I Write My All

LightBlog

Gambar diambil dari: FanPop . Siapa di sini pecinta serial kriminal? Wah yang unjuk jari cuma saya. Haha. Hyess, saya pecinta serial ...

Are They Dead?

Gambar diambil dari: FanPop.

Siapa di sini pecinta serial kriminal? Wah yang unjuk jari cuma saya. Haha. Hyess, saya pecinta serial kriminal yang dulu waktu masih nonton tevelisi sering banget pantengin di Fox, Fox Crime, Star World, FX, AXN, dan lain sebagainya. Sebut saja NCIS, fransaisnya CSI, The Mentalist, Criminal Mind, Law and Order, dan kawan-kawan sejenis. Tidak heran saya memang sejak lama suka sama serial kriminal. Mulai dari yang ending-nya tidak jelas macam Twin Peaks (ada sih dilanjutkan tapi macamnya membingungkan), sampai Hunter dan Remington Steele. Ada sensasi yang sulit dijelaskan setiap kali menonton serial-serial kriminal yang memang rata-rata dibumbui adegan konyol atau lelucon segar.

Baca Juga: The Kings

Salah satu serial kriminal lama yang bakal saya tulis hari ini, saya juga pernah menulis The Mentalist, berjudul Castle. Menonton Castle dari Season 1 sampai Season 4 kalau tidak salah, pokoknya sampai saat Castle menghilang di hari pernikahan, kemudian berhenti lama saat tidak menonton televisi. Karena sudah lama tidak menonton televisi, saya tentu tidak tahu akhir kisah mereka, yaaa terimakasih internet akhirnya saya bisa tuntas menonton serial unik yang satu ini sekaligus diliputi tanda tanya besar.

Are they dead!?

Ahhh sedih sekali dan kecewa sebesar GBK ketika menonton episode terakhir itu.

Castle


Castle bercerita tentang seorang laki-laki penulis buku fiksi kelas misteri-kriminal bernama Richard Castle (diperankan oleh Nathan Fillion) yang kemudian menjadi konsultan NYPD untuk membantu pihak kepolisian menganalisa dan memecahkan kasus ini itu. Rata-rata kasus pembunuhan. Tentu di kelompok ini Castle membantu Detektif Kate Beckett (diperankan oleh Stana Katic) yang bekerja bersama dua polisi lainnya yaitu Detektif Javier Esposito (diperankan oleh Jon Huertas) dan Detektif Kevin Ryan (diperankan oleh Seamus Dever). Kedua detektif ini termasuk bumbu kocak dalam serial Castle. Oh ya, ada pula dr. Lanie Parish (diperankan oleh Tamala Jones), Alexis Castle - anak perempuannya Castle (diperankan oleh Molly C. Quinn), Martha Rodgers - mamanya Castle (diperankan oleh Susan Sullivan). Urusan bosnya Beckett ini ganti-ganti sih di beberapa season.

Castle dimulai pada 9 Maret 2009 dan berakhir 16 Mei 2016. Akhir ini yang baru saya tonton tahun 2019 dan terkejut dengan ending-nya itu.

Garis Besar


Ada sembilan season yang penuh warna. Bagaimana setiap episodenya mengantar kita tidak saja pada bagaimana seorang penulis turut menganalisa kasus-kasus pihak kepolisian, tapi juga kehidupan keluarganya, dan tentu saja kehidupan asmaranya. Kalau mau ditarik garis besarnya adalah bahwa Castle, si penulis kharismatik itu, bekerjasama dengan NYPD, lalu jatuh cinta pada Beckett. Gayung bersambut, Beckett pun jatuh cinta pada si duda berputeri tunggal itu. Saya bilang sembilan season yang penuh warna itu tidak mengada-ada. Castle memang penuh warna, berbeda dari Law and Order, misalnya. Bumbu yang diimbuh di dalam Castle ini melekat di lidah sehingga sulit untuk diuraikan. Dan bumbu ini, keluarga dan asmara, sangat mendarah-daging.

