I Write My All

LightBlog

Foto tahun 2006, baru dipamer tahun 2019. Ini Dia Fakta Sejarah Candi Borobudur yang Harus Kalian Tahu . Tahun 2006, dalam perjalanan...

Ini Dia Fakta Sejarah Candi Borobudur yang Harus Kalian Tahu

Foto tahun 2006, baru dipamer tahun 2019.

Ini Dia Fakta Sejarah Candi Borobudur yang Harus Kalian Tahu. Tahun 2006, dalam perjalanan panjang Ende - Surabaya - Jakarta - Yogyakarta - Surabaya - Ende, saya berkesempatan pergi ke Candi Borobudur. Waktu itu saya mengendarai sepeda motor sewaan dengan angka speedometer tinggi, haha hihi sepanjang perjalanan, tahu-tahu sudah tiba. Itu adalah salah satu cita-cita lama yang baru terwujud tahun 2006! Cita-cita lama lainnya adalah menumpang andong di Jalan Malioboro terus teriak kencang-kencang: Jogjaaaaa, saya naik andoooong! Sampai dilihatin orang-orang dan teman-teman saya menutup wajah saking malunya. Haha. Sayangnya waktu itu saya belum membikin blog Tuteh Travel sehingga cerita tentang kampungannya saya saat naik andong belum pernah dipublikasikan di blog khusus wisata itu.

Tahun 2006, kamera yang dipakai untuk foto-foto pun masih kamera saku dan negatif filemnya dicuci-cetak di tempat khusus. Saya belum pakai DSLR pun telepon genggamnya masih seperti yang dipakai Sanchai dalam Meteor Garden itu. Alhamdulillah saya termasuk orang yang menghargai perjalanan sendiri sehingga ketika membongkar album lama, tradaaaa masih ketemu foto waktu ke Candi Borobudur, seperti yang kalian lihat di awal pos (foto di atas foto, hehe). Tahun 2006, untuk masuk ke Candi Borobudur belum diberlakukan memakai kain batik yang disediakan oleh pengelola.

Ternyata banyak fakta sejarah Candi Borobudur yang belum diketahui masyarakat Indonesia. Kalian pasti kepo pengen tahu juga kan? Makanya, baca sampai selesai. Tapi sebelumnya, marilah kita kenalan (lagi) dengan candi yang satu ini.

Candi Borobudur


Siapa yang tidak kenal Candi Borobudur? Yuk, segarkan kembali ingatan tentang candi yang satu ini. Candi Borobudur merupakan bangunan candi Buddha yang hingga saat ini masih menjadi pusat beribadahan umat Buddha di dunia. Meskipun diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 825 Masehi, hingga saat ini Candi Borobudur masih menjadi daya tarik yang spektakuler bagi berbagai kalangan. Mulai dari wisatawan mancanegara dan domestik, penggiat studi sejarah dan budaya, arkeolog, dan lain-lain. Hingga sekarang candi yang juga terkenal dengan stupa-nya itu tidak hanya menjadi obyek wisata saja, melainkan juga berkembang menjadi pusat budaya bagi masyarakat setempat.

Zaman itu disuruh pose begini, manut saja, hahaha.

Berapa harga tiket masuk Candi Borobudur? Murah! Hanya Rp 35.000! Saya tidak membandingkan harga tiket masuk ini dengan harga tiket masuk obyek wisata lainnya karena setiap obyek wisata tentu punya manajemennya masing-masing termasuk dalam perkara menentukan biaya tiket masuk.

7 Fakta Sejarah Candi Borobudur


Di balik keelokan Candi Borobudur, ada fakta sejarah yang mungkin belum diketahui oleh sebagian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, hari ini ijinkan saya *tsah* menulis tentang 7 fakta sejarah Candi Borobudur. Mari kita mulai.

1. Situs Warisan Dunia UNESCO


Candi Borobudur dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Perlu kalian ketahui, bahwa hingga saat ini memiliki status sebagai Situs Warisan Dunia. Pengabsahan ini telah ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1991. Dengan demikian diharapkan Candi Borobudur bisa mendapatkan perawatan, pengamanan, dan pelestarian, agar dapat diteruskan kepada generasi-generasi mendatang. Sebagai Orang Indonesia, saya bangga dengan pengakuan yang luar biasa ini.

2. Kuil Buddha Terbesar


Guinness World Record mencatat nama Borobudur sebagai kuil Agama Budha terbesar dunia. Dengan luas mencapai 15.129 meter persegi, catatan volume candi ini memiliki panjang 1000 meter dan tinggi 42 meter. Borobudur juga memiliki 10 tingkat serta 72 stupa. Catatan ini menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat ibadah umat Buddha terbesar di dunia. Tidak heran ketika Hari Raya Waisak, Borobudur akan dipenuhi oleh umat Buddha dari berbagai penjuru dunia.

