Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Monday, September 30, 2019

Cerita Dari Festival Literasi Nagekeo 2019 di Kota Mbay


Cerita Dari Festival Literasi Nagekeo 2019 di Kota Mbay. Dua minggu yang lalu saya menerima pesan WA dari seseorang yang nomornya belum tersimpan di telepon genggam. Sumpah, mau bertanya: ini siapa(?) saya sungkan, kuatir dibilang sombong. Lagi pula profile picture-nya bukan foto diri melainkan gambar Bunda Maria yang kemudian diganti dengan gambar Yesus. So I have no idea who is he/she. Isi pesan WA itu adalah lampiran draf kegiatan Festival Literasi Nagekeo 2019. Sampai orang itu mengiriman revisi draf kegiatan dimaksud pun saya masih sungkan bertanya, lantas hanya bisa mengucapkan terima kasih serta janji bakal hadir pada malam Minggu.

Baca Juga: Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 2)

Apa itu Festival Literasi Nagekeo 2019? Kenapa pula saya berjanji untuk hadir saat malam Minggu? Kalian kepo kah? Hahaha. Kalau kepo, hyuk dibaca sampai selesai!

Hari Literasi Internasional


Mari pukul mundur ke tahun 1965. Sumber Wikipedia menjelaskan bahwa Hari Literasi Internasional (International Literacy Day/ILD) atau Hari Aksara Internasional/Sedunia atau Hari Melek Huruf Internasional, yang diperingati setiap tanggal 8 September, merupakan hari yang diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1965 sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat. Setiap tahun, UNESCO mengingatkan komunitas internasional untuk selalu dalam kegiatan belajar. Hari Melek Huruf Internasional ini diperingati oleh seluruh negara di dunia.

Nagekeo, Kabupaten Literasi.

Sedangkan dari Kompas, begini informasi yang saya peroleh: Melansir dari situs resmi UNESCO, tahun 2019 ini UNESCO akan memberikan penghargaan kepada program dan individu yang berjasa terkait literasi di seluruh dunia dalam tema "Literasi dan Multilinguaisme". Sejak tahun 1967, UNESCO telah memberikan rekognisi dan bantuan bagi lebih dari 490 proyek dan program di bidang literasi yang dijalankan baik oleh pemerintah, Organisasi Non-Pemerintah (LSM), maupun individu di seluruh dunia.

Tahun ini, UNESCO International Literacy Prizes terbagi menjadi dua jenis penghargaan yang akan diberikan kepada lima penerima, yakni: UNESCO King Sejong Literacy Prize, dimana penghargan ini diberikan untuk dua pemenang dengan program yang berfokus pada pengembangan dan pengunaan pendidikan dan pelatihan literasi bahasa ibu. UNESCO Confucius Prize for Literacy, penghargaan tersebut terbentuk pada 2005 atas dukungan Pemerintah Cina. Penghargaan ini diberikan kepada tiga pemenang dengan program yang mempromosikan literasi orang dewasa terutama yang berada di daerah pedesaan dan untuk remaja putus sekolah utamanya kaum perempuan Masing-masing pemenang akan mendapatkan medali, piagam penghargaan dan uang sejumlah 20.000 dolar Amerika Serikat.

Nge-blog merupakan salah satu cara berliterasi.

Jadi kita sepemahaman ya, bahwa Hari Literasi Internasional diperingati setiap tanggal 8 September. Kita juga harus sepemahaman bahwa, also from Wikipedia, bahwa Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Sedangkan, menurut data dari Literasi Digital keluaran Internetsehat, secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. 

Jadi, kalau bisa saya simpulkan, kegiatan literasi adalah kegiatan membaca, menggali informasi, mengelola/mengolah informasi, serta menyebarkan kembali informasi tersebut. Salah satunya dengan nge-blog. Salah duanya dengan mendongeng. Sala(h)tiga-nya di Pulau Jawa. Hehe.

Hari Literasi Nagekeo 2019


Kabupaten Nagekeo, dengan Ibu Kota bernama Kota Mbay, merupakan kabupaten yang sedang sangat getol membangun diantaranya membangun di ranah literasi. Bupati Nagekeo, Bapak Don, saat meresmikan Rumah Baca Sao Moko Modhe berkata bahwa awalnya beliau kurang perhatian dengan urusan literasi ini, sampai kemudian beliau mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Salemba - Jakarta, beliau menjadi sangat paham pentingnya literasi untuk pembangunan. Artinya, mencerdaskan masyarakat tidak hanya berkonsentrasi pada pendidikan akademik saja, tetapi harus diimbuh dengan berliterasi yang diperoleh/dilakukan di luar bangku sekolah/kuliah.

Oleh karena itu, kesimpulan saya, sampailah pada titik Kabupaten Nagekeo kemudian menggelar kegiatan akbar Festival Literasi Nagekeo 2019 selama empat hari, dimulai Jum'at (27 September 2019) sampai dengan Senin (30 September 2019. Dan saya, menyesuaikan dengan waktu kerja, baru bisa dan hanya bisa hadir pada malam Minggu (Sabtu, 28 September 2019).


Meskipun tiba di Kota Mbay pukul 12.00-an Wita, tapi saya baru bisa menuju Lapangan Berdikari, tempat kegiatan ini digelar, pukul 20.30 Wita. Alasannya karena masih menunggu keponakan saya, si Iwan. Tiba di depan Lapangan Berdikari, kendaraan baik roda empat maupun roda dua penuh di sisi kanan dan kiri jalan. Sementara itu dari panggung di dalam lapangan terdengar bunyi-bunyian dari alat musik tradisional, ada sekelompok penari sedang pentas. Bergegaslah kami berlima: saya, Iwan, Reni (isterinya Iwan), Andika dan Rayhan (anaknya mereka berdua).


Suasana di dalam Lapangan Berdikari mengingatkan saya pada Pameran Pembangunan yang dulu rajin banget dilaksanakan di Stadion Marilonga, Kota Ende. Itu, saat saya masih SD lah. Ada panggung hiburan/pentas seni sekaligus panggung perlombaan, ada stan-stan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nagekeo juga stan dari kabupaten lainnya termasuk Kabupaten Ende, ada banyak pedagang mainan anak-anak dan balon hias, ada pula warung-warung dadakan dengan menu khusus daging domba, dan lain sebagainya. Pada stan-stan itu juga ada yang memamerkan sekaligus menjual tenun ikat khas Kabupaten Nagekeo baik lembaran besar maupun selendang mini/syal serta hasil kerajinan tangan lainnya.

Banyak Hal Menarik dan Tidak Terduga


Sangat tidak terduga karena saya bertemu mereka. Siapakah mereka?

Penggemar


Penggemar nih ye! Haha. Sampai disenyum-senyumin sama Iwan dan Reni. Kami memulai senang-senang malam itu dengan berkeliling stan yang ada di tepi Lapangan Berdikari. Saat kami tiba di stan Pariwisata Nagekeo, mendadak seorang ibu yang juga berdiri di situ meminta foto bareng saya.



Terima kasih, ibu, sudah mau foto bareng saya. Siapa pun ibu, saya tidak bermaksud apa-apa menulis penggemar, hanya bercanda. Hehe.

Mer Mola Neu


Ini keren. Tidak terduga, bisa bertemu Mer Mola Neu. Mer Mola Neu adalah young (woman) entrepreneur asal Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi NTT, dengan brand Sehelai & Renjana. Produknya banyak, antara lain tas berbahan tenun ikat, buku/notes dengan cover bergaya kedaerahan dari beberapa daerah di Pulau Flores, gantungan kunci, stiker, bahkan ada pula kripik. Stan mereka sangat menarik dengan baliho warna kuning bertulis Sehelai & Renjana. Tapi, dari semua produknya, saya paling demen sama buku/notes tersebut.


