusantara


Informasi Pariwisata Nusantara, sebuah buku bersampul cokelat dengan aksen wayang kulit di depannya, diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan Garuda Indonesia, dan ASEAN (Southeast Asia). Pada sampul belakang jelas-jelas tertulis: tidak untuk diperjualbelikan. Ya Alhamdulillah saya bisa mendapatkannya dari Ika. Mungkin waktu itu Ika mengikuti kegiatan yang digelar kementrian, secara dia kan travel blogger kesohor, dan mendapatkan paket buku-buku gratis dari acara itu, kemudian dikirimkan pada saya.

Buku ini tidak punya kata pengantar atau sekapur sirih. Dibuka dengan halaman Peta Kepulauan Indonesia dan halaman Sekilas Sejarah Pariwisata Indonesia. Sudah, itu saja. Selanjutnya 'petualangan' dimulai dari Sumatera hingga Papua.

Isi Informasi Pariwisata Nusantara


Namanya juga buku tentang pariwisata, isinya ya pasti tentang atraksi pariwisata dari seluruh Indonesia yang dimulai dari Sumatera sampai Papua. Ada pengaturan sub pada setiap provinsi dan daerah istimewanya. Sub-sub itu antara lain Profil singkat provinsi dan/atau daerah istimewa yang bersangkutan, Wisata Alam, Wisata Pantai, Wisata Gunung, Wisata Petualangan, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Museum, Wisata Kerajinan, Wisata Taman Nasional, hingga informasi penting seperti Transportasi, Akomodasi, Travel Agent, dan informasi alamat kantor dinas yang berkaitan dari provinsi dimaksud.

Paket komplit!

Jadi, kalau saya bilang sudah tahu banyak tentang Yogyakarta, belum tentu juga haha. Saya baru tahu soal Upacara Cing-Cing Goling dari buku ini.

Pada ritual ini, ratusan ayam panggang, lauk pauk dan nasi dibagikan kepada para pengunjung serta masyarakat di dekat bendungan. Selain itu juga ditampilkan cerita rakyat yang disajikan dalam bentuk fragmen. Upacara ini dilakukan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan panen.
Lokasi:
Digelar di Dusun Gedangan, Desa Gedangang, Kec. Karangmojo, Kab. Gunungkidul. Bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor ke lokasi. (Informasi Pariwisata Nusantara,tt, 201).

Sebagai Orang NTT, tentu saya suka membaca bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ternyata, banyak sekali atraksi wisata yang juga baru saya ketahui setelah membaca buku Informasi Pariwisata Nusantara ini.


Yang membikin buku ini lebih menarik, selain informasi lengkap tentang Indonesia ada di dalamnya, adalah foto-foto yang melengkapi setiap artikel/informasi singkatnya. Foto-foto itu begitu memukau, penuh warna alam yang cerah dan indah, yang membikin para pembaca tertarik untuk menyiapkan waktu keliling Indonesia. Duuuuh niat keliling Indonesia tertunda melulu *halaaaah, ditabok dinosaurus*.

Kritik


Baru kali ini saya mengkritik buku hahaha. Eh, atau sudah pernah ya? Pokoknya begini ... untuk buku sebagus ini sayang sekali apabila diterbitkan terbatas dan tidak untuk diperjualbelikan. Tidak hanya para traveler, kita sebagai Orang Indonesia tentu tergila-gila dengan buku semacam ini. Banyak informasi yang mungkin baru kita tahu, yang bisa jadi magnet penarik jiwa untuk pergi ke sana, baik diri kita sendiri maupun wisatawan mancanegara (apagila diterbitkan dalam bahasa Inggris pula). Semua orang pasti tahu Raja Ampat di Papua Barat sana, tapi belum semua orang tahu tentang Pantai Pulau Jefman dan Pantai Pulau Rumberfon yang indah itu, misalnya.


Demikian tentang buku Informasi Pariwisata Nusantara yang sayangnya tidak dijual bebas di toko buku. Beruntunglah saya bisa mendapatkannya sebuah, hehe. Bagaimana dengan kalian, kawan? Yang belum pernah membacanya maupun yang sudah pernah membacanya, apa tanggapan kalian tentang buku keren ini? Bagi tahu yuk di komen!

Baca Juga: The Kings

Selamat dua minggu puasa :*



Cheers.