Embung Boelanboong

Embung Boelanboong terletak di Dusun Resetlemen. Namanya unik! Bahkan sebelum namanya menjadi Boelanboong, nama embung ini adalah Embung Resetlemen. Om Frederikus bercerita bahwa tanah tempat embung ini terpeta merupakan milik Mosalaki (ketua adat), salah satunya Bapak Pius Ndewi. Tapi embung ini dikelola atas kerjasama antara Taman Nasional Kelimutu (TNK) dengan Sentral Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) yang beranggotakan masyarakat setempat.

Bukit Roe

Memasuki Kota Mbay, yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, ada banyak bukit-bukit keren, salah satunya Bukit Roe. Saat itu yang nampak sungguh Gold and Geautiful!

Weworowet

Weworowet atau Bukit Rowet terletak di Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo. Terletak di tepi jalan trans Mbay - Riung, bentuk bukit yang uni ini sungguh memikat. Di seberang Bukit Weworowet pernah dijadikan lokasi Festival Daging Domba.

Dapur Jadul

Masih dari Barat Kota Ende, tepatnya di daerah Pantai Raba (Nangaba) Dapur Jadul menjadi pusat kuliner dan wisata masyarakat Kota Ende dan sekitarnya. Banyak wahana asyik di tempat ini. Saat ini Dapur Jadul telah pindah lebih ke Timur sekitar 50 meter.

Hutan Wisata Kebesani

Untuk mencapai hutan ini, dari Kota Ende dibutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam (60,7 kilometer) ke arah Timur, di Pasar Detukeli belok kiri menuju Kampung Adat Wologai, dan mengikuti satu jalur hingga tiba di Hutan Wisata Kebesani. Kondisi jalan belum mulus sempurna; masih ada lobang-lobang dan jalanan tanpa aspal. Di musim hujan, sekitar empat kubangan besar akan kalian temui di tengah jalan, menutup hingga tepi. Tapi jangan kuatir, ikuti saja jalur bekas roda yang ada.

Monday, December 28, 2020

Benarkah Hanya Ada 4 (Empat) Bulan Sepanjang Tahun 2020?

 


Benarkah Hanya Ada 4 (Empat) Bulan Sepanjang Tahun 2020? A-ha. Ouwyess baby, orang-orang menulisnya demikian. This is 2020, the year where you only meet January, February, Covid-19, and December. Akhir Desember 2019 Covid-19 datang. Januari dan Februari 2020 Covid-19 menyebar dan menyerang penjuru dunia. Dan ... blep. Lebih tepatnya ceklik. Pintu ditutup. Jangankan orang-orang yang berada di zona merah, saya yang berada di zona hijau (pernah menjadi zona merah tapi lantas kembali hijau) pun ketar-ketir setengah mampus. My God, is this end of the world? Proteksi diri lebih ketat. Bahkan kalau hand sanitizer dan disinfektan boleh diminum, sekalian saja saya minum. Kemudian, kita bertemu Desember. Bulan terakhir, bulan penuh harapan, bulan dimana secara pribadi saya ingin percaya bahwa Covid-19 benar-benar telah enyah dari muka bumi.


Baca Juga: Beli Gitar Itu Kayak Cari Calon Suami Harus Yang Nyaman


Desember datang. Semua orang bergembira. Dan Covid-19 masih ada. Ini seperti suami nge-prank isteri.


Suami: Mam, mulai bulan depan duit belanja Papa naikin seratus persen!

Isteri: *Syok*

Suami: Tapi bo'ong.

Isteri: *Pingsan* 


Awal Maret 2020 saya masih bisa bergembira bersama semua teman karyawan/i di Uniflor, terutama saat menerima SK naik jabatan menjadi Kabag Publikasi dan Dokumentasi dari UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Kakak Rossa diangkat menjadi Kabag Humas dari  UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Naik jabatan, naik gaji, naik pula tanggungjawab pekerjaan. Insha Allah dapat mengemban amanat yang besar tersebut. 