Sebagai Presiden Negara Kuning, sudah lama saya memesan buku / notes bersampul kuning dengan empat kosa kata bahasa daerah Nagekeo ini. Sudah dikirim ke Ende dan saya tinggal mengambil (dan bayar) di tempat drop. Tapi saya lupa alias kelupaan terus! Sampai-sampai saya memarahi diri sendiri yang terlalu sering lupa. Saat keliling stan di Festival Literasi Nagekeo 2019, bertemulah saya dengan stan milik anak muda kreatif ini. Meskipun Insha Allah saya akan kembali ke Kabupaten Nagekeo (Kota Mbay) untuk beberapa urusan, tapi saya tidak mau kehilangan kesempatan lagi untuk memiliki buku ini. Harus beli! Dibanderol Rp 40K sudah dapat tambahan satu gantungan kunci. Aye!

Tidak mungkin pula melewatkan kesempatan untuk berfoto bersamanya. Adalah kebanggaan bagi saya pribadi bisa bertemu dengan orang-orang muda hebat yang kreatif dan terus berkarya, menemukan inovasi-inovasi baru dengan menyertakan budaya dan kearifan lokal. Dari mereka pula budaya kita tetap lestari. Keren benar Mer dan Wilfrid ini. Tasnya juga keren, Mer *muka memelas, hahaha*.

Kalau kalian tanya, apa yang paling memuaskan saya sebagai si tukang jalan, jelas human interest-nya. Karena dari penduduk lokal kita pun BERLITERASI (membaca, mencari informasi, mengolah informasi, dan membagi informasi). Informasi yang kadang tidak terlampir di buku pariwisata paketan. Sama juga, kalau kalian membaca blog saya, seperti itulah informasi yang kalian dapat *sombong sikit sekalian promosi*. Jangan lupa kalian bertanya dengan nada sinis, emang penting saya ngegas dari Ende ke Mbay untuk bersileweran di Festival Literasi Nagekeo 2019? Tidak penting untuk kalian, tidak penting untuk saya. Tapi ... bermakna dan menambah khasanah hidup saya pribadi. Sesuatu yang tidak bisa ditukar dengan Rupiah (kecuali Euro boleh lah) hahaha.

Abang Umar Hamdan dan Abang Iskandar Awang Usman


Waktu saya melihat pos Abang Umar Hamdan di Facebook bahwa dia sedang berada di lokasi Festival Literasi Nagekeo 2019, siang-siang begitu, pengen ngegas dari Towak ke Lapangan Berdikari, tapi masih pengen menikmati obrolan bersama keponakan. Janji ketemu malam saja sekalian.



Kami anak kembar yang kalau sedang berdiskusi macam orang sedang berantem. Sering pula kami bentrok. Tapi kami tidak pernah musuhan. Hahaha. Dewasa sekali dua orang ini kan? Oh ya, Abang Umar Hamdan bersama tim dari Anak Cinta Lingkungan (ACIL) tergabung dalam Forum Giat Literasi Kabupaten Ende (FGL). FGL digandeng oleh Perpusda Ende untuk bersama-sama mengisi stand mereka. Oleh karena itu tidak heran stan ini termasuk yang paling ramai terutama saat Kakak Ev dari Rumah Baca Sukacita berdongeng. Uh wow sekali. Sayang saya tidak sempat mengabadikan aksi Kakak Ev mendongeng.


Anak-anak adalah masa depan negeri ini. Sejak dini mereka sudah harus mengenal literasi itu seperti apa. Jauhkan mereka dari gadget, berikan kesempatan pada mereka menikmati dunia anak-anak yang sesungguhnya. Terima kasih teman-teman FGL Kabupaten Ende, terima kasih Perpusda Kabupaten Ende, kalian semua hebat dan bergaya!

Rossa


Di dalam WAG Alumni Smansa Ende, saya sempat bilang kalau ada teman yang sedang berada di Kota Mbay, ketemuan yuk di Lapangan Berdikari. Ndilalah saat sedang berkeliling saya dicolek seseorang. Haaaah???? Rossa!


Sahabat masa SMA. Tidak disangka ya, setelah haha hihi di WAG, malah ketemuan di Festival Literasi Nagekeo 2019.

Kegiatan Bermanfaat Yang Harus Berkelanjutan


Kita sering terbawa euforia pada suatu kegiatan, tapi kemudian kegiatan itu selesai. Tidak ada lanjutannya. Tapi saya berharap agar festival semacam ini harus terus berkelanjutan karena selama manusia berkembang biak, selama itu pula tunas-tunas muda manusia ada di muka bumi. Festival Literasi Nagekeo 2019 harus jadi entrance untuk kegiatan serupa di masa datang.

Kegiatan ini bermanfaat karena tidak saja berfokus pada dunia literasi itu sendiri tetapi banyak lini yang terlibat. Lihat saja, pada stan Kecamatan Boawae saya melihat ragam kerajinan tangan dipamerkan:



Kerajinan tangan ini salah satu dari kerajinan tangan jenis lain seperti tenun ikat, selendang, gantungan kunci tenun ikat, dan lain sebagainya. Selain itu, di dalam stan ini juga ada yang jualan minuman semacam kacang hijau dan es buah begitu.

Di atas saya sudah menulis bahwa ada para pedagang mainan anak-anak dan balon hias dan kuliner atau makanan lokal khas Kabupaten Nagekeo yang paling sering diburu yaitu daging domba. Dalam bahasa Nagekeo daging domba disebut nake lebu. Nake itu bahasa daerah untuk daging. Lebu ya domba. Ternyata sama juga dengan Orang Ende yang menyebut daging dengan nake.


Sayangnya, akibat trauma sama aroma daging domba beberapa saat lalu, saya tidak jadi makan malam di warung dadakan daging domba ini. Tapi tetaplah saya mau menyaksikan Festival Daging Domba pada Bulan November nanti!

⇜⇝

Jadi jelas, Festival Literasi Nagekeo 2019 telah mampu mengangkat dan mendukung banyak lini. Tidak hanya dunia literasi, tetapi juga menggeliatkan perekonomian masyarakat. Ada buku, ada dongeng, ada mewarnai, ada informasi tentang pengelolaan sampah dan hasilnya, ada hasil kerajinan tangan, ada yang jualan kopi Bajawa (dari Kabupaten Ngada), ada pula pedagang kaki lima, dan tentu saja warung dengan menu utama daging domba. Sekali lagi, kegiatan ini harus berkelanjutan.

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Malam itu kami menikmati makan malam di warung ayam lalapan, berdampingan sama tempat sablonnya Raiz Muhammad. Malam itu, saya juga tidak bertemu teman-teman lain seperti Novi Azizah dan Jane Wa'u (MC-nya). Tidak masalah. Yang jelas saya sudah menyaksikan sendiri Festival Literasi Nagekeo 2019. Saya sudah bersenang-senang dan menambah ilmu. Saya sudah bertemu banyak orang dan hal-hal yang tidak terduga. Saya sudah sayang kamu. Eh, saya sudah menambah khasanah untuk diri pribadi.

Sampai jumpa di festival-festival berikutnya!

Info:
Stan - berasal dari bahasa Inggris stand, tempat pamer/menjual barang.
Renjana - passion, hasrat.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Friday, September 27, 2019

#PDL Pernah Punya Asisten Gila Seperti Ocha dan Thika

#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***


#PDL Pernah Punya Asisten Gila Seperti Ocha dan Thika. Tahun 2018, saya diminta oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, Pak Roni Wolo, untuk memotret beliau bersama calon isterinya (sekarang sudah jadi isteri donk) alias foto prewed. Demi memuluskan aksi foto prewed itu, saya mengajak Ocha dan Thika Pharmantara menjadi asisten, buat bantuin ngangkut barang. Tidak disangka, saya melihat pemandangan ini. Ampun, Ocha, itu sisir nangkring manis di rambut. Haha. Ini namanya asisten setulus hati sepenuh jiwa.