Benang Merah


Pada Season 9 saya melihat adanya suatu hal yang nyaris sama dengan The Mentalist. Yaitu benang merah. Sepanjang musim ini selalu ada nama LokSat disebut-sebut. Dan Becket harus bekerja ekstra hati-hati dan ekstra waktu tambahan untuk bisa meringkus LokSat. Bagaimana, jadi ingat The Red John dari The Mentalist juga bukan? Tapi saya tidak bisa bilang yang satu meniru yang lain karena setiap serial punya ciri atau kekhasannya masing-masing. Kekhasan Criminal Mind misalnya ... siapa yang bisa membantah?

Ending Yang Mengecewakan


Mungkin karena di dalam benak saya harus selalu ada happy ending. Dan, sejak kecil pula sudah ditanamkan oleh Bapatua bahwa pemeran utama tidak mungkin dibikin mati dalam sebuah filem, sehingga sulit menerima kenyataan bahwa di episode final Season 9, Castle dan Beckett mati, meninggal, wafat. Jadi ingat Buried kan ya. Hahaha. Saya jadi kesal dengan si final ini. Kenapa kedua pemeran utamanya harus dibikin mati? Bukankah masih banyak skenario lainnya kalau memang benar informasi yang saya baca itu ...

Baca Juga: Double Ending

Konon, menurut informasi yang saya baca, Stana Katic mengundurkan diri dari 'jabatannya' sebagai Detektif Beckett. Tapi kan tidak perlu sesadis begitu akhir serial Castle. The Mentalist saja, dengan benang merah dari Season 1 sampai Season 7 yang aduhai bikin jantung deg-degan, punya akhir yang bahagia. Kenapa Castle tidak? Setidaknya yang saya tonton di akhir, Castle dan Beckett meninggal di rumah mereka setelah ditembak oleh antek-anteknya LokSat. Padahal, mereka baru saja bernafas lega dan saya pikir bakal memulai kehidupan baru, lagi, setelah pasang-surut kehidupan rumah tangga mereka yang bercampur-baur dengan urusan pekerjaan Beckett.

Ending Castle memang sangat mengecewakan. Setelah delapan season ditambah beberapa episode yang bikin perasaan tak menentu di Season 9, mereka mati. Bahkan mereka tidak punya kesempatan untuk bicara dari hati ke hati tentang permasalahan yang selama ini menghantam kehidupan mereka. Sumpah! Itu bikin syok. Tega sekali. Sungguh tak berperikemanusiaan, tidak mempertimbangkan perasaan penggemarnya. Dalam The Walking Dead saja, tokoh Daryl tetap dipertahankan padahal dia sama sekali tidak ada di versi komik!

Ck ck ck ...

Gara-gara itu saya jadi pengen tahu tentang serial-serial lainnya. Oh ya, jangan sebut How I Met Your Mother, haha! The Mentalist sudah jelas ending-nya kayak apa. Pengen tahu tentang Criminal Mind dan NCIS. Setidaknya jangan sampai setega Castle yang mengecewakan itu. Ternyata ... sudah lama benar saya kehilangan 'kontak' dengan serial-serial favorit. Apa kabarnya Royal Pain? Apa kabarnya Game of Thrones yang masih terus berlanjut ini? *garuk-garuk kepala* jadi gemas. Pokoknya jangan sampai seperti Castle deh. Seolah tidak ada skenario lain yang bisa dipilih yang cukup menggembirakan penggemar lah.

Stana Katic boleh-boleh saja resign tapi kan sebelum resign, di final, bisa diubah skenarionya yaitu mereka menikah ... baru the end.


Ya sudahlah. Orang Ende bilang: mo apa laeeee hah?

Yang jelas, bagi kalian yang penasaran sama Castle silahkan menonton dari Season 1 sampai Season 9 dan rasakan betapa berwarnanya serial yang satu ini serta kecapi bumbu-bumbunya! Saya jamin, kalian pasti bakal suka dan sangat terhibur, kalau bisa ngakak ngikik, sambil mengasah kemampuan menganalisa memecahkan kasus. Kalian sendiri, kalau punya serial kriminal favorit, bagi tahu doooonk. Siapa tahu tontonan kita sama. Ya kan ... bisa berbagi pendapat *tsah*. Siapa tahu juga kalian punya informasi lain tentang serial Castle ini. Itu bakal sangat membantu dan menghibur saya seandainya ada ending lain *maunya*.

Baca Juga: Pembalasan Laut

Happy weekend!



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.