I Write My All

LightBlog

Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi . Ini adalah pendapat saya pribadi. Mungkin karena televisi sudah terkontaminas...

Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi


Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi. Ini adalah pendapat saya pribadi. Mungkin karena televisi sudah terkontaminasi dengan program-program rendah kualitas, pun tingkah polah orang-orang yang bikin masyarakat cerdas mengerut kening, sehingga saya sangat menyayangkan apabila karya-karya dari band/kelompok musik ini tayang di televisi. Biarkan mereka diburu oleh siapapun di Youtube. Mereka begitu mempesona, menghadirkan musik dan lirik, yang seakan-akan berasal dari dunia lain.

Baca Juga: Kastau Kastau Yang Ko Mau Jang Sengaja Putar Jauh

Siapakah mereka?

Mari kita cek.

1. Amigdala


Beberapa minggu terakhir saya mulai rajin menonton video milik Amigdala yang tayang di Youtube. Menurut Wikipedia, Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, 'amandel') adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

Sumber Gambar: Djarumcoklat.

Mungkin itu sebabnya mereka mengambil nama Amigdala karena musik dan lirik mereka sangat menghipnotis amigdala manusia. Yang jelas, dari Djarumcoklat tertera keterangan berikut: Amigdala merupakan sebuah unit band indie folk asal kota Bandung yang dibentuk pada Desember 2016 silam. Dalam struktur bahasa, amigdala merupakan satu bagian yang terdapat di otak dan berfungsi atas peluapan emosi. Mungkin, berangkat dari definisi itulah grup ini pun membuat materinya dengan diwarnai emosi yang kentara. Amigdala sendiri diperkuat dengan formasi Andari (vokal), Isa (gitar & vokal), Iqbal (bass), dan Junet (drum).

2. Banda Neira


Yang satu ini sudah lama saya tahu, dengan dua personil Rara Sekar dan Ananda Badudu. Meskipun sudah bubar namun karya-karya mereka masih bisa dinikmati dengan sungguh di Youtube. Kalian harus mendengarkan karya-karya mereka, terutama saat sedang jatuh. Musik mereka lembut tapi liriknya menguatkan.

Sumber gambar: Tumblr.

Saat menulis ini pun saya sambil mendengarkan Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Lagu yang menenangkan sekaligus menguatkan jiwa siapapun yang patah, hancur, terkoyak.

3. Payung Teduh


Siapa yang tidak kenal mereka? Rasa-rasanya Akad merupakan master piece yang terus didengarkan hingga detik ini. Informasi dari Wikipedia: Payung Teduh merupakan Band alternatif Indonesia beraliran fusi antara folk, keroncong dan jazz. Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is (vokalis) dan Comi (kontra bass). 


Pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele dan pemain terompet pada tahun 2010. Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung 2010.Pada akhir tahun 2017 Mohammad Istiqamah Djamad memutuskan untuk keluar dari Payung Teduh karena dirinya sudah merasa tidak lagi sejalan dengan band.

⇜⇝

Karya ketiga band/kelompok musik di atas sungguh fenomenal. Dalam lagu Tuhan Sebut Sia-Sia, Amigdala mengukir makna paling dalam dalam perasaan saya.

Amigdala, Tuhan Sebut Sia-Sia

Aku dingin.
Dan kau makin semarak menuang cuka di atas luka
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri
Aku mendakimu jauh sampai patah kaki
Sedang kau mati suri berdendang sendiri

Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia
Sejak itu Tuhan sebut kita sia-sia

Untuk semua orang, yang pernah tersia-siakan, meskipun telah berjuang hingga patah kaki. Tuhan sebut kita semua sia-sia. Ini karya Amigdala.

Tetapi seperti kata (karya) Banda Neira:

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat

Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh yang hilang berganti

Life is f*cking good!

Baca Juga: Segudang Tanda Tanya Setelah Menonton Shutter Island

Jangan terkecoh sama kelembutan musiknya karena liriknya menguatkan sekaligus SANGAR! Musisi-musisi jenius yang pandai memilih diksi serta merangkai kata. Mereka ini bukan sekadar musisi, tapi sekaligus penyair. Dan ya, Karya Mereka Terlalu Eksklusif Untuk Tayang di Televisi.

Di akhir minggu yang baik ini, mari dengarkan karya-karya eksklusif mereka.

#SabtuReview



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.