Uang Dingin Untuk Mata Uang Kripto

 


Apa itu mata uang kripto? Saya tidak perlu menulisnya panjang lebar karena kalian bisa membaca ragam artikel yang membahas tentangnya. Wikipedia membahas secara rinci mulai dari sejarah, defenisi formal, ekonomi, hingga legalitasnya. Masih kurang? CNN juga membahas mata uang kripto dalam artikel Sejarah Mata Uang Kripto dan Perkembangannya. Pada dua artikel di atas kalian akan menemukan nama David Chaum, seorang Matematikawan asal Amerika. Dialah penemu algoritma khusus yang dikembangkan hingga pada era 1990-an lahirlah mata uang digital bernama DigiCash. Sedangkan Bitcoin merupakan mata uang kripto yang pertama terdesentralisasi, diciptakan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto, menggunakan SHA-256, fungsi hash kriptografi, sebagai skema pembuktian kerjanya.


Baca Juga: Falling In Love with "Pak Hadi"


Sudah lama saya membaca artikel tentang Bitcoin, bahkan ketika nilai tukarnya belum menyentuh angka Rp 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah). Pada masa lampau, sama sekali tidak ada ketertarikan untuk menggali lebih banyak informasi tentang Bitcoin. Frekuensi saya belum sampai pada ranah mata uang kripto yang ngehits itu. Tahun 2019 barulah saya ngeh dengan mata uang kripto setelah diajak Mas Chandra bermain Libra Dragon. Libra Dragon adalah permainan naga-naga pengumpul mata uang kripto bernama Libra yang diusung oleh Facebook. Pada saat itu juga saya mendaftarkan diri ke Indodax. Berhenti sampai di situ, segalanya tidak saya teruskan. Bahkan, saya belum memverifikasi akun Indodax yang wajib dilakukan jika ingin menggunakan pasar mata uang kripto terbesar di Indonesia itu. Fyi: tahun 2020 Libra diganti nama menjadi Diem.


Awal tahun 2021, tepatnya Bulan Februari, saya diperkenalkan dengan lebih banyak mata uang kripto. Mungkin ini merupakan efek berlanjut dari tahun 2020 di mana orang-orang yang 'dirumahkan' akibat Covid-19 mulai mencari alternatif lain mengisi waktu sekaligus mengais cuan sedikit demi sedikit. Selain dipertemukan dengan banyak informasi tentang pertambangan cloud mata uang kripto, saya juga bermain-main dengan beberapa situs pengumpul koin di mana koin tersebut dapat ditukarkan atau ditarik ke Indodax seturut mata uang kripto favorit. Oleh karena itu, akun Indodax segera saya verifikasi. He he he. Jujur, menambang (cloud) dan mengumpulkan koin ini adalah cara paling sederhana dengan hasil yang sangat sedikit. Kalau rajin, hasilnya bisa cepat dan banyak. Tapi karena saya hanya iseng mengisi waktu, ya hasilnya memang belum apa-apa.


Tentang Indodax, awalnya saya berpikir pasar mata uang kripto terbesar di Indonesia ini hanya boleh digunakan oleh para cukong, yaitu mereka-mereka berduit melimpah. Ternyata tidak. Di Indodax, deposito Rp 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah) pun boleh (menggunakan akun virtual). Dipotong biaya admin Rp 3.000 (Tiga Ribu Rupiah). Bermodalkan Rp 47.000 (Empat Puluh Tujuh Rupiah) kalian sudah bisa trading (membeli dulu ya, baru menjual, tergantung peluang hehehe). Jangan ragu, sampai saat saya menulis ini, masih banyak mata uang kripto bernilai kecil, jika kalian ingin coba-coba bermain di pasar mata uang kripto ini, sambil mempelajari segala sesuatunya termasuk grafik dan sinyal-sinyal yang bertebaran di internet. Huhuy! Intinya, ketika nilainya turun silahkan dibeli, nilainya naik silahkan dijual. Ini merupakan hukum umum jual-beli.


Lalu, apakah saya pernah mendapatkan untung dari trading mata uang kripto? Kasih tahu atau tidak yaaaa ... ha ha ha. Sedikit cuan itu pasti ada, terutama saat Doge melesat hingga hampir menyentuh Rp 11.000 (Sebelas Ribu Rupiah) per koin, sementara saya membeli masih dengan harga Rp 800 (Delapan Ratus Rupiah). Ini hanya intermezo, jangan baper. 


Tapi, bukankah akhir-akhir ini banyak mata uang kripto yang nilainya turun drastis fantastis? Sebut saja Bitcoin yang pernah mencapai Rp 800.000.000 (Delapan Ratus Juta Rupiah)-an bahkan lebih, sekarang merosot ke angka Rp 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah)-an. Oleh karena itu, saya menulis ini. Bagi kalian yang masih pemula seperti saya, jangan gelap mata. Gunakan uang dingin untuk bermain mata uang kripto. Apa sih uang dingin itu? Itu istilah saya untuk uang yang tidak ada kebutuhan apa-apa. Artinya jangan menggunakan uang belanja, uang sekolah anak, atau uang transportasi bulanan, untuk didepositokan ke Indodax. Selain uang dingin, jangan pernah berharap untuk meraup cuan sebanyak-banyaknya karena jika mata uang negara saja mengalami fluktuasi maka demikian pula dengan mata uang kripto. Harus bisa bersabar melihat pergeraan. Dan harus bisa rela jika terjadi hal paling parah yaitu mata uang kripto yang kalian beli ternyata terus merosot ... sampai dasar jurang.


Bagi yang mentalnya kurang sehat, jangan bermain mata uang kripto. Hehe.


Baca Juga: Sejuta Pesona Desa Detusoko Barat


Saya menulis ini bukan untuk menggurui siapa pun. Di luar sana banyak orang-orang yang sudah lebih dulu terjun dalam ranah mata uang kripto, bahkan ada yang sudah meraup banyak cuan. Saya menulis ini hanya ingin berbagi informasi saja bahwa siapapun bisa membeli/punya mata uang kripto, meskipun sedikit. Dari sedikit itulah, kalian bisa belajar pergerakan mata uang kripto ini untuk bisa menentukan mau membeli yang mana, mau menjual yang mana. Dus, jangan lupa bergabung dengan grup-grup yang membahas tentang mata uang kripto. Yang terpercaya ya, jangan yang abal-abal.


Setidaknya dalam hidup ini ada hal baru yang kita pelajari.


Semoga tulisan ini bermanfaat!


Cheers.

Tuteh

Presiden Negara Kuning

Post a Comment

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Previous Post Next Post