I Write My All

LightBlog

Waktu dia mengirimkan foto kardus yang sudah di- pack rapi dan berkata hendak  mengirimkan kompor gas agar saya lebih rajin masak, ka...

Horeday #7: Rejeki Anak Solehah dari Makassar


Waktu dia mengirimkan foto kardus yang sudah di-pack rapi dan berkata hendak mengirimkan kompor gas agar saya lebih rajin masak, karena dia tahu dulu itu saya paling sering membeli lauk-pauk di warung, saya langsung ingat kompor gas Rinai yang dulu dihibahkan pada orang-orang yang membantu membersihkan dan membereskan dapur. Sebut saya kampungan. Tidak mengapa. Asalkan saya tidak memakai kompor gas di rumah. Lain perkara jika ditawari kompor listrik. Haha. Ada sih kompor listrik tapi tidak cukup besar memuat penggorengan (teflon) ukuran normal. Oleh karena itu di dapur Pohon Tua masih berdiri kompor Hock bersumbu yang selalu dirawat oleh Mamasia. 

Siapakah dia? 

Namanya Ilham Himawan. 'Adik' yang saya panggil Epin karena dia acap memanggil saya Kak Ross. Mungkin karena saya galak haha. Sahabat DMBC dan teman jalan yang satu ini dulunya berdomisili di Kota Maumere, lantas pindah ke Kota Ende, dan kemudian kembali ke Makassar. Lucunya, Ilham lebih dulu mengenal kakak saya, Toto Pharmantara, sebagai rekan kerja. Setelah itu baru lah kami berkenalan melalui Forum Blogger Family. Pada tahun 2009, bersama Ilham, Pak Deddy Suhendry, dan Dedy Isnandar, kami mendirikan Komunitas Blogger NTT yang dikenal dengan nama Flobamora Community. 

Nostalgia


Empat belas tahun yang lalu kami berkenalan lewat forum Blogfam (Blogger Family). Siapa sangka, tiga tahun kemudian, bersama dua founder lainnya, kami membentuk Flobamora Community (Komunitas Blogger NTT). Tentu berkiblat pada dua komunitas besar yaitu Blogfam dan Angingmammiri. Dia sering memanggil saya Kak Ross, sedangkan saya memanggilnya Epin (kembaran ketiga Upin Ipin) haha.

Momen terbaik pertama kami adalah ketika kami sedang mengobrol berdua karena aturan mengobrol kami adalah tidak boleh ada cerita yang berulang. Coba hitung, sudah berapa banyak cerita kami selama ini? Topik boleh sama tapi cerita harus beda-beda. Mulai dari hidup, hidup di perantuan, hidup anak kos, hidup anak bungsu, dunia sekolah dan pendidikan, komunitas ini itu beserta lika-likunya, makanan (sampai mencoba resep-resep baru), traveling, buku-buku, blog, dunia tulis-menulis, filem, One Day One Juz, dan lain sebagainya.

Momen terbaik kedua adalah ketika dia sedang iseng. Semua omongan akan disambarnya dengan sangat sangat sangat iseng dan konyol. Dan tentu saja saat ramai-ramai di ruang karaoke!

Momen terbaik ketiga adalah ketika tingkahnya mengingatkan saya akan keponakan saya Indra Pharmantara. Gerak-gerik hingga ekspresinya itu loh ha ha ha.


Tapi jangan dikira kami tidak pernah berantem loh. Kami pernah saling diem-dieman begitu lama. Namun justru itu yang semakin mendewasakan dan mendekatkan kami *cieee* haha. 

Tentu saja satu dua paragraf tidak dapat mewakili semua hal yang pernah kami lakukan bersama (juga bersama teman-teman), makan-makan, jalan-jalan, diskusi, karaokean, pelatihan blog, bakti sosial, nongkrong sampai larut malam, tuker-tukeran buku (saya masih ngutang dua buku yang dibelinya hahaha), dia sering berbagi makanan hasil eksperimennya di dapur kos (enak loh soalnya gratis), ngetawain diri sendiri, nganterin dia ke dokter, dan masih buanyaaak lagi!

Tahukah kalian? Istilah WOW a la FC yang kesohor itu, yang dibahas berbulan-bulan kemudian bahkan menular, dicetus oleh dia loh. Dia juga pernah jatuh di tempat yang sama dengan tempat saya jatuh hingga dia harus patuh pada ramuan kunyit panas *ngakak guling-guling*. Bedanya saya jatuh dengan sepeda motor di tempat itu dan bermanuver 180 derajat saat berangkat, tengah malam, menuju Riung. Sedangkan dia jatuh di tempat yang sama saat kami jalan-jalan dari Riung ke bukit-bukit berhampar rumput hijau. Dan, dia selalu punya ide brilian pada last hour ketika acara hendak dimulai. 

Kiriman Itu Tiba


Usai Idul Fitri 2019 kemarin, saya menerima kiriman yang fotonya sudah duluan dikirim Ilham melalui pesan WA. Ketika ditimbang-timbang beratnya ... tidak mungking ini kompor gas! Haha. Sesuai pesannya, ada tiga paket untuk tiga karyawan tempat dia bekerja dulu di Kota Ende. Alhamdulillah amanatnya sudah tersampaikan. Selebihnya dikirimkan untuk saya ... yuhuuuu!






Betul-betul ini namanya rejeki anak solehah dari Makassar. Terima kasih Kakak Ilham, maaf apabila belum sempat membalas apapun, Insha Allah I will. Bagi saya intinya adalah bukan dari benda-benda mati ini, tetapi bagaimana silaturahmi itu tetap terjaga, dan kita tetap saling berkomunikasi melalui dunia internet, terutama WA.

Sepertinya harus 'merapatkan barisan' untuk bisa pergi ke Makassar bareng #5akiKereta!



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.