Baca Juga: Ngumpulin Foto Kaki Sendiri Entah Mau Ngapain

#PDL



Cheers.

Thursday, September 26, 2019

5 Alasan Kalian Harus Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo


5 Alasan Kenapa Kalian Harus Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Sebelumnya, pos ini sudah saya tayangkan di Blog Travel. Beberapa minggu terakhir saya sering berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Alasannya macam-macam. Mulai dari kunjungan pribadi, sampai dengan kunjungan kenegaraan liputan kegiatan mahasiswa yang melaksanakan KKN-PPM di Kabupaten Nagekeo. Kabupaten yang diresmikan tahun 2007 ini merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Ngada. Berbeda dari kabupaten pemekaran lain yang pernah saya kunjungi yang mana terkesan dipaksakan, Kabupaten Nagekeo memang layak berdiri sendiri melihat berbagai potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Juga Asyik Dibaca: Tahap-Tahap Menuju Pelaminan Dalam Adat Suku Ende


Ada banyak hal menarik bak magnet yang memanggil-manggil saya untuk terus ber-KakiKereta ke Kabupaten Nagekeo, soalnya keponakan saya juga sedang membangun rumah di daerah Towak. Tapi seperti biasa, karena saya tertarik dengan angka lima, kali ini saya menulis lima alasan kenapa kalian harus berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Kalau ada lagi alasan lainnya ... menyusul! Hehe.

1. Pesona Bukit-Bukit Sabana


Tidak dapat dipungkiri Kabupaten Nagekeo itu identik dengan perbukitan sabananya. Dan pemandangan itu mengingatkan saya pada Pulau Sumba. Perbukitan sabana ini mulai lebih banyak nampak sekitar sepuluh kilometer sebelum memasuki Ibu Kota Kabupaten Nagekeo yaitu Kota Mbay. Bahkan di daerah Penginanga, berdiri jejeran pohon gamal yang bisa jadi lokasi spot foto terkeceeeee. 


Saya pernah menulis tentang perbukitan ini dalam pos Bukit Sabana di Nagekeo. Pos lainnya berjudul The Gold and The Geautiful. Silahkan dibaca kedua pos itu untuk tahu dan ngiler sama foto-fotonya. Perbukitan sabana ini berubah-ubah warnanya tergantung musim. Ada tiga warna yang bisa kalian temui yaitu warna hijau, kuning keemasan, dan hitam (saat penduduk membakar lahan agar menyuburkan tanah).

2. Bukit Weworowet dan Festival Daging Domba


Kalian harus berkunjung ke Bukit Weworowet! Bukit unik ini terletak di Desa Waekokak pada jalan trans-Flores antara Kabupaten Nagekeo dengan daerah Riung.


Baru-baru ini saya menerima kiriman foto via WA dari Novi Azizah yang tinggal di Kota Mbay. Di foto itu jelas nampak keramaian di sekitar Bukit Weworowet. Ternyata sedang dibuka Restoran Daging Domba di sana, cikal bakal Festival Daging Domba yang bakal diselenggarakan pada Bulan Oktober 2019 nanti. Yuk ramai-ramai berkunjung saat Festival Daging Domba digelar. Tetapi informasi lebih jelas tanggalnya nanti ya. Ini baru informasi awal dari Novi Azizah, salah seoang aktivis muda di Kabupaten Nagekeo. Termasuk informasi tentang Festival Literasi oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Ausam!

3. Hasil Bumi, Hasil Laut, dan Peternakan


Orang bilang tanah kita tanah surga. Hehe. Itu ungkapan lirik lagu Koes Plus yang memang betul. Faktanya memang begitu. Kabupaten Nagekeo terkenal akan kuliner daging domba dan daging bebeknya. Ikan-ikan segar pun tak mau kalah. Dan pastinya hasil pertanian dan perkebunan. Kalian sudah tahu kalau Kabupaten Nagekeo dikenal sebagai salah satu kabupaten penghasil beras terbaik dari Pulau Flores?


Berkunjung ke Kabupaten Nagekeo, pun ke Kota Mbay, kita akan merasakan dua suasana sekaligus. Suasana kota dan suasana pedesaan. Petak-petak sawah juga ada di daerah kota. Ini keren. Saya pernah melihat hal semacam ini waktu dulu pergi ke rumah Bapak Nadus dan Mama Mia (Kakaknya Mamatua) yang tinggal di Perumnas Monang-Maning, Denpasar, Bali.

Juga Asyik Dibaca: Dudo Bacarita Rame di Larantuka


Menariknya, masyarakat Kabupaten Nagekeo telah diingatkan oleh Bupati mereka sendiri yaitu Bapak Don, bahwa setiap kunjungan Bupati ke kecamatan/kelurahan/desa, tidak boleh disuguhkan makanan yang mewah. Bapak Don lebih suka hasil bumi yang disuguhkan seperti pisang dan ubi rebus beserta sambal.


Pisang dan ubi rebus serta sambal seperti gambar di atas saya nikmati saat Bapak Don meresmikan Rumah Baca Sao Moko Modhe yang dibangun oleh mahasiswa peserta KKN-PPM di Desa Ngegedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bapak Don sendiri juga menikmatinya, bersama segelas kopi yang rasanya bikin lidah bergoyang salsa. Hehe.

4. Keramahan Masyarakat


Rata-rata Orang Indonesia itu ramah. Melihat dari cakupan masyarakat Pulau Flores, khususnya, keramahan itu sudah seperti nama tengah mereka. Tidak ada Orang Flores yang judes, kecuali kalau sedang PMS *ngakak*. Semuanya ramah. Apabila kalian bertamu, dan kalian disuguhi segelas kopi, maka kalian adalah keluarga mereka. Termasuk, masyarakat di Kabupaten Nagekeo.


Foto di atas, setelah makan siang di rumahnya Novi Azizah. Terima kasih Mamanya Novi (jilbab biru tua) sudah menjamu kami. Bukan makan siangnya saja, tetapi keramahan dan betapa Mama sudah menganggap kami seperti anak sendiri. Salam hormat!

5. Budaya yang Lestari


Alangkah ruginya saya ketika tahun 2018 tidak sempat menyaksikan acara Tinju Adat yang digelar di Kabupaten Nagekeo. Semoga acara Tinju Adat 2019 bisa saya saksikan sendiri. Selama ini hanya dikirimi video oleh teman-teman. Bahkan teman saya Sintus, seorang polisi yang bertugas di Ende tetapi berasal dari Kota Mbay, pernah melaksanakan acara adat potong gigi. Hwah, asyik ya.


Kalian tas yang dipakai oleh para lelaki di atas? Namanya tas Bere. Sama juga yang dipakai oleh lekaki dari Kabupaten Ngada. Ya namanya Kabupaten Nagekeo merupakan pemekaran dari Kabupaten Ngada, hehe. Hasil kebudayaan ini selalu pasti dipakai oleh kaum lelaki ketika menghadiri berbagai kegiatan, terutama kegiatan yang berhubungan dengan adat. Bupati Nagekeo, Bapak Don, bahkan pernah menyarankan kios-kios menyediakan Bere sebagai pengganti tas plastik.

