I Write My All

LightBlog

Corona Membikin Saya Teringat Sama Filem-Filem Ini . Begitu lekas waktu berlalu, buka-tutup mata, eh sudah weekend . Dan sebagai peju...

Corona Membikin Saya Teringat Sama Filem-Filem Ini


Corona Membikin Saya Teringat Sama Filem-Filem Ini. Begitu lekas waktu berlalu, buka-tutup mata, eh sudah weekend. Dan sebagai pejuang liburan saya sangat menyayangkan tanggal merah yang jatuh pada hari minggu. Sedih maksimal. Pasti kalian juga berpikir begitu kaaaaan. Ayolah. Akui saja. Supaya saya tidak merasa sendiri. Haha. Semoga akhir minggu kalian menyenangkan. Kalau kalian belum punya rencana ke mana-mana alias akhir minggu di rumah saja karena himbauan social distancing, serta banyak lokasi yang di-lockdown, berkunjung ke blog ini adalah pilihan tepat *kedip-kedip*. Karena setiap Sabtu selalu ada hal-hal menarik yang saya tulis mulai dari buku, filem, musik, tokoh, video favorit di Youtube, hingga ... apa saja deh. 


Adalah hal yang perlu saya garisbawahi bahwa virus Corona yang oleh WHO dinamai Covid-19 memang telah memakan banyak korban. Kita doakan agar saudara-saudara kita yang terinfeksi dapat pulih dan semoga kita semua terhindar dari virus yang satu ini. Jangan lupa untuk selalu memakai masker dan mencuci tangan. Virus Corona ini membikin saya teringat pada filem-filem (juga serial) yang pernah ditonton. Bagaimana virus mampu menghancurkan dunia dalam filem, itu saya anggap tidak mungkin. Tetapi ketika Corona menyebar di seluruh dunia dan dinyatakan menjadi pandemi, saya was-was. Dus, teringat filem-filem tersebut.

Perlu saya jelaskan bahwa tulisan ini bukan berarti saya tidak punya simpati dan empati terhadap saudara-saudara yang telah terinfeksi dan/atau telah menjadi korban (nyawa melayang), tetapi menulis ini karena saya sadar bahwa apa yang terjadi di filem bisa saja terjadi di dunia nyata. Kalian pasti tahu kisah tragis Titanic. Si Penulis novel yaitu Morgan Robertson tidak pernah tahu bahwa kisah fiksi dalam novelnya yang berjudul The Wreck Of The Titan atau Futility benar terjadi empat belas tahun kemudian pada tragedi mengenaskan kapal Titanic. 

Mari mulai dari The Walking Dead. Serial terseru sepanjang sejarah. Buat pengagum Game of Thrones jangan marah, ya. Haha. The Walking Dead diangkat dari komik yang dibikin oleh Robert Kirkman. Rick Grimes yang diperankan oleh Andrew Lincoln merupakan tokoh sentral pengambil keputusan dalam serial ini. Rick Grimes muncul pada versi komik tahun 2003 dalam episode berjudul Issue #1, versi serial televisi tahun 2010 dalam episode Days Gone Bye, dan dalam Fear the Walking Dead tahun 2018 episode What's Your Story?. Rick Grimes kemudian dinyatakan mati pada versi serialnya dalam episode berjudul What Comes After di tahun 2018. Dirilis oleh Looper, dikatakan bahwa Melalui 193 edisi komik asli dan tidak kurang dari tiga seri televisi yang dibuat di dunia pasca-apokaliptik oleh Robert Kirkman, para penyintas tidak benar-benar tahu apa yang menyebabkan orang-orang menjadi zombie. Mereka hanya tahu bahwa penyebarannya adalah melalui gigitan. Kau tergigit. Kau jadi zombie. Bahkan kemudian sumber maut bukan saja zombie melainkan sesama manusia alias sesama penyintas. Di Twitter (via ComicBook.com), Kirkman mengonfirmasi bahwa itu adalah alien. Itu adalah spora luar angkasa. Sampai season berapa baru kalian tahu bahwa penyebab kehancuran dunia itu adalah spora luar angkasa? Sesaat setelah dirilis Kirkman atau jauh setelahnya ... seperti saya?

Jika kalian menganggap zombie yang ditemui dalam The Walking Dead sangat menakutkan, maka kalian akan terkejut ketika menonton World War Z yang diperankan oleh kekasih saya Brad Pitt. Zombie di filem ini jauh lebih agresif dan hitungan terjangkit virusnya dan proses menjadi zombie pun sangat lekas! Tolong koreksi di papan komentar kalau saya salah, dikabarkan virus di dalam World War Z merupakan virus/wabah rabies. World War Z diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Max Brooks. Ada hal yang unik dari filem ini. Kalau filem lain menceritakan bagaimana manusia berusaha meneliti dan/atau mencaritahu vaksin pembunuh virus, maka dalam World War Z justru virus harus harus disuntikkan pada tubuh manusia sehat agar tidak terdeteksi sebagai 'daging segar' oleh zombie. Mau tidak mau harus begitu. Hal itu ditemukan Gerry Lane, yang diperankan Brad Pitt, saat melihat gerombolan zombie melewati begitu saja manusia yang terlihat normal alias bukan zombie. How? Why? Dan jawabannya ternyata manusia itu ... sakit.

