I Write My All

LightBlog

Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan . Virus Corona menjadi kosakata baru yang karib di kuping masyarakat global. Bermula...

Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan


Mengurai Makna Karantina Diri Sendiri dan Liburan. Virus Corona menjadi kosakata baru yang karib di kuping masyarakat global. Bermula pada 31 Desember 2019 di mana Cina menyampaikan kepada World Health Organization (WHO) tentang beberapa kasus pneumonia yang tidak biasa di Wuhan. Wuhan sendiri merupakan kota pelabuhan di Provinsi Hubei Tengah dengan jumlah penduduk 11 Juta orang. Virus itu dikatakan tidak diketahui. Seperti yang dilansir oleh Aljazeera, beberapa orang yang terinfeksi bekerja di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di kota itu, yang ditutup pada 1 Januari 2020. Ketika para ahli kesehatan bekerja untuk mengidentifikasi virus di tengah meningkatnya kekhawatiran atas fenomena ini, jumlah infeksi melebihi empat puluh. FYI, pneumonia adalah kondisi di mana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru orang tersebut.

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Timeline lengkap tentang virus Corona dapat kalian baca pada situs Aljazeera di atas. Yang jelas WHO secara resmi menamai penyakit akibat virus Corona dengan nama Covid-19. Virus itu mematikan karena sejauh ini telah memakan korban sekitar 5.700 orang dan menginfeksi lebih dari 152.000 orang di seluruh dunia, sebagian besar di Cina. Virus ini pun 'bertamu' ke Indonesia dan menindih tumpukan permasalahan yang dihadapi Indonesia terutama permasalahan interen yang tidak ada habis-habisnya karena politik. Menimbulkan kepanikan massal sih mungkin belum, karena sejauh yang saya amati masyarakat Kota Ende masih baik-baik saja, belum sampai pada tahap memburu masker dan hand sanitizer. Anyhoo, meskipun tidak memburu masker dan hand sanitizer namun saya sendiri memang sudah menyiapkan hand sanitizer dan senantiasa mencuci tangan.

Apa anjuran pemerintah kepada masyarakat Indonesia menyikapi permasalahan ini? Tentu masyarakat diharapkan untuk melakukan social distancing. Artinya, masyarakat diharapkan untuk mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah, serta mengurangi interaksi dengan orang lain, karena disinyalir hal itu dianggap dapat mengurangi kontak tatap muka langsung. Karena kita tidak tahu apakah lawan bicara; teman, tetangga, tamu, terinfeksi virus Corona atau tidak. Secara, gejala seseorang terinfeksi virus Corona hampir sama dengan gejala flu/influenza. Membaca artikel tentang ini, saya berpikir tentang betapa senangnya orang-orang yang anti-social. Tanpa dihimbau pun mereka sudah melakukannya. Males ah gaul sama keleeen. Berikutnya, bagi yang keluar rumah dan kembali ke rumah wajib mencuci tangan. Membaca artikel tentang ini, saya jadi ingat bahwa banyak orang yang langsung mandi setelah pulang/tiba di rumah. Tanpa dihimbau pun aslinya mereka sudah rajin mandi, sekaligus cuci tangan.

Tidak hanya social distancing. Kita juga mendengar istilah lockdown. Social distancing dilakukan oleh masyarakat atas kesadarannya sendiri, sedangkan lockdown merupakan upaya/tindakan pemerintah untuk menutup dan/atau menonaktifkan secara paksa sejumlah lokasi. Lockdown tidak saja tindakan menutup paksa sejumlah lokasi agar tidak dikunjungi masyarakat, tetapi juga lockdown suatu negara agar tidak terjadi masuk-keluar-nya orang yang diduga membawa virus Corona. Bahkan saya mendengar kabar ASN di Provinsi NTT untuk sementara dilarang masuk-keluar provinsi. Kalau kalian punya informasi lebih lengkap tentang larangan ini, mohon koreksi dan komen di bawah.