Actually, tidak ada yang betul-betul berbeda di tahun 2020 selain kampus sempat diliburkan selama sekitar 3 (tiga) bulan dimulai pertengahan Maret 2020. Yeeeaaayyy. Tapi dosen dan karyawan menjalankan work form home. Batal yeeeaaayyy. Karena waktu libur itu berkaitan dengan masa-masa promosi kampus, masa-masa dimana kami harus mampu menjaring sebanyaknya mahasiswa sesuai rasio jumlah dosen, maka work from home adalah real work from home. Bangun pagi-agak-kesiangan langsung menyalakan laptop, membikin video promosi program studi, mengunggah video ke Youtube, menyebar ragam informasi secara gila-gila'an sampai memasang iklan di Facebook, mengecek statistik iklannya, menanggapi WAG Tim Promosi, sampai pertemuan melalui aplikasi Zoom Meeting. That was really really really work from home. Oh ya, awal tahun 2020 kami malah sempat promosi kampus ke beberapa SMA di Kabupaten Nagekeo area Kota Mbay dan Marapokot.


Sistem piket dimulai dimana selama seminggu saya mendapat jatah piket di ruang kerja sebanyak 2 (dua) kali. Gara-gara ada lagi pasien Covid-19, kami kembali diliburkan. Sistem piket pun bubar. Haha, bukannya tertawa di atas penderitaan orang lain, but I like it. Tapi cuma beberapa minggu. Seperti kalimat: tidak kerja, tidak makan. Maka ketika new normal diberlakukan, kami pun menjalaninya sampai hari ini. Dan yeaaa, setelah Februari ada Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Bulan-bulan dimana pesta pernikahan berlangsung meriah (di Kota Ende) dan salah satunya pesta pernikahan keponakan saya Kiki Abdullah dan Solihin. Pernikahan, terutama pesta pernikahan, di tahun 2020 sungguh menjadi sorotan publik. Jika ada pasien Covid-19 setelah pesta pernikahan, maka pesta pernikahan itu menjadi bulan-bulanan warga hahaha. Seketat apapun protokol kesehatan yang diterapkan oleh tuan pesta. Untungnya belum ada pasien Covid-19 gara-gara pesta pernikahan. 


Juli 2020, Uniflor menggelar wisuda yang tertunda. Wisuda yang seharusnya dilaksanakan pada April 2020 terpaksa mundur jauh ke Juli. Wisuda dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Saya sedih. Kucir mahasiswa dipindah oleh orangtua masing-masing di rumah masing-masing, bukan oleh Rektor. Kata Rektor Uniflor, hal tersebut dapat dilaksanakan oleh orangtua karena wisudawan/i sudah mengikuti yudisium sebagai momen resmi mereka meraih gelar Sarjana. Wisuda kedua di tahun 2020 agak lebih fleksibel karena 14 (empat belas) mahasiswa cum laude boleh mengikuti wisuda secara luring. Yang lainnya, tetap secara daring.


Saya tidak ingat kapan tepatnya, sekitar Juni atau Juli saya sudah dapat pergi ke kota lain terutama Kota Mbay. Pertama-tama tentu untuk urusan pekerjaan di mana saya harus merekam ucapan selamat ulang tahun Uniflor dari Bupati Nagekeo. Ada pula berbagai liputan peneltian dan pengabdian masyarakat baik di Kota Mbay maupun di wilayah Kabupaten Ende seperti Desa Randotonda. Saya juga menjadi tester (orang yang mengetes) homestay rumah adat yang dikelola oleh Pokdarwis Rendo Ate di Dusun Rada'ara. Silahkan baca postingan Rada'ara: Pesona Dusun Wisata Budaya. Iya, itu di blog sebelah. Saya masih bisa mendapat jatah di beberapa homestay. Next year, maybe.


