I Write My All

LightBlog

Credits : Logos Fandom . Menonton Ulang Suami-Suami Yang Masih Takut Sama Isteri . Covid-19 , oh Covid-19. Kau menjadikan kami mempun...

Menonton Ulang Suami-Suami Yang Masih Takut Sama Isteri

Credits: Logos Fandom.

Menonton Ulang Suami-Suami Yang Masih Takut Sama Isteri. Covid-19, oh Covid-19. Kau menjadikan kami mempunyai lebih banyak waktu di rumah saja. Kegiatan yang dilakukan juga banyak; membaca lebih banyak buku dan artikel, lebih lama dan lebih sering mengobrol dengan orang se-Pohon Tua tentang berbagai isu dan rencana-rencana menjelang Hari Raya Idul Fitri, menanam lebih banyak bibit tanaman untuk dapur serta tanaman yang menghasilkan bunga, membikin kue yang kebanyakan gagal, sampai berkreasi ini itu. Semuanya dilakukan setelah pekerjaan kantor selesai! Iya, pekerjaan kantor yang juga dilakukan di rumah dan dari rumah. Malam hari, lebih banyak video yang ditonton mulai dari Upin Ipin, Larva, tiny house, gardening, Nessie Judge, Yuvi Phan, That Chapter, hingga ... Suami-Suami Takut Isteri.

Baca Juga: Inilah Bukti Bahwa Takut Tidak Butuh Penampakan Setan

Kalian tentu masih ingat sinetron serial Suami-Suami Takut Isteri bukan? Situasi komedi (Sitkom) yang bikin kita ngakak di tahun-tahun lampau. Ceritanya tentang suatu kompleks yang dihuni oleh beberapa keluarga dan dipimpin oleh Pak RT. Rata-rata bapak-bapak kompleks digambarkan ganjen kalau melihat makhluk 'halus mulus'. Dan makhluk 'halus mulus' itu bernama Pretty. Kasihan sih Pretty selalu menjadi korban cercaan ibu-ibu kompleks, padahal dia adalah korban keganasan bapak-bapak kompleks. Kalau urusannya sama Pretty dan/atau perempuan cantik bohay lainnya, ketakutan bapak-bapak kompleks pada isteri mereka hilang seketika. Haha. Kocak sekali lah ceritanya.

Bersumber dari Wikipedia, Suami-Suami Takut Istri adalah komedi situasi nasional 2007-2010 yang ditayangkan di Trans TV setiap Senin hingga Jumat pukul 18.00 sampai 19.00 WIB selama 1 jam 1 episode mulai tayang sejak Senin, 15 Oktober 2007 sampai dengan episode terakhir hingga tamat ditutup Jumat, 2 April 2010 dengan jumlah 649 episode dan NET. (melalui NET. Classic) menyiarkan kembali sejak Rabu, 5 Juni 2019 sampai dengan episode terakhir hingga tamat ditutup Agustus 2019 setiap hari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB selama 2 jam 2 episode yang ditayangkan jumlah 649 episode. Serial ini digarap oleh rumah produksi Multivision Plus di bawah arahan sutradara Sofyan De Surza.

Komsit ini mengangkat fenomena suami-suami yang tinggal di suatu area perumahan. Mereka semua memiliki kesamaan yaitu berada di bawah dominasi istri-istri mereka. Perasaan "senasib sepenanggungan" ini tumbuh makin kuat, sehingga mereka membentuk aliansi tidak resmi bagi suami-suami yang takut istri ini. Mereka saling mendukung dan mencela, saling menguatkan agar tidak lagi mau ditindas, walaupun sering kali sang pemberi nasihat justru masih takut istri juga. Para istri di kompleks perumahan tersebut juga membentuk perkumpulan yang sama. Mereka saling memberi dukungan agar tidak kehilangan kendali atas suami-suami mereka. Konflik antara kelompok suami dan kelompok istri semakin diperuncing dengan hadirnya seorang wanita cantik, Pretty, yang tinggal di kompleks perumahan mereka.

Mulai Rabu, 5 Juni 2019, serial ini kembali ditayangkan di NET. (melalui NET. Classic) setiap hari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB selama 2 jam 2 episode.

Itu informasi terkini dari Wikipedia. 