Robert Neville yang diperankan oleh Will Smith menjadi penyintas dalam filem I am Legend. Filem ini benar-benar menjadi legenda dan membikin semua orang bersenandung lagu Three Little Birds dari seorang legenda dunia musik bernama Bob Marley. Saya pernah menulisnya, bersama filem lain dalam pos berjudul 5 Filem Zombie Favorit. Dalam I am Legend, virus penyebab kehancuran dunia bersumber dari obat penyembuh kanker. Manusia yang terinfeksi virus ini disebut Darkseeker karena mereka hanya takut terhadap cahaya baik itu cahaya matahari dan cahaya lampu berkekuatan besar. Dan perubahan yang terjadi tidak membuat mereka terlihat seperti zombie tetapi menjadi makhluk haus darah yang berkulit super pucat, botak (semuanya rontok kali ya), dan punya menu favorit: daging. Jika zombie umumnya boleh dibilang agak bego o'on begitu, Darkseeker ini cerdas dan mampu membaui keberadaan daging segar. Oleh karena itu Robert selalu pulang ke tempat persembunyiannya lebih dini sebelum matahari terbenam.

Kalau The Walking Dead diangkat dari komik, World War Z diangkat dari novel, maka filem yang satu ini diangkat dari game. Judulnya Resident Evil. Inilah filem dengan ending tak terduga. Saya menontonnya sejak masih dalam bentuk permainan Play Station, dimainkan sama Indra Pharmantara. Kemudian mulailah permainan ini di-filem-kan. Mila Jovovich (konsisten sekali) berperan sebagai pemeran utamanya, Alice. Cerita dengan alur cukup ribet ini bakal memuaskan kalian para pecinta zombie. Saran saya, nontonlah semua seri Resident Evil mulai dari Resident Evil hingga Resident Evil The Final Chapter. Lantas, apa virus yang menyebabkan kehancuran dunia itu? Menurut situs Resident Evil CAPCOM, virus ini adalah versi t-virus. Virus mempercepat metabolisme inang, memberikan kekuatan, kecepatan, dan kemampuan regeneratif yang tinggi.

Dalam filem 28 Days Later, virus yang menyerang berasal dari eksperimen ilmiah beberapa ekor simpanse dan zombie-nya bisa mati dalam jangka waktu 28 hari. Virus kemarahan. Seperti The Walking Dead, tokoh utamanya Jim yang diperankan oleh Cillian Murphy juga tersadar dari koma, melihat situasi kota yang sepi, dan kemudian tahu bahwa dia tidak sesepi itu karena ada zombie di sana. Virusnya bernama Rage, penyakit fiksi dalam film ini dan dalam filem 28 Weeks Later. Ini adalah virus ganas yang ditularkan melalui darah yang mengirimkan inangnya ke dalam kemarahan yang sangat tidak terkendali.

Masih banyak filem bertema virus dan kehancuran dunia oleh virus tersebut. Seperti The Warm Bodies, yang lebih 'lembut' karena zombie-nya dapat 'kembali' seperti manusia. Ada juga filem Virus, based on true story in India, dengan virus bernama nipah. Jangan lupa filem Train to Bussan pun menceritakan hal yang mirip. Zombie is the best. Hahahaha. Tapi tentu, jika dikaitkan dengan virus Corona maka filem berjudul Contagion menjadi juaranya. Filem ini menceritakan tentang Beth Emhoff yang diperankan oleh Gwyneth Paltrow yang baru pulang dari Hongkong ke Amerika Serikat. Balik ke Amerika dia terserang flu dan ternyata flu itu diakibatkan oleh virus mematikan campuran genetik virus kelelawar dan babi. Ngeri sekali ya. Lebih ngeri karena vaksinnya dibikin dalam jumlah terbatas alias tidak semua orang bisa mendapatkannya. Konon, menurut cerita teman-teman, filem Contagion ini kembali diburu. Banyak yang penasaran!

Baca Juga: Marilah Kita Merinding Disko Bersama Diary Misteri Sara

Filem-filem di atas hanyalah sebagian kecil dari filem-filem bertema virus dan akibatnya pada dunia ini. Masih banyak filem lainnya, dan kalau kalian punya rekomendasinya bisa tulis di komen. Kita tidak pernah menyangka filem-filem itu, baik fiksi maupun diangkat dari kisah nyata, bisa saja terjadi. Dulu orang-orang bikin filem futuristik, sekarang hampir semuanya kita raih alias kita jalani dalam kehidupan sehari-hari. Terkait dengan virus Corona, lagi-lagi yang bisa kita lakukan adalah social distancing, jaga jarak satu meter dari orang lain, ingat memakai masker, mencuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut, serta minum vitamin. Daya tahan tubuh juga harus baik ya, gengs.

Selamat berakhir minggu!



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.