Lalu Oktober pun datang. Bulan di mana rencana foto prewedding Kiki dan Solihin harus dilaksanakan. Di mana? Di Kota Mbay dan sekitarnya! Lagi-lagi Kota Mbay. Foto-fotonya keren, dipakai untuk undangan pernikahan baik undangan cetak maupun undangan video. Dan pernikahan dilaksanakan pada November 2020. Ada pestanya? Ya. Ada. Menjadi sorotan? Mungkin. Saya tidak tahu persis. Yang jelas kami berusaha pesta pernikahannya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Anyhoo, untuk souvenir pernikahan itu saya membikin sabun-sabun mini. Di Kota Ende, souvenir pernikahan umumnya berbentuk kipas, gantungan kunci, pin, talenan mini, dan lain sebagainya. Ketika ada teman yang tahu saya membikin sabun mini mereka protes. Dengan sangat elegan saya menjelaskan:


Sabun mini sebagai souvenir pernikahan pada masa pandemi Covid-19 bermakna dalam. Pertama, sabun ya sabun, dapat dipakai untuk mencuci tangan. Ya souvenir sabun itu benar berfungsi layaknya sabun. Kedua, makna/filosofi sabun di masa pandemi Covid-19 ... kalian harus rajin cuci tangan huh? Ketiga, ada fakta sabun, berupa kartu mini, yang disertakan bersama sabun mini itu. Soooo what's wrong with this souvenir?


Yang salah adalah bentuknya yang super cute, warnanya yang menggoda, sehingga ada anak kecil yang memakannya.


Mati ketawa.


Pernikahan Kiki dan Solihin berjalan mulus pada 28 November 2020. Alhamdulillah.


Baca Juga: Pembagian 100 Sampel Hand Sanitizer Sampai Social Distancing


Meluncur ke Desember. Kami merayakan ulangtahun Mamatua dengan riang gembira. Kampus diliburkan sejak tanggal 23 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021. Ya, kembali beraktivitas pada tanggal 4 Januari 2021. Masih ada seminggu hari libur, entah apa yang akan saya lakukan ke depan. Jalan-jalan ... mungkin. Tapi yang jelas usaha stik keju menjadi sangat boombastis. Itulah salah satu alasan kesibukan saya selama ini. Saya punya resep istimewanya, punya tenaga dan waku, punya orang-orang yang siap mendukung, kenapa tidak teruskan saja usaha stik keju ini? Selama semua pelanggan mengatakan rasanya enak dan ketagihan ... mari jalan terus. 


Kesimpulannya, tahun 2020 sama seperti tahun lainnya. Ada 12 (dua belas) bulan dan semuanya kita lalui, kita isi, dengan berbagai ketigatan. Kita belajar banyak hal baru di tahun 2020. Dan berterimakasihlah pada semua pengalaman baru di tahun 2020.


#SeninCerita

#CeritaTuteh


Cheers.

Saturday, December 26, 2020

Trevor Noah Si Komedian Yang Mencuri Semua Perhatian Saya

 

Sumber foto: Press.Cc.Com

Trevor Noah Si Komedian Yang Mencuri Semua Perhatian Saya. Sudah lama sekali saya tidak memperbarui tulisan di blog ini. Rasanya basi kalau lagi-lagi alasannya karena kesibukan meskipun yaaaa memang itulah alasannya. Melihat statistik pengunjung/pembaca blog ini, saya mengucapkan terima kasih. Kalian baik. Masih mau datang ke sini, masih mau membaca pos demi pos, terutama yang berkaitan dengan pos rangkuman seperti 5 manfaat, 5 tips, 5 ini-itu, dan sejenisnya, yang selalu berdasarkan pengalaman pribadi. Ada banyak peristiwa yang terjadi baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan pekerjaan (kampus) seperti membikin sabun untuk souvenir di pernikahan keponakan dan peresmian patung Sang Visioner. Tapi hari ini izinkan saya menulis tentang seorang komedian bernama Trevor Noah.


Baca Juga: Eko Poceratu Nyong Maluku Yang Mendunia Melalui Puisi


Siapa Trevor Noah? Dan kenapa dia mencuri semua perhatian saya? Yuk dibaca.


