I Write My All

LightBlog

Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan. Hari ini saya masih disibukkan dengan peliputan kegiatan Pembekalan Kuli...

Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan


Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan. Hari ini saya masih disibukkan dengan peliputan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Flores (Uniflor) yang pemberangkatan pertama bakal dilakukan tanggal 27 Juli 2019 dengan tujuan Kecamatan Aesesa di Kabupaten Nagekeo. Sibuk sih iya, tapi masih memberi ruang pada kami untuk bisa haha hihi bareng panitia lainnya. Oh ya, untuk kegiatan KKN ini, ada tiga orang yang ditugaskan menjadi tukang publikasi dan dokumentasi. Kakak Rossa Budiarti sebagai koordinator, dengan anggota saya dan Anto Ngga'a. Senangnya adalah kami dapat meliput ke tiga desa yang menerima dana PPM KKN dari Kemenristek Dikti. Dan itu artinya ... luar kota memanggil. Hahaha *dikeplak dinosaurus*.

Baca Juga: Tenda Pop Up Super Simpel Anti Air Itu Bernama Vitchelo

Hari ini juga saya melihat Anto menyunting video-video pendek dari kegiatan tersebut menggunakan telepon genggamnya. Kami memang ditugaskan juga untuk mengambil video-video pendek dari setiap kegiatan KKN. Aplikasi yang dipakai oleh Anto adalah Filmora. Mendegar tentang Filmora sudah sering, maupun membacanya di berbagai artikel, tapi saya belum pernah sekalipun mencobanya. Aplikasi sunting video yang ada di Android saya adalah KineMaster. Sementara itu kalau di laptop tetap pakai Sony Studio Platinum alias Vegas versi 13.

Tiba di rumah, saya langsung menginstal Filmora versi 3.1.4. di telepon genggam si Xiaomi Redmi 5 Plus. Kenapa harus menunggu tiba di rumah? Karena kan di rumah WiFi-nya lebih kencang ketimbang pakai paket data hahaha. Sekalian berhemat. Harga susu mahal, bung *LOL!*.


Tidak lama mengunduh Filmora di PlayStore. Tahu-tahu sudah siap dipasang. Ikuti petunjuknya, dan saya sudah bisa memakai aplikasi yang satu ini.

Mencoba Filmora


Antar Muka Filmora memang bersahabat. Ketika membukanya saya langsung dihadapkan pada dua pilihan utama yitu Buat Video Baru atau Proyek-Proyek yang Disimpan. Karena baru pertama kali, jadi saya pilih Buat Video Baru.



Saya diantar pada halaman di atas. Video-video saya tersimpan ke tiga folder memang; yang terkirim, dari kamera, dan dari WA. Saya pilih kamera, dan semua video yang direkam menggunkan kamera telepon genggam/Android pun terpampang nyata *halah* haha.


Selanjutnya, silahkan dipilih video mana yang mau disunting. Kira-kira sama seperti KineMaster, saya bisa memilih lebih dari satu video. Ini dia video yang saya pilih:


Setelah itu kita sudah bisa menyuntingnya. Mau ditambah musik, ditambah tema, atau dipotong sana-sini, semua tersedia. Menurut saya yang dasar-dasarnya penyuntingan video itu tersedia memang di Filmora. Sama kayak KineMaster. Asyiklah!



Kalau sudah oke sama penyuntingan, silahkan disimpan videonya. Boleh langsung disimpan atau diunggah ke berbagai media sosial seperti Instagram, Youtube, Vimeo, dan lain sebagainya; boleh juga disimpan di telepon genggam.


Selesai. Semudah itu. Dan tentu mengasyikan :)

Baca Juga: Sudah Saatnya Proses Belajar Mengajar Lebih Mudah

Bagi saya, Filmora merupaka pilihan yang boleh dijajal kemampuannya apabila kita memang perlu menyunting video di telepon genggam, pada saat itu juga, karena berbagai kebutuhan yang tentunya mendesak. Misalnya harus segera mempublikasikan suatu kegiatan. Tetapi kalau menyunting video panjang dan butuh lebih dari sekadar memakai tema dan musik yang disediakan oleh Filmora, tentunya saya harus tetap memakai laptop. Karena apa? Karena faktor kebiasaan saja. Hehe. Lebih leluasa lah untuk jari saya yang seukuran gajah ini.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Terutama yang sudah mencoba Filmora atau aplikasi sunting video lainnya? Bagi tahu pengalaman kalian di komen doooonk. 



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.