⇜⇝

Itu dia lima alasan kenapa kalian harus berkunjung ke Kabupaten Nagekeo. Tentu masih banyak alasan lainnya tapi kali ini, sesuka hati saya menulisnya, lima terlebih dahulu. Kalau ada lagi, Insha Allah bakal saya tulis lagi. Setidaknya gambaran kalian tentang Kabupaten Nagekeo bertambah kan ya dengan membaca berbagai pos di blog ini. Siapa tahu Bulan Oktober nanti kita ketemu di Bukit Weworowet dalam Festival Daging Domba.

Juga Asyik Dibaca: Spot Instagenic di Hotel Pepita Mbay


Happy Traveling!

#KamisLima



Cheers.

Wednesday, September 25, 2019

Manfaatkan Celana Jin Bekas Untuk Mempercantik Sofa


Manfaatkan Celana Jin Bekas Untuk Mempercantik Sofa. Berapa banyak barang yang kita buang dalam sebulan? Sekardus? Dua kardus? Apakah celana jin termasuk di dalamnya? Oh, sayang sekali kalau begitu, karena celana jin punya begitu banyak manfaat justru setelah tidak dipakai lagi. Haha. Dinosaurus melirik malas kalau saya sudah menulis begini. Tapi kenyataannya memang demikian. Ketika celana jin masih baik atau bagus, alias masih terus kita pakai, ya fungsinya paling-paling hanya dipakai sebagai bawahan. Akan tetapi bila sudah tidak dipakai lagi, celana jin punya banyak manfaat dan paling pertama bisa jadi keset kamar mandi *ngakak guling-guling*.

Baca Juga: Andaikan Ada Seorang Saja Thomas Dambo di Kota Ende

Keset kamar mandi pun kadang tidak dibikin apa-apa terhadap celana jin tersebut. Cukup dilipat, jadi deh. Dududu. Betapa pemalasnya. Saya.

Saya pernah memanfaatkan celana jin yang tidak dipakai lagi ini untuk membikin berbagai barang dalam proyek-proyek Do It Yourself alias DIY. Tentu, semua atas bantuan video-video tutorial atau how to yang berserakan di Youtube. Tapi, jelas percikan kreativitas itu harus ada. Kalau tidak, ya percuma donk. Barang-barang yang pernah saya bikin dari celana jin itu antara lain tas selempang besar, tas selempang kecil, desk organizer, hingga mangkuk celana jin. Sudah ada pula yang saya ulas di blog ini. Silahkan cari sendiri posnya, yaaa.

Ini salah satu tas jin yang saya bikin.

Hari ini saya mau mengajak kalian melihat-lihat rumah saya, Pohon Tua, dengan seperangkat sofa kayu yang jok dan sandarannya kemudian saya selimuti, cie, cengan celana jin bekas.

Ceritanya, saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dua tahun yang lalu, saya berencana untuk memperbaiki sofa kayu yang kainnya sudah mreyap-mreyap gara-gara digauk kekucingan kami. Sungguh, kekucingan kami itu kalau tinggal di rumah kalian pasti sudah bikin kalian depresi. Kekucingan di rumah kami selalu menyasar sofa hingga gorden untuk pemanasan kuku mereka. Haha. Tapi kami tidak pernah protes pada kekucingan karena kami sayang mereka. Dududu. Alhamdulillah kekucingan juga sayang kami, buktinya mereka betah tinggal bersama kami.

Maka, saya menghubungi Om Fals untuk memperbaiki sofa kayu tersebut tetapi kain yang digunakan adalah celana jin bekas. Adalah tugas Mamasia dan Thika Pharmantara membongkar kardus-kardus berisi celana jin yang masih saya pertahankan dalam inspeksi tahunan. Iya, seharusnya sudah dibuang, tapi bertahun-tahun, saat inspeksi barang bekas, tetap saja celana-celana jin itu dikebas, dilipat, disimpan kembali di dalam kardus. Tanpa banyak protes, seperangkat sofa kayu diangkut oleh Om Fals berikut tumpukan celana jin bekas.

Saat hari raya, sofa itu belum datang ...

What!?

Ya, betul sekali, kawan. Sofa-sofa itu datang dua minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Ini betul-betul kocak, tapi menyenangkan, karena bikin ngakak. Saya senang, meskipun telat dari hari perjanjian, karena sofanya kemudian menjadi cantik sekali. Kalian bisa melihatnya pada gambar-gambar berikut ini:



Yang paling detail itu pada sandarannya. Untuk sandaran, Om Fals khusus memakai bagian saku celana jin denga label yang masih tertempel. Serunya lagi dikasih paku semaca paku tekan, sehingga nampak gimanaaaaa gitu.



Sofa celana jin itu kemudian mengisi ruang tamu Pohon Tua dengan cantiknya. Banyak yang memuji, dan saya cuma bisa bilang, itu dibikin sama Om Fals, meskipun ide awalnya dari saya. Toh saya juga tidak pandai bermain-main dengan dunia pertukangan hahaha. Makanya, pada pos ini pun saya tidak menulis langkah-langkah membikin sofa celana jin, karena memang tidak tahu caranya. Itu urusannya Om Fals.

Baca Juga: Mempermudah Hidup Dengan Life Hack

Jadi, kalau di rumah kalian ada banyak celana jin yang tidak terpakai lagi entah karena sesak entah karena ada yang sobek entah karena bosan, jangan dibuang. Manfaatkan untuk membikin barang-barang DIY. Kalau bingung, tinggal buka Youtube dan mencari inspirasi di sana. Kalau masih bingung juga, baca-baca pos di blog saya. Siapa tahu ada yang nyangkut di kepala.

Selamat berkreasi!

#RabuDIY



Cheers.

Tuesday, September 24, 2019

Proshow Aplikasi Sunting Video Jadul Tapi Menarik Diulik


Proshow Aplikasi Sunting Video Jadul Tapi Menarik Diulik. Saya pernah menulis pos berjudul 1 Video, 3 Aplikasi. Tentang bagaimana cara saya menyunting video menggunakan Sony Movie  Studio Platinum sebagai rumah utama, tetapi masih menggunakan aplikasi lain sebagai pembantu. Aplikasi lainnya itu adalah Photoscape dan Proshow Producer (saya menulisnya Proshow saja). Photoscape untuk menyunting gambar, apabila video yang dikerjakan menyisipkan gambar, soalnya saya tidak fasih dengan Photoshop. Sedangkan Proshow untuk menyatukan gambar menjadi video, dengan template layer yang keren, banyak efek, serta banyak pilihan transisi. Tidak mudah memang untuk menghasilkan video yang, menurut saya, baik.

Baca Juga: Blog It! Pilihan Nge-blog Pakai Smartphone

Hari ini saya mau kembali mengingatkan kalian tentang Proshow. Kenapa? Karena, jarang saya mendengar orang bercerita tentang Proshow, padahal aplikasi yang satu ini cukup bagus dipakai apabila hendak membikin video slide gambar/foto. Proshow sering saya pakai apabila ada teman meminta bantuan membikin video slide foto-foto prewedding untuk ditampilkan saat acara resepsi.

Jadi, apa itu Proshow? Cekidot.

Proshow


Proshow (Producer) merupakan salah satu produksi Photodex. Antarmukanya rata-rata sama dengan aplikasi sunting foto/video pada umumnya. Sepanjang saya memakai Proshow, belum menemukan tingkat kerumitan yang terlalu tinggi, karena aplikasi ini dibikin untuk memudahkan penggunanya membikin video slide. Selain itu, pengguna juga bisa menambahkan musik/sound untuk memperindah video yang dibikin. 


Saya mengenal Proshow dari seorang teman yang sudah saya anggap adik sendiri, Akim Yuven. Dia bahkan menunjukkan pada saya video-video yang sudah pernah dibikin menggunakan Proshow. Tertarik, saya memasang Proshow di laptop, dan mulai menggunakannya sampai dengan saat ini.