Trevor Noah


Trevor Noah lahir di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tanggal 20 Februari 1984. Selain sebagai seorang komedian dia juga dikenal sebagai pembawa acara televisi, produser, penulis, komentator politik, dan aktor. Dia adalah pembawa acara The Daily Show, program berita satir Amerika di Comedy Central. Sejak tahun 2002 dia menjadi pembawa acara (Perusahaan Penyiaran Afrika Selatan|SABC) dan menjadi runner-up di musim keempat Iterasi Strictly Come Dancing di Afrika Selatan pada tahun 2008. Dari tahun 2010 hingga 2011, ia bertindak sebagai pencipta dan pembawa acara talk show larut malam Tonight with Trevor Noah, yang disiarkan di M-Net dan DStv. Setelah karir stand up comedy-nya mencapai kesuksesan internasional, Trevor mulai muncul di acara bincang-bincang larut malam Amerika dan acara panel bahasa Inggris. Pada tahun 2014, Trevor menjadi Koresponden Internasional Senior untuk The Daily Show, dan tahun berikutnya, ia menggantikan pembawa acara lama Jon Stewart, dan ditetapkan untuk tetap di posisi ini hingga 2022. Buku komedi otobiografinya Born a Crime diterbitkan pada tahun 2016 dan mendapat pujian kritis. 


Noah telah menerima berbagai penghargaan, termasuk kemenangan Primetime Emmy Award dari sembilan nominasi. Dia dinobatkan sebagai salah satu dari "35 Orang Paling Kuat di New York Media" oleh The Hollywood Reporter pada tahun 2017 dan 2018. Pada tahun 2018, majalah Time menobatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia


Dan ya, itu yang diinformasikan oleh Wikipedia. Hehe. Informasi lengkap soal lelaki cerdas yang satu ini dapat kalian peroleh juga di situs resminya Trevor Noah.


Komedi Cerdas


Saya pernah membahas seorang komedian bernama James Veitch yang menurut saya sangat cerdas. Tidak dapat membandingkan antara komedian yang satu dengan yang lain, tapi Trevor merupakan komedian cerdas lainnya yang saya temukan di Youtube. Seperti saya menemukan James Veitch dan Gabriel Iglesias. Trevor membicarakan semua hal. Politik? Itu pasti. Bagaimana dia berbicara tentang Donald Trump, Jacob Zuma, dan Kim Jong-un, membikin penontonnya meledak dalam tawa, termasuk saya. Isu-isu di dunia politik itu dibalut kehidupan percintaan misalnya antara Melania dan Donald Trump. Haha. Atau tentang pandangan Kim Jong-un terhadap Donald Trump yang you know lah. Atau tentang rasisme yang terjadi hampir di semua negara. Dia mengkaitkan antara satu isu dengan isu lainnya melalui kabel konektor yang sangat halus.


Trevor juga seorang impressionist andal. Tidak saja dalam perilaku tetapi juga mampu meniru berbagai aksen dari seluruh dunia. Lagi-lagi saya terbahak-bahak mendengar dia menirukan aksen orang Rusia. Katanya, aksen orang Rusia itu begitu mengintimidasi dan terdengar sangat berbahaya meskipun mereka hanya berbicara hal-hal biasa atau romantis. Dan ya, dia mencontohkannya dengan sangat sempurna. Bagaimana dia menggambarkan skenario percakapan antara Barack Obama dengan Nelson Mandela, itu sungguh luar biasa. Bagaimana dia menggambarkan skenario percakapan antara Melania dan Donald Trump, itu sungguh bakal bikin otak kalian juga ikutan ngakak di dalam sana. Bagaimana dia membandingkan antara announcer bandara di negara lain dengan di Afrika Selatan, duuuuh ... sudahlah, jangan sampai saya terhibur dan tertawa sendiri. 


Kalian juga harus menonton Trevor Noah. Banyak videonya di Youtube. Atau, sekalian saja subscribe akun Youtube-nya.


⇜⇝


Beberapa hari terakhir saya sejenak absen dari Upin Ipin, Larva, Shaun the Sheep, Zig and Sharko, hingga Oggy and the Cockroaches. Semua gara-gara Trevor Noah. Saya melahap habis semua videonya di Youtube, terbahak-bahak, bahkan sampai heboh bercerita pada Indra Pharmantara tentang gaya dia mencontohkan annoucer bandara. Karena bagi saya hal bagus harus diceritakan pada orang lain. Energi positif itu harus tertularkan pada orang lain. Termasuk kalian yang hari ini membaca pos tentang Trevor Noah. Come on, hiburlah diri sendiri karena kita sudah cukup lama dihantui oleh Covid-19. Hehe.


Hope you enjoy, it!


#SabtuReview


Cheers.