Di kota besar seperti Jakarta, lockdown telah dilakukan, dan himbauan social distancing pun sudah mendahului lockdown tersebut. Namun yang terjadi, masyarakat justru berbondong-bondong pergi liburan karena tempat kerjanya dan/atau kampusnya di-lockdown. Padahal kita tahu bahwa lockdown tidak berfungsi apa-apa jika masyarakatnya masih beraktivitas dan/atau bersosial seperti sediakala. Oleh karena itu, jari-jari saya menjadi gatal untuk menulis pos yang satu ini. Hehe. 

Berita yang dilansir CNN mengatakan bahwa Tom Hanks dan isterinya yaitu Rita Wilson mengkarantina diri sendiri setelah keluar dari rumah sakit di Queensland, Australia, setelah menjalani isolasi selama lima hari karena positif virus Corona. Artinya ada kesadaran dari aktor senior tersebut. Kesadaran untuk mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri berarti kita sendiri yang sadar dan melakukannya dengan cara lebih sering berada di dalam rumah, social distancing, menghindari keramaian, serta tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Hal itu lebih mudah dilakukan terutama oleh orang-orang yang secara resmi tempat kerjanya dan/atau sekolah dan/atau kampusnya telah di-lockdown oleh pemerintah. Libur tambahan? Ya. Libur tambahan yang diwarnai perasaan was-was.

Coba kalian bayangkan apabila social distancing harus dilakukan sementara kantor dan/atau kampus tidak di-lockdown. Sulit tentu melakukannya. Itu ibarat dipaksa kawin tapi pasangannya belum disediakan oleh semesta. Eh? Haha. Ooops.

Tetapi makna social distancing apalagi lockdown kemudian disamaratakan dengan liburan. Bukannya mengkarantina diri sendiri, libur karena lockdown justru dimanfaatkan untuk the real liburan. I mean, orang-orang malah pergi berlibur ke lokasi wisata secara bersama-sama alias berbondong-bondong. Pertama, perbuatan itu menghasilkan premis logika:

a. Kantor diliburkan karena virus Corona.
b. Kampus diliburkan karena virus Corona.
c. Semua orang libur karena virus Corona.
d. Jadi, mari kita liburan ke tempat wisata.

Karena di tempat wisata tidak ada virus Corona(?).

Ke-dua, perbuatan itu jelas telah menyalahi aturan social distancing. Ke-tiga, dengan demikian orang-orang itu tidak akan pernah tahu dua dari lima ratus orang mungkin sudah terinfeksi virus Corona. Ke-empat, bikin macet dan menjadi bahan omongan. Ke-lima, seandainya terinfeksi, bakal menambah beban tugas para tenaga medis. Padahal, mencegah jauh lebih baik dari mengobati.

Baca Juga: Gitaran? Saya Selalu Memainkan Lima Lagu Favorit Ini

Makna mengkarantina diri sendiri jelas beda dengan liburan. Mengkarantina diri sendiri bisa sama dengan liburan, tapi liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri, di dalam rumah misalnya, dilakukan karena kantor dan/atau kampus di-lockdown pemerintah, artinya jelas libur dari segala aktivitas utama/harian. Sedangkan liburan tidak sama dengan mengkarantina diri sendiri karena liburan dilakukan bisa di rumah saja, bisa pergi ke tempat wisata, bisa ke restoran dan museum bersama keluarga. Dan pada tahun 2020, ada banyak libur panjang yang menanti. Haha haha haha. Jangan terlalu serius membaca, gengs.

Bagi kita yang ada di Kota Ende, apa yang harus dilakukan?

1. Selalu memakai masker apabila ke luar rumah.
2. Hindari keramaian.
3. Hindari kontak fisik dengan orang lain.
4. Rajin mencuci tangan.
5. Pulang ke rumah sekalian mandi lah.

Semoga pos ini bermanfaat!

#KamisLegit



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.