Mengulik Cara Kerja Proshow


Saat membuka Proshow, biasanya pengguna akan disuruh menambah gambar - musik - template terlebih dahulu, tapi semua itu bisa dibatalkan dan akan nampak antarmuka seperti gambar berikut ini:


Ada empat kotak dialog utama pada antarmukanya. Bagian folder gambar/video, bagian isi folder (di bawahnya folder), bagian tampilan (di sampingnya folder), dan paling bawah time line-nya yaitu time line gambar/video dan musik. Pada gambar di atas saya mengeklik folder Geng Pharmantara, dengan foto-foto kegiatannya keluarga kami, salah satu yang saya klik adalah keponakan: Rama - Indri - Syiva. Bisa dilihat di atas ya. Cukup jelas.


Lingkar merah adalah foto yang hendak dibikin slide, di atas ada empat foto, sedangkan lingkar kuning adalah transisi. Apabila pengguna hendak menyunting foto agar terlihat bergerak dengan berbagai slide keren, cukup klik dua kali pada foto dimaksud, maka akan terbuka kotak dialog pilihan gaya slide yang begitu banyak.


Di sinilah pengguna bekerja. Ada pilihan slide, layers, effects, caption, dan sounds. Silahkan pilih slide pada bagian kiri, dan silahkan disunting pada bagian kanan. Hebatnya, pilihan slide ini beragam, karena ada slide dengan satu layer, dua layer, bahkan sembilan layer. Sehingga pengguna bisa membikin satu slide dengan banyak foto, atau satu slide dengan satu foto. Pengaturan lainnya adalah efek bergeraknya (hitungan x - y panning, dan lain sebagainya).



Apabila pengguna mengeklik transisi, lingkar kuning seperti gambar sebelumnya di atas, maka akan keluar kotak dialog transisi. Proshow kaya akan transisi, beda jauh sama Sony Movie Studio Platinum yang terbatas transisinya sehingga harus memakai transisi pihak lain. Kelompok transisi bisa kalian lihat pada gambar di atas, ada blocks, patterns, themed, wipes, dan lain-lain. Inilah yang membikin saya menyukai Proshow. Transisinya kaya raya!

Baca Juga: Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan

Foto sudah oke, transisi oke, sampai pada musik pun oke (saya jarang pakai musik di sini), maka pengguna tinggal menyimpan hasil suntingannya. 




Create output, dan pilih video file. Silahkan disimpan. Selesai. Jangan kuatir dengan kualitas. Sudah HD kok. Hehe. Meskipun sekarang zamannya 4K tapi HD masih jadi pilihan.

'Rumah Besar' Sunting Video


Rumah besar sunting video saya adalah Sony Movie Studio Platinum. Saya memakai yang versi 13. Jadi, biasanya saya menyiapkan dulu elemen-elemen pembantu yang sudah dikerjakan di Proshow dan di Photoscape, lantas menyatukan semuanya di Sony Movie Studio Platinum. 


Gambar di atas, adalah gambar time line kerjaan sunting video di Sony Movie Studio Platinum 13. Bisalah kalian bayangkan betapa pusingnya otak saya menyatukan semua keperluan sebuah video. Berbeda dengan video dokumenter yang keseluruhannya terdiri atas video/gambar bergerak. Kalau foto, itu kita harus bisa menyesuaikan frame, menyesuaikan warna dan kecerahan, hingga durasi foto itu sendiri. Yang biasa sunting video pasti tahulah. Hehe.

Makanya, kalau biaya videografer agak mahal itu bukan saja karena kamera yang dipakai mahal, tetapi biaya menyunting yang mahal. Kalian bisalah tahu tentang ongkos listrik, ongkos kopi, ongkos cemilan (ini utama hahaha), sampai ongkos obat sakit pinggang kalau terlalu lama duduk di kursi pelototin layar laptop. Sampai sekarang saya masih mengandalkan Acer, belum punya rencana membeli komputer, rakitan, khusus untuk keperluan bekerja sunting video.

Baca Juga: Shapire OFX

Jadi itulah cara kerja Proshow yang masih asyik dipakai sampai sekarang. Tidak semua saya jelaskan, tidak sampai detail, karena feel dan sense itu harus dari penggunanya sendiri. Percayalah, ketika kalian sudah menggunakan suatu aplikasi sunting video, kalian bakal punya feel dan sense sendiri ketika proses kreatif berjalan. Semua itu sudah saya rasakan dan alami. Sayangnya, saya bukan Youtuber yang super aktif. Saya tidak pernah serius menjadi Youtuber, kalau untuk senang-senang, bolehlah. Haha.

Bagaimana dengan kalian? Pernahkah memakai Proshow?

#SelasaTekno



Cheers.

Monday, September 23, 2019

Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 2)

Gambar diambil dari sini.

Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 2). Sebelumnya, kalian harus baca terlebih dahulu pos Senin lalu yaitu Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 1). Supaya apa? Supaya tahu donk. Hehe. Padahal, siapa sih yang tidak tahu Upin Ipin? Semua orang pasti tahu. Senin ini, di tengah perasaan bahagia karena pagi-pagi sudah di-video call sama Salep Hitam yang justru tidak suka Upin Ipin, saya mau melanjutkan pos penting yang satu ini. Karena, sejak Senin kemarin kalian pasti bertanya-tanya mengapa saya menulis pos tentang Upin Ipin. Kalau tidak ada yang bertanya-tanya pun, tidak masalah, haha.

Baca Juga: Kisah Dari Rumah Baca Sao Moko Modhe di Desa Ngegedhawe

Pada pos lalu sudah banyak yang kalian tahu, mulai dari karakter sampai kebiasaan dan ciri khas yang melekat setiap karakter di dalam Upin Ipin. Tapi intinya ada pada pos hari ini. Mengapa semua anak Indonesia harus menonton Upin Ipin? Yuk ... cekidot.

Upin Ipin Mengajarkan Toleransi


Dari banyak poin penting yang saya catat dari Upin Ipin, inilah poin paling utama yang menginspirasi saya menulis pos tentang serial kartun asal Negeri Jiran. Toleransi. Toleransi yang seharusnya dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia.

Malaysia adalah Melayu. Meskipun bukan negara Islam tapi Malaysia identik dengan Islam. Bahkan, awal Upin Ipin dibikin pun demi untuk kepentingan Bulan Ramadhan, demi menanamkan semangat dan nilai-nilai positif Bulan Ramadhan kepada anak-anak. Hebatnya, pembikin Upin Ipin ini tidak idealis dengan ke-Islam-an saja. Penduduk Malaysia itu beragam. Bangsa Melayu menjadi bagian terbesar tetapi ada pula Ras Tionghoa Malaysia dan India Malaysia. Oleh karena itu ada karakter seperti Mei Mei dan Uncle Ah Tong yang tentunya kita tahu mereka sangat Cina. Ada pula Uncle Mutu dan keluarga Jarjit Singh yang sangat India.

Nilai toleransi yang diajarkan dalam serial Upin Ipin itu sederhana. Contohnya, saat ada anak-anak Muslim yang hendak batal puasa karena kelelahan bermain di lapangan, Mei Mei dengan gaya khasnya bakal bilang: tak boleh, nanti kamu punya Tuhan marah. Contoh lain saat Hari Raya Idul Fitri, teman-teman biasa diajak makan di rumah Upin Ipin. Ini pun berlaku ketika Mei Mei merayakan Tahun Baru Cina. Banyak penjelasan tentang kebiasaan dan kepercayaan Orang Cina. Upin Ipin dan teman-temannya pun tahu bahwa sapi merupakan hewan yang sangat suci bagi Orang India (Uncle Mutu dan keluarga Jarjit Singh). Jadi ingat Seppy. Hehe.

