Para Pahlawan di Sekitar Kita

 

Mamatua, salah seorang pahlawan dalam hidup saya.


Para Pahlawan di Sekitar Kita. Suatu hari saya dan teman-teman pergi ke tempat wisata. Tidak disangka sepeda motor salah seorang teman mendadak rusak alias tidak mau dinyalakan. Dengan berbagai cara kami mencoba agar motor tersebut kembali menyala, kembali hidup, tapi gagal. Lalu, seseorang membantu kami. Bahkan dia, di tengah cuaca terik, mau mendorong sepeda motor itu. Dia berupaya agar sepeda motor itu dapat kembali menyala agar perjalanan kami dapat berlanjut. Tidak ada seorang pun dari kami yang menyangka bahwa orang itu, yang nyata-nyata orang baru dalam lingkaran pertemanan kami, mau melakukan berbagai upaya agar sepeda motor itu kembali menyala. Saya yakin, orang itu adalah pahlawan bagi kami. Khususnya bagi teman si pemilik sepeda motor.

Baca Juga: Daftar Harga Terbaru Paket Internet Kuota Tak Terbatas Indihome

Di hari lain saya pernah mengalami ketakutan pada vaksin (Covid-19). Dengan berbagai dalih, saya menghindari divaksin. Kalian boleh saja mengatakan saya kampungan, tapi begitulah keadaan sesungguhnya. Lalu, seseorang yang saya panggil Boss, bertanya tentang alasan saya tidak hadir pada hari vaksin, padahal saya berada di nomor urut dua. Alasan saya tentu tidak masuk akal. Dengan lantang Boss memberikan jatah slot vaksinnya untuk saya. Sinovac. Dan herannya pada hari itu saya mendadak mau divaksin. Apakah karena segan sama Boss, atau karena saya mendadak diberi wahyu. Yang jelas, melalui cara yang tidak disangka, saya telah divaksin. Dua kali. Lengkap.

Cerita lainnya adalah tentang Thika dan Melly. Setiap pagi mereka berdua harus berjibaku dengan waktu. Antara menyiapkan diri sendiri ke kantor dan ke sekolah, juga menyiapkan kebutuhan saya seperti jilbab yang warnanya harus matching dengan kemeja, sepatu, dan lain sebagainya.

Masih kurang?

Mari simak kisah lainnya.

Baca Juga: Alasan Mengapa Anak Perlu Belajar Bahasa Mandarin di LingoAce

Untuk urusan pekerjaan, saya harus pergi ke luar kota, ke Desa Pemo. Perjalanannya pada malam hari. Suasana jalanan antar wilayah di Pulau Flores, bagi saya, cukup bikin deg-degan. Mana pula, jalan menuju Desa Pemo dari jalur utama ke loket Taman Nasional Kelimutu cukup jauh dengan kondisi jalan rabat yang tidak mulus. Guntur, teman perjalanan, sesama Team 7, membantu saya dan Indah untuk mengendarai sepeda motor hingga tiba di lokasi. Gantian, kami yang duduk manis di dalam mobil. Keesokan sore, saat pulang ke Kota Ende, saya baru mengalami sendiri jalanan desa tersebut. Luar biasa bikin frozen shoulder saya ngilu.

Tentu masih banyak orang-orang yang berjasa dalam hidup kita, yang pantas disebut pahlawan, selain para pahlawan yang kita kenal, dan orang tua.

10 November, tanggal yang disepakati sebagai Hari Pahlawan. Siapa sajakah yang terlintas di benak kita? Bung Karno, itu pasti. Cut Nyak Dien, juga pasti. Nama-nama para pahlawan, baik Pahlawan Nasional maupun Pahlawan Daerah pasti terlintas di benak kita terutama pada hari peringatan Hari Pahlawan. Tapi pernahkah berpikir tentang para pahlawan di sekitar kita? Mereka-mereka, yang dengan cara-cara tersendiri, menjadi penyelamat hidup kita. Orang tua? Pasti. Keluarga? Juga pasti. Apakah hanya mereka saja yang berjasa untuk hidup kita?

Tentu tidak.

Sudah saya sampaikan melalui penggalan kisah-kisah di atas.

Baca Juga: Tidak Semua Yang Kalian Lihat Itu Betul

Semoga bermanfaat. Memberi kita pemahaman bahwa setiap hari patut dirayakan sebagai hari pahlawan. Karena, setiap hari pula kita bertemu dengan para pahlawan di sekitar kita.



Cheers.

Tuteh

Presiden Negara Kuning

Post a Comment

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Previous Post Next Post