I Write My All

LightBlog

Taman DIY di SMPSK Kota Goa di Kecamatan Boawae . Seperti yang sudah saya ceritakan pada pos Senin kemarin di #CeritaTuteh dan #SeninCe...

Taman DIY di SMPSK Kota Goa di Kecamatan Boawae


Taman DIY di SMPSK Kota Goa di Kecamatan Boawae. Seperti yang sudah saya ceritakan pada pos Senin kemarin di #CeritaTuteh dan #SeninCerita, saya dikejutkan oleh banyak hal dari sebuah kecamatan di Kabupaten Nagekeo, yaitu Kecamatan Boawae. Mulai dari talenta di bidang tarik suara dan bidang seni lainnya oleh para murid SMP dan SMA, kafe ketje bernama R-Musth yang wajib kalian cobain menu-menunya, sampai sebuah Sekolah Menengah Pertama Swasta Katolik bernama Kota Goa. Ya, di SMPSK Kota Goa tempat kegiatan seminar dan workshop (knowledge service) dilaksanakan oleh Prodi Sastra Inggris pada Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Flores (Uniflor) dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk English Week, kemudian saya menemukan kejutan lain yaitu taman dengan barang-barang Do It Yourself (DIY).

Baca Juga: Konsep DIY Dari Brand-Brand Baru Wirausahawan Muda Ende

SMPSK Kota Goa terletak di Kilometer 1 Jalan Raya Boawae - Soa (baca: So'a). Bangunan sekolahnya memang sama dengan bangunan sekolah pada umumnya. Ada gedung-gedung, ruang perpustakaan, kamar mandi yang bersih, kantin, semacam pondok bersantai, hingga taman. Sekolah ini nyeni banget, menurut saya pribadi, karena hampir setiap dinding diberi mural dan/atau tulisan penyemangat, motivasi, dan inspirasi kepada para murid, dengan warna-warna ceria. Meskipun tidak bertanya langsung, tapi saya secara pribadi menganalisa bahwa sekolah ini adalah sekolah unggulan. Lihat saja, 7 November 2019 kemarin, mereka baru saja melaksanakan kegiatan Kota Goa Expo 2019 dengan mata acara pagelaran seni, pameran, dan bazaar.


Tjakep kan?

Analisa saya itu tidak saja karena melihat bangunan sekolah yang nyeni dan warna-warni saja, atau karena sekolah ini menerapkan full-day, tetapi perilaku murid-muridnya yang sangat santun terhadap tamu dan/atau orang yang lebih tua. Melihat saya mondar-mandir, terus ke kamar mandi, mereka menegur dengan sopan santun kelas tinggi, bahkan ada yang mencium tangan. Saya jadi ingat SMPK Frateran Ndao di Ende. Saya pernah menulis tentang sekolah itu dengan judul pos The Power of Cium Tangan. Silahkan dibaca juga. Perilaku murid yang baik, sopan santun, tidak terlepas dari sistem pendidikan yang diterapkan baik akademik maupun non-akademik yang termasuk di dalamnya tentang pendidikan karakter.

Yang menarik dari SMPSK Kota Goa, sesuai dengan tema pos hari ini, adalah konsep tamannya. Taman berada di area bangian tengah dikelilingi oleh gedung-gedung (termasuk kantin dan pondon santai atau serbaguna). Di tepi-tepi taman tumbuh pohon yang entah apa namanya, menaungi bangku-bangku taman di bawahnya. Di sekolah ini, taman dimanfaatkan pula oleh para guru untuk kegiatan belajar-mengajar outdoor alias di luar ruangan. Meskipun judulnya outdoor, tapi keseriusan murid menerima transferan ilmu pengetahuan dari guru hukumnya fardhu'ain!

Kembali ke taman. 

Saya tidak menulis panjang lebar pos hari ini. Cukuplah kalian melihat foto-foto berikut ini:



Taman ini digunakan untuk belajar outdoor juga oleh penghuni sekolah:


Andaikan bisa, saya mau lah kembali ke masa SMP dan bersekolah di sini. Hahaha. Eh tapi SMP saya dulu di SMP Negeri 2 Ende termasuk sekolah unggul loh.

Baiklah, demikian pos hari ini, semoga bermanfaat. Siapa tahu kalian juga pengen bikin taman dengan bangku serta angsa-angsa putih bermaterial ban bekas? Siapa tahu kan?

#RabuDIY



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.