Ajaran tentang toleransi yang sederhana itu yang membikin saya menulis pos ini. Bagaimana dengan Indonesia yang punya begitu banyak suku serta banyak agama? Sudah seharusnya toleransi hidup lebih kental di negara kita bukan? Tapi kenapa tontonan tentang intoleran di televisi juga banyak datang dari negara kita? Sampai-sampai ada kaum ini lah, ada kaum itulah, ada kelompok inilah, ada kelompok itulah. Padahal, perbedaan yang tumbuh di Indonesia ini banyak, semakin banyak perbedaan seharusnya toleransi juga semakin tinggi.

Upin Ipin Mengajarkan Tentang Kebaikan


Toleransi dan kebaikan, tentu. Kebaikan ini datang dari semua karakter dalam Upin Ipin. Opah yang bijak, misalnya, selalu memberikan petuah berharga dalam setiap sendi kehidupan.Meskipun garang, Kak Ross sangat sayang pada adik-adiknya. Lihat saja Mail, segala sesuatu selalu diperhitungkan, tetapi dia tidak pelit ketika Upin dan Ipin membantunya berjualan ayam goreng di pasar. Tuk Dalang pun lebih lagi. Apabila musim rambutan, anak-anak boleh menikmati rambutan ... secara percuma. Belum lagi kebun duriannya. Tuk Dalang selalu saja bisa menraktir ABCD untuk Upin Ipin dan teman-teman. Belum lagi soal ajaran berkebun, memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran kebutuhan makan sehari-hari.

Tidak berhenti sampai di situ. Kebaikan hidup yang diajarkan di dalam Upin Ipin juga datang dari permainan. Meskipun anak-anak itu tidak menutup mata dari permainan canggih semacam mobil remote control, tapi justru yang paling sering terekspos adalah permainan tradisional anak-anak di Kampung Durian Runtuh! Ada layangan, ada petak umpet, ada gundu, ada pula saat mereka harus menggantikan kelompok rebana di suatu acara pernikahan.

Kebaikan lain yang juga tak kalah seru adalah pesan-pesan sponsor. Seperti minum susu bagus untuk kesehatan, masalah mata, imunisasi, hingga rasuah alias suap. Bagaimana KPK-nya Malaysia bekerja itu dijelaskan dengan sangat sederhana kepada anak-anak, serta macam-macam rasuah dimana rasuah tak hanya uang tapi juga dalam bentuk barang ... termasuk ayam goreng. Hahaha. Ini kan bagus! Pelajaran demi pelajaran, kebaikan demi kebaikan, terus ada dan tersaji dalam serial Upin Ipin. Serial yang menurut orang lain sepele, tapi menurut saya sangat berharga.

⇜⇝

Poin-poin penting yang bisa dipetik dari serial kartun Upin Ipin di atas saya tulis dengan sungguh-sungguh. Bukan supaya kalian juga menonton Upin Ipin, melainkan supaya kalian juga tahu bahwa pelajaran berharga bisa kita dapatkan dari mana saja, termasuk dari menonton serial kartun yang konon katanya khusus untuk anak-anak.

Baca juga: Memang Betul Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga

Bagaimana dengan kalian?

Suka Upin Ipin juga?

Apa hikmah yang kalian petik dari serial kartu yang diproduksi Les' Copaque, Malaysia itu? Bagi tahu yuk di komen!

#SeninCerita



Cheers.

Saturday, September 21, 2019

Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi


Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi. Ini adalah pendapat saya pribadi. Mungkin karena televisi sudah terkontaminasi dengan program-program rendah kualitas, pun tingkah polah orang-orang yang bikin masyarakat cerdas mengerut kening, sehingga saya sangat menyayangkan apabila karya-karya dari band/kelompok musik ini tayang di televisi. Biarkan mereka diburu oleh siapapun di Youtube. Mereka begitu mempesona, menghadirkan musik dan lirik, yang seakan-akan berasal dari dunia lain.

Baca Juga: Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh

Siapakah mereka?

Mari kita cek.

1. Amigdala


Beberapa minggu terakhir saya mulai rajin menonton video milik Amigdala yang tayang di Youtube. Menurut Wikipedia, Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, 'amandel') adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

Sumber Gambar: Djarumcoklat.

Mungkin itu sebabnya mereka mengambil nama Amigdala karena musik dan lirik mereka sangat menghipnotis amigdala manusia. Yang jelas, dari Djarumcoklat tertera keterangan berikut: Amigdala merupakan sebuah unit band indie folk asal kota Bandung yang dibentuk pada Desember 2016 silam. Dalam struktur bahasa, amigdala merupakan satu bagian yang terdapat di otak dan berfungsi atas peluapan emosi. Mungkin, berangkat dari definisi itulah grup ini pun membuat materinya dengan diwarnai emosi yang kentara. Amigdala sendiri diperkuat dengan formasi Andari (vokal), Isa (gitar & vokal), Iqbal (bass), dan Junet (drum).

2. Banda Neira


Yang satu ini sudah lama saya tahu, dengan dua personil Rara Sekar dan Ananda Badudu. Meskipun sudah bubar namun karya-karya mereka masih bisa dinikmati dengan sungguh di Youtube. Kalian harus mendengarkan karya-karya mereka, terutama saat sedang jatuh. Musik mereka lembut tapi liriknya menguatkan.

Sumber gambar: Tumblr.

Saat menulis ini pun saya sambil mendengarkan Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Lagu yang menenangkan sekaligus menguatkan jiwa siapapun yang patah, hancur, terkoyak.

3. Payung Teduh


Siapa yang tidak kenal mereka? Rasa-rasanya Akad merupakan master piece yang terus didengarkan hingga detik ini. Informasi dari Wikipedia: Payung Teduh merupakan Band alternatif Indonesia beraliran fusi antara folk, keroncong dan jazz. Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is (vokalis) dan Comi (kontra bass). 


Pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele dan pemain terompet pada tahun 2010. Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung 2010.Pada akhir tahun 2017 Mohammad Istiqamah Djamad memutuskan untuk keluar dari Payung Teduh karena dirinya sudah merasa tidak lagi sejalan dengan band.

⇜⇝

Karya ketiga band/kelompok musik di atas sungguh fenomenal. Dalam lagu Tuhan Sebut Sia-Sia, Amigdala mengukir makna paling dalam dalam perasaan saya.

Amigdala, Tuhan Sebut Sia-Sia

Aku dingin.
Dan kau makin semarak menuang cuka di atas luka
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri

Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia

Untuk semua orang, yang pernah tersia-siakan, meskipun telah berjuang hingga patah kaki. Tuhan sebut kita semua sia-sia. Ini karya Amigdala.

Tetapi seperti kata (karya) Banda Neira:

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat

Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh yang hilang berganti

Life is f*cking good!

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Jangan terkecoh sama kelembutan musiknya karena liriknya menguatkan sekaligus SANGAR! Musisi-musisi jenius yang pandai memilih diksi serta merangkai kata. Mereka ini bukan sekadar musisi, tapi sekaligus penyair. Dan ya, Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi.

Di akhir minggu yang baik ini, mari dengarkan karya-karya eksklusif mereka.

#SabtuReview



Cheers.

Tuesday, September 17, 2019

Jangan Hanya Tahu 2D Karena Animasi Itu Banyak Jenisnya

Gambar diambil dari Merdeka.