3. Sir Thomas Stamford Raffles


Orang Inggris yang pernah menjadi Gubernur di Hindia Belanda ini ternyata memiliki peran penting dalam menggaungkan nama Candi Borobudur. Sejak situs candi ditemukan di bawah gundukan pasir, H.C. Cornelius diutus untuk mencari kebenaran akan adanya candi tersebut. Raffles sendiri memiliki peran penting melalui bukunya “History of Java” dimana nama Bore-Budur tertulis di buku tersebut. Raffles juga menceritakan bagaimana proses-proses yang dilakukan oleh Cornelius dan para prajuritnya dalam menangani situs candi ini ketika pertama kali ditemukan. Buku legendaris ini menjadi salah satu tahap awal Borobudur dikenal oleh dunia.

4. Jam Matahari Raksasa


Ternyata bentuk melingkar di bagian atas candi, serta susunan stupa di bawah stupa induk memiliki fungsi lain selain pusat ibadah. Pada masa kerajaan dahulu, susunan stupa ini menjadi jam matahari yang berguna untuk menentukan waktu. Petunjuk waktu ini mengandalkan arah putar matahari dan bayangan dari stupa akan menunjukan waktu tertentu. Jadi, sejak zaman itu teknologi sederhana penunjuk waktu sudah dipakai. Hebat, ya.

5. Pernah Jadi Korban Terorisme


Terorisme ternyata pernah merambah situs Candi Borobudur, jauh sebelum era terorisme modern saat ini. Pada tahun 1985, situs candi Borobudur pernah diguncang bom yang merusak setidaknya 9 stupa secara permanen. Serangan ini jelas merusak peninggalan sejarah meskipun dalang kejadian ini telah mendapat hukuman. Ya namanya juga peninggalan sejarah, harus dijaga, bukan dirusak dengan cara-cara tidak terpuji seperti itu. Ini harus menjadi perhatian bersama dalam hal pelestarian situs sejarah dan budaya agar kelak menjadi bekal untuk generasi masa depan.

6. Relik Borobudur di 6 Museum Dunia


Potongan bagian atau relik dari candi Borobudur ternyata tersebar di setidaknya 6 museum besar di dunia. Sebut saja Museum Louvre di Paris, Perancis dan Museum Nasional Bangkok, di Thailand. Bagian-bagian candi ini dahulu sering dijadikan cinderamata bagi pemimpin-pemimpin dunia.

7. Arca Stupa Induk


Stupa induk Candi Borobudur yang menjadi pusat bangunan ini memiliki ukuran terbesar pada struktur candi yang tampak sepenuhnya tertutup tanpa rongga. Ternyata di dalam stupa induk ini dahulu ditemukan arca Buddha yang tertimbun material stupa induk. Patung yang saat ini dikenal sebagai “The Unfinished Buddha” karena banyak yang meyakini patung ini memang tidak diselesaikan namun memiliki bentuk Buddha yang sangat jelas. Saat ini wisatawan bisa menemukan patung ini berada di bagian luar Museum Karmawibhangga. 

⇜⇝

7 fakta sejarah Candi Borobudur di atas sebaiknya memang harus diketahui oleh lebih banyak orang, khususnya Orang Indonesia. Agar apa? Agar Orang Indonesia semakin bangga dan menanamkan rasa cinta serta memiliki. Ketika sudah tumbuh rasa cinta, apapun akan dilakukan untuk mempertahankannya. Bukan begitu? Ya begitu dooonk. Ternyata urusan cinta memang jatuhnya sama juga. Harus bisa menjaga, memelihara, melestarikan.


Kalau ditanya: apakah masih mau ke Candi Borobudur lagi? Ya, jelas donk. Tentu banyak perubahan yang terjadi sejak tahun 2006 itu. Bila kalian penasaran dengan misteri yang ada dibalik kemegahan Candi Borobudur, marilah datang ke situs Buddha yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Jangan ragu membayar harga tiket masuk candi borobudur, karena harganya yang terjangkau bisa mengantar kalian menjelajahi sudut-sudut situs bersejarah yang terkenal di dunia ini. Pun, di dalam kompleks candi ini juga kalian bisa belajar banyak hal terkait sejarah dan perkembangan adat budaya. 

Tunggu apa lagi? Yang di luar Pulau Jawa, buru tiket pesawat diskonannya mulai dari sekarang! Hehe.



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.