Para pemeran Suami-Suami Takut Isteri bisa dibilang semuanya tokoh sentral. Tidak ada yang memegang peranan paling banyak. Sama rata lah. Para pemerannya adalah Otis Pamutih sebagai Sarmili/Pak RT, Aty Fathiyah sebagai Sarmilla, Marissa Saputra sebagai Sarmilila/Lila, Irfan Penyok sebagai Karyo, Putty Noor sebagai Sheilla, Amel Carla sebagai Carla, Asri Welas sebagai Welas, Sumaisy Djaitov Yanda sebagai Tigor, Adi Irwandy sebagai Gerry, Ozzol Ramdan sebagai Uda Faisal, Melvy Noviza sebagai Deswita, Desi Novitasari sebagai Pretty, Epy Kusnandar sebagai Dadang, Ki Daus sebagai Ki Daus, Karina Ranau sebagai Euis, Claudia Andhara sebagai Dindit, Denzel Flavio sebagai Dodot, Puadin Redi sebagai Jimmy, Rajwa Gilbram Ridha Rahardja sebagai Ibam, Novitasari Anggraeni sebagai Sumi, Yeni Mutrofin sebagai Memey, Fikram sebagai Daus Hardi Fadhillah sebagai Johnathan/Abdullah.

Bagi saya pribadi Suami-Suami Takut Isteri mewakili Indonesia, menggambarkan sifat-sifat dan sikap manusia, gaya hidup, hingga dunia anak-anak. Hanya saja karena ceritanya berporos pada keganjenan bapak-bapak kompleks, saya pikir sitkom ini janganlah ditonton oleh anak-anak. 

Suami-Suami Takut Isteri mewakili Indonesia karena di dalamnya ada beberapa suku. Pak RT sekeluarga pastinya dari Betawi dengan dialek mereka yang khas. Uda Faisal dan Deswita, pasangan suami isteri yang berasal dari Sumatera Barat. Karyo berasal dari Jawa sedangkan Sheilla ... hmmm ... dari Jakarta sih nampaknya. Welas berasal dari Jawa juga, sedangkan Tigor dari Batak. Sekuriti semacam Dadang itu dari dialeknya tentu berasal dari Sunda. Kelihatan juga sih dari namanya: Dadang. Setidaknya banyak daerah di Indonesia yang terwakilkan di dalam sitkom yang satu ini.

Suami-Suami Takut Isteri menggambarkan sifat-sifat dan sikap manusia. Ya kita tentu tahu bahwa di dalam kompleks itu ada pasangan paling pelit sedunia yaitu Uda Faisal dan Deswita. Saking pelitnya, saya pengen ngelemparin mereka sama bantal hahaha. Ada sosok yang kalau lihat makanan paling tidak tahan, siapa lagi kalau bukan Sarmilla alias Ibu RT. Sheila adalah artis yang penampilannya fashionable. Bertolak belakang sama Sheilla, Welas ini ibu rumah tangga sejati dengan penampilan sehari-hari yang ... begitu-begitu saja tetapi kekuatan melempar sendal di kakinya Welas ini bikin Tigor ketakutan setengah mampus. Pretty, selalu menjadi korban dari kedua pihak baik ibu-ibu kompleks maupun bapak-bapak kompleks. Sedangkan secara umum bapak-bapak kompleks digambarkan ganjen to the max.

Suami-Suami Takut Isteri juga menggambarkan kehidupan dan/atau dunia anak-anak meskipun tidak memakan porsi yang banyak. Tetapi saya malas sekali membahas dunia anak-anak di dalam sitkom ini karena ... ya gitu deh.

Yang jelas pada sitkom Suami-Suami Takut Isteri ada banyak pelajaran yang bisa dipetik kecuali pengulangan ganjennya bapak-bapak kompleks sama Pretty dan/atau perempuan cantik bohay lainnya (ada bintang tamunya juga). Dalam episode Bu RT mengusir Pak RT, misalnya. Ketika Pak RT menginap di pos ronda, ada pelajaran paling berharga di situ; jangan membuang sepiring nasi yang sudah tersaji. Niat selingkuhnya Pak RT akhirnya batal. Duuuuh bapak tua yang satu ini bikin keki kalau melihat kelakuannya. Hahaha. Secara Pak RT akhirnya menyesal. Tuuuuh, jangan pernah menyia-nyiakan apa yang sudah kalian dapatkan wahai bapak-bapak ... terutama isteri dan keluarga yang baik. Nanti kalian bakal rugi sendiri.

Baca Juga: Jangan Suka Nyablak Karena Bicara Itu Ternyata Ada Seninya

Menonton ulang Suami-Suami Takut Isteri masih menghadirkan tawa yang sama. Meskipun tidak setiap malam tetapi saya masih menonton satu dua episodenya sebagai pengantar tidur. Tetapi toh masih juga saya harus menonton Upin Ipin dan Larva. Hehe. Yang masih saya cari adalah Kejar Tayang. Sepertinya minim sekali sitkom yang satu itu ... semoga ada yang mau mengunggahnya ke Youtube. 

Bagaimana dengan kalian, kawan? Siapa tahu setelah membaca ini kalian langsung mencari sitkom Suami-Suami Takut Isteri di Youtube.

Semoga bermanfaat!

#SabtuReview



Cheers.
loading...

0 komentar:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.