Jangan Hanya Tahu 2D Karena Animasi Itu Banyak Jenisnya. Dalam pikiran anak-anak, yang dikenal hanya satu kata: kartun. Selesai. Karena animasi yang mereka sebut kartun alias animasi 2D itu memang paling banyak diproduksi dan rata-rata ngetop sampai ke mancaplanet. Bahkan di tengah animasi stop motion yang beredar pun animasi 2D masih digemari. Tidak percaya? Doraemon,  Oggy and The Cockroaches, Crayon Shin-chan, Chibi Maruko-chan, Sailor Moon, The Power Puff Girls, One Piece, Sponge Bob, Avatar: The Legend of Aang, Dora The Explorer, Astro Boy, Upin Ipin, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya tulis satuper satu. 

Baca Juga: Teknologi Sederhana Alat Pemeras A-la Masyarakat Ende

Animasi 2D, meskipun banyak animasi 3D bahkan animasi stop motion, masih bisa merebut perhatian para penikmatnya. Oleh karena itu pada hari ini saya khusus menulis tiga jenis animasi yaitu 2D, 3D, dan stop motion. Mau tahu? Yuk dibaca sampai selesai.

Animasi 2D


Pada paragraf pembuka di atas tentu kalian sudah tahu contoh-contoh animasi 2 Dimensi alias 2D itu. Yang paling sering saya tonton ya Upin Ipin! Dahulu kala, saya pernah bertanya pada Bapa (alm.) tentang filem kartun alias animasi ini. Kata Bapa, pembuatan filem kartun jauh lebih sulit karena kartun terdiri dari begitu banyak gambar yang kemudian disatukan sehingga menjadi gambar bergerak. Para pembuatnya harus menggambar satu per satu gerakan tersebut sebelum dijadikan satu. Lantas Bapa mencontohkannya dengan buku. Sekarang saya tahu kalau buku itu bernama flipbook. Itu penjelasan dari Bapa, waktu saya masih kecil, saat belum ada internet seperti sekarang ini. Kan sekarang tinggal mencari di mesin pencari, pasti dapat informasinya. Haha.

Bersumber dari Wikipedia, filem animasi atau animasi merupakan hasil pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar bergerak. Membikin animasi 2D ada yang konvensional ada yang digital. Yang konvensional, masih menurut Wikipedia, menggunakan teknik celluloid (kadang disebut cell saja). Ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan filem animasi klasik, sebut saja Tom & Jerry. Setelah gambar menjadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer ke atas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang. Pewarnaan dilakukan. Lalu filem akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam.

Gambar diambil dari: Imdb.

Obyek utama yang mengeksploitasi gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan latar depan yang statis alias tidak bergerak. Dengan demikian latar belakang dan latar depan dibikin hanya satu kali saja untuk menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak. Kalau kalian menonton Oggy and The Cockroaches, jelas ya ruang makan Oggy ya begitu saja, tidak ada yang bergerak dari latar belakang dan latar depannya, cuma fokus pada Oggy dan tiga kecoak serta teman-teman lainnya. Itu, dua dimensi. 2D bisa menjadi 3D kalau memang bikin khusus untuk ditonton menggunakan kacamata 3D. Hayooo siapa yang dulu punya kacamatan 3D?

Animasi 3D


Setelah animasi 2D yang bisa dibikin secara konvensional dan digital (tentu lebih mudah), maka berikutnya muncul animasi 3 dimensi alias 3D. Kalau 2D terkesan datar maka 3D itu lebih dalam karena ada ilusi persepsi kedalamannya. Sehingga animasi 3D membikin filem tersebut nampak lebih nyata dari 2D. Menurut Wikipedia, animasi 3D atau disebut filem S3D (3D stereoscopic) adalah filem yang meningkatkan ilusi persepsi kedalaman.

Gambar diambil dari: Amazon.

Makanya kalau menonton animasi 3D rasanya lebih gimanaaaa gitu dari animasi 2D. Contoh animasi 3D ini banyak sekali dan rata-rata bukan serial televisi melainkan filem bioskop dan/atau berdurasi panjang. Ada contohnya, Teh? Ada doooonk. Tahun 1995 kita sudah menonton Toy Story. Hanya Toy Story? Ya tidak dooonk. UP, Wall-E, How to Train Your Dragon, Ice Age, The Incredibles, Monster Inc., The Lego Movie, Moana, Frozen, Finding Nemo, sampai yang kuning-kuning dari Negara Kuning - haha - apalagi kalau bukan Minnion dan Despicable Me.

Animasi Stop Motion


Ini dia yang proses membikinnya banyak beredar melalui video-video di Youtube. Menurut Wikipedia, gerak henti atau stop motion adalah sebuah teknik animasi untuk membuat obyek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat bergerak dengan sendirinya. Obyek tersebut digerakkan sedikit demi sedikit di setiap frame yang akan difoto. Boneka dengan sendi yang dapat digerakkan atau figur tanah liat sering digunakan dalam stop motion karena alasan kemudahan meletakkannya kembali. Animasi stop motion menggunakan tanah liat makanya disebut juga dengan clay mation.

Gambar diambil dari: Imdb.

Contoh animasi stop motion yang paling ngetop tentu Shaun The Sheep. Contoh lainnya yang paling baru, pernah saya ulas di #SabtuReview berjudul Missing Link.

⇜⇝

Seru juga mengenal jenis-jenis animasi meskipun yang saya bahas hanya tiga jenis. Soalnya ketiga jenis itu yang paling kentara perbedaannya: 2D, 3D, dan stop motion. Tapi jangan salah, kekuatan filem animasi tidak saja pada gambar-gambar atau boneka tetapi juga pada cerita yang disusun. Tentu, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari penontonnya usai menonton animasi. Monster Inc. misalnya, mengajarkan kita bahwa kekuatan tidak saja bersumber dari jerit tangis anak manusia tetapi juga dari gelak tawanya. Artinya, selama masih ada nilai positif yang bisa kita ambil, kenapa harus dipusingkan dengan yang negatif?

Baca Juga: Teknologi Dasar yang Setidaknya Harus Dikuasai oleh Manusia

Semoga bermanfaat!

#SelasaTekno.



Cheers.

Monday, September 16, 2019

Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 1)

Sumber gambar: Les' Copaque

Semua Anak Indonesia Harus Menonton Upin Ipin (Bahagian 1). Siapa tidak kenal Upin Ipin? Saya mulai menontonnya pada tahun 2007. Sosok fiksi dua bocah kembar itu sulit tersapu dari ingatan. Tak hanya Upin Ipin, benak kita tentu masih menyimpan sosok fiksi lainnya seperti Kak Ross yang garang tapi sebenarnya sangat sayang pada Upin Ipin, Opa (Mak Udah) yang bijak, Tuk (Datuk/Datok) Dalang yang kesohor di Kampung Durian Runtuh yang punya nama lengkap Isnin bin Khamis, Uncle Mutu dengan dagangan khas ABCD-nya, Saleh si penjahit nyentrik, dan masih banyak lagi! Bagi saya, Upin Ipin bukan sekadar filem/serial kartun biasa. Upin Ipin mengajarkan penontonnya banyak hal. Dan semua anak Indonesia memang harus menonton Upin Ipin.

Baca Juga: Kisah Dari Rumah Baca Sao Moko Modhe di Desa Ngegedhawe

Memangnya, apa sebab semua anak Indonesia harus menonton Upin Ipin? Banyak sebabnya! Yang jelas, berdampak positif. Mau tahu? Baca sampai selesai donk. Tapi ini baru bahagian 1, bahagian 2-nya minggu depan! Sabarlah menanti.

Mengenal Upin Ipin


Dari berbagai informasi yang saya kumpulkan di internet seperti Wikipedia, Kaskus, bahkan blog pribadi, Upin Ipin adalah filem kartun yang dibikin oleh Mohd. Nizam Abdul Razak, Mohd Safwan Abdul Karim, dan Usamah Zaid. Mereka bertiga adalah pemilik rumah produksi Les' Copaque setelah bertemu dengan mantan pedagang minyak dan gas yaitu H. Burhanuddin Radzi dan isterinya yang bernama Hj. Ainon Ariff.  Serial ini dirilis pada 14 September 2007 di Malaysia dan disiarkan di TV9. Upin Ipin sudah ditayangkan di tiga negara yaitu Malaysia, Indonesia, dan Turki.

Semula jadi Upin Ipin dibuat untuk Bulan Ramadhan 2007 karena bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya arti Ramadhan. Tetapi karena sambutan pasar yang baik, maka Upin Ipin diteruskan hingga akhirnya bermusim-musim serial kartun ini menghibur kita semua. Tidak saja anak-anak tetapi juga orang dewasa. Seperti saya. Hahaha. Upin Ipin bahkan tidak hanya serial kartun saja tetapi juga ada filemnya. Selain Geng Pengembaraan Bermula, filem terbaru yang bikin saya penasaran berjudul Keris Siamang Tunggal. Mereka tersedot ke dunia lain!

Selain memproduksi Upin dan Ipin Les' Copaque juga memproduksi serial Pada Zaman Dahulu, Puteri, dan Dadudido. Menonton Pada Zaman Dahulu itu membikin saya punya cita-cita baru yaitu jadi pendongeng haha.

Opening Song


Kekuatan Upin Ipin juga terletak pada opening song-nya. Ini yang bikin saya harus berdiri dan bergoyang a la kembar seiras ini. Haha.

Upin dan Ipin inilah dia
Kembar seiras itu biasa
Upin dan Ipin ragam aksinya
Kau disenangi siapa jua

Kami ini kawan-kawan
Sekampung sepermainan
Harmoninya kehidupan
Ikhlasnya persahabatan

Upin dan Ipin inilah dia
Kembar seiras itu biasa
Upin dan Ipin ragam aksinya
Kau disenangi siapa jua
Kau disenangi siapa jua
Upin dan Ipin selamanya

Betul betul betul. Hehe. Tapi itu versi pendeknya. Dan yang biasa mengisi opening song cuma bagian yang saya tebalkan saja. Opening song ini berjudul Gembira Bermain. Ciri khas serial kartun Upin Ipin bahkan sudah dimulai sejak opening song. Saya sudah bisa loh bergoyang a la Upin Ipin di opening song *dilempar batako sama dinosaurus*.

Karakter di Dalam Upin Ipin


Semua karakter di dalam Upin Ipin mempunyai karakter yang betul-betul khas. Tidak ada satupun yang sama. Sepertinya setiap karakter memang dipersiapkan dengan sangat matang, bahkan karakter sekelas Zul dan Idjat pun digambarkan dengan sangat jelas. Dzul suka membawa-bawa nama neneknya kalau sedang bercerita, sedangkan Idjat ini langganan pingsan. Meskipun kalian pasti sudah tahu karakter-karakter di dalam serial kartun Upin Ipin, ijinkan saya menulisnya kembali.

Upin Ipin


Upin dan Ipin, bocah kembar seiras ini berciri kepala plontos alias gundul dan bersuara sangat imut. Yang membedakan keduanya: Upin punya sejumput rambut menonjol di puncak kepalanya serta berkaos kuning dengan huruf U, sedangkan Ipin gundulnya sempurna serta berkaos biru dan tak lupa syal merah mirip Batman. Kalaupun keduanya memakai baju koko - sarung - kopiah khas hari raya, tetap saja Upin berwarna kuning, Ipin berwarna biru.

(H)ayam goreng memang sering terlontar di dalam serial ini tetapi itu paling sering diucapkan oleh Ipin. Tak lupa, Ipin punya ciri khas mengulang kata sampai tiga kali: betul, betul, betul! Seringnya sih betul, betul, betul. Pengulangan kata lainnya tergantung kalimat apa yang diucap oleh Upin.

Kak Ross


Nama lengkapnya Jeanne Roselia Fadhullah dan dipanggil Kak Ross. Kakak dari si kembar ini punya ciri khas: garang. Siapa yang berani melawan akak? No no no. Sehari-hari Kak Ross memakai kaos lengan panjang warna merah dan celana biru/ungu tua. Meskipun garang, Kak Ross sangat mencintai Opah dan Upin Ipin. Dia juga berprestasi. Selain prestasi di dunia akademik, Kak Ross juga membuat komik.

Opah


Namanya Mak Udah tapi biasa dipanggil Opah. Nenek yang mengasihi cucu-cucunya, dan bahkan pernah bekerja paruh waktu menyadap getah karet demi Upin Ipin bisa punya mobil mainan yang pakai remote itu. Opah terkenal bijak, meskipun kadang iseng juga, dan selalu memberikan petuah-petuah berharga untuk cucu-cucunya.

Tuk Dalang


Isnin bin Khamis (Senin bin Khamis). Haha. Paling lucu lah Tuk Dalang ini, apalagi kalau dia dikerjai sama bocah-bocah. Tuk Dalang ini punya pohon rambutan di depan rumah, kebun durian, serta memelihara ayam. Nah, salah satu ayamnya bernama Rembo. Suka mengoleksi sandal atau sepatu sebelah!

Karakter lainnya di dalam Upin Ipin tidak saya jelaskan semua, cukup mereka berempat. Tetapi karakter lain juga tak kalah penting dan punya ciri khas masing-masing!

Mail dengan dua singgit.
Ehsan dengan 'banguuuun', dan si intan payung.
Fizzi dengan ketiadaannya serta sering sial.
Jarjit dengan pantun dua tiga.
Mei Mei dengan saya suka saya suka!
Dzul dengan kata nenek saya.
Idjat yang doyang pingsan.
Nurul - Fathia - Devi yang jarang terekspos.
Susanti dengan kata asyiiiikkkk!
Cikgu Jasmine dan Cikgu Melati.
Uncle Mutu dengan ABCD-nya.
Uncle Ah Tong dengan dialek Cinanya kayak Mei Mei.
Abang Saleh yang kalau bersuara lelaki mah gahar.
Rembo, Apin, Opet, dan hewan lainnya.

Tentu masih ada karakter lain tapi ... nanti ya hahaha.

Si Katak Kuning


Setiap menonton Upin Ipin pasti ada si katak kuning yang sekilas lewat dengan kehidupannya di sekitar rumah si kembar. Katak kuning ini bukan sekadar karakter sambil lalu. Dia adalah katak yang berada pada logo Les' Copaque itu sendiri. 

⇜⇝

Saya dan kalian sudah tahu banyak tentang Upin Ipin. Serial kartun asal Malaysia yang diproduksi oleh Les' Copaque dan menjadi idola banyak orang, termasuk saya. Kenapa pula ada bahagian (bagian) 1 dan bahagian 2? Karena posnya bakal panjang sekali kalau dijadikan satu. Setidaknya, sebagai bekal pos Senin depan, kalian sudah tahu yang paling mendasar tentang Upin Ipin yaitu: Kampong Durian Runtuh, serta karakter dan ciri khas masing-masing. Inti pos ini bakal saya bahas Senin depan. Bocorannya: tentang toleransi antar umat beragama yang diajarkan dari sebuah serial kartun yang mungkin menurut orang lain tidak penting.

Baca Juga: Memang Betul Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga

Setidaknya, menonton Upin Ipin masih sangat jauh lebih berfaedah ketimbang menonton sinetron Indonesia.

Sampai jumpa minggu depan di bahagian 